Bacaterus / Dinding / 10 Jenis Batu Alam untuk Mempercantik Dinding Rumah

10 Jenis Batu Alam untuk Mempercantik Dinding Rumah

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Memilih pelapis dinding yang tepat untuk desain interior maupun eksterior memang tidak mudah. Material untuk melapis dinding sendiri memang beragam. Salah satu yang cukup diminati adalah menggunakan batuan alam. Batu alam sendiri memang kerap dipilih karena nilai estetikanya yang baik.

Nah, dari sekian banyak jenis batuan alam yang tersedia di pasaran. Kali ini Bacaterus akan membahas 10 Jenis batu alam untuk dinding yang bisa menjadi  inspirasi rumah kamu. Untuk itu mari simak ulasannya dalam pemaparan berikut ini:

1. Batu Andesit

Batu Andesit

Batu Andesit merupakan jenis batu alam yang memiliki tekstur lebih keras dibanding dengan jenis batuan alam yang lain. Karakteristik batu ini berwarna abu-abu atau hitam serta memiliki pori-pori yang sangat rapat sehingga tidak mudah untuk menyerap air. Batu ini banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki ketahanan yang baik.

Batu Andesit sebagian besar berasal dari kawah gunung berapi. Masyarakat sendiri sering mengaplikasikan batuan ini untuk interior maupun eksterior seperti dinding dan pagar rumah. Selain memiliki daya tahan yang cukup kuat dan tahan lama, batu ini juga tidak mudah terkena lumut karena sifatnya yang tahan terhadap perubahan cuaca.

2. Batu Granit

Batu Granit

Jenis batuan alam yang juga sering digunakan untuk dinding di rumah adalah batu Granit. Batu Granit merupakan jenis batuan beku yang memiliki tekstur keras dan kuat. Batuan Granit memiliki karakteristik warna cerah dengan tekstur yang kasar. Warna dari batuan ini pun beragam mulai dari merah, abu-abu, putih, merah muda, hijau tua, coklat tua dan hitam.

Banyaknya warna dari jenis batuan ini karena komposisi mineral yang terkandung dalam batuan tersebut. Batuan granit sendiri sering digunakan untuk melapisi dinding rumah, anak tangga dan maupun digunakan untuk dinding pagar rumah. Granit sendiri memiliki daya tahan terhadap kondisi cuaca serta memiliki pori-pori yang kecil.

3. Batu Marmer

Batu Marmer

Batu Marmer adalah jenis batuan alam yang terbentuk akibat proses metamorfosis batu kapur atau batu gamping. Batuan Marmer sendiri tersusun atas mineral kalsit dan mineral minor seperti mika, klorit, kuarsa, dan berbagai jenis silikat seperti graphit, hematit, dan juga limorit.

Batu Marmer sendiri merupakan salah satu jenis batuan alam yang sering digunakan untuk dinding atau pun lantai rumah. Selain memiliki beragam warna yang indah, corak dan pola yang dihasilkan oleh batu Marmer pun mampu menampilkan kesan estetika yang mewah dan elegan. Di samping itu, jenis batuan ini juga mampu memberikan sensasi sejuk alami pada ruangan.

4. Batu Paras Jogja

Batu Paras Jogja

Jenis batuan yang juga sering digunakan untuk dinding rumah adalah batu Paras Jogja. Seperti namanya batuan alam ini berasal dari daerah Jogjakarta, Jawa Timur. Karakteristik batuan alam ini memiliki beragam warna yang cerah serta bertekstur kasar. Batuan alam ini  termasuk dalam jenis batuan yang mudah untuk dibentuk karena sifatnya yang tidak terlalu keras.

Masyarakat sendiri sering memanfaatkan batuan ini untuk dinding rumah bergaya minimalis. Hanya saja untuk  perawatannya sendiri memang harus lebih ekstra mengingat jenis batuan ini mudah berlumut. Meskipun demikian cara membersihkannya pun tak terlalu sulit karena hanya tinggal digosok tanpa harus memakai cairan pembersih.

5. Batu Palimanan

Batu Palimanan

Batu Palimanan adalah batuan alam sedimen yang berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Batuan alam ini bisa dengan mudah ditemukan di sekitar Gunung Ciremai. Orang-orang sendiri menyebut jenis batuan alam ini dengan sebutan sandstone, yaitu bantuan yang terbentuk akibat dari aktivitas vulkanik dan geologi.

Batu Palimanan memiliki keunikan dari segi warna dan kekuatan. Masyarakat sendiri sering memanfaatkan jenis batuan ini untuk membuat dinding, pagar, serta dinding kolam renang. Batu jenis ini memiliki beragam warna seperti krem, emas, dan putih. Bila disusun rapi mampu menciptakan efek gradasi warna yang menarik dan unik.

6. Batu Candi

Batu Candi

Batuan candi merupakan batuan alam yang memiliki tekstur keras berwarna hitam. Warna yang dihasilkan dari batuan jenis berasal dari proses geologi yang disebabkan oleh lava gunung berapi. Meskipun memiliki nama Candi, namun jenis batu ini sendiri berbeda dengan batuan yang digunakan untuk membangun Candi.

Jenis batuan ini sangat cocok untuk bangunan minimalis yang memiliki desain kontemporer maupun modern. Karakter dari batuannya sendiri terlihat lebih alami. Selain itu harga yang ditawarkan oleh batuan jenis ini lebih terjangkau dibanding dengan batuan alam yang lain.

7. Batu Sukabumi/Hijau

Batu Sukabumi Hijau

Salah satu batuan alam yang cukup langka di dunia ini berasal dari Sukabumi. Batuan alam yang sering di sebut juga dengan batu hijau ini memiliki karakteristik berwarna hijau alami, licin, anti air, serta mampu menyesuaikan temperatur ruangan. Batuan ini sendiri sering dimanfaatkan untuk dinding rumah, kolam air, atau dinding kolam renang.

Senyawa zeoilit yang terkandung di dalam batuan ini memang dikenal mampu menjernihkan air sehingga sering digunakan untuk dinding atau dasar kolam renang. Karena tergolong batuan yang langka, harga jual batuan Sukabumi pun cukup tinggi di pasaran.

8. Batu Karang

Batu Karang

Bagi kamu yang ingin membangun rumah bergaya arsitektur modern tropical house, batuan alam yang satu ini memang cocok untuk digunakan. Batu Karang mempunyai warna putih, kuning muda atau berwarna kehitaman. Batu karang sendiri memiliki karakteristik padat pada patahannya, keras dan bersih tanpa adanya garis-garis pelapukan.

Batuan ini juga dikenal kuat dan mampu bertahan dalam segala jenis cuaca. Umumnya baru ini temukan di sisi pantai. Selain sering digunakan untuk membuat dinding, batu ini sering digunakan di dasar kolam ikan atau kolam air mancur.

9. Batu Templek

Batu Templek

Batu Templek adalah salah satu batu alam  yang memiliki karakteristik keras dan padat. Batu alam yang sering digunakan untuk dinding ini biasanya memiliki motif dan pola yang berbeda-beda setiap daerah. Batu Templek sendiri adalah jenis batuan yang mampu bertahan dalam segala cuaca, lumut, dan juga jamur.

Batu ini  biasanya memiliki berbentuk acak atau dalam bentuk persegi. Kedua bentuk tersebut memang dapat memberi kesan yang berbeda. Batuan jenis ini tergolong batuan yang cukup ekonomis baik dari segi harga maupun perawatannya. Masyarakat sendiri biasanya menggunakan untuk dinding pagar rumah.

10. Batu Sabak

Batu Sabak

Selanjutnya batu alam yang sering digunakan untuk dinding adalah batu Sabak. Batu ini disebut juga sebagai batu kali. Karakteristiknya berwarna hitam dan membentuk pola alami. Karena teksturnya yang kuat dan keras, batuan ini sering digunakan untuk pondasi bangunan atau dinding rumah.

Biasanya sebelum digunakan untuk dinding, batuan ini akan buat dalam lempengan tipis untuk kemudian ditempel di dinding. Selain itu Batu Sabak juga biasanya digunakan untuk membangun  pilar, atau dinding rumah dengan nuansa tropical.

Nah, demikianlah 10 Jenis batu alam untuk dinding yang keren untuk inspirasi rumah kamu. Semoga apa yang Bacaterus bahas tadi bisa menandingi inspirasi untuk arsitektur rumah kamu. Yuk, baca juga cara mencegah dinding menjadi lembab dan berjamur.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *