Bacaterus / Ikan / Inilah 10 Ikan yang Paling Banyak Dimakan di Dunia

Inilah 10 Ikan yang Paling Banyak Dimakan di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 4 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ikan adalah salah satu hewan yang paling banyak dikonsumsi manusia di seluruh dunia. Wajar saja, karena selain enak, ikan juga banyak memiliki manfaat untuk tubuh. Mulai dari ikan laut, ikan air payau dan juga ikan air tawar, setiap orang memiliki favoritnya masing-masing.

Akan tetapi, pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi orang-orang? Bukan cuma ikan segar, Anda bisa menghitung dari banyaknya ikan kalengan yang siap santap. Inilah jenis-jenis ikan yang paling banyak dimakan di dunia versi Bacaterus.

1. Tuna

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=y-Wj685wPIY

Tuna adalah ikan air asin yang terdiri dari 15 spesies, dan ukurannya sangat bervariasi. Ada tuna peluru, tuna sirip biru Atlantik, tuna yellow fin, dan masih banyak lagi jenisnya. Ukuran tuna sirip biru rata-rata adalah 2 m dan diyakini bisa hidup hingga usia 50 tahun.

Walaupun merupakan ikan raksasa, dan terkesan mahal, harga ikan tuna di pasaran cukup terjangkau, loh. Jika dibandingkan dengan salmon, ikan tuna bisa 1/2 harga lebih murah. Bahkan potongan daging ikan tuna sering dijual juga oleh tukang sayur yang ada di depan komplek atau yang suka keliling, loh. Sedangkan salmon (daging oranye) hanya akan ada di pasar tradisional besar dan supermarket.

Mungkin karena dagingnya banyak jadi didistribusikannya juga mudah kali, ya. Terus ikan tuna juga lebih mudah dan banyak untuk ditangkap dibandingkan salmon. Jika Anda belum tertarik makan tuna, coba baca artikel Manfaat Tuna untuk Kesehatan Tubuh, karena ikan ini mengandung sejuta manfaat untuk Anda. Terus, kalau Anda mau masak tuna, silakan baca artikel Aneka Olahan Ikan Tuna yang Lezat.

2. Salmon

* sumber: www.citarella.com

Selanjutnya ada ikan salmon. Sebenarnya “salmon” merupakan nama umum untuk beberapa spesies ikan bersirip sinar dalam keluarga Salmonidae. Ikan lain dalam keluarga yang sama termasuk trout, Arctic char, grayling, bandeng dan hering. Tapi, “ikan salmon” sendiri paling sering dirujuk ke ikan berdaging oranye-nila yang hidup di anak-anak sungai Atlantik Utara, Samudra Pasifik.

Salmon memiliki siklus hidup yang unik. Dia lahir di air tawar, bermigrasi ke laut ketika dewasa, lalu kembali ke tempat kelahirannya untuk berkembang biak. Maka itu, jenis salmon seperti salmon steelhead dan salmon Atlantik yang ditangkap dari alam hanya bisa memasok sedikit untuk komersil, menjadi sangat terbatas di pasaran.

Sedangkan jenis salmon seperti king, coho, pink, chum dan sockeye walaupun mengandalkan tangkapan alam juga, tapi hasilnya lebih melimpah. Salmon Atlantik adalah jenis yang paling umum dibudidayakan, tapi itu juga baru ada di beberapa negara saja seperti British Columbia, New Zealand dan negara Eropa lainnya.

Ini karena salmon harus hidup di perairan dingin. Jadi, akan sangat sulit jika salmon dikembangbiakkan di negara kita yang tropis. Selain karena susahnya memenuhi kebutuhan pasar, salmon mengandung polyunsaturated fatty acids (asam lemak tidak jenuh ganda) yang sangat tinggi, terutama kandungan asam lemak omega-3 nya.

Makanya harga salmon cukup mahal dan diolah menjadi makanan-makanan yang high-end juga (setidaknya di sini, mungkin harga salmon jauh lebih murah jika negara tersebut memiliki pasokan salmon yang banyak).

3. Trout

Trout adalah atau ikan forel juga sebenarnya merupakan nama umum untuk sejumlah spesies ikan air tawar genus Oncorhynchus, Salmo, Salvelinus, dan semua sub-famili Salmoninae dari famili Salmonidae. Berat umum ikan trout diantaranya adalah: trout pelangi 12 kg, trout danau 18 kg, trout brook 4.4 kg dan trout cutthroat 10 kg.

Trout masih berhubungan erat dengan ikan char dan salmon, makanya beberapa ikan trout memiliki pola hidup yang mirip dengan salmon (anadromous, bermigrasi). Walaupun lebih banyak lagi jenis ikan trout yang menetap di perairan tawar saja secara eksklusif. Ikan trout sangat populer, mereka merupakan sumber makanan penting buat manusia dan juga hewan lainnya seperti elang dan beruang.

4. Herring

* sumber: www.thefishsociety.co.uk

Menurut sensus, ikan herring adalah ikan yang paling banyak dimakan di dunia. Namun, di Amerika Serikat sendiri, tuna adalah ikan yang paling banyak dikonsumsi. Ikan herring adalah ikan forage alias ikan umpan, karena ukurannya yang mungil.

Biasanya ikan ini menjadi mangsa hewan lainnya juga seperti burung camar, mamalia laut dan ikan besar. Ikan herring sering berpindah-pindah dari laut ke sekitar tepi sungai atau dekat pantai.

Beberapa fakta nutrisi ikan herring: per 100 gram-nya mengandung 18 gram protein, 57 miligram kalsium, 236 miligram fosfor dan 158 kalori. Ikan ini juga merupakan sumber asam lemak yang baik. Biasanya orang mengonsumsi herring yang sudah dijadikan acar atau herring yang sudah diasinkan.

5. Tilapia (Nila)

* sumber: www.flickr.com

Tilapia adalah nama umum untuk jenis ikan cichlid. Tilapia merupakan ikan air tawar, hidup di aliran-aliran, kubangan, danau, atau sungai dangkal. Ikan ini jarang dijumpai di air payau (campuran air tawar dan asin).

Ikan ini memiliki ratusan ragam dari tribe tilapiine cichlid, salah satunya termasuk ikan nila yang sangat akrab dengan lidah kita. Ternyata orang-orang di seluruh dunia kenal juga dengan ikan nila, ya!

6. Sardine

Siapa yang suka makan sarden? Kalau di Indonesia mungkin kita lebih mengenal sarden kalengan yang sudah siap makan. Tapi, di luar negeri, ikan sarden segar sangat populer juga.

Akan tetapi, Anda harus tahu dulu, nih. “Sarden” dan “pilchard” sebenarnya merupakan nama-nama umum yang digunakan untuk merujuk pada berbagai ikan umpan atau ikan kecil yang berminyak. Ikan sarden masih termasuk keluarga ikan herring, makannya bentuknya mirip, kan?

Setidaknya ada 18 spesies berbeda yang diklasifikasikan sebagai sarden atau pilchards. Nama sarden diambil dalam bahasa Inggris, karena pada waktu abad ke-15, sarden pertama kali ditemukan di pulau Mediterania Sardinia. Sarden juga banyak hidup di utara, dekat Skandinavia.

Hidangan sarden yang paling terkenal adalah sarden kalengan siap santap. Tapi, apakah aman mengonsumsinya? Faktanya, ikan berminyak yang hidup di air dingin seperti sarden merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik.

Satu porsi sarden mengandung 17 gram protein dan 50 persen dari asupan kalsium harian yang direkomendasikan. Sedangkan kalorinya cukup rendah yaitu hanya 90-150 kalori. Jadi, bisa dipastikan sarden kalengan juga sangat sehat buat tubuh kita. Tapi, kalau Anda misalnya menemukan sarden segar dan ingin mencoba memasaknya, silakan baca artikel Cara Memasak Sarden.

7. Catfish (Lele)

Tidak hanya populer di Indonesia, ternyata ikan lele juga beken sampai seluruh dunia, loh! Catfish atau lele adalah kelompok beragam ikan yang bersirip sinar. Nama catfish diambil dari barel mereka yang menonjol, yang menyerupai kumis kucing.

Dan, jenis lele itu ada banyak sekali. Kalau di kita mungkin hanya ada satu macam saja, ya. Di seluruh dunia itu setidaknya ada 50 macam lele, walaupun beberapa diantaranya lebih kepada ikan hias bukan ikan konsumsi.

8. Cod

* sumber: www.oceana.ca

Apakah waktu kecil Anda pernah diberi vitamin minyak ikan cod? Memang, ikan cod sering sekali diambil minyak dari hatinya untuk dimanfaatkan, karena sangat baik untuk kita apalagi untuk anak-anak. Tapi, ikannya sendiri juga sering dikonsumsi, loh.

Cod adalah nama umum untuk genus ikan demersal Gadus di keluarga Gadidae. Cod juga digunakan sebagai bagian dari nama umum untuk sejumlah spesies ikan lainnya. Ikan cod paling sering dinikmati dengan cara dipanggang.

9. Alaska pollock

* sumber: polarpedia.eu

Ikan yang populer di dunia yang selanjutnya adalah Alaska pollock. Ikan jenis ini memiliki nama lain juga, yaitu walleye pollock. Spesies ikan laut dari keluarga cod Gadidae ini didistribusikan secara luas di Pasifik Utara dengan konsentrasi terbesar ditemukan di Laut Bering timur. Ikan ini enak dijadikan apa saja. Mau dikukus, digoreng, ditumis, dipanggang, semuanya pasti enak.

10. Pangasius (Patin)

* sumber: indonesian.alibaba.com

Pangasius adalah genus ikan lele berukuran sedang hingga besar (makanya disebut juga sebagai shark catfish) yang tinggal di air tawar di Asia Selatan dan Tenggara.

Istilah “pangasius” kadang-kadang digunakan untuk secara khusus merujuk pada P. bocourti (ikan basa) yang penting secara komersial di seluruh dunia. Tapi, kita lebih mengenal jenis ikan pangasius yang bernama patin di Indonesia. Mau masak patin? Intip artikelnya: resep sup ikan patin.

Jadi, itulah beberapa jenis ikan yang paling sering dikonsumsi, baik di Indonesia maupun di negara lain. Nah, kalau Anda lebih sering mengonsumsi ikan jenis apa, nih?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *