Bacaterus / Kue / 13 Macam Donat dari Berbagai Negara yang Sangat Lezat

13 Macam Donat dari Berbagai Negara yang Sangat Lezat

Ditulis oleh - Diperbaharui 18 Februari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ayo siapa yang suka makan donat? Dulu sebelum ada Dunkin’ Donuts atau J.CO, kita sudah akrab dengan panganan manis ini. Biasanya dijual oleh penjual keliling atau di warung-warung dekat rumah, donat kini sudah naik kelas. Tak hanya Indonesia yang memiliki donat, negara lain pun memiliki versi donatnya tersendiri. Mau tahu? Ini nih macam-macam donat dari berbagai negara juga dari Indonesia.

1. Churros (Spanyol)

Churros

* sumber: www.thecookingfoodie.com

Churros awalnya ditemukan oleh para penggembala Spanyol. Mereka bisa dengan mudah memasaknya dalam wajan di atas api terbuka. Sekarang camilan yang ditaburi gula ini paling sering dimakan di Spanyol dan Amerika Latin sebagai menu sarapan disertai dengan kopi atau cokelat panas.

Sementara di Meksiko, makanan yang bentuknya memanjang, renyah dan sangat harum ini bisa disantap hampir sepanjang hari dan sering kali dibarengi cokelat cair untuk dicelupkan ke dalamnya. Churros terbuat dari adonan ragi goreng bertabur gula.

Bentuk khas churros didapatkan dengan menekan adonan melalui tabung plastik sehingga adonan terbentuk menjadi bergerigi. Walaupun churros dianggap sebagai makanan khas Madrid, varian yang ada di Seville sering dipuji memiliki tekstur yang lebih ringan juga lebih halus.

Di Kuba, mungkin churros diisi dengan jambu biji, di Uruguay dengan keju, dan di Meksiko dengan dulce de leche. Terlepas dari variasinya, churros adalah camilan yang harus dicoba setidaknya sekali.

2. Smultring (Norwegia)

Smultring

* sumber: mylittlenorway.com

Umumnya smultring dikaitkan dengan Natal, donat Norwegia yang populer ini dibuat dari adonan padat yang diberi rempah-rempah, seperti kayu manis, kapulaga, kulit lemon atau jeruk, juga berbagai minuman beralkohol. Biasanya ukurannya kecil, berbentuk cincin, dan digoreng dengan lemak babi.

Walaupun umumnya smultring dinikmati tanpa rasa, saat ini camilan renyah ini sering dilapisi atau ditaburi kayu manis dan gula bubuk, dan khususnya dijual di berbagai kios keliling di seluruh negeri.

3. Sufganiyot (Israel)

Sufganiyot

* sumber: rove.me

Jenis donat yang satu inidisajikan selama Hanukkah. Sufganiyot merupakan donat jeli versi Israel dan menampilkan berbagai isian krim dan jeli. Isian untuk donat ini termasuk coklat, krim cappucino, custard dan jelly.

Sufganiyot yang berisi jeli selalu dihidangkan selama Festival Cahaya di bulan Oktober, tapi di Timur Tengah bisa juga dinikmati sepanjang tahun. Saat ini sufganiyot tersedia dalam berbagai rasa seperti krim Bavaria atau cappucino, tetapi ada juga variasi minuman beralkohol dan banyak lagi.

4. Carioca (Filipina)

Carioca

Carioca adalah jenis donat terkait dengan buñuelos. Buñuelos ditemukan di seluruh dunia karena disebarkan oleh penjajah Spanyol. Bahkan ada “buñuelos” yang ditemukan di beberapa bagian Filipina. Carioca dibuat dari tepung ketan manis, kelapa parut, dan santan.

Adonannya dibentuk bola-bola kecil dan digoreng sampai berwarna keemasan dan luarnya renyah. Walaupun bisa disajikan polos, bola-bola lezat ini sering disiram dengan berbagai sirup manis, seperti saus karamel lengket atau latik tradisional Filipina, lapisan krim yang dibuat dengan santan dan gula.

Walaupun biasanya disiapkan di rumah sebagai makanan penutup setelah makan malam, carioca sering dijual sebagai jajanan kaki lima oleh banyak pedagang yang secara tradisional menyajikannya dengan tusuk bambu.

5. Zulbia (Iran, India)

Zulbia

Walaupun zulbia atau di India disebut jalebi dipercaya berasal dari Persia, hidangan ini merupakan makanan penutup internasional dengan variasi yang tersebar di seluruh Timur Tengah, India, dan Asia. Zulbia dibuat dengan memadukan tepung terigu dengan yogurt atau ghee, serta baking soda atau ragi.

Adonan kemudian dituangkan langsung ke dalam minyak yang panas sekali dalam pola melingkar. Hasil akhirnya adalah camilan renyah yang kemudian disiram dengan sirup kental, yang bisa dibumbui dengan madu, air mawar, kunyit, kapulaga, atau air bunga jeruk.

Di Iran dan India, zulbia dihidangkan pada acara-acara khusus, dan biasanya ditaburi pistachio cincang atau benang kunyit. Di India, zulbia kadang-kadang dihidangkan bersama dengan rabri padat berbahan dasar susu.

6. Bomboloni (Italia)

Bomboloni

Bomboloni adalah donat goreng Italia yang dikenal sebagai adalah salah satu manisan tradisional musim Karnaval. Namun sekarang ini bomboloni tersedia sepanjang tahun. Meskipun bomboloni dikatakan berasal dari Tuscan, biasanya donat ini dijual di toko kue, toko roti, dan kedai kopi di Italia.

Namun bomboloni di Tuscany dan lebih jauh ke utara Italia hanya dilapisi gula, sedangkan di Lazio, suguhan lezat ini diisi krim di dalamnya. Yang disebut bombolone Laziale biasanya diisi dengan krim custard klasik yang disebut crema pasticcera, atau terkadang bahkan diisi krim cokelat.

7. Mandazi (Afrika)

Mandazi

* sumber: www.cookist.com

Sajian dari Afrika ini sangat populer di negara-negara seperti Uganda, Tanzania, dan Kenya. Adonan pembuat mandazi adalah tepung terigu, gula pasir, air, ragi, dan santan atau susu. Bisa juga ditambahkan dengan bahan-bahan seperti kacang tanah atau almond.

Setelah adonan dibentuk menjadi segitiga, oval, atau lingkaran, barulah digoreng dengan minyak panas. Mandazi bisa dihidangkan dengan teh untuk sarapan, sebagai hidangan pembuka yang lezat sebelum makan siang, atau bahkan sebagai camilan larut malam.

Mandazi sering disajikan dengan saus rasa buah, tapi saat disajikan sebagai makanan penutup, untuk menambahkan rasa manis pada makanannya, mandazi biasanya ditaburi gula bubuk atau kayu manis.

Baca juga: Aneka Cara Menyimpan Donat Agar Tahan Lama Berhari-hari

8. Munkki (Finlandia)

Munkki

* sumber: www.scandikitchen.co.uk

Diterjemahkan sebagai biksu atau monk, munkki adalah donat goreng Finlandia populer yang dibuat dengan mentega dan adonan beragi. Makanan ini biasanya dibentuk bulat yang kadang-kadang diberi isian manis dan buah, atau dalam bentuk cincin tebal yang digulung dengan gula halus.

Banyak teori mengenai asal usul nama makanan ini, mulai dari gagasan bahwa bentuk bundar mirip dengan gaya rambut tradisional atau pakaian biksu berwarna coklat, sampai pernyataan bahwa pada awalnya para biksu menyiapkan hidangan goreng ini selama pra-paskah.

9. Berliner Pfannkuchen (Jerman)

Berliner Pfannkuchen

* sumber: www.fuersie.de

Di Jerman, kue seperti donat tanpa lubang yang sering disebut “Berliners”. Pada dasarnya camilan ini hanyalah donat jeli dengan isian krim, cokelat, atau buah. Berliner pfannkuchen adalah donat gaya Eropa pertama yang muncul, diikuti oleh jenis lainnya yang serupa di negara lain.

Dibuat dari adonan beragi yang digoreng sampai keemasan dan renyah di luar, donat ini di dalamnya tetap lembut, ringan, dan lapang. Meskipun bisa dibuat tanpa rasa, donat ini paling sering diisi selai, dan vanilla atau custard coklat dan bagian atasnya biasanya ditaburi gula bubuk atau ditaburi coklat.

10. Picarones (Peru)

Picarones

* sumber: www.sunnysidecircus.com

Picarones merupakan makanan pokok orang Peru, camilan gurih yang digoreng yang juga sering disebut sebagai donat Peru. Adonannya dibentuk menjadi cincin dan digoreng dalam minyak panas, dan picarones kemudian ditaburi dengan sirup tebu manis.

Donut ini diyakini pertama kali disiapkan selama Viceroyalty Spanyol di Lima dan picarones mungkin didasarkan pada buñuelos Spanyol. Resepnya diadaptasi oleh penduduk setempat yang menambahkan ubi dan labu ke dalam adonan, dan dibuatlah hidangan baru.

Kemudian picarones dipopulerkan oleh para biarawati di Biara Saint Claire. Sekarang ini makanan tersebut sangat populer selama perayaan keagamaan di bulan Oktober.

11. Beignet (Prancis)

Beignet

* sumber: www.thespruceeats.com

Adonan pastry goreng yang berbentuk bujur sangkar ini ditaburi gula halus dan umumnya disajikan panas. Hidangan ini berasal dari Prancis, dan pemukim Prancis membawanya ke wilayah Acadia di Kanada pada abad ke-17.

Kemudian banyak orang Acad pindah ke Louisiana, dan mereka membawa tradisi kuliner mereka. Sekarang ini, beignet paling sering dihubungkan dengan French Quarter di New Orleans, yang dinyatakan sebagai donat resmi negara pada tahun 1986.

Biasanya camilan ini disajikan bersama dengan susu cokelat atau café au lait, kombinasi yang sering disajikan di Cafe Du Monde, sebuah Restoran New Orleans yang paling sering dikaitkan dengan beignet.

12. Medu Vada (India)

Medu Vada

* sumber: livingfoodz.com

Medu vada merupakan makanan ringan khas India yang secara tampilannya mirip dengan donat. Makanan ini dibuat dari adonan lentil hitam dan bumbu seperti fenugreek, lada, jintan, cabai, dan jahe yang digoreng.

Gorengan ini sering dihidangkan untuk sarapan dengan chutney kelapa dan sambar. Medu vada dipercaya ditemukan di kota Maddur, yang terletak di wilayah yang dikenal sebagai Karnataka saat ini.

13. Jalabria (Indonesia)

Jalabria

Terkadang disebut juga sebagai jalabria atau jalabiya, jalabria adalah camilan yang berbahan dasar tepung ketan yang diberi gula kemudian digoreng. Jajanan tradisional dari tanah Jawa Barat ini bentuknya seperti donat yang tengahnya bolong.

Seluruh permukaan jalabria diberikan lumuran gula merah yang dibiarkan sampai mengering layaknya kue gemblong sehingga rasanya manis pekat yang dibiarkan mengering seperti kue gemblong. Ada juga varian jalabria yang dibuat dari tepung ketan hitam dan atasnya dilumuri gula berwarna putih.

Itulah macam-macam donat dari berbagai negara. Ternyata selain bentuknya, isiannya pun beragam. Indonesia juga menyumbang salah satu jenis donat yang berasal dari Sunda yang disebut jalabria. Ayo, mau cicip donat yang mana?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *