Bacaterus / Ikan Lele / 9 Jenis ikan lele yang Biasa Dikonsumsi dan Dibudayakan

9 Jenis ikan lele yang Biasa Dikonsumsi dan Dibudayakan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Januari 2020

Saat melihat ikan secara sekilas, semua tampak sama, tapi begitu melihat ikan lele, kita tak akan tertukar dengan ikan lain. Kita akan bisa langsung mengenali ikan lele. Terbungkus kulit bukannya sisik dan sungut peraba yang berada di dekat mulut mereka, semua perangkat itu membuat hewan air ini mudah dikenali. Ikan ini menjadi salah satu makan favorit di Indonesia.

Ikan lele merupakan salah satu ikan yang termasuk dalam ordo Siluriformes. Lele memiliki hubungan dengan carp, characins, dan minnows (ordo Cypriniformes). Di Indonesia, lele dikenal dengan beragam nama, seperti ikan kalang di Sumatra Barat, ikan lindi atau lele di Jawa Tengah. Ikan lele juga memiliki banyak spesies. Nah, kita akan membahas beberapa dari spesies tersebut. Simak ya!

1. Lokal

Lokal

Lele lokal adalah jenis ikan lele yang paling banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Para petani di Indonesia sudah membudayakan jenis ikan lele ini sebelum kedatangan jenis lain, contohnya lele dumbo. Karena dianggap tidak begitu memberikan banyak keuntungan, lele lokal sekarang semakin kurang diminati oleh para peternak.

Tingkat pakan yang dicerna atau dikenal juga dengan Food Convertion Rasio atau FCR dari ikan lokal ternyata sangat tinggi. Sayangnya, tingkat pertumbuhan lele ini sangat lambat. Tak pelak ini menjadi sangat merugikan bagi para peternak. Ukuran lele lokal yang dengan umur satu tahun besarnya masih kalah dengan ukuran lele dumbo yang baru berumur dua tahun.

Di Indonesia, lele lokal dibagi jadi tiga jenis, yaitu lele putih, lele hitam, dan lele merah. Untuk lele putih dan merah umumnya tidak dikonsumsi tapi dijadikan sebagai ikan hias. Jenis lele yang dibudidayakan dan dikonsumsi adalah lele hitam.

Senjata ikan lele lokal adalah patil yang beracun dan berbahaya. Orang yang kena patil lele, bagian tubuh itu akan bengkak. Pada hewan lain, patil akan membunuh.

2. Dumbo

Dumbo

Jenis lele ini bukan merupakan lele asli dari Indonesia. Pertama kali datang pada tahun 1985, ikan lele ini dibawa dari Taiwan. Segera setelah kemunculannya, lele dumbo menjadi favorit di kalangan para peternak karena lele ini bisa tumbuh lebih cepat dan badannya besar alias bongsor. Habitat asli lele ini di perairan Kenya, Afrika.

Beberapa mengatakan bahwa lele dumbo merupakan hasi persilangan antara ikan lele yang berasal dari Taiwan, yaitu Clarias Fuscus, dengan jenis lele yang berasal dari Afrika, yaitu Clarius Mosambicus. Lele ini bisa dikenali dari ciri fisiknya yang memiliki kulit dengan warna hitam kehijauan. Dibandingkan lele lokal, patil ikan lele dumbo tak sebegitu berbahaya.

Kulit lele dumbo bisa berubah jadi bercak-bercak putih atau hitam saat lele mengalami stres. Warna ini akan berubah ke warna aslinya saat stres hilang. Karena lele dumbo tak biasa membuat lubang, maka lele ini akan lebih baik dibudidayakan di kolam tanah. Meskipun ukuran lele dumbo lebih besar dibandingkan lele lokal, tapi rasa lele lokal jauh lebih enak.

3. Sangkuriang

Sangkuriang

Namanya mirip dengan salah satu legenda dari Jawa Barat, jenis lele ini merupakan hasil dari persilangan antara lele dumbo jantan f6 dan lele betina dumbo F2. Perkawinan silang ini menghasilkan sifat-sifat unggul bagi lele Sangkuriang, di antaranya memiliki kemampuan bertelur yang tinggi. Lele ini bisa bertelur sampai 40-60 butir tiap satu kali pemijahan.

Kelebihan lain dari lele Sangkuriang adalah mereka tahan terhadap penyakit. Selain itu, lele ini juga bisa dipelihara di tempat dengan air yang minim. Kualitas daging lele Sangkuriang juga lebih baik. Fisiknya tak beda jauh dari lele dumbo.

Perbedaannya terletak pada mulutnya yang berbentuk lebih lonjong, ukuran matannya yang lebih kecil, badannya yang memiliki bentuk lebih bulat, serta warna abu-abunya. Lele Sangkuriang juga menghasilkan telur yang lebih banyak serta daya tetasnya yang tinggi. Sementara untuk ukuran benih cukup merata.

Tubuhnya memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ikan lele phyton atau lele dumbo. Sayangnya, lele ini tak bisa dibenihkan dari indukannya karena akan terjadi penurunan pada kualitasnya.

4. Phyton

Phyton

Penemu ikan lele phyton adalah para peternak lele yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada tahun 2004. Jenis lele ini adalah hasil persilangan dari induk betina dari lele eks Thailand F2 dan induk jantan dari lele lokal atau ikan lele dumbo F6.

Lele phyton bisa tahan dengan cuaca dingin. Di samping itu, lele ini juga memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih dari 90%. Seperti namanya, lele ini mempunyai bentuk kepala yang mirip dengan ular phyton, yaitu berbentuk pipih dan memanjang.

Ukuran mulutnya kecil serta warna kulitnya juga seperti ular phyton. Mereka juga tahan terhadap penyakit dan pertumbuhannya juga cepat. Semua kelebihan lele Sangkuriang dan dumbo dipunyai oleh lele phyton. Hanya saja bobotnya tak seberat keduanya karena bentuknya yang ramping.

5. Mutiara

Mutiara

Seiring dengan berkurangnya minat terhadap lele dumbo yang selama beberapa waktu menjadi favorit masyarakat, para peneliti pun melakukan penelitian juga persilangan lele supaya menghasilkan lele jenis baru yang jauh lebih unggul.

Hasil dari penelitian dan persilangan itu adalah lele mutiara. Lele ini merupakan hasil persilangan gabungan antara starin lele Mesir, dumbo, Sangkuriang dan phyton.

Daya tahan tubuh dari ikan lele mutiara relatif lebih tinggi. Selain itu, masa pemeliharaannya lebih singkat. Waktu panen lele mutiara dapat dilakukan selama 40-50 hari. Karena tingkat pertumbuhannya yang tinggi, lele mutiara semakin banyak dibudidayakan.

6. Masamo

Masamo

PT Mahari Sakti yang berada di Mojokerto, Provinsi Jawa Timur merupakan pengembang Lele Masamo. Lele ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan lele lain, contohnya makannya lebih banyak tapi tetap efisien, tubuhnya lebih besar, tidak mudah stres. tingkat keseragamannya tinggi, sifat kanibal yang rendah juga lebih kuat terhadap penyakit.

Lele ini merupakan hasil perkawinan dari berbagai jenis lele karenanya lele masamo mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan lele lain. Hanya saja lele ini masih dikembangbiakkan di wilayah perusahaan saja.

7. Limbat

Limbat

Nama latin dari lele limbat adalah Clarias Nieuhofii. Ikan lele ini merupakan lele liar yang tersebar luas di Asia Tenggara. Habitat lele ini adalah sungai kecil dan rawa. Meski jarang dikembangbiakkan, lele ini sering dijadikan sebagai santapan. Cara menangkapnya dilakukan secara tradisional di habitatnya.

Lele ini mempunyai ciri fisik berupa ukuran tubuh yang panjang juga warna kulitnya yang abu-abu atau kekuningan. Warna bagian atas dari tubuhnya berwarna gelap kehitaman. Sementara bagian bawah kepala serta tubuhnya berwarna agak putih. Di bagian punggung ada deretan bintik-bintik yang berbentuk vertikal berwarna kekuningan atau agak putih.

8. Gua Emas

Gua Emas

Jenis lele ini termasuk ke dalam lele langka dan bisa mengalami kepunahan karena tiap tahun populasi lele gua emas selalu berkurang. Menapa lele ini disebut lele gua? Seperti namanya, lele ini ditemukan di gua. Gua ini bernama Gua Aigamas yang terletak di wilayah Otjozondjupa di Namibia. Lele ini memiliki panjang standar yang mencapai 16,1 cm.

Menurut beberapa orang diperkirakan jumlah populasi lele ini hanya kira-kira 200-400 ekor. Ilmuwan masih belum tahu cara membantu perkembangbiakan lele gua emas.

9. Broadhead

Broadhead

Memiliki nama latin Clarias Macrocephalus, ikan lele broadhead merupakan jenis lele asli dari Asia Tenggara. Umumnya lele ini dikonsumsi di negara Thailand. Di negara gajah putih, lele ini sering dibuat menjadi hidangan yang bernama Pla Duk. Makanan ini sejenis makanan yang digoreng atau dipanggang dan dijual di pinggir jalan.

Sirip punggung lele broadhead ukurannya besar sedangkan ukuran tubuhnya pendek dan sedikit bulat. Penampilannya agak mirip dengan lele kampung atau lele lokal yang ada di Indonesia. Warna lele ini hitam dengan bintik-bintik putih pada sisi tubuhnya. Karena lele ini merupakan ikan iklim tropis, tak mengherankan jika lele ini banyak ditemui di Filipina, Cina, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Guam.

Mereka lebih menyukai tinggal di kanal, rawa-rawa, genangan, sawah, juga sungai. Mirip dengan gua emas, lele ini juga hampir punah karena terlalu sering dikawisilangkan akibatnya spesies aslinya sudah sulit ditemukan.

Jenis ikan lele yang dibahas di atas adalah ikan lele yang biasa dikonsumsi baik di Indonesia maupun di beberapa negara lainnya. Ternyata meski penampilannya hampir serupa, faktanya ikan lele terdiri dari beberapa jenis.  Apakah kamu familiar dengan jenis lele lain selain lele kampung atau lokal dan lele dumbo?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *