Bacaterus / Ikan Patin / 10 Jenis Ikan Patin yang Banyak Ditemukan di Indonesia

10 Jenis Ikan Patin yang Banyak Ditemukan di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan keberadaannya di Indonesia. Ikan ini biasa hidup di dalam dasar yang berada tepi sungai dan danau.

Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan favorit yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Tanah Air. Selain memiliki rasa yang lezat, tekstur dagingnya yang lembut juga menjadi salah satu yang menjadi alasan ikan ini sangat digemari.

Nah, di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis ikan patin yang sering dibudidayakan. Ingin tahu jenisnya apa saja? Nah, untuk menambah wawasanmu tentang perikanan, kali ini Bacaterus akan membahas 10 jenis ikan patin yang banyak ditemukan di Indonesia. Berikut adalah daftarnya.

1. Pangasius micronemus

patin wakalatau

* sumber: umpanpatin.blogspot.com

Pangasius micronemus atau dikenal juga dengan nama patin wakalatau rius caring merupakan jenis ikan patin yang bisa dengan mudah ditemukan di perairan Sunda dan Thailand. Ikan ini memiliki karakteristik mata berukuran besar dengan moncong berbentuk persegi, serta sungut rahang atas memanjang sampai ke pinggiran mata.

Tubuh ikan patin wakalatau bisa mencapai ukuran panjang sekitar 60 centimeter. Ikan patin ini banyak dibudidayakan di Pulau Jawa dan sekitarnya untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

2. Pangasius bocourti

Pangasius bocourti

* sumber: commons.m.wikimedia.org

Pangasius bocourti adalah jenis ikan patin yang banyak ditemukan di perairan Vietnam. Meskipun demikian, keberadaan jenis ikan ini cukup melimpah di Indonesia. Pangasius bocourti sendiri merupakan jenis ikan yang menjadi komoditi ekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika.

Karakteristik ikan yang satu ini hampir mirip dengan patin jambal. Mereka bisa memiliki panjang mencapai lebih dari 60 sentimeter. Nilai jual Pangasius bocourti yang cukup tinggi di pasaran membuat jenis ikan patin ini pun banyak dibudidayakan oleh masyarakat Tanah Air.

3. Helicophagus waandersii

ikan patin muncung

* sumber: www.umpan.com.my

Helicophagus waandersii atau yang dikenal dengan sebutan ikan patin muncung adalah jenis ikan patin yang banyak ditemukan di perairan Sumatera dan Kalimantan bagian tenggara. Ikan jenis ini berukuran sedang hingga besar, dengan panjang rata-rata sekitar 50 sentimeter. Meskipun demikian, ikan ini pernah tercatat memiliki ukuran panjang sekitar 70 centimeter.

Karakteristik ikan ini sendiri memiliki gigi veromine dan palatine yang terletak di bagian dalam bidang leher, serta memiliki tonjolan tulang pada pangkal sirip dada yang memanjang sampai dua pertiga dengan sungut yang meruncing.

4. Pangasius polyuranodon

Patin juaro

* sumber: umpanpatin.blogspot.com

Patin juaro atau dikenal dengan nama Latin Pangasius polyuranodon merupakan jenis patin yang banyak dikembangbiakkan di wilayah perairan Kalimantan dan Sumatra. Ikan ini tergolong jenis ikan patin berukuran besar, di mana ukurannya bisa mencapai sekitar 60 sentimeter, bahkan bisa mencapai lebih dari 80 sentimeter.

Ikan ini sering diekspor ke beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia dan Brunei. Kualitas dagingnya yang terkenal lezat memang menjadi alasan ikan jenis ini banyak diminati meskipun harga jual di pasaran terbilang cukup tinggi.

5. Pangasius nieuwenhuis

Patin lawang

* sumber: cdn.umpan.com.my

Patin lawang atau Pangasius nieuwenhuis merupakan jenis ikan patin yang jarang dikonsumsi oleh masyarakat meski keberadaan ikan patin jenis ini cukup melimpah di tanah air. Ikan ini memiliki ukuran panjang rata-rata sekitar 60 sentimeter.

Dibanding dengan jenis ikan patin lain, patin lawang termasuk jenis yang bertubuh kecil. Ikan patin ini banyak ditemukan di perairan yang ada di Pulau Jawa, Sumatera, dan juga Kalimantan. Ikan patin lawang ini dikenal unik karena mampu beradaptasi dengan baik di perairan yang memiliki pH air yang berbeda.

6. Pangasius nasutus

Patin pedado

* sumber: umpanpatin.blogspot.com

Patin pedado atau Pangasius nasutus merupakan jenis ikan patin yang tumbuh subur di perairan sekitar Pulau Jawa dan Kalimantan. Ikan patin jenis ini kerap menjadi komoditi ekspor ke beberapa negara yang ada di Asia. Karakteristik ikan ini sendiri memiliki moncong tajam dengan warna yang cukup mencolok serta ukuran mata yang lebih kecil dari ukuran kepalanya.

Patin pedado sendiri termasuk jenis ikan patin raksasa yang memiliki ukuran sekitar 80 sentimeter bahkan bisa mencapai 1 meter. Harga yang dibanderol untuk ikan jenis ini juga relatif lebih mahal.

7. Pangasius djambal

Patin jambal

* sumber: fishclopedia.blogspot.com

Patin jambal adalah jenis ikan yang mudah untuk dikembangbiakkan. Jenis ikan ini bisa memiliki panjang sampai 120 sentimeter. Patin Jambal sendiri banyak ditemukan di wilayah perairan Sumatera dan Kalimantan.

Ikan patin jambal memiliki karakteristik kepala lebih panjang, serta melebar ke arah punggung dengan mata berukuran sedang yang berada di sisi kepala. Meskipun keberadaan ikan ini cukup melimpah, namun pemanfaatan ikan ini juga diketahui masih terbatas.

8. Pangasius lithostoma

* sumber: umpanpatin.blogspot.com

Dibanding dengan ikan patin jenis lain, Pangasius lithostoma merupakan jenis ikan patin yang memiliki ukuran kecil, yaitu sekitar 20-30 sentimeter. Ikan patin jenis ini banyak ditemukan di wilayah perairan Kalimantan yang menyebar sampai ke Pulau Jawa.

Meskipun keberadaan ikan patin ini melimpah, namun masyarakat Tanah Air sendiri jarang memanfaatkan ikan jenis ini untuk dikonsumsi. Ikan jenis ini memiliki karakteristik moncong yang tebal dan sedikit panjang dengan sirip memanjang di bagian bawah perut.

9. Pangasius hypopthalmus

patin siam

* sumber: ikanpatinsiamgoriangputrawangni.blogspot.com

Pangasius hypopthalmus atau dikenal ikan patin siam merupakan jenis ikan patin yang sukses dikembangbiakkan di perairan Indonesia. Patin siam sendiri merupakan ikan yang berasal dari perairan Thailand. Di Indonesia sendiri ikan ini mulai dibudidayakan sejak tahun 1980-an.

Ikan ini dikenal mampu beradaptasi dalam perairan yang cukup ekstrim, seperti kandungan oksigen terlarut dan pH air yang rendah. Ikan patin siam memiliki karakteristik tubuh berwarna putih perak dengan punggung berwarna sedikit kebiruan.

Kepala ikan relatif lebih kecil dengan mulut terletak di ujung kepala sedikit ke bawah. Ikan jenis ini mampu tumbuh mencapai 80 sentimeter bahkan sampai 120 sentimeter.

10. Pangasius macronema

patin lancang

* sumber: umpanpatin.blogspot.com

Nah, jenis ikan patin selanjutnya adalah ikan patin lancang atau yang dikenal juga dengan nama latin Pangasius macronema. Ikan jenis ini diketahui memiliki ukuran paling kecil, yaitu sekitar 20 sentimeter. Meski dikenal memiliki ukuran kecil, namun ikan ini juga pernah tercatat mencapai ukuran hingga 40 sentimeter.

Ikan patin jenis ini memiliki karakteristik mata besar dengan garis hitam memanjang sampai ke bagian ekor. Patin lancang sendiri diketahui banyak ditemukan di perairan yang memiliki pH cukup tinggi. Rasanya yang enak serta teksturnya yang lembut memang kerap menjadi pilihan masyarakat untuk dikonsumsi.

Nah, itulah 10 jenis ikan patin yang banyak ditemukan di Indonesia. Ikan jenis ini memang cukup disukai oleh masyarakat karena dagingnya yang enak serta keberadaannya yang melimpah. Semoga informasi tentang jenis ikan patin yang telah Bacaterus bahas di atas bisa menjadi referensi bagi kamu yang ingin mencoba membudidayakan jenis ikan yang satu ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *