Bacaterus / Tanaman / Inilah 10 Jenis Jamur Beracun yang Perlu Diwaspadai!

Inilah 10 Jenis Jamur Beracun yang Perlu Diwaspadai!

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Juni 2019

Siapa di sini yang suka makan jamur? Meskipun termasuk sayuran, jamur memiliki tekstur yang mirip dengan daging. Karena rasanya yang lezat dan bermanfaat, jamur sering diolah menjadi berbagai jenis makanan. Jamur juga banyak dijual di warung-warung sayuran dengan harga yang terjangkau.

Meskipun rasanya enak, tidak semua jamur boleh dimakan loh. Di antara banyaknya jenis-jenis jamur di dunia ini, terdapat beberapa yang tidak boleh dikonsumsi karena mengandung racun yang sangat berbahaya. Di bawah ini Bacaterus akan membahas 10 jenis jamur beracun yang perlu diketahui.

1. Jamur Payung Maut (Amanita Phalloides)

* sumber: pixabay.com

Jamur payung maut atau dalam bahasa Inggris disebut dengan death cap adalah salah satu jenis jamur paling beracun dan mematikan. Jamur ini tersebar luas di benua Eropa, tetapi masih bisa ditemukan di banyak tempat lain di dunia.

Sering tumbuh di bawah pohon ek, jamur payung maut terlihat mirip dengan jamur jerami padi yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat di benua Asia. Oleh karena kita harus benar-benar waspada dengan tidak sembarangan memakan jamur yang tidak sengaja ditemukan di hutan.

Jamur payung maut mengandung senyawa toksik yang bernama amatoxin. Jika termakan, racun tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ hati dan ginjal.

2. Jamur Malaikat Penghancur (Amanita Virosa)

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/gails_pictures/

Jenis jamur beracun yang satu ini dikenal di Eropa dengan sebutan the destroying angle atau malaikat penghancur. Sama seperti jamur payung maut, jamur malaikat penghancur juga mengandung dosis amatoxin yang mematikan. Jamur ini biasanya tumbuh di hutan-hutan campuran dan di tanah berlumut saat musim panas dan musim gugur.

Gejala awal yang akan terjadi jika jamur ini termakan adalah kram, delirium, delirium, kejang-kejang, muntah dan diare. Kerusakan ginjal dan jaringan hati mungkin terjadi ketika racun jamur ini telah diserap oleh tubuh. Saat hal itu terjadi, transplantasi hati mungkin menjadi satu-satunya pilihan untuk dapat bertahan hidup.

Catatan: Delirium adalah gangguan serius pada kemampuan mental yang menyebabkan kebingungan dan kurangnya kesadaran akan lingkungan sekitar.

3. Jamur Morel Palsu (Gyromitra Esculenta)

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Istilah jamur morel palsu mencangkup sejumlah spesies jamur berbeda, seperti gyromitra esculenta (jamur bistik sapi), gyromitra caroliniana, dan jamur lainnya dalam genera Verpa dan Helvella. Disebut morel palsu karena jamur ini memiliki kemiripan dengan jamur dalam genus morchella (morels sejati) yang dapat dimakan.

Jamur beracun yang dapat ditemukan di hutan konifer di seluruh Eropa dan Amerika Utara ini yang mengandung senyawa kimia monomethyl hydrazine (MMH) yang dapat menyebabkan muntah, pusing, diare, hingga kematian jika dimakan. MMH juga diduga bersifat karsinogenik.

Catatan: Karsinogenik adalah sebuah istilah yang menerangkan sifat dari zat-zat atau paparan bahan yang dapat memicu kanker.

4. Jamur Skullcap Musim Gugur (Galerina Marginata)

* sumber: commons.wikimedia.org

Jamur berbahaya ini tumbuh di banyak tempat di seluruh dunia, mulai dari Eropa, Amerika Utara, Asia, hingga Australia. Jamur skullcap musim gugur umumnya tumbuh di atas kayu-kayu yang sudah mati, khususnya kayu konifer.

Jamur ini juga terlihat mirip dengan beberapa spesies jamur lain yang dapat dimakan sehingga bisa menyebabkan kekeliruan. Senyawa beracun yang dimiliki oleh jamur ini disebut dengan sangatoxin.

Jika racun itu masuk ke dalam tubuh, maka dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dengan gejala muntah, diare, hipotermia, dan akhirnya kematian jika tidak diobati dengan cepat. Jadi, sekali lagi jangan sembarangan memakan jamur yang ditemukan di hutan jika pemahaman kita tentang jamur masih kurang.

5. Jamur Webcap Mematikan (Cortinarius Rubellus)

* sumber: commons.wikimedia.org

Jenis jamur lainnya yang mengandung racun dan berbahaya adalah jamur webcap mematikan atau cortinarius rubellus. Jamur ini berasal dari kawasan Eropa dan Amerika Utara. Karena nampak tidak berbahaya dan mirip dengan spesies jamur yang dapat dimakan, kita harus benar-benar mengenal jamur ini dengan baik agar tidak terjadi kekeliruan.

Racun yang terkandung dalam jamur webcap dapat mengakibatkan gagal ginjal jika dikonsumsi. Gejala keracunan lain yang terjadi adalah flu yang dapat berlangsung dalam jangka waktu berminggu-minggu. Jamur ini umumnya tumbuh di daerah-daerah basah hutan konifer atau campuran hutan konifer dan hutan berdaun lebar.

6. Jamur Conocybe Filaris

* sumber: commons.wikimedia.org

Jenis jamur berbahaya ini biasanya tumbuh di atas kepingan kayu, tanah yang subur dan kompos. Meskipun berasal dari kawasan Pasifik Barat Laut, jamur conocybe filaris juga telah ditemukan di kawasan lainnya, seperti Eropa dan Asia.

Jamur ini diketahui mengandung senyawa sangatoxin yang mematikan yang jika dicerna dapat menyebabkan kerusakan hati yang tidak dapat diperbaiki.

7. Jamur Podostroma Cornu-Damae

* sumber: commons.wikimedia.org

Jika dilihat sekilas, jamur ini terlihat mirip dengan cabai merah yang berdiri di atas tanah. Meski tampilannya sangat menarik, jamur jenis mengandung racun yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Toksin utama dalam jamur ini adalah trikotoksik trichothecene yang memiliki efeknya dapat mematikan. Gejala buruk yang ditimbulkannya akan menyerang banyak organ, terutama hati, ginjal, dan otak.

Korban jamur ini juga bisa mengalami penipisan sel-sel darah, pengelupasan kulit dari wajah dan rambut rontok. Hal itu membuatnya terlihat seperti penderita keracunan radiasi (atau leukemia).

8. Jamur Dapperling Mematikan (Lepiota Sp.)

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/[email protected]/

Jamur dapperling mematikan dapat ditemukan di hutan konifer di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Jamur ini mengandung senyawa amatoxin mematikan yang mampu menghancurkan organ hati yang memakannya. Jamur beracun ini juga dapat ditemui di kawasan Asia seperti Tiongkok.

Karena terlihat mirip dengan spesies jamur yang dapat dimakan seperti tricholoma terreum dan marasmius oreades, beberapa orang mungkin dengan tidak sengaja telah memakan jamur ini dan mengalami kerusakan pada sebagian organ tubuhnya.

9. Jamur Sayap Malaikat (Pleurocybella Porrigens)

* sumber: commons.wikimedia.org

Jamur yang terlihat menawan ini ditemukan di seluruh kawasan Belahan Bumi Utara. Jamur sayap malaikat biasanya tumbuh di atas kayu-kayu yang membusuk.

Beberapa laporan mengenai orang yang jatuh sakit setelah mengkonsumsi jamur ini muncul pada tahun 2004 di Jepang. Beberapa di antara korban jamur ini ada yang kehilangan nyawa mereka. Disebutkan bahwa jamur ini mengandung kadar sianida yang tinggi yang seperti kita ketahui sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

10. Jamur Fly Agaric (Amanita Muscaria)

* sumber: pixabay.com

Dari tampilannya saja sudah menunjukkan kalau fly agaric adalah jenis jamur beracun. Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, jingga, kuning, hingga putih. Di atas topi jamurnya terdapat bintik-bintik putih yang kurang sedap dilihat.

Senyawa toksik utama dalam jamur ini adalah muscimol dan asam ibotenic yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Kedua hal tersebut dapat mempercepat gangguan sistem saraf, denyut jantung, mulut kering, dan halusinasi. Gejala lain yang dapat terjadi setelah memakannya adalah diare, vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya.

Nah, itulah beberapa jenis jamur beracun yang harus kita ketahui agar tidak mengalami kekeliruan saat melihatnya. Sebagian jamur di atas ada yang tumbuh di kawasan Asia (mungkin saja termasuk Indonesia) sehingga perlu diwaspadai.

Seperti kata pepatah kalau mencegah lebih baik daripada mengobati, maka hal yang sama berlaku di sini, yaitu jangan sembarangan memakan jamur yang tidak sengaja ditemukan jika belum paham betul masalah jamur-jamuran.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar