Bacaterus / Buah / Pernah Coba 7 Jenis Buah Pir yang Lezat dan Enak ini?

Pernah Coba 7 Jenis Buah Pir yang Lezat dan Enak ini?

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 Januari 2019

Buah yang satu ini mungkin jarang dinikmati orang-orang Indonesia. Tekstur dan rasa yang sedikit asing di lidah mungkin menjadi salah satu alasan kenapa hanya sedikit yang menggemarinya. Nyatanya, banyak sekali varian pir di dunia ini dan rasanya mungkin akan sedikit berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Dari berbagai jenis pir yang ada di dunia, mereka dibagi menjadi dua jenis, yaitu pir Eropa dan pir Asia. Karakter yang dimiliki keduanya pun sedikit berbeda. Pir Asia biasanya tidak akan berubah warna walau telah dipetik dari pohonnya sedangkan pir Eropa cenderung berubah warna setelah matang.

Walaupun memiliki karakter yang cukup mirip, pir yang berbeda varian dapat menyuguhkan sensasi rasa yang berbeda, tergantung dari cara penyajiannya. Mari kita pelajari beberapa jenis pir yang berbeda yang ada di dunia.

7 Jenis Buah Pir yang Harus Dicicipi

1. Pir Forelle

* sumber: www.thefruitcompany.com

Pir ini biasanya dipanen pada bulan September hingga Desember setiap tahunnya. Bentuknya cukup kecil dan mudah matang. Untuk menentukan kematangannya, cukup tekan dagingnya. Jika bagian yang ditekan sedikit empuk, itu tandanya bahwa buah ini sudah matang.

Pir froelle biasanya enak disajikan bersama dengan keju karena rasanya yang mirip kayu manis. Untuk menjaga kesegarannya, simpanlah pir ini dalam freezer. Namun jika pir froelle terlihat masih mentah, simpan di tempat dengan suhu ruangan agar buah tersebut dapat matang.

2. Pir Bosc

* sumber: www.specialtyproduce.com

Pir ini memiliki bentuk yang sedikit meruncing di bagian atasnya. Warnanya yang kecoklatan membuatnya sering dijadikan objek lukisan. Pir yang bernama lain kaiser ini biasanya terasa lebih berair dan lebih manis saat sudah matang.

Pir Bosc ini merupakan sumber makanan yang mengandung banyak serat. Dagingnya yang padat membuatnya cocok untuk diolah dengan banyak cara karena bentuknya yang tidak terlalu banyak berubah setelah dimasak.

3. Pir Bartlett

* sumber: www.meijer.com

Pir Bartlett biasanya dapat matang dalam suhu ruangan walaupun telah dipetik dari pohonnya. Setelah matang, biasanya warnanya berubah menjadi kekuningan, rasa manisnya dapat mengalahkan pir jenis lainnya dan dagingnya juga mengandung lebih banyak air.

Pir ini biasanya digunakan sebagai bahan buah kaleng atau sebagai campuran salad. Saat disimpan dalam lemari pendingin, pir yang juga dikenal dengan nama pir William ini dapat bertahan 3 hingga 5 hari.

4. Pir Taylor’s Gold

* sumber: www.thefruitcompany.com

Pir yang satu ini cukup populer di kalangan koki karena rasanya yang lezat. Bentuknya yang lebih bulat dengan warna hijau kemerahan membuatnya berbeda dari jenis pir lainnya. Pir ini juga mendapat julukan “pir cadillac” karena berbagai keunggulan yang dimilikinya.

Walau pir Taylor’s Golden ini banyak dicari, sayangnya hanya dapat dipanen dalam waktu yang cukup singkat. Padahal pir ini seringkali digunakan para koki terkenal untuk membuat saus atau pie. Pir ini juga biasanya dapat dimakan langsung atau dipadukan bersama keju berkualitas tinggi.

5. Pir Anjous

* sumber: en.wikipedia.org

Pir Anjou ini memiliki dua jenis varian, hijau dan merah. Namun kedua jenis pir Anjou ini memiliki rasa yang cukup sama. Buah ini memiliki ukuran yang cukup besar dengan berat rata-rata sekitar 270-285 gram per buah.

Pir yang sering berbuah di bulan September ini sering digunakan dalam berbagai jenis masakan. Jadi selain dapat dimakan langsung, buah ini juga dapat dipanggang ataupun dibakar. Setelah dibeli, pir ini dapat bertahan selama 3-5 hari dalam lemari es.

6. Pir Asia

* sumber: www.amazon.com

Ada dua jenis pir Asia yang banyak dikenal di dunia, yang pertama adalah Pyrus pyrifolia. Buah pir berbentuk bulat ini biasanya dibuat sebagai selai karena kandungan airnya yang banyak. Buah ini banyak ditemukan di Jepang, Cina, dan korea.

Yang kedua adalah Pyrus bretschneideri yang berbentuk lebih ramping dan panjang. Rasanya mirip dengan pir Bosc, namun dengan kandungan air yang lebih banyak dan juga rasanya yang lebih renyah. Pir yang berbentuk mirip bebek ini juga memiliki kandungan gula yang lebih sedikit dan banyak ditemukan di Asia Timur.

7. Comice

* sumber: freshharvest.co

Comice merupakan pir yang memiliki ukuran besar. Karena ukurannya, pir ini sering dijadikan sebagai bingkisan. Inilah sebabnya, comice juga dikenal dengan nama pir natal. Dengan warna kulit yang hampir seluruhnya merah, comice banyak ditemukan di swalayan dan toko buah, khususnya pada bulan September hingga Februari.

Saat mulai matang, kulit comice yang mudah sobek biasanya akan berwarna kekuningan. Semakin matang, maka robekan pada bagian kulitnya akan semakin terlihat. Namun, untuk menentukan apakah comice sudah matang atau belum, Anda hanya perlu menekan bagian daging buah dekat tangkainya. Jika terasa sedikit empuk, itu pertanda bahwa comice siap dikonsumsi.

Tips Mengolah Pir

Pir dapat diolah menggunakan berbagai macam metode, termasuk merendamnya dalam minuman anggur, sirup, jus buah, air, atau bahkan memanggangnya. Pir tampil menarik pada makanan yang dipanggang seperti kue tart, pie, dan kue. Selain itu, pir juga dapat dibuat selai, diawetkan, atau dijadikan campuran saus.

Karena kemiripannya dengan apel, pir juga dapat digunakan sebagai pengganti untuk masakan yang menggunakan apel dalam resepnya. Rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan jahe sangat cocok dikombinasikan bersama buah ini dalam resep minuman ataupun makanan. Namun, sebelum mengolah pir, Anda harus perhatikan tips berikut ini.

1. Pilih pir yang Padat dan Tidak Cacat

Pilih pir yang padat dan tidak cacat

* sumber: www.amazon.com

Buah pir mudah sekali memiliki bercak dan memar saat sudah matang. Jika Anda mencari buah yang akan Anda olah, sebaiknya memilih pir yang belum terlalu matang. Tandanya adalah bagian kulit buah tidak memiliki terlalu banyak noda dan dagingnya terasa pada saat ditekan.

2. Simpan Pir Dalam Kantung Kertas

* sumber: www.rebeccawestcott.co.uk

Jika Anda bermaksud untuk mengolah atau memakan langsung pir yang sudah dibeli, sebaiknya memilih buah yang sudah matang. Tapi, jika Anda tidak langsung mengolahnya, simpanlah dalam lemari pendingin. Jika Anda membeli pir yang belum matang, simpan buah tersebut dalam kantung kertas dan simpan dalam suhu ruangan hingga matang dan siap dikonsumsi.

3. Gunakan Lemon untuk Mencegah Perubahan Warna

* sumber: perfectlyinspiredblog.com

Pir yang sudah dikupas biasanya dapat mudah berubah warna menjadi kecokelatan. Untuk mencegah perubahan warna, rendam potongan pir dalam air yang sudah dicampur perasan lemon. Tapi, jangan terlalu banyak mencampurkan perasan lemon karena dapat mempengaruhi rasa pir itu sendiri.

Pir memang buah yang memiliki rasa dan tekstur yang unik. Anda bisa mencoba berbagai resep untuk dapat menikmati buah ini dengan cara yang berbeda. Tapi ingat, jangan lupa mengupas kulitnya. Tidak semua orang menyukai rasa kulit pir yang bertekstur sedikit kasar.

Pir mana sajakah yang sudah Anda coba? Tidak ada salahnya untuk mencobanya satu-persatu. Mungkin lidah Anda akan merasakan sensasi rasa pir yang berbeda dari setiap varian yang telah disebutkan di atas. Perlu Anda ketahui juga, bahwa konsumsi pir sangat baik untuk kesehatan Anda, salah satunya konsumsi pir kuning. Baca informasi selengkapnya di artikel Manfaat Konsumsi Pir Kuning ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar