Bacaterus / Tips Belajar / 7 Jenis Gaya Belajar, Manakah yang Sering Kamu Pakai?

7 Jenis Gaya Belajar, Manakah yang Sering Kamu Pakai?

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pernahkah mengalami kesulitan belajar ketika di sekolah, kampus atau di rumah? Bisa jadi kesulitan belajar itu disebabkan oleh tipe belajar yang tidak tepat. Misalnya, kita selalu diminta untuk tidak ribut, duduk manis dan mendengar ketika guru atau dosen menjelaskan. Dan pada saat itu, kita malah tidak bisa konsentrasi, akhirnya menjadi bosan  dan mengganggu teman-teman terdekat.

Rasa bosan yang datang ketika belajar itu salah satu pertanda kalau kita memiliki tipe pembelajaran yang berbeda satu sama lain. Tetapi seringkali ketidaktahuan terhadap tipe belajar ini membuat kita mendapat berbagai masalah akademik. Nilai yang terus turun, konsentrasi yang selalu buyar, mudah teralih dan merasa tidak tenang ketika harus duduk diam adalah masalah yang sering muncul.

Satu hal yang seringkali kita lupakan adalah kita semua unik sehingga memiliki cara dan proses yang berbeda untuk belajar dan bertumbuh. Daripada kita mengeluh, lebih baik kita atasi kesulitan belajar itu dengan mengenal 7 tipe gaya belajar yang telah dirangkum oleh Bacaterus ini.

Siapa tahu kita bisa mengetahui tipe pembelajar seperti apa dan apa solusi untuk masalah belajar yang dihadapi. Bahkan membuat kita dapat belajar dengan mudah berbagai hal baru seperti bahasa asing, kemampuan fisik dan kreatifitas.

7 Jenis Gaya Belajar

1. Visual

Visual

* sumber: selongkar10.blogspot.com

Punya koleksi alat tulis berwarna yang komplit dan sering menulis dengan berbagai warna di buku? Bisa jadi ini salah satu ciri kalau kita seorang yang mengandalkan visual atau penglihatan dalam proses pembelajaran.

Bagi pembelajar tipe visual, belajar akan jadi lebih mudah pada saat materi yang dipelajarinya disertai juga dengan berbagai gambar, bagan, atau warna. Itu sebabnya, pembelajar tipe ini dikenal juga sebagai seorang yang spatial atau mengenal ruang dalam proses pembelajarannya.

Cara dan proses kita menerima informasi dari luar akan lebih maksimal dengan bantuan penanda berupa gambar dan warna. Berarti kelebihan kita adalah memiliki kepekaan terhadap arah dan tempat, mudah dalam mendeskripsikan benda atau gagasan yang bersifat abstrak. Kerennya lagi karena kecenderungan spatial ini, kita bakal jarang tersesat di tempat yang baru sekalipun.

Buat kita yang punya kecenderungan tipe visual ini, biasanya tertarik dengan dunia desain atau seni. Nah kalau kita sering bosan ketika guru dan dosen menjelaskan hal yang rumit atau yang sederhana sekalipun, kita bisa memberi saran untuk mereka menggunakan multimedia sebagai salah satu media pembelajaran.

2. Verbal

Verbal

* sumber: www.educenter.id

Punya teman yang selalu menulis ketika guru atau dosen sedang menjelaskan padahal sudah diminta untuk memperhatikan dulu? Teman kita ini bisa saja seorang yang menjadi tipe pembelajar jenis verbal atau memiliki kecenderungan terhadap bahasa lisan dan tulis.

Pembelajar tipe ini sangat mudah memahami ketika ada seseorang yang menyampaikan informasi dengan lantang dan jelas. Meski begitu, mereka juga cukup baik memahami instruksi yang ditulis, lho.

Proses belajar yang sangat menyenangkan bagi mereka adalah dapat menyampaikan kembali apa yang sudah dipelajari. Kebanyakan dari jenis pembelajar tipe ini memiliki bakat atau minat terhadap dunia menulis, debat atau public speaking.

3. Aural (Auditoris)

Aural (Auditoris)

* sumber: bangkupintar.blogspot.com

Sibuk nyusun playlist untuk kamu belajar? Tidak bisa belajar tanpa suara atau music yang menemani? Hey, itu tandanya kamu seorang pembelajar jenis Aural atau auditoris. Pembelajar jenis ini memiliki kepekaan terhadap suara yang justru baginya membantu dalam konsentrasi.

Banyak dari musisi yang menggunakan gaya belajar ini, lho. Beberapa jenis musik, khususnya musik klasik, sering dipakai untuk meningkatkan daya konsentrasi mereka. Meski begitu ada juga pembelajar yang belajar dengan iringan musik cadas.

Pada saat di kelas, pembelajar jenis ini cenderung mendengarkan dan menyimak. Dalam diskusi mereka dapat aktif ketika membahas topik menarik atau mereka memiliki informasi lebih.  Pembelajar jenis ini sangat mudah mengingat musik dan lagu sehingga dapat dengan mudah menyanyikannya ketika belajar atau kapanpun.

Selain itu, mereka cenderung memiliki kesulitan dalam memahami grafik, gambar atau peta sehingga pembacaannya lebih lambat. Untuk mengatasi masalah ini, seorang yang auditoris dapat membaca teks bersamaan dengan mendengarkan teks tersebut atau diulang berkali-kali.

4. Kinestetik

Kinestetik

* sumber: today.line.me

Pernah dibilang pecicilan alias tidak bisa berhenti bergerak? Bisa jadi kita adalah seorang yang memiliki kecenderungan kinestetik. Biasanya jenis pembelajar seperti ini menggunakan tubuh untuk memahami informasi yang sedang diterimanya. Misalnya menggerak-gerakkan tangan atau kaki, mengetuk pulpen ke buku atau apapun yang membuat tubuh melakukan suatu gerakan.

Artinya pembelajar jenis ini dapat melakukan banyak hal ketika sedang belajar. Salah satu cara untuk mengatasi hilang konsentrasi pada saat belajar adalah menggunakan alat tulis sehingga tubuh tetap bergerak tetapi fokus pada apa yang sedang dipelajari.

Seringkali mereka yang kinestetik tidak betah berada dalam satu posisi selama belajar atau mengerjakan sesuatu. Cara untuk mengatasi ini adalah dengan melakukan istirahat singkat selama 5 atau 10 menit misalnya untuk sedikit peregangan atau berjalan-jalan.

5. Logika

Logika

* sumber: www.orami.co.id

Kamu suka matematika atau semua hal yang berkaitan dengan puzzle, teka-teki, angka dan hitungan atau yang melibatkan logika? Kamu adalah seorang pembelajar jenis pengguna logika.

Jenis pembelajar ini sangat mudah memahami suatu permasalahan melalui brainstorming atau menyusun gagasan sampai bagian terkecil. Dengan begitu, mereka cenderung memiliki pola berpikir yang urut dan terstruktur sehingga seringkali mereka memiliki banyak solusi untuk satu masalah yang muncul.

Supaya proses belajar bisa berjalan baik, membuat catatan dan berdiskusi tentang topik yang sedang dipelajari dapat dilakukan. Bagaimanapun pembelajar jenis ini adalah seorang pemikir, siapa tahu bisa jadi Sherlock Holmes, ya?

6. Sosial

Sosial

* sumber: www.lebow.drexel.edu

Hobi banget ketika harus belajar berkelompok? Wah kamu adalah seorang pembelajar tipe sosial nih. Memiliki kecenderungan untuk berkelompok dan berdiskusi ternyata membuat pembelajar jenis ini dapat meniru cara kerja teman belajarnya, lho.

Selain itu, pembelajar jenis ini sangat tertarik untuk menggunakan media sosial dalam belajar. Itu sebabnya mereka sering bergabung dengan berbagai komunitas dan mailing list. Hal ini bukan berarti mereka tidak bisa belajar ketika sendiri lho, tetapi mereka dapat memaksimalkan dirinya pada saat berkelompok.

7. Penyendiri

Penyendiri

* sumber: gayguide.com.au

Tidak suka keramaian atau berkelompok ketika belajar bahkan dalam kondisi yang sunyi adalah dua ciri dominan seorang pembelajar tipe penyendiri atau intrapersonal. Banyak pembelajar jenis ini merupakan seorang introvert, meski tidak selalu.

Kok tidak selalu sih? Karena ada beberapa orang yang sangat menyukai keramaian tetapi pada saat harus berkonsentrasi, mereka cenderung memilih tempat yang sunyi dan tidak dipenuhi orang-orang.

Selain itu mereka memiliki kemampuan untuk mengenali diri sendiri berdasarkan hasil pembelajaran atau berpikir hal di luar kebiasaan. Membaca, menulis diary atau lainnya adalah kegiatan yang sangat disukai tipe pembelajar penyendiri ini.

Dari 7 jenis gaya belajar ini, kira-kira jenis apa yang paling pas dengan diri kamu? Jenis belajar ini hanya menunjukkan kecenderungan ya, karena setiap kita bisa melakukan semua jenis tanpa disadari. Ketika sudah menemukan kecenderungan dalam belajar, tapi masih malas belajar? Saatnya membaca artikel cara membangkitkan semangat belajar agar kamu semakin rajin.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *