Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Januari 2019

Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019, sedang gencar-gencarnya menggalakkan makan ikan untuk kesehatan, baik itu ikan air laut sampai ikan air tawar. Apakah kamu tahu perbedaan ikan air laut dan ikan air tawar? Umumnya ikan air laut lebih amis dibandingkan ikan air tawar sehingga bagi mereka yang tak suka bau amis ikan laut, mereka lebih memilih ikan air tawar.

Ikan air tawar juga memiliki kandungan asam lemak dan kalsium yang tinggi dibandingkan air laut. Di samping itu, kandungan merkuri lebih rendah dibandingkan ikan air laut sehingga lebih aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak. Apakah kamu tahu apa nama-nama ikan air tawar yang paling populer? Berikut Bacaterus telah merangkum 10 nama ikan air tawar yang paling dikenal orang.

10 Jenis Ikan Air Tawar

1. Gurami

Gurami

* sumber: jualikanguramesuper.blogspot.com

Ikan Gurami raksasa atau Osphronemus goramy merupakan spesies gurami besar asli Asia Tenggara. Habitat asli ikan gurami raksasa adalah Chao Phraya dan cekungan Mekong di daratan Asia Tenggara. Mereka juga bisa ditemui hidup di sungai-sungai di Jawa, Kalimantan, dan Sumatra. Ikan Gurami penting secara komersial karena dapat dijual sebagai makanan dan juga dibudidayakan.

Selain untuk dikonsumsi, ikan Gurami raksasa juga diperjualbelikan sebagai ikan hias untuk akuarium. Spesies ikan ini juga bermanfaat karena bisa digunakan untuk mengontrol gulma karena gulma bisa menjadi merepotkan saat jumlahnya terlalu banyak.

Di daerah asalnya, ikan gurami raksasa dipanen sebagai sumber makanan. Dalam makanan Asia, gurami raksasa sangat dihargai karena dagingnya yang tebal, teksturnya yang enak dan rasanya yang lezat.  Dibanding dengan ikan mas dan ikan bandeng, tulang ikan gurami lebih besar sehingga memudahkan untuk dikonsumsi sehingga meningkatkan nilainya.

Di pasar Asia Tenggara, ikan gurami merupakan salah satu ikan air tawar yang bernilai tinggi. Daging ikan gurami kaya akan protein dan mineral. Ikan gurami sangat populer dalam masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand, terutama dalam masakan Sunda. Ikan gurami seringkali disajikan dalam bentuk digoreng, dibakar atau dimasak dengan bumbu dan dibungkus dengan daun pisang.

Di beberapa negara Asia Tenggara, ikan gurami diawetkan dengan cara digarami untuk memperpanjang waktu simpannya. Ikan gurami umumnya hidup di air tawar atau air payau terutama yang airnya bergerak lambat, seperti danau, rawa dan sungai besar. Ikan gurami mampu menghirup udara yang lembab sehingga mereka bisa bertahan lama tanpa air.

Ukuran ikan gurami raksasa lebih besar dibandingkan kebanyakan jenis ikan gurami lain. Ukuran mereka bisa mencapai panjang 70 cm, tetapi kebanyakan panjangnya berkisar 48 cm. Warna ikan gurami ada yang pucat hingga yang berwarna kuning keemasan dengan garis-garis warna biru keperakan di sepanjang tubuhnya. Ikan betina memiliki bibir yang lebih tebal.

2. Bandeng

Bandeng

* sumber: djpb.kkp.go.id

Ikan Bandeng atau bango, (Chanos chanos) adalah ikan nasional Filipina. Ikan bandeng adalah spesies ikan air asin namun bisa juga ditemukan di air tawar. Umumnya ikan ini dibudidayakan di sepanjang pantai. Ikan bandeng merupakan ikan tambak paling penting di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Filipina. Budidaya ikan ini paling banyak berada di Indonesia, Taiwan dan Filipina.

Industri budidaya ikan bandeng secara umum diyakini dimulai pada sekitar 500 tahunan di Indonesia dan kemudian diperkenalkan kepada Filipina dan Taiwan selama abad keenam belas. Ikan bandeng sering dikumpulkan ketika masih muda kemudian dibesarkan di kolam air tawar atau tropis payau untuk dikonsumsi sebagai makanan.

Jenis ikan ini adalah ikan yang herbivora yang tak memiliki gigi dengan panjang 1 sampai 1.5 m dan ekornya bercabang. Habitatnya di seluruh wilayah laut Pasifik juga India dengan suhu yang lebih hangat. Bandeng juga bisa bertahan di air laguna yang sangat dangkal juga hangat. Jutaan telur ikan bandeng dapat ditemui di air payau yang dangkal pada bulan Maret hingga Mei.

3. Mas

Mas

* sumber: jayaessencesolution.com

Ikan mas adalah ikan asli Asia kemudian diperkenalkan ke Amerika Utara, Eropa dan tempat lain. Ikan mas hidup sendiri atau berkelompok atau sendiri–sendiri di dasar kolam, danau dan sungai yang tenang, berumput, dan berlumpur. Mereka merupakan hewan omnivora dan ketika mencari makanan ikan mas suka mengeruhkan air.

Ikan mas dibudidayakan secara luas di Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Akan tetapi, di Kanada, Amerika Utara, dan Australia, ikan mas dianggap sebagai hama yang serius. Ikan mas dari Asia kebanyakan dianggap ikan invasif karena mereka memakan plankton, invertebrata, dan detritus sehingga sering merusak jaring makanan air di daerah mereka diperkenalkan.

Banyak orang membudidayakan ikan mas untuk dikonsumsi sebagai makanan, terutama di Eropa dan Asia karena dapat menghasilkan ikan dalam jumlah besar per hektar.

4. Lele

Lele

* sumber: ilmubudidaya.com

Kebanyakan ikan lele hidup di ari tawar tapi ada juga yang hidup di laut, yaitu yang termasuk famili Ariidae dan Plotosidae. Ikan lele air tawar ada di hampir seluruh dunia dan hidup di bermacam habitat mulai dari perairan yang lambat atau diam hingga aliran sungai yang cepat. Ikan lele laut dapat ditemukan di perairan pantai tropis.

Umumnya, ikan lele tinggal di dasar dan aktif di malam hari dibandingkan di siang hari. Mereka jenis ikan pemakan segala, semua jenis hewan atau sayuran. Ikan lele semua jenis memiliki sepasang barbel atau sungut, yaitu organ sensor yang ada di sekitar mulut ikan dan menyerupai kumis kucing. Setidaknya semua ikan lele memiliki satu pasang barbel yang terletak di rahang atas,

Beberapa ikan lele memiliki duri di depan sirip dada dan sirip punggung. Kemungkinan duri-duri ini berhubungan dengan kelenjar racun yang sangat menyakitkan bagi yang memegangnya.

5. Nila

Nila

* sumber: mangmolto.blogspot.com

Ikan nila adalah ikan yang muncul di Indonesia karena diperkenalkan. Nila adalah jenis iklan yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan ini dijuluki “ikan ayam” oleh para pedagang. Ikan nila yang berasal dari kata Nile (sungai Nil) merupakan spesies ikan yang  berasal dari Afrika timur, yang bisa ditemukan dari mulai Syiria, Kongo sampai Liberia.

Nila mengalami banyak proses kawin silang dan kemungkinan ada jenis ikan nila lain yang terdapat di Indonesia. Ikan nila adalah jenis ikan yang melakukan kembang biak di mulut. Induk betinanya akan mengerami telur  yang telah  dibuahi selama satu bulan di mulut.

Ikan nila adalah ikan yang sangat produktif dan akan berkembang biak dengan cepat dan jumlah mereka yang lebih besar akan memperlambat pertumbuhan mereka. Umumnya nila berwarna hitam walaupun ada keturunan Nila yang memiliki warna merah dan oranye. Nila biasanya dikembangbiakkan di kolam atau sawah, tetapi ada juga nila liar yang hidup di beberapa tempat.

6. Betok

Betok

* sumber: outdoornusantara.blogspot.com

Ikan ini kemungkinan besar banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Walaupun banyak dibudidayakan di sebagian besar wilayah Asia Tenggara dan merupakan ikan air tawar yang bisa dimakan, meskipun ikan betok bukan merupakan makanan utama di Indonesia. Ikan yang biasa dipelihara di air payau ini memiliki ukuran tubuh yang tak terlalu besar. Mereka bisa tumbuh seukuran tangan.

Betok adalah ikan yang kuat sehingga mereka bisa hidup di dua alam – berhibernasi dalam lumpur selama musim kemarau dan kemudian muncul selama musim hujan. Ikan betok adalah ikan asli Asia Tenggara dan bisa ditemukan hidup di Burma, Indo-Cina, Malaysia (termasuk Sabah dan Serawak), dan Indonesia.

Ikan betok terkenal dengan reputasi sebagai ikan yang memiliki sirip dan sisik yang berduri. Selain itu, ikan betok  juga memiliki organ pernapasan ekstra yang memungkinkannya bergerak di atas tanah.

7. Arwana

Arwana

* sumber: medium.com

Ikan arwana atau Dragonfish pada tahun 2009 dikategorikan sebagai spesies ikan langka oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebenarnya ikan ini tidak dapat dikonsumsi  namun dapat dirawat di akuarium air tawar. Sebagian besar ikan arwana ditemukan di Kalimantan Barat, Lampung, Riau, Palembang , dan Bangka-Belitung. Ikan air tawar ini adalah salah satu spesies ikan tertua.

8. Seluang

Seluang

* sumber: blogs.uajy.ac.id

Umumnya, ikan seluang ditemukan di Sungai Musi, Sumatera Selatan. Ikan ini mirip dengan ikan belida. Selain di Indonesia, ikan ini juga ditemukan di Malaysia dan Singapura. Mereka menaruh ikan seluang di akuarium ikan sebagai ikan hias.

Sementara bagi orang-orang Sumatera Selatan dan daerah lain dari Sumatera, seperti di Jambi, mereka mengkonsumsi ikan ini sebagai teman nasi alias lauk. Penduduk lokal biasanya memasak ikan seluang dicampur kelapa atau dibungkus memakai daun pisang.

9. Belida

Belida

* sumber: nakamaaquatics.id

Ikan Belida merupakan jenis ikan air tawar. Habitat utama ikan Belida berada di yang Sungai Musi di Sumatra Selatan. Habitat lain untuk ikan Belida berada di Kalimantan, Jawa, dan bagian lain Sumatera. Orang-orang di Sumatra Selatan, ikan belida biasanya dijadikan bahan utama untuk membuat pempek, yaitu makanan khusus dari Sumatera Selatan, juga kemplang.

10. Jelawat

Jelawat

* sumber: www.dictio.id

Ikan jelawat adalah ikan asli Indonesia. Biasanya ikan ini ditemukan di sungai-sungai di sumatera dan kalimantan. Selain di Indonesia, ikan jelawat juga ditemukan di Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Karena mudah ditemukan, banyak orang jadi gemar makan Ikan Jelawat ini. Masakan yang berasal dari ikan jelawat paling populer adalah Ikan Jelawat kukus dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Ikan air tawar tak kalah populernya dari ikan-ikan laut. Beberapa ikan air tawar seperti arwana, selain populer juga memiliki harga yang cukup mahal. Nah, itu 10 jenis ikan air tawar yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Ketahui juga jenis ikan yang mengandung omega-3 dalam artikel ikan dengan kandungan omega-3 tinggi.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .