Bacaterus / Kulkas / 5 Alasan untuk Tidak Asal Menyimpan Buah dan Sayur di Kulkas

5 Alasan untuk Tidak Asal Menyimpan Buah dan Sayur di Kulkas

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Mungkin banyak diantara kita yang langsung menyimpan buah dan sayur begitu saja ke dalam kulkas. Tapi, bisa kita lihat sendiri kalau buah dan sayur akan menjadi cepat layu dan busuk beberapa hari kemudian.

Walaupun harga sayuran tidak seberapa, tapi tetap sayang, kan, kalau sayuran sudah keburu layu padahal belum sempat dimasak? Apalagi buah-buahan yang harganya cukup lumayan. Jika buah-buahan keburu busuk, kan, mubazir.

Untuk menghindari rasa kecewa karena buah dan sayur cepat busuk, ada baiknya kamu mencari solusi supaya buah dan sayur yang sudah kamu beli tidak cepat layu dan busuk. Kamu juga harus mencermati buah dan sayur mana saja yang boleh disimpan di kulkas dan mana yang tidak boleh disimpan di kulkas.

Bacaterus akan membagikan informasi tentang buah-buahan dan sayur-sayuran apa saja yang bisa dan tidak bisa disimpan di dalam kulkas, dan bagaimana cara menyimpannya dengan baik. Kamu juga bisa mengajarkan hal ini ke Bunda kamu atau Mbak yang kerja dirumah kamu, kalau mereka belum tahu, ya. Nah, langsung saja, yuk, disimak:

5 Alasan untuk Tidak Asal Menyimpan Buah dan Sayur di Kulkas

1. Tidak Semua Jenis Sayur dan Buah Bisa Disimpan di Kulkas

Sayur dan Buah

Buah dan sayur yang kamu simpan di kulkas bisa cepat layu dan busuk kalau terkena air atau terkena embun yang biasanya menetes dari freezer. Maka dari itu, sebaiknya buah dan sayur tidak perlu dicuci saat akan dimasukkan ke dalam kulkas.

Buah yang bisa disimpan di kulkas adalah apel, pir, semua jenis berry, ceri, anggur, dan semua buah yang sudah dipotong-potong. Sedangkan untuk sayuran yang bisa disimpan di kulkas adalah brokoli, kol, seledri, wortel, jamur, daun selada, bayam dan kangkung. Setiap jenis buah dan sayur harus dikemas masing-masing menggunakan kantong plastik yang sudah dilubangi agar mereka tetap bisa bernapas.

Sedangkan buah yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan adalah lemon, jeruk, mangga, pisang, semangka dan melon. Untuk sayurannya adalah timun, bawang-bawangan, labu, cabai, kentang, tomat dan jahe. Sayur-sayuran ini cukup disimpan di dalam wadah tanpa tutup yang sudah diberi alas tisu atau kain kering yang bersih sehingga mencegah mereka dari kelembaban yang akan mempercepat proses pembusukan.

Tapi, kalau kamu ingin tetap mencuci buah dan sayur sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, lebih baik hilangkan bagian busuk dan bonyok yang terdapat pada buah atau sayur tersebut. Setelah itu, barulah kamu bisa mencuci buah dan sayur hingga bersih, lalu keringkan.

Cara mencucinya adalah: untuk sayuran hijau, pisahkan daun dengan akarnya, kemudian cuci daun hijau tersebut dengan campuran air dingin dengan sedikit cuka atau lemon.

Campuran air dingin dengan zat asam tersebut bisa menghilangkan bakteri yang terdapat di sayuran dan juga bermanfaat untuk meningkatkan kerenyahan pada daun hijau. Setelah dicuci bersih, segera keringkan sayuran tersebut dengan tisu atau kain bersih dan langsung bungkus dengan plastik yang sudah dilubangi. Baru, setelah itu sayuran hijau bisa kamu simpan di dalam kulkas.

2. Jangan Menyimpan Buah yang Belum Matang di Dalam Kulkas

Buah yang Belum Matang

Jangan pernah menyimpan buah yang belum matang di dalam kulkas. Buah tomat yang belum masak justru akan cepat membusuk kalau disimpan di kulkas. Untuk itu, kamu cukup meletekkan tomat di atas kulkas atau di meja dapur, asalkan tidak terpapar cahaya matahari.

Menaruh alpukat dan pisang yang belum matang di kulkas juga memperlambat proses menjadi lebih matang, karena untuk pematangan, buah membutuhkan udara lebih hangat.

Khusus alpukat yang belum matang, sebaiknya bungkus dengan kantong kertas atau koran lalu letakkan pada tempat dengan suhu kamar hingga matang. Setelah alpukat matang, masukkan alpukat ke dalam kantong plastik berlubang dan simpan di lemari es.

Sedangkan untuk pisang kamu cukup membungkus batang pisangnya saja dengan plastik makanan (plastic wrap) untuk menjaga pisang tetap segar dan tidak cepat busuk.

3. Jangan Meletakkan Makanan Berdekatan Dengan Bahan Mentah

Bahan Mentah

Untuk mengurangi potensi cemaran mikroba di dalam kulkas, jangan meletakkan masakan matang di dekat bahan makanan mentah. Hal ini disebabkan aroma dari bahan mentah bisa terpapar ke makanan. Jangan buat posisi sayur dan buah dengan daging mentah dan produk susu berdekatan ketika menyimpannya di kulkas. Hal ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi bakteri pada bahan makanan.

Sayuran membutuhkan 4 jenis penyimpanan, yaitu dingin (32-39°F) untuk penyimpanan lembab, sejuk (40-50°F) untuk penyimpanan lembab, dingin (32-39°F) untuk penyimpanan kering dan hangat (50-60°F) untuk penyimpanan kering. Tempat penyimpanan terbaik untuk sayuran adalah pada bagian rak paling bawah kulkas karena memiliki kontrol kelembaban khusus untuk sayuran dan buah.

Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat dingin dengan penyimpanan lembab seperti apel, brokoli, wortel, kol dan terong. Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat dingin dengan penyimpanan kering seperti bawang merah dan bawang putih. Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat hangat dengan penyimpanan kering seperti paprika, labu dan ubi.

4. Menutup Makanan Sebelum Disimpan di Dalam Kulkas

Menutup Makanan

Membiarkan masakan jadi disimpan dalam keadaan terbuka di dalam kulkas dapat memicu berkembangnya mikroba. Maka dari itu, ketika menyimpan makanan jadi gunakanlah kemasan yang tertutup rapat. Selain itu, makanan kaleng yang sudah dibuka juga jangan dibiarkan lebih dari sehari di dalam kulkas.

Keju lunak, misalnya, harus dihabiskan kurang dari satu minggu. Aroma masakan juga akan saling mempengaruhi dengan aroma sayur dan buah yang disimpan di dalam kulkas, apalagi untuk jenis buah dan sayuran yang baunya menyengat seperti durian, bawang-bawangan dan nangka.

5. Perhatikan Kemasan Sayur dan Buah

Kemasan Sayur dan Buah

Sayuran akan terjaga kesegarannya apabila dikemas dalam wadah kedap udara. Demikian pula buah-buahan, seperti berry, anggur dan buah dengan jenis berkulit tipis lainnya. Buah dan sayur yang segar meskipun sudah dipetik dan dipanen dari pohonnya, tetaplah memerlukan oksigen untuk ‘bernapas’ dan mengeluarkan karbondioksida.

Kemampuan sayur dan buah untuk bernapas tergantung pada suhu tempat penyimpanan dan jenis dari sayur atau buah tersebut. Semakin rendah suhu di tempat peyimpanan, maka semakin rendah kemampuan sayur dan buah untuk bernapas dan semakin memperpanjang masa simpannya.

Semakin banyak oksigen yang ‘dihirup’ dan karbon dioksida yang dikeluarkan, maka akan semakin mempercepat buah dan sayur tersebut menjadi busuk dan rusak.

Jadi, cobalah untuk berbelanja secara cerdas. Saat membeli buah dan sayur, perhitungkan juga waktu, berapa lama akan disimpan dan kapan kamu akan mengonsumsi buah dan sayur tersebut agar tetap berada dalam kondisi terbaik. Jangan biarkan kulkas terlalu penuh, karena dapat menyebabkan sirkulasi udara yang tidak merata, sehingga sayur dan buah-buahan tidak mendapatkan aliran udara yang cukup.

Untuk sayuran dengan helai daun tipis sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas melainkan menempatkan bagian pangkal sayuran ke dalam air. Dengan cara ini, metabolisme sayuran masih terus berlangsung, sehingga kesegaran sayuran dapat bertahan lebih lama.

Untuk menghambat metabolisme sekaligus memperkecil penguapan, bagian sayuran dapat dibungkus dengan plastik dan tidak tembus cahaya, agar fotosintesis sayuran menjadi terhambat. Cara ini dapat menjaga kesegaran sayur beserta warna hijaunya selama 2-3 hari. Jadi, setelah mengetahui informasi ini, kamu masih mau asal simpan buah dan sayur di kulkas?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *