Bacaterus / FYI / 10 Iklan yang Melanggar Etika dan Tidak Layak Tayang

10 Iklan yang Melanggar Etika dan Tidak Layak Tayang

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Desember 2018

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah lembaga yang bertugas untuk mengawasi tayangan maupun iklan yang ditampilkan di televisi nasional. Sudah menjadi hak KPI untuk menegur sejumlah iklan yang dianggap melanggar etika dalam beriklan. Namun, ternyata masih ada saja beberapa iklan televisi yang melanggar etika dalam beriklan.

Selain iklan televisi, sejumlah iklan poster maupun billboard juga kerap kali mendapat kecaman dari masyarakat atau sejumlah pihak yang merasa dirugikan. Bacaterus sudah merangkum sejumlah iklan yang melanggar etika dan mendapat larangan untuk tayang atau dipasang di Indonesia.

10 Iklan yang Melanggar Etika

1. Pompa Air Shimizu

Pompa Air Shimizu Iklan yang Melanggar Etika

Iklan yang melanggar etika dan memperoleh teguran dari KPI adalah iklan pompa air Shimizu. Iklan ini dinilai tidak pantas ditayangkan karena menggunakan model wanita berpakaian minim dan mengandung lelucon vulgar. Jelas KPI menyayangkan iklan ini karena kerap kali tampil saat prime time dan ditonton oleh anak-anak.

Dalam iklan berdurasi 30 detik tersebut terdapat adegan pria berwajah lesu dengan wanita berpakaian seksi yang bertanya, “Kalau nggak mancur terus kapan enaknya?” Kemudian adegan berlanjut di komplek pertokoan di mana wanita tersebut berdialog dengan pemilik toko.

Si pemilik toko bertanya, “Nggak mancur nih?” Tampak si wanita mengiyakan, lalu muncul pedagang toko sebelah yang menawarkan Pompa Air Shimizu. Singkatnya, setelah pompa air dipasang, si wanita tampak kegirangan sambil bergoyang menggoda ketika disemprot air oleh pasangannya.

2. A Mild

A Mild

* sumber: www.bamburuncing.id

Iklan rokok baru ditayangkan di televisi pada pukul 21:30 ke atas. Namun, perusahaan rokok juga terbiasa membuat billboard iklan yang dipasang di jalan-jalan besar yang banyak dilalui kendaraan. Salah satu iklan rokok yang mendapat protes dari masyarakat adalah iklan A Mild versi “Mula-mula malu-malu, lama-lama mau.”

Dalam iklan tersebut terdapat gambar pasangan yang hendak berciuman. Masyarakat resah bahwa iklan tersebut memiliki pesan mesum yang dapat memicu tindakan asusila. Seorang netizen membuat petisi di internet yang mengecam iklan tersebut. Beruntung PT HM Sampoerna Tbk. memenuhi permintaan masyarakat dan menghentikan iklan tersebut.

3. Softener So Klin

Softener So Klin

Salah satu iklan yang melanggar etika dan memperoleh teguran dari KPI adalah Softener So Klin untuk varian Twlight Sensation. Iklan pelembut pakaian tersebut dinilai tidak memperhatikan peraturan siaran iklan, pembatasan muatan seksual, ketentuan perlindungan anak dan remaja, serta normal kesopanan.

Iklan tersebut terlihat berulang kali menyorot bagian paha dan dada model wanita di dalamnya. Wakil ketua KPI sudah memberikan teguran dan memberikan kesempatan perusahaan pemilik iklan tersebut untuk melakukan editing dengan tidak menyorot bagian tubuh wanita yang dirasa terlalu vulgar.

4. Indosat

Indosat

Siapa bilang iklan billboard atau poster tidak dapat dikecam seperti iklan di televisi? KPI memang tidak memiliki wewenang untuk membatasi iklan poster atau billboard. Namun, masyarakat bisa melakukannya.

Sama seperti iklan Indosat versi liburan ke Australia ini. Di dalam iklan poster tersebut terdapat headline “Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi.” Sontak headline tersebut membuat warga Bekasi geram. Bahkan, urusan ini hampir dibawa ke ranah hukum oleh sejumlah ormas yang berunjuk rasa di depan kantor Indosat Bekasi.

Iklan tersebut dianggap menghina warga Bekasi. Pihak Indosat sendiri telah meminta maaf dan memutuskan kontrak dengan agency yang membuat iklan tersebut.

5. On Clinic

On Clinic

Sangat disayangkan bahwa iklan yang menawarkan solusi dan pengobatan untuk vitalitas pria justru tayang di prime time pada sejumlah stasiun TV nasional. On Clinic merupakan perusahaan yang menawarkan jasa untuk mengatasi berbagai masalah vitalitas pria, seperti impotensi dan ejakulasi dini.

Produk ini menggunakan salah satu penyanyi senior, Ikang Fawzi, sebagai model iklannya. Namun, iklan tersebut justru mendapat teguran langsung dari KPI lantaran menayangkan materi dewasa di jam tayang yang biasa ditonton oleh anak-anak dan remaja. Iklan yang melanggar etika ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan anak dan remaja.

6. New Era

New Era

* sumber: klmpk2013.blogspot.co.id

Sempat tayang di tahun 2015, iklan sepatu boots dari New Era ini justru membuat sejumlah stasiun TV mendapat peringatan dari KPI. Pasalnya, iklan ini menampilkan model wanita dengan pakaian minim dan goyangan erotis.

Secara sederhana, tak ada hubungannya antara sepatu boots dengan wanita seksi, bukan? Iklan dengan tarian erotis ini mendapat teguran dan larangan tayang di seluruh stasiun TV nasional. Iklan New Era ini dianggap mengabaikan norma-norma kesopanan dan tidak mengindahkan ketentuan Etika Pariwara Indonesia.

7. Klinik Tong Fang

Klinik Tong Fang

Tahun 2012 lalu Indonesia dihebohkan dengan sejumlah parodi yang menirukan iklan Klinik Tong Fang. Sebuah klinik kesehatan ini mempromosikan diri karena dapat menyembuhkan hampir sebagian besar penyakit. Singkatnya, semua penyakit ringan maupun berat pasti bisa sembuh jika Anda berobat di klinik ini.

Alih-alih mendapat sambutan positif dari masyarakat, iklan ini justru dijadikan lelucon. Bahkan, KPI juga memberikan surat peringatan kepada klinik tersebut karena dianggap melanggar etika periklanan, yakni larangan untuk memberikan diskon dan menampilkan testimonial pasien untuk produk layanan kesehatan. KPI juga menindaktegas beberapa stasiun TV yang masih menayangkan iklan klinik ini.

8. Cat Avian

Cat Avian

Skenario iklan ini adalah seorang pria yang baru saja mengecat kursi lalu hendak memasang kertas bertuliskan “Awas Cat Basah” tapi justru kertasnya terbang. Kemudian, datang seorang wanita yang langsung duduk di kursi yang baru dicat. Setelah pria itu menunjukkan kertas tulisan “Awas Cat Basah”, sang wanita langsung bangkit dan mengibaskan roknya untuk melihat bagian belakang rok.

Maksud iklan ini adalah mengunggulkan Cat Avian yang mudah kering. Akan tetapi, iklan yang melanggar etika ini justru ditegur oleh KPI lantaran menampilkan close up paha model wanita yang membuat penonton salah fokus.

9. Mie Sedaap Versi Ayamku

Mie Sedaap Versi Ayamku

* sumber: www.bitebrands.co

Pernah melihat iklan Mie Sedaap versi “Ayamku”? Di iklan tersebut ada seorang anak bernama Adi yang menanyakan keberadaan ayam peliharaannya setelah menyentap mie instan rasa kaldu ayam.

Namun, dalam iklan tersebut terdapat scene di mana seorang guru berbicara sambil membawa sebungkus Mie Sedaap. Di atas kepala guru tersebut terdapat seekor ayam yang kemungkinan besar adalah animasi. Iklan ini dianggap melecehkan profesi seorang guru. Akhirnya, KPI melayangkan teguran kepada perusahaan produk tersebut untuk memperbaiki iklan itu.

10. Mie Sedaap Versi Papa Hidup Lagi

Mie Sedaap Versi Papa Hidup Lagi

Entah apa yang berada dalam pikiran pembuat iklan Mie Sedaap karena jauh sebelum versi “Ayamku” tayang di TV, iklan Mie Sedaap versi “Papa Hidup Lagi” juga mendapat kecaman dari KPI. Iklan ini mengisahkan seorang anak yang nangis meraung-raung seolah menangisi ayahnya yang meninggal. Namun, anak itu hanya bersandiwara demi kepentingan ayahnya yang malas untuk ikut kerja bakti.

Iklan yang melanggar etika ini dianggap tidak sesuai dengan susila dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Terlebih iklan ini secara tidak langsung mengajarkan anak untuk berbohong.

Inilah 10 iklan yang melanggar etika dan tidak layak untuk ditampilkan. Sejumlah iklan di atas memiliki usia tayang yang terbilang pendek atau harus melalui proses editing agar layak untuk ditayangkan kembali.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar