Bacaterus / Ikan Tuna / Inilah Jenis-jenis Ikan Tuna yang Paling Populer di Dunia

Inilah Jenis-jenis Ikan Tuna yang Paling Populer di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2019

Tuna adalah salah satu jenis ikan di lautan yang paling banyak ditangkap dan dikonsumsi di dunia. Ada lebih dari 70 negara di dunia yang menghasilkan ikan tuna termasuk di dalamnya Indonesia yang dianugerahi lautan luas dan kaya. Ikan tuna dapat ditemukan di seluruh lautan di dunia kecuali lautan kutub yang dingin.

Ikan tuna merupakan spesies yang suka bermigrasi. Sepanjang hidupnya ikan-ikan yang bernilai tinggi ini dapat melakukan perjalanan hingga ribuan kilometer jauhnya, mengarungi berbagai lautan di dunia. Samudera Pasifik adalah lautan yang paling banyak menyumbang pasokan ikan tuna global, disusul oleh Samudera Hindia dan Samudera Atlantik.

Di dunia ini terdapat banyak spesies ikan tuna di mana delapan di antaranya dikategorikan sebagai ikan tuna sejati. Ukuran ikan tuna bermacam-macam, mulai dari puluhan hingga ratusan cm. Berat tubuhnya sendiri mencapai ratusan kilogram. Ikan tuna dipercaya mampu bertahan hidup hingga usia 50 tahun lamanya.

Agar pengetahuan kita tentang ikan ini meningkat, di bawah ini Bacaterus akan membahas beberapa jenis ikan tuna yang ada di kelompok ikan tuna sejati (bahasa Inggris: true tuna) yang ada di genus Thunnus. Selanjutnya genus ini diklasifikasikan menjadi dua subgenera, yaitu Thunnus (kelompok sirip biru), dan Neothunnus (kelompok sirip kuning).

Thunnus (Kelompok Sirip Biru)

Nah, untuk mengetahui jenis ikan tuna terpopuler di dunia, Bacaterus mau membahasnya mulai dari ikan tuna yang dikategorikan dalam kelompok sirip biru. Berikut beberapa ikannya.

1. Tuna Albakora/Tuna Bersirip Panjang

* sumber: www.seafoodwatch.org

Tuna Albakora (bahasa Inggris: Albacore tuna) adalah jenis ikan tuna yang biasa ditemukan dalam ikan kalengan premium. Ikan ini kadang-kadang disebut sebagai tuna putih karena memiliki daging berwarna putih (kadang dengan sedikit merah muda) dengan tekstur yang lembut. Tuna albakora ini kaya akan nutrisi termasuk minyak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.

Tuna Albakora dapat ditemukan di berbagai lautan seperti Samudera Atlantik, Samudera Hindia, Samudera Pasifik, hingga Laut Mediterania di antara Eropa dan Afrika. Ikan tuna jenis ini dapat memiliki panjang tubuh hingga 1,4 meter dan berat hingga 60,3 kilogram. Tuna Albakora mampu bertahan hidup hingga umur 13 tahun di Atlantik dan hanya 9 tahun di Mediterania.

Negara-negara utama penghasil tuna Albakora adalah Thailand, Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan Spanyol (Bonito Del Norte). Sedangkan pasar utama ikan tuna ini adalah Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Spanyol.

2. Tuna Sirip Biru Selatan/Southern Bluefin Tuna

* sumber: www.fish.gov.au

Ikan tuna Sirip Biru Selatan adalah jenis ikan tuna yang dagingnya biasa ditemukan dalam makan khas Jepang seperti sushi atau sashimi. Memiliki daging yang lembut, tuna Sirip Biru ini tidak dijual dalam bentuk kaleng, tapi digunakan hampir secara eksklusif untuk hidangan sashimi.

Tuna Sirip Biru Selatan dapat dikenali dari punggungnya yang berwarna biru tua hingga hitam dengan sisi bawah yang keperakan. Sirip punggung kedua ikan ini umumnya lebih besar dari sirip punggung pertama dan biasanya berwarna coklat kemerahan. Ikan tuna jenis ini mampu memiliki panjang maksimum hingga 2,45 meter dengan bobot mencapai 260 kg.

Indonesia, Thailand, Amerika Serikat, dan Jepang adalah negara utama penghasil ikan tuna Sirip Biru Selatan di dunia. Pasar utama ikan tuna yang mampu bertahan hidup hingga usia 40 tahun ini adalah Jepang.

3. Tuna Mata Besar/Bigeye Tuna

* sumber: www.dpi.nsw.gov.au

Dikenal sebagai ikan sashimi, tuna Mata Besar memiliki ciri yang mirip dengan tuna Sirip Kuning yang sulit dibedakan. Ciri utama spesies tuna ini adalah memiliki sepasang mata yang  besar dan sirip dada yang panjang yang biasanya melewati sirip dubur. Daging tuna Mata Besar memiliki tekstur yang lembut dan bukan sumber utama tuna kalengan.

Tuna Mata Besar dapat ditemukan di perairan terbuka di semua samudera tropis dan subtropis, kecuali di Laut Mediterania. Panjang tuna ini bervariasi antara 0,4 – 2,5 meter dengan berat maksimum hingga 210 kg. Usia rata-rata untuk ikan tuna ini adalah 5 – 16 tahun.

Negara-negara penghasil utama ikan tuna Mata Besar di dunia adalah Indonesia, Thailand, Filipina, Meksiko, Venezuela, Ekuador, Kolombia, Spanyol, dan Italia. Untuk tujuan ekspor utamanya sendiri adalah Jepang untuk nantinya diolah menjadi sashimi.

4. Tuna Sirip Biru Pasifik/Pacific Bluefin Tuna

* sumber: www.fisheries.noaa.gov

Ini adalah jenis tuna yang hidup di perairan Samudera Pasifik bagian utara, tetapi mereka juga bermigrasi dan tercatat sebagai pengunjung di Samudera Pasifik bagian selatan. Tuna Sirip Biru Pasifik adalah salah satu spesies tuna dengan nilai komersial yang tinggi. Hal itu menyebabkan penangkapan yang berlebihan dan mengancam populasi mereka di lautan.

Tuna Sirip Biru Pasifik mampu tumbuh hingga panjang dan berat maksimal sekitar 3 meter dan 450 kg. Jepang merupakan pasar utama ikan tuna jenis ini. Di sana daging tuna Sirip Biru Pasifik dijadikan sushi atau sashimi yang bisa berharga fantastis.

Pada tanggal 5 Januari 2019, seekor tuna Sirip Biru Pasifik yang berbobot 280 kg terjual dengan harga 333,6 juta yen (sekitar Rp 44 miliar) di pasar ikan Tokyo. Murah, bukan?

5. Tuna Sirip Biru Atlantik/Atlantic Bluefin Tuna

* sumber: www.goodfreephotos.com

Ini adalah salah satu spesies ikan tuna terbesar yang mampu tumbuh maksimal hingga panjang 4,6 meter dan berat 684 kg. Tuna Sirip Biru Atlantik berasal dari Samudera Atlantik bagian barat dan timur, serta Laut Mediterania. Nilai komersial ikan tuna jenis ini termasuk yang tertinggi di dunia di mana Jepang adalah pasar utama dan terpenting.

Ikan tuna Sirip Biru Atlantik yang berukuran sedang dan besar menjadi sasaran utama para pembeli di pasar ikan mentah Jepang. Di sana semua spesies tuna sirip biru sangat dihargai untuk dijadikan sushi dan sashimi. Pada tahun 2008, seekor ikan Tuna Sirip Biru Atlantik pernah terjual seharga 247rb dolar Amerika atau sekitar Rp 3,5 miliar di pasar ikan Tsukuji.

Neothunnus (Kelompok Sirip Kuning)

Setelah mengetahui beberapa ikan tuna dalam kategori sirip biru, kini beralih pada ikan tuna yang punya sirip kuning. Apa saja itu? Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

1. Tuna Sirip Hitam/Blackfin Tuna

* sumber: commons.wikimedia.org

Ini adalah spesies tuna paling kecil di genus Thunnus. Panjang dan berat maksimal ikan tuna Sirip Hitam adalah 1,1 meter dan 22,4 kilogram. Tuna ini memiliki tubuh berbentuk oval, punggung berwarna hitam dengan sedikit kuning pada siripnya, dan kuning di sisi tubuhnya.

Ikan tuna Sirip Hitam bisa ditemukan di perairan barat Samudera Atlantik, termasuk Laut Karibia dan Teluk Meksiko. Di antara tuna lainnya, tuna Sirip Hitam adalah spesies tuna yang berumur pendek dan tumbuh cepat di mana ikan yang sudah berumur 5 tahun akan dianggap tua.

2. Tuna Tongol/Tuna Ekor Panjang/Longtail Tuna/Nothern Bluefin Tuna

* sumber: fishesofaustralia.net.au

Dua negara yang paling banyak menghasilkan ikan Tuna Tongol adalah Indonesia dan Thailand dengan pasar utamanya adalah Amerika Serikat dan Swedia. Mayoritas ikan Tuna Tongol yang dijual adalah tuna kalengan dan tuna segar.

Ikan Tuna Tongol juga termasuk salah satu spesies tuna yang bertubuh kecil dengan panjang dan berat maksimal 1,45 meter dan 35,9 kilogram dengan masa hidup hingga 18 tahun. Ikan Tuna Tongol dapat dikenal dari punggung mereka yang berwarna biru tua dan sirip dada yang pendek.

3. Tuna Sirip Kuning/Yellowfin Tuna/Gantarangang

* sumber: www.hawaii-seafood.org

Tuna Sirip Kuning dapat ditemukan di perairan laut tropis dan subtropis di seluruh dunia. Negara pemasok utama tuna jenis ini adalah Indonesia (dikenal dengan sebutan Gantarangang), Filipina, Thailand, Meksiko, Venezuela, Ekuador, Kolombia, Spanyol, dan Italia. Untuk pasar utamanya sendiri adalah Jepang, Eropa Selatan, dan Amerika Serikat.

Ikan tuna Sirip Kuning dapat dengan mudah dikenali dari sirip dubur dan punggung kedua mereka yang berbentuk bulan sabit. Mereka mampu tumbuh maksimal hingga panjang 2,4 meter dan berat 200 kg. Umumnya ikan tuna ini dijual dalam bentuk tuna kalengan, utuh segar, fillet segar, dan lain-lain.

Nah, itulah beberapa jenis ikan tuna yang dikategorikan sebagai tuna sejati. Indonesia adalah salah satu negara penghasil ikan tuna terbesar di dunia dan kita harus bersyukur akan hal itu. Ikan ini harus menjadi konsumsi utama daging-dagingan dalam negeri karena sangat kaya akan nutrisi.

Hal yang perlu dicatat di sini adalah banyak jenis ikan tuna di atas yang ditangkap secara berlebihan. Hal ini menyebabkan populasi mereka berkurang drastis dan pertumbuhannya menjadi kurang baik. Sebaiknya kita memiliki batas-batas tertentu dalam menangkap ikan tuna dan ikan-ikan lautan lainnya agar tetap lestari.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar