Bacaterus / Hamster / Inilah 9 Jenis Hamster Langka di Dunia yang Menggemaskan

Inilah 9 Jenis Hamster Langka di Dunia yang Menggemaskan

Ditulis oleh - Diperbaharui 20 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hamster adalah hewan peliharaan yang sangat populer di seluruh dunia. Kecil, berwajah lucu, tingkah menggemaskan, tidak kotor, tinggal di kandang 24 jam (kecuali kalau dibiasakan jalan-jalan beberapa menit atau jam sehari), biaya perawatannya juga bervariasi.

Untuk harga hamsternya sendiri ada yang murah (mulai dari Rp 30.000) hingga ratusan ribu. Jadi, wajar saja kalau hamster merupakan salah satu pet yang paling difavoritkan orang-orang, kan?

Buat penggemar hamster pasti tahu kalau hamster itu ada banyak jenisnya, walaupun orang Indonesia biasa mengkategorikannya secara luas sebagai ‘hamster lokal’ dan ‘hamster impor’. Well, pada dasarnya, hamster asli Indonesia itu tidak ada.

Hamster adalah hewan yang tinggal di daerah sub-tropis, sebut saja di Siria, Rusia, Mongolia, dan Cina Utara. Di antara hamster-hamster yang dipasarkan secara komersil, ternyata ada juga hamster yang dianggap langka, bahkan hampir punah! Lalu, ada apa sajakah jenis hamster langka di dunia? Bacaterus sudah mengumpulkannya buatmu di sini.

1. Campbell Hairless Hamster

* sumber: hearthefacts999.blogspot.com

Kucing sphynx? Itu sudah biasa. Hamster sphynx? Ada juga, loh! Pasti banyak banget yang belum tahu hamster jenis ini, kan? Sama seperti kucingnya, hamster sphynx juga terlahir dengan kelainan gen resesif yang membuat mereka jadi tidak memiliki bulu.

Sebenarnya hamster ini jenis campbell, tapi karena hairless jadinya unik banget. Biasanya hamster sphynx dijual dalam keadaan anakan berusia 1 bulan. Harganya tidak terlalu mahal, yaitu Rp 150 ribuan saja.

2. Hamster Rumania

* sumber: discovermammals.org

Hamster Rumania atau Hamster Dobrudja adalah salah satu spesies hewan pengerat dalam famili Cricetidae. Mereka biasa ditemukan di Rumania dan Bulgaria. Ciri-ciri hamster ini adalah bulu punggungnya berwarna cokelat, bagian bawahnya berwarna putih, dan bagian kepalanya ada garis hitam yang memanjang sampai ke leher.

Singkatnya, mereka punya corak bulu yang mirip dengan calico cat (kucing tiga warna: hitam, putih, oranye/cokelat). Hamster Rumania terdaftar sebagai ‘hampir terancam punah’ oleh IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam). Alasannya karena terbatasnya habitat yang tersedia untuk hewan pengerat yang lucu ini.

Pada tahun 1995, seluruh populasi hamster Romania yang tinggal di sebelah Sungai Danube di Bulgaria dan Romania ada sekitar 3.000 ekor hamster dewasa. Mereka tinggal dan mencari makanan dari ladang yang terbengkalai. Akan tetapi, para pemilik ladang alias manusia mulai mereklamasi ladang mereka kembali sehingga habitat hamster Rumania liar pun semakin berkurang.

3. Hamster Turki

* sumber: www.treknature.com

Brandt’s Hamster bisa disebut Hamster Turki juga karena adalah spesies hamster asli Turki, Armenia, dan negara lain di sekitarnya. Hamster Turki pertama kali dikatalogkan pada tahun 1878, duh, sudah lama sekali ada di bumi ternyata hamster ini. Jika kamu melihat kemiripannya dengan hamster lain, itu karena hamster Turki masih kerabat dengan hamster Suriah (golden hamster).

Jika kita mengetahui hamster sebagai hewan peliharaan, hamster Turki ini tidak termasuk kategori tersebut, loh. Hamster Turki ternyata merupakan hewan liar. Sayangnya hamster ini sering dijadikan media pengujian di lab. Dengan rentan hidup 2 tahun, hamster ini tidak memiliki banyak kesempatanuntuk bertahan di alam, sehingga mereka pun termasuk hamster langka.

4. Hamster Eropa

Hamster Eropa adalah kerabat hamster Suriah atau dwarf hamster (tapi ukuran hamster Eropa jauh lebih besar) yang dipelihara secara luas sebagai hewan peliharaan.

Akan tetapi, hamster Eropa telah ditambahkan ke daftar ‘sangat terancam punah’! Mereka bahkan termasuk di antara ‘daftar merah” International Union for Conservation of Nature (IUCN). Menurut IUCN, beberapa alasan menurunnya populasi hamster Eropa adalah pemanasan global, polusi cahaya, dan perkebunan.

5. Hamster Perut Hitam Perancis

Hamster Perut Hitam Perancis

* sumber: animals-are-cool.fandom.com

Memiliki penampilan yang sama persis dengan hamster Eropa, little hammie yang satu ini bernama French Black-Bellied Hamster (hamster perut hitam Perancis). Kalau di tempat aslinya, hamster ini dikenal juga sebagai hamster Alsace.

Mereka banyak ditemukan di Eropa TImur, dan di benua Eropa bagian barat sudah menghilang sama sekali. Populasi terakhirnya hanya ada di Alsace, Perancis, saja. Dan, di Perancis-nya pun tingkat populasi spesies ini sudah sangat menurun kian tahun.

6. Hamster Suriah Rambut Panjang

*Sumber: https://www.pinterest.com/pin/185210603402489334/

Long haired syrian hamster atau hamster Suriah rambut panjang juga termasuk hamster langka di beberapa bagian dunia, Seperti di Singapura misalnya yang tidak pernah melihat satupun hamster Suriah gondrong ini di mana-mana. Di Indonesia sendiri ada hamster berbulu panjang, tapi tidak sepanjang bulu hamster Suriah long haired. Mungkin yang ada di Indonesia itu peranakannya atau hasil kawin silang.

7. Hamster Tiongkok

*Sumber: https://www.pinterest.com/pin/417357090439824381/

Berwajah lugu dan imut, serta moncong yang agak maju, Chinese Dwarf Hamster ini agak menyerupai tikus. Asal muasal hamster dengan nama Latin Cricetulus griseus ini dari gurun pasir, terutama dari area Cina Utara dan Mongolia. Hamster Cina memiliki tiga varietas umum, yaitu tipe normal/liar, bercak dominan, dan bermata hitam putih. Umur rata-rata hamster Cina adalah 2-3 tahun.

Proporsi tubuh hamster Tiongkok, dibandingkan dengan hamster lain, tampak panjang dan kurus. Mereka padahal termasuk dwarf hamster yang berarti hamster mungil. Mereka memiliki ekor yang relatif panjang untuk hamster. Makanya tadi author bilang hamster ini agak mirip tikus. Setuju?

8. Hamster Suriah Rambut Pendek

* sumber: www.warrenphotographic.co.uk

Hamster Suriah Rambut Pendek, atau lebih beken dengan nama Golden Hamster. Hamster bernama Latin Mesocricetus auratus ini sering disebut teddy bear hamster karena merupakan binatang peliharaan paling populer di Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia juga.

Meskipun umum di penangkaran (ketika di tempat budidaya), di alam liarnya, hamster emas terdaftar sebagai hewan yang rentan punah menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam. Di luaran sana, hamster emas liar hanya ditemukan di wilayah kecil di barat laut Suriah.

9. Hamster Roborovski

* sumber: www.flickr.com

Ah, hamster paling kecil di dunia. Siapa yang tidak gemas melihat ukurannya yang super mini dan mukanya yang imut banget itu? Roborovski dwarf hamster atau hamster roborovski adalah jenis yang terkecil diantara kategori hamster kerdil lainnya, sekaligus memiliki umur terpanjang.

Hamster robo berasal dari daerah gurun di barat dan timur Mongolia, Cina, dan Rusia. Hamster ini sangat aktif tapi sulit disentuh oleh manusia. Hamster roborovski sangat sosial di sekitar teman-temannya atau pun hamster jenis lainnya, tetapi pemalu di sekitar orang.

Mereka memiliki reputasi sebagai hamster kecil yang lincah yang sulit untuk dilatih, dan mereka paling cocok untuk pemilik hamster orang dewasa yang sudah berpengalaman. Cara untuk mengakrabkan diri dengan hamster mungil ini adalah dengan membiarkan mereka terbiasa dengan tangan kamu (di dalam kandang terlebih dahulu).

Tawarkan camilan kecil di telapak tangan kamu, lalu lambat laun berikan snack di depan kandang mereka dengan pintu terbuka. Jika sudah siap, ia akan mau berdiam lama di tanganmu, kok. Oh, ya, hamster yang punya alis galak ini mudah kaget dan stres, jadi sebaiknya kandangnya disimpan di area rumah yang tenang.

Itulah tadi 10 hamster yang kini keberadaannya terancam punah. Berbagai jenis hamsternya juga cenderung unik dan akan agak sulit ditemukan di Indonesia. Kalau kamu tahu informasi seputar hamster, silakan berbagi di kolom komentar, ya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *