Bacaterus / Fakta Ikan / 10 Ikan Terbesar di Dunia dengan Ukuran yang Mencengangkan

10 Ikan Terbesar di Dunia dengan Ukuran yang Mencengangkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Maret 2019

Sebagai rumah untuk beragam mahluk flora dan fauna, laut sering memberikan banyak pemandangan yang mencengangkan. Penghuninya muncul dengan bermacam ukuran, warna, dan bentuk. Tak jarang kita dibuat terheran-heran ketika muncul mahluk laut dengan ukuran yang sangat kecil. Namun, ada saat kita dibuat ternganga oleh penampakan hewan laut yang berukuran raksasa.

Ikan adalah salah satu hewan laut yang sering muncul dengan ukuran mencengangkan. Beberapa ikan ditemukan dengan ukuran melebihi kapal nelayan. Nah, kali ini Bacaterus akan membahas 10 ikan dengan ukuran yang sangat besar versi World Atlas. Simak, ya.

10 Ikan Terbesar di Dunia

1. Hiu Paus (Whale Shark)

Hiu Paus (Whale Shark)

* sumber: www.conservationmagazine.org

Hiu paus (Rhincodon typus) adalah jenis hiu yang bergerak lambat. Spesies hiu ini merupakan jenis ikan terbesar yang masih ada hingga sekarang. Ikan ini memiliki berat sekitar 21,5 ton dan panjangnya sekitar 12,65 meter. Klaim lain tentang ikan hiu paus yang belum terkonfirmasi menyebutkan terdapat hiu paus dengan panjang 14 meter dan berat 30 ton.

Typus Rhincodon atau hiu paus adalah jenis vertebrata non-mamalia terbesar di muka bumi. Spesies paus ini ditemukan di perairan laut tropis yang hangat. Lebar mulut hiu paus  sekitar 1,5 m dan di dalamnya terdapat 300 sampai 350 baris gigi yang kecil juga 10 lembaran penyaring. Hiu paus dilengkapi dengan lima pasang insang yang besar dan sepasang mata kecil di ujung depan kepala.

Walaupun memiliki badan yang ekstra besar, mereka tidak berbahaya bagi manusia karena umumnya mereka memakan plankton. Mereka sangat jinak hingga terkadang ada penyelam yang menungganginya. Perbuatan tersebut sebenarnya dilarang oleh para konservasionis dan peneliti hiu.

Hiu paus digolongkan sebagai spesies yang terancam punah. Keberadaannya sering terancam oleh kegiatan penangkapan yang dilakukan nelayan. Bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga yang sangat mahal. Terkadang, mereka juga secara tidak sengaja masuk dalam jaring ikan. Tingginya aktifitas kapal dan jaring nelayan yang berseliweran menambah risiko kematian hewan ini.

2. Hiu Basking/Hiu Penjemur (Basking Shark)

Hiu Basking

* sumber: www.sharks-world.com

Disebut juga dengan nama hiu penjemur, hiu basking berada di posisi dua sebagai hiu terbesar di dunia. Panjang hiu penjemur mencapai 12,7 meter dan beratnya 19 ton. Spesies hiu ini hidup di perairan dingin dataran pesisir, terutama di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Tubuhnya berwarna abu-abu gelap hingga cokelat ke abu-abuan.

Sebagai penghuni daerah Pasifik, hiu basking khusus memakan alga zooplankton atau hewan mikroskopis. Mahluk-mahluk kecil itu dihisap masuk ke mulutnya yang lebar, persis seperti yang dilakukan oleh hiu paus. Hiu ini pun terancam punah karena penangkapan yang berlebihan. Bertahun-tahun hiu basking dieksploitasi secara komersial untuk makanan, sirip, dan minyak hatinya.

3. Hiu Putih Besar (Great White Shark)

* sumber: www.thoughtco.com

Carcharodon carcharias atau hitu putih besar hidup di perairan pantai di semua lautan dengan suhu air berkisar antara 12 dan 24 ° C. Hiu putih besar memiliki panjang maksimal sekitar 7 meter dan berat 3,324 ton. Hiu putih besar sering dikaitkan dengan penyerangan terhadap manusia. Meskipun menyerang manusia, hiu putih besar memangsa beragam spesies hewan, termasuk burung laut.

Hiu putih besar adalah predator tertinggi di ekosistemnya. Namun, terkadang hiu ini dimangsa oleh paus pembunuh. Hiu ini bisa diamati melalui kandang baja, khususnya di Teluk Meksiko, Australia dan Afrika Selatan. Ingat film “Jaw”? Hiu putih besar sukses dibuat terkenal oleh Hollywood. Seperti halnya dua spesies hiu di atas, hiu putih besar juga rentan terhadap kepunahan.

4. Hiu Harimau (Tiger Shark)

* sumber: kids.nationalgeographic.com

Dikenal juga dengan nama “Harimau Laut”, Galeocerdo cuvier atau hiu harimau merupakan ikan hiu terbesar ke empat dari spesies hiu yang masih ada hingga saat ini. Bobot hiu harimau bisa mencapai 3,11 ton dan panjangnya bisa sampai 7,4 meter. Spesies hiu ini hidup di lautan tropis dan beriklim sedang. Sebagian besar populasinya hidup di sekitar Samudra Pasifik bagian tengah.

Hiu harimau memangsa mulai dari mahluk akuatik, burung laut, dan bahkan mereka memakan sampah. Aktifitas manusia sudah mengancam keberadaan hiu harimau sehingga masuk ke dalam daftar merah. Setelah hiu putih besar, hiu harimau berada di posisi kedua sebagai hiu penyerang manusia.

Seperti spesies hiu lainnya, hiu harimau pun sering diperjualbelikan secara komersial. Mereka banyak diburu untuk diambil sirip, daging, kulit dan hati mereka. Hati hiu harimau mengandung vitamin A yang tinggi, yang kemudian diproses untuk dijadikan minyak vitamin. Tingkat populasi mereka pun sangat rendah dan masuk ke dalam daftar spesies yang terancam kepunahan.

5. Manta Birostris (Giant Oceanic Manta Ray)

* sumber: dive2000sydney.wordpress.com

Manta birostris atau ikan pari manta adalah spesies ikan pari yang bertengger di urutan kelima sebagai ikan terbesar di dunia. Beratnya bisa mencapai sekitar tiga ton dengan panjang maksimum lima meter. Manta birostris hidup di lautan tropis dan subtropis. Makanan ikan pari manta umumnya adalah plankton. Spesies ini suka menyendiri atau berkelompok dengan hewan lain ketika berenang.

Selain predator alami, predator lain yang membuat kelangsungan hidup ikan pari manta terancam adalah manusia. Mereka melakukan penangkapan yang berlebihan. Manta birostris termasuk hewan yang tidak berbahaya. Hewan ini senang berenang di sekitar penyelam. Ikan ini bisa terlihat melompat ke luar saat hendak menyingkirkan parasit.

6. Mola Mola (Ocean Sunfish)

Mola Mola

* sumber: www.reddit.com

Ocean sunfish atau disebut juga mola mola adalah ikan terbesar dengan penampakan yang aneh. Tubuh ikan ini pipih dan perutnya panjang. Berat mola mola bisa mencapai 2,3 ton dan panjangnya sekitar 3,1 meter. Kebanyakan mereka makan jeli laut.

Mola mola biasanya ditemukan hidup di daerah perairan samudra yang beriklim sedang dan tropis di seluruh dunia. Terkadang mereka terlihat berenang di antara terumbu karang dalam dan rumput laut. Pesaing ukuran ikan ini adalah ikan air tawar bernama beluga sturgeon. Seperti ikan lain, mola mola juga terancam keberadaannya oleh predator alami dan manusia.

7. Sharptail Mola (Masturus lanceolatus)

* sumber: www.aquarium.co.za

Masturus lanceolatus adalah spesies mola yang hidup di perairan laut tropis dan beriklim sedang. Karena mola jenis ini jarang terlihat di alam sehingga informasi tentang ikan ini cukup sedikit. Sharptail mola bisa mencapai panjang hingga 3,0 meter dan berat 2 ton. Sharptail mola memakan berbagai spesies termasuk ikan, bunga karang, annelida, dan lain-lain.

Sharptai mola memiliki gigi di kedua rahang menyatu ke pelat seperti paruh. Spesies ini mirip dengan Sunfish Ocean dan Southern Ocean Sunfish. Tubuh mola rata dengan sirip punggung dan dubur diposisikan posterior. Sharptail mola dewasa berwarna coklat atau keabu-abuan. Larva spesies mola ini berwarna biru di atas dan putih di bawah.

8. Hoodwinker Sunfish (Mola Tecta)

* sumber: www.aquarium.co.za

Karena baru ditemukan, belum banyak informasi mengenai perilaku spesies mola ini. Meskipun demikian, mola tecta termasuk ke dalam salah satu spesies ikan yang terbesar. Ikan yang memangsa salp ini ditemukan di lautan perairan belahan bumi selatan dan merupakan spesies sunfish. Beratnya mencapai 1,87 ton dan panjangnya kira-kira mencapai 2,4 meter.

Ditemukan pada tahun 2014 di pantai dekat Christchurch, Selandia Baru, mola tecta merupakan spesies pertama sunfish yang ditemukan dalam waktu 130 tahun. Yang membedakan dari mola lain adalah tidak adanya gumpalan, moncong, atau benjolan. Mola tecta sampai sekarang baru ditemukan di Selandia Baru, Afrika Selatan, New South Wales, dan Chili.

9. Beluga Sturgeon

* sumber: hasshe.com

Beluga Sturgeon yang hidup di Rusia adalah jenis ikan air tawar terbesar. Beratnya kira-kira 1,571 ton dan panjang berkisar 7,2 meter. Ukuran ikan beluga sturgeon terbesar yang pernah ditemukan panjangnya mencapai 6,09 meter dan beratnya lebih dari 3,175 ton. Umur ikan beluga sturgeon bisa sampai 100 tahun dan bahkan lebih tua dari itu.

Telur beluga sturgeon banyak disukai karena kelezatannya dan bisa membuat kulit halus. Selain itu, telur beluga sturgeon merupakan jenis kaviar yang paling berharga dan langka. Tetapi, karena statusnya sebagai hewan yang terancam punah, di Amerika Serikat kaviar beluga sturgeon dianggap illegal. Habitat ikan ini terbatas hanya di laut Kaspia dan Adriatik.

10. Reef Manta Ray (Manta Alfredi)

* sumber: www.atimelyperspective.com

Manta Alfredi adalah spesies ikan terbesar ke sepuluh dan spesies ikan pari terbesar kedua yang ada sampai saat ini. Panjang ikan ini sekitar 5,5 meter dan beratnya 1,4 ton. Umumnya, manta alfredi ditemukan di perairan laut tropis dan subtropis tetapi tidak bisa ditemui di perairan Pasifik Timur dan Atlantik Barat. Ukuran manta alfredi lebih kecil dari dua spesies lainnya.

Ikan ini memiliki tubuh yang lebar dan panjang. Ekornya terlihat seperti cambuk. Mulutnya berbentuk persegi panjang. Terdapat sirip kecil di tubuh bagian atas sementara insang terletak di area bagian bawah. Dengan insang itulah manta alfredi mendapatkan oksigen dari air.

Gigi kecilnya yang berukuran antara 1 sampai 2 milimeter terletak di rahang bawah. Penangkapan berlebihan yang dilakukan oleh manusia berdampak buruk pada kelangsungan populasi spesies ini.

Itulah kumpulan ikan-ikan terbesar yang diketahui sampai saat ini, tetapi masih banyak spesies ikan berukuran besar lain yang belum ditemukan di danau, sungai maupun kolam. Menurutmu apakah ikan-ikan tadi sudah layak dianggap sebagai ikan terbesar di dunia? Atau kamu mengetahui spesies ikan lain dengan tubuh lebih besar dari daftar di atas?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar