bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 10 Jenis Burung Lovebird dengan Penampilan yang Cantik

10 Jenis Burung Lovebird dengan Penampilan yang Cantik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 23 April 2021

Lovebird sering juga disebut sebagai burung beo berukuran kecil dengan warnanya yang cerah serta sifatnya yang ramah, Jenis burung ini memiliki reputasi sebagai sahabat yang baik sehingga tak mengherankan burung kecil ini populer di dunia untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan. Spesies ini umumnya berasal dari Afrika tapi ada satu yang berasal dari Madagaskar.

Untuk menghasilkan warna dan mutasi bulu banyak peternak yang melakukan persilangan. Beberapa jenis lovebird banyak disilangkan supaya menghasilkan warna mutasi, seperti lovebird fischer, lovebird muka salem, dan lovebird topeng. Yuk kita kenalan dengan jenis-jenis burung lovebird yang juga banyak dijadikan sebagai peliharaan di Indonesia.

1. Lovebird Fischer

Jenis burung lovebird ini bernama Lovebird Fischer (Agapornis fischeri). Tubuh burung ini berwarna hijau di bagian bawah dan secara bertahap memudar dan semakin ke atas menjadi kuning pekat.

Pipi, dahi, dan tenggorokan berwarna oranye-merah dan sisa kepala memiliki warna hijau zaitun buram, sementara paruhnya berwarna merah cerah.

Fischer merupakan sejenis burung budgie yang penyayang dan banyak berkicau. Mereka senang bernyanyi dan bersiul sepanjang hari. Hewan lucu ini membutuhkan banyak perhatian jadi jika tak hidup dengan burung lain, mereka perlu berinteraksi dengan pemiliknya.

Selain itu mereka juga perlu berolahraga dan bermain bahkan saat di luar kandang. Karena itulah ada model kandang dengan atap yang terbuka dan dilengkapi juga dengan tempat bertengger di bagian atas agar burung bisa mengamati pemiliknya lebih dekat dan berinteraksi dengannya.

Tidak seperti spesies yang lain, burung ini tidak dapat memegang makanan dengan satu kaki. Jadi sebelum diberikan pada burung tersebut, makanan dipotong kecil-kecil terlebih dahulu.

2. Lovebird Muka Salem

Agapornis roseicollis atau lovebird muka salem juga dikenal sebagai lovebird berwajah persik dan lovebird berkerah merah. Burung ini ditemukan di gurun Afrika barat daya, khususnya Gurun Namib.

Spesies ini mempunyai dua subspesies yang dikenal yaitu A. r. catumbella, yang banyak ditemukan di Angola serta A. r. roseicollis, yang kebanyakan ditemukan di Namibia, Botswana, dan sebagian Afrika Selatan. Mereka termasuk lovebird terbesar dan memiliki panjang rata-rata 17-18 cm.

Spesies lovebird ini rentan sekali terhadap mutasi warna serta bermacam pola warna yang terlihat di alam liar. Sebagian besar spesies ini memiliki warna hijau, dengan wajah pink-merah dan pantat biru.

Tidak ada dimorfisme seksual pada lovebird muka salem, baik jantan dan betina terlihat sama. Mereka suka mandi, dan melakukan aktivitas beberapa kali sehari. Jenis lovebird ini senang berkelompok dan keras suaranya juga banyak berkicau.

3. Lovebird Topeng

Lebih dikenal sebagai Lovebird bertopeng hitam, burung ini juga memiliki nama lain yaitu burung berkerah kuning. Nama berbeda ini berasal dari fakta bahwa mereka memiliki dua ciri yang berbeda. Ini berbeda dari kebanyakan spesies lain yang mempunyai satu ciri.

Burung-burung ini mempunyai bulu berwarna hijau walaupun spesies dengan bulu biru muda juga muncul di alam liar dan kemudian diimpor untuk dikawinkan, dengan jenis spesies lovebird topeng hitam.

Bagaimanapun spesies ini memiliki wajah hitam yang sangat khas itulah sebabnya mereka juga disebut sebagai Lovebird topeng. Burung ini sering dijadikan hewan peliharaan dan spesies ini sangat senang bergaul.

Lovebird topeng tidak dapat bertahan hidup dalam isolasi. Mereka membutuhkan banyak kontak dengan manusia atau pasangan lovebird lainnya.

4. Lovebird Lilian

Lovebird lilian juga disebut sebagai lovebird nyasa. Mereka sulit dikembangbiakkan oleh karenanya jarang ditemukan. Habitat spesies ini bisa ditemukan di wilayah asalnya yang meliputi wilayah Malawi, Mozambik, Zimbabwe, Tanzania, dan Zambia.

Burung ini memiliki panjangnya sekitar 13,5 cm, sedangkan beratnya berkisar antara 28 sampai 37 gram. Spesies ini mempunyai warna oranye yang lebih cerah di kepala, leher, dan dada bagian atas, lilian mempunyai bulu hijau dan ada lingkaran putih di matanya.

Nama ilmiahnya adalah Agapornis Lilianae. Spesies ini tidak mempunyai subspesies lebih lanjut tetapi beberapa mutasi warna telah dicoba seperti lilian Wallington atau nyasa pipi hitam. Tetapi mereka jarang ditemukan dan juga dicoba dibiakkan. Banyak peternak yang berjuang membiakkannya.

5. Lovebird Abisinia

Lovebird Abisinia juga disebut sebagai lovebird bersayap hitam dan secara ilmiah disebut sebagai Agapornis taranta. Spesies Lovebird ini mempunyai panjang sekitar 16,5 cm menjadikannya burung terbesar dari genus Lovebird.

Burung jantan dan betina dari spesies ini kebanyakan memiliki warna hijau tapi hanya jantan yang memiliki lingkaran bulu berwarna merah di sekitar mata dan dahi berwarna merah. Bulu di bawah sayap burung jantan berwarna hitam, dan dari situlah spesies ini mendapatkan namanya.

Sementara pada betina, bulu sayap berwarna hitam kecoklatan atau kehijauan. Baik jantan maupun betina mempunyai kaki abu-abu dan paruh hijau. Kisaran spesies ini meluas dari bagian barat daya Ethiopia sampai bagian selatan Eritrea.

Mereka ditemukan di habitat dataran tinggi dalam jangkauan mereka. Burung ini bersarang di rongga pohon dan lebih menyukai makanan seperti apel, jagung, buah ara, dan lain-lain. Mereka jarang dipelihara karena dibesarkan dalam skala kecil di penangkaran.

Baca juga: 10 Warna Lovebird Langka yang Jadi Daya Tarik Tersendiri

6. Lovebird Madagaskar

Spesies ini merupakan satu-satunya burung lovebird yang berasal dari Madagaskar dan bukan daratan benua Afrika. Karena itu burung ini juga dikenal sebagai Lovebird Madagaskar. Sama seperti lovebird lilian, lovebird Madagaskar merupakan lovebird terkecil, dengan panjang hanya 13 cm.

Jantan dan betina sama-sama mempunyai punggung yang lebih gelap dan bagian bawahnya hijau muda. Burung jantan mempunyai kepala abu-abu terang dan dada bagian atas, dari bagian itulah burung ini mendapatkan namanya.

Betina mempunyai pola warna yang sama di kepalanya dengan bagian tubuh lainnya. Alamiahnya burung ini sangat pemalu, yang membuat mereka tidak cocok sebagai hewan peliharaan. Mereka juga susah berkembang biak di penangkaran sehingga lovebird Madagaskar sangat langka dipelihara.

7. Lovebird Muka Merah

Lovebird muka merah adalah jenis lovebird asalnya dari afrika. Spesies ini sangat senang berkelompok. Ukuran lovebird ini sangat kecil, hanya mencapai 15cm saja. Warna burung ini sangat mencolok bagi para predator sehingga di habitat aslinya spesies ini senang sekali untuk hidup berkelompok.

Warna hijau polos terang mendominasi tubuh lovebird muka merah. Lovebird muka merah dengan pola hijau yang banyak dan bersih harganya semakin mahal.  Keunikan spesies ini  adalah bagian mukanya yang memiliki warna merah di antara dominasi warna hijau yang sangat pekat.

Populasi lovebird muka merah cukup jarang karenanya harganya cukup mahal. Penyebab populasi burung ini masih jarang karena jenis muka merah di Indonesia peminatnya masih kurang.

8. Lovebird Berkerah Hitam

Lovebird Swindern alias lovebird berkerah hitam jarang disimpan di penangkaran karena hidup mereka bergantung pada buah ara asli. Mereka memiliki panjang sekitar 13,5 cm dengan berat antara 39 sampai 41 gram.

Spesies ini bisa ditemukan di berbagai wilayah ekuator di hutan Afrika di Republik Afrika Tengah, Kamerun, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Ghana, Guinea Ekuatorial, Gabon, Liberia, dan Uganda.

Burung ini monomorfik dan jantan, oleh karena itu jantan dan betina identik dengan keseluruhan bulu hijau, pita hitam setengah kerah yang khas pada tengkuk, dada kuning-zaitun, tanda biru-merah di pantat.

9. Lovebird Lutino

Lovebird Lutino mempunyai warna bulu dominan kuning dan merah. Bagian tubuhnya biasanya berwarna kuning, sedangkan bagian kepala memiliki warna merah atau orange. Spesies ini termasuk lovebird yang mempunyai nilai jual dikarenakan warnanya yang cerah.

Jenis lovebird ini juga sering diikutkan dalam lomba, khususnya lomba kecantikan warna serta kicauan. Lovebird lutino memiliki beberapa jenis, di antaranya Lovebird Lutino Golden Cherry, Lovebird Lutino, Lovebird Lutino Albino, Lovebird Cinnamon, dan Lovebird Pied.

Untuk menghasilkan lovebird lutino, caranya mudah sekali, yaitu dengan mengawinkan spesies lovebird pejantan hijau normal dengan spesies lovebird lutino betina. Umumnya, kombinasi pasangan lovebird ini akan menghasilkan anakan lovebird lutino yang tingkat akurasinya 60%.

10. Lovebird Albino

Lovebird albino adalah salah satu jenis lovebird yang kelahirannya karena ketidaksengajaan. Ini dikarenakan oleh genetik yang gagal menghasilkan warna dalam tubuh burung tersebut sehingga membuat burung tersebut memiliki warna putih seluruhnya.

Bisa dikatakan burung lovebird albino hampir sama dengan jenis Australian Cinnamon yang tidak begitu banyak berkicau tapi mempunyai tampilan yang cantik sekali dan juga mempesona.

Populasi jenis albino ini lumayan jarang. Itu karena banyak peternak yang beranggapan jenis ini cacat genetik. Selain itu, jenis ini juga tidak terlalu banyak berkicau sehingga kurang peminat.  

Ternyata burung lovebird memiliki beberapa spesies. Meskipun spesies burung ini kebanyakan berasal dari Afrika tapi ada yang dari Madagaskar dan lovebird juga banyak dijumpai di Indonesia. Para peternak mulai mengembangbiakan burung mungil dengan warnanya yang indah ini. Apakah kamu tertarik juga untuk memelihara jenis burung lovebird di rumahmu?

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram