bacaterus web banner retina
Bacaterus / Dapur / 10 Istilah dalam Memasak yang Jarang Dimengerti Orang Awam

10 Istilah dalam Memasak yang Jarang Dimengerti Orang Awam

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 16 Maret 2021

Memasak menjadi hobi yang sangat menyenangkan. Jika dulu hobi ini dipandang sebagai pekerjaan wanita, maka saat ini hobi memasak bisa dilakukan oleh pria maupun anak-anak. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai ajang kontes memasak yang sering kita lihat di televisi. Dimana para peserta yang ikut dalam kompetisi tersebut terdiri dari berbagai kalangan.

Selain kerap menyajikan menu yang unik, hal yang cukup menarik perhatian dari kompetisi tersebut adalah banyaknya istilah memasak yang cukup asing ditelinga. Mereka yang bergelut di bidang kuliner tentu bisa dengan mudah memahami istilah-istilah tersebut. Namun, bagaimana dengan masyarakat awan?

Nah, untuk lebih mengenal lebih jauh mengenai istilah dalam memasak.Kali ini Bacaterus akan mengulas beberapa istilah yang sering digunakan dalam dunia memasak. Apa saja itu? Berikut adalah ulasannya.

1. Pan Frying

Pan Frying

Pan frying adalah salah satu istilah yang sering muncul dalam dunia memasak. Pan frying sendiri merupakan teknik memasak sederhana yang umum dilakukan oleh para chef atau juru masak. Cara memasak menggunakan teknik ini, yaitu dengan hanya menggunakan sedikit minyak. Sementara makanan yang dimasak biasanya berukuran besar.

Nah, untuk membuat makanan matang secara merata, makanan perlu dibalik secara berkala. Salah satu jenis makanan yang sering menggunakan teknik ini adalah beef steak, tuna steak, atau chicken steak.

2. Saute

Saute

Istilah memasak lainnya yang juga sering digunakan oleh para juru masak yang ada di dunia adalah Saute. Masyarakat tanah air sendiri mengenal istilah ini dengan cara menumis. Teknik memasak saute dilakukan dengan menggunakan sedikit minyak dan suhu api yang relatif lebih tinggi.

Nah, supaya masakan tidak gosong saat dimasak, juru masak akan menggoncang wajan hingga membuat makanan terangkat ke atas lalu menggerakkan seperti gerakan membalik. Meskipun teknik ini terlihat sederhana, namun dalam praktiknya memerlukan sebuah keahlian agar masakan yang dibuat tidak berhamburan ke luar.  

3. Blanch

Blanch

Selanjutnya adalah Blanch atau blansir. Teknik masak yang satu ini dengan cara memasukan makanan dalam air mendidih sekitar 1 – 2 menit kemudian mengangkatnya dan mencelupkan makanan tersebut ke dalam air es untuk kemudian meniriskannya.

Teknik Blanch sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan warna makanan tetap cantik, mengurangi bau langu, serta mempertahankan kandungan gizi pada bahan makanan tersebut. Umumnya bahan makanan yang digunakan dengan teknik memasak ini adalah sayur-sayuran.

4. Marinade

Marinade

Marinade atau marinasi adalah teknik memak yang cukup familiar bagi masyarakat tanah air. Marinade adalah proses perendaman daging di dalam cairan bumbu untuk waktu tertentu. Marinade sendiri bertujuan agar bumbu rempah yang dibuat meresap dengan baik ke dalam daging sebelum kemudian dimasak dengan proses selanjutnya.

Selain dapat menambah cita rasa makanan, beberapa bahan atau bumbu yang digunakan dalam proses marinasi pun dapat membuat daging jauh lebih empuk.

5. Braise

Braise

Braise adalah istilah lain yang sering kita dengar dalam dunia masak memasak. Braise merupakan teknik memasak dengan menggunakan dua metode. Dimana pada mulanya bahan makanan dimasak dengan teknik pan frying atau memasak di wajan datar dengan suhu tinggi hingga berubah warna sedikit kecoklatan.

Setelah itu makanan tersebut dimasak dengan menggunakan panci tertutup atau oven dengan menambahkan sedikit cairan kaldu atau kuah untuk menambah citarasa pada masakan tersebut. Setelah makanan matang secara sempurna barulah bisa disajikan di atas meja. Nah, proses masak seperti ini biasanya dilakukan saat memasak stew atau semur daging.

Baca juga: 10 Teknik Memasak yang Paling Sering Dipakai Sehari-hari

6. Poach

Poach

Poach adalah metode masakan yang sering digunakan untuk memasak bahan makanan seperti telur, daging unggas, ikan dan buah. Poach sendiri adalah proses perebusan makanan dengan menggunakan air dalam jumlah yang sedikit dan hanya sebatas untuk menutupi bahan makanan tersebut saja.

Suhu yang digunakan dalam proses memasak dengan cara ini biasanya sekitar 71 – 82 derajat Celcius. Teknik ini biasanya dilakukan agar bahan makanan yang memiliki tekstur lembut tetap terjaga dan tidak hancur ketika dimasak.

7. Roasting

Roasting

Nah, istilah lain yang sering muncul dalam dunia kuliner adalah roasting atau orang awam sendiri sering menyebutnya dengan cara memanggang. Berbeda dengan grill yang dimasak langsung di atas api, roasting sendiri dimasak tanpa terkena api secara langsung. Sehingga bagian luar daging pun tidak akan mengalami gosong.

Nah, untuk membuat masakan matang secara sempurna. Juru masak pun harus memperhatikan suhu dan waktu yang digunakan dalam proses memanggang. Keuntungan memasak dengan cara seperti adalah kematangan yang merata sampai ke dalam daging. Meskipun demikian, waktu yang diperlukan untuk memasak dengan teknik ini terbilang cukup lama.

8. Simmering

Simmering

Selanjutnya adalah simmering. Teknik ini dilakukan dengan cara memasak makanan dengan cairan atau kuah menggunakan api kecil dan dalam waktu yang cukup lama. Untuk proses memasaknya pun cukup sederhana.

Kamu hanya perlu merebus bahan makanan yang akan dibuat dengan menggunakan api kecil. Nah, untuk menjaga suhu air tetap dalam keadaan stabil, kecilkan api pada saat gelembung-gelembung air mulai terbentuk.

Tujuan dari teknik memasak dengan cara seperti ini adalah untuk mengeluarkan seluruh sari makanan yang terkandung dalam bahan makanan tanpa harus merusak tekstur dari bahan itu sendiri.

9. Glaze

Glaze

Glaze atau glasir adalah istilah dalam dunia kuliner untuk memberikan efek mengilap pada makanan yang dihidangkan. Glazing sendiri biasanya dilakukan dengan beberapa teknik seperti dipping, dripping atau brushing.

Nah, bahan-bahan yang digunakan dalam proses grasir biasanya dapat memberikan efek yang cukup mengilap seperti selai, jeli, atau agar-agar. Selain dapat menambah estetika pada makanan yang disajikan, teknik glasir sendiri dilakukan untuk menjaga tingkat kelembaban makanan. Sehingga makanan akan jauh lebih awet.

10. Singe

Singe

Berikutnya adalah singe. Singe adalah teknik dasar yang dilakukan untuk mengolah bahan makanan sebelum akhirnya diproses untuk dimasak. Singe sendiri adalah membakar bagian permukaan kulit pada bahan makanan, dimana pada permukaan daging tersebut dipenuhi dengan bulu-bulu halus yang tentunya akan sangat mengganggu baik dari segi estetika, maupun kesehatan.

Teknik ini dilakukan untuk menghilangkan dengan cepat bulu-bulu pada bahan utama yang akan dimasak seperti pada unggas, sapi, kambing atau pun babi. Proses singe sendiri biasanya dilakukan paling awal sebelum proses memasak.

Nah, 10 Istilah dalam memasak yang berhasil Bacaterus rangkum untuk kamu. Meski terdengar asing di telinga kita, namun beberapa cara memasak yang telah disebutkan di atas memang kerap kita lakukan di rumah. Nah, kira-kira teknik masak seperti apa yang telah kamu kuasai di rumah? Tulisan komentarmu di bawah, ya.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram