Bacaterus / Fakta Ikan / Inilah 10 Ikan Langka yang Ada di Dunia dan Terancam Punah

Inilah 10 Ikan Langka yang Ada di Dunia dan Terancam Punah

Ditulis oleh - Diperbaharui 31 Maret 2020

Ada banyak satwa yang kini telah kehilangan habitat aslinya karena salah satu sebabnya adalah aktivitas manusia yang merusak habitat mereka. Kerusakan pada habitat mereka menyebabkan jumlah satwa ini menurun drastis di alam liar sana, dan sebagian dari mereka menjadi satwa yang sangat langka dan sangat sulit kamu jumpai.

Sebagian besar satwa yang menjadi langka masuk dalam kategori satwa yang terancam punah masuk dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature). Begitu pula dengan beberapa jenis ikan berikut ini, ada ikan ikan yang masuk kategori terancam punah jika tidak dilakukan konservasi. Baca terus untuk tahu ikan mana saja yang terancam punah di alam liar.

1. Ikan Ornate Sleeper Ray – Electrolux addisoni

Ikan Ornate Sleeper Ray – Electrolux addisoni

Ikan ini dinamakan dari nama produk terkenal yang memproduksi penyedot debu, hal itu dikarenakanan cara makan yang dilakukan dengan cara menghisap seperti penyedot debu. Ikan ini adalah jenis ikan yang terbesar dari jenisnya, ikannya berwarna coklat dengan dengan bintik-bintik berwarna krem di seluruh tubuhnya. Warna pada kulitnya memberi sinyal bahwa ikan ini memiliki organ yang dialiri listrik.

Aktivitas yang dilakukan manusia sangat berdampak pada keberadaaan ikan Ornate ini, terutama daerah pantai yang biasa digunakan untuk menyelam, memancing, dan kegiatan berperahu. IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukan ikan ini pada kategori CR (Criticaly Endangered)

  • Lokasi: Lepas pantai Eastern Cape dan KwaZulu-Natal Afrika Selatan
  • Perkiraan Jumlah saat ini: Tidak diketahui
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

2. Ikan Sakhalin Sturgeon – Acipenser mikadoi

Ikan Sakhalin Sturgeon – Acipenser mikadoi

Ikan ini di alam liar pun sangat sulit untuk ditemukan, yang membuatnya menjadi ikan yang benar-benar langka. Jumlahnya tidak pernah berlimpah dan hanya dapat ditemukan di  pasar di Hokaido ditahun 1950, dan jumlahnya terus menurun.

Ikan Sakhalin Sturgeon memiliki panjang sekitar 150 cm, dan memiliki warna hijau gelap dan hijau zaitun. Terdapat garis putih kekuningan di samping tubuhnya. Keberadaa ini ini juga terancam oleh para penangkap ikan ilegal, dengan menggunakan pukat saat ikan bermigrasi atau saat ikan bertelur, polusi, serta pembangunan dam.

IUCN memprediksi bahwa pada 10 sampai sampai 15 tahun kedepan ikan ini bisa menghilang. Jumlah total ikan ini di alam liarpun tidak diketahui.

  • Lokasi: Pasifik barat Laut, Laut Bering,Tumnin/ Sungai Datta, Korea dan Jepang Utara.
  • Perkiraan Jumlah Saat ini: 10 – 30 ikan dewasa bertelur pertahun
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

3. Ikan Red Handfish – Thymichthys politus

Ikan Red Handfish – Thymichthys politus

Ikan ini kamu bisa temukan di dasar laut berjalan dengan siripnya yang terlihat seperti tangan. Pertama kali ditemukan pada sekitar tahun 1800. Lalu pada tahun 2018 tim dari Institut Studi kelautan dan antartika Universitas Tasmania menemukan kelompok kedua dari ikan ini.

Jumlah mereka sangat sedikit karena tempat bertelurnya di rerumputan terkadang terganggu oleh mahluk lain bahkan oleh manusia.

Ada dua jenis dari ikan ini, jenis yang pertama adalah ikan yang memiliki sirip yang merah dan badannya berwarna coklat dan ada yang keseluruhannya berwarna merah. Ukuran ikan ini sekitar 6 sampai dengan 13,5 cm, mereka hidup di dasar laut yang berpasir atau yang berbatu.

  • Lokasi: Pesisir Timur Tasmania
  • Perkiraan Jumlah Saat ini: 40 – 80
  • Status Konservasi: Critically Endagered, tetapi belum terdaftar di Daftar Merah IUCN

4. Ikan Devils Hole Pupfish – Cyprinodon diabolis

Ikan Devils Hole Pupfish – Cyprinodon diabolis

Ikan ini ditemukan di Amerika Serikat berada di Taman Nasional Death Valley di Nevada di dalam sebuah gua besar dengan nama Devil Hole. Kedalaman dari Devil Hole sekitar 130 m dan ikan-ikan ini hidup di permukaannya di sekitar kedalaman 24 meter.  Ikan ini dipercaya telah terkurung di gua itu selama 1.000 sampai dengan 2.000 tahun lamanya.

Ikan betinanya berwarna kuning begitu pula dengan larvanya, sedangkan untuk ikan jantan berwarna biru metalik. Kumbang, siput, alga, dan krustasea air tawar adalah makanan yang biasa dimakan oleh ikan Devil hole ini.

  • Lokasi: Taman Nasional Death Valley, Devil Hole, Ash Meadow, Nevada Amerika Serikat.
  • Perkiraan Jumlah Saat ini: 187
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

5. Ikan Adriatic Sturgeon – Acipenser naccari

Ikan Adriatic Sturgeon – Acipenser naccari

Mungkin kamu akan bertanya kenapa ikan ini menjadi langka padahal dahulu keberadaannya sangat berlimpah. Masalahnya terletak pada manusia yang melakukan penangkapan berlebihan, tanpa menjaga keberlanjutan dari ikan Adriatic Sturgeon ini.

Walaupun ikan ini berhasil dikembangbiakan dipenangkaran, tetapi Ikan yang tersisa di alam liar diperkirakan kurang dari 250 ekor ikan. Seperti ikan sturgeon lainnya, ikan jenis ini memiliki tubuh yang memanjang, moncongnya lebar dan bundar, Sirip pada punggungnya tidak memiliki duri.

Ikan ini memiliki warna hijau buah zaitun, pada bagian rusuknya terdapat warna hijau yang lebih pucat dengan bagian dasar berwarna putih.

  • Lokasi: Laut Adriatik (Perairan di bagian Utara Italia dan Pantai Timur Laut Adriatik
  • Perkiraan Jumlah Saat ini : kurang dari 250 ekor, kemungkinan punah di alam liar
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

6. Ikan Tequilla Splitfin – Zoogoneticus Tequila

Ikan Tequilla Splitfin – Zoogoneticus tequila

Ikan kecil ini dipercaya telah punah di alam liar pada di sekitar tahun 1992, tetapi pada tahun 2005 ditemukan spesies ikan ini berada di sebuah kolam kecil di Rio Teuchitlan di Mexico. Ikan ini senang mendiami tempat yang dangkal seperti danau di  Rio Tereuchitlan, yang memiliki diameter 8 m dan kedalamannya hanya 1.3 m.

Beruntung ada upaya konservasi agar ikan ini dapat kembali tumbuh di alam liar. Para konservasionis melepaskan sekitar 700 Ikan Tequilla kembali ke alam liar pada tahun 2017, dengan harapan bahwa populasi ikan tequilla ini adakan pulih kembali.

  • Lokasi: Rio Teuchitlan di Rio Ameca, Mexico
  • Perkiraan Jumlah Saat ini : kurang dari 500 ekor
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

7. Ikan Giant Sea Bass – Stereolepis Gigas

Ikan Giant sea Bass – Stereolepis gigas

Dari namanya tentu kamu sudah bisa menebak bahwa ikan ini memiliki ukuran yang besar, ikan ini memiliki ukuran maksimum 2,3 meter dan berat sekitar 253 kg. Ikan besar yang menempati hutan rumput laut California Selatan ini adalah ikan karnivora terbesar dihabitatnya. Ikan ini hampir punah karena penangkapan ikan yang berlebihan yang mengabaikan keberlanjutan ikan ini di masa depan.

Upaya konservasi dilakukan dengan cara melarang penangkapan ikan giant sea bass pada tahun  1981 oleh pemerintahan daerah California, dan akhirnya dimasukan pada daftar merah IUCN pada tahun 1996 sebagai satwa yang hampir punah. Kini ada kenaikan jumlah dari ikan ini walaupun masih memerlukan data untuk melihat kemajuan perubahan ini.

  • Lokasi: Pasifik Timur (dari Humbolt Bay, California hingga Baja Mexico, Bagian utara teluk California)
  • Perkiraan Jumlah Saat ini: Sekitar 500 ekor
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

8. Ikan Kissing Loach – Parabotia Curtus

Ikan Kissing Loach – Parabotia Curtus

Ayumodoki adalah sebutan orang Jepang untuk spesies ikan kissing loach ini. Ikan yang hanya dapat kamu temukan di Jepang ini masih dapat kamu lihat karena adanya campur tangan manusia dengan melakukan konservasi. Menurut IUCN jika konservasi berhanti maka ikan ini akan benar-benar punah.

Saat ini diperkirakan ada ikan kissing loach yang tersisa kurang dari 800 ekor, oleh karena itu dibuat rencana untuk membangun tempat konservasi untuk ikan ini di Kota Kameoka. Kota ini merupakan habitat dari ikan kissing loach terbanyak.

  • Lokasi: Kota kameoka dan Kota Okayama, Jepang
  • Perkiraan Jumlah Saat ini : kurang dari 800 ekor
  • Status Konservasi:  CR (Critically Endagered)

9. Ikan Smalltooth Sawfish – Pristis Pectinata

Ikan Smalltooth Sawfish

Ikan ini memliki penampilan yang unik, warna tubuhnya yang hijau zaitun dan agak kecoklatan serta memiliki moncong yang panjang dan pipih dan disampingnya terdapat gigi yang nampak seperti gergaji. Jumlah gigi mereka sekitar 22 sampai dengan 29 di setiap sisinya.

Smalltooh sebenarnya adalah jenis ikan pari walaupun tubuh mereka tampak seperti hiu. Ikan ini ada dalam perlindungan ESA (Endangered Species Act) tahun 2003.

Ikan ini sering tidak sengaja terjaring oleh nelayan, dan merusak jaring nelayan sehingga terkadang nelayan membunuh mereka saat mereka tertangkap dibanding dilepaskan. Sekarang apabila nelayan menangkap ikan smalltooth, mereka harus melepaskannya karena telah masuk sebagai satwa yang dilindungi.

  • Lokasi: Bahama,Belize, Cuba, Honduras, Amerika Serikat, dan Sierra Leone
  • Perkiraan Jumlah Saat ini : Kemungkinan punah di beberapa temapt, 269 – 505 di Amerika Serikat.
  • Status Konservasi:  CR (Critically Endagered)

10. Ikan European Sea Sturgeon – Acipenser sturio

Ikan European Sea Sturgeon

Ikan Sturgeon Atlantik adalah hewan adalah ikan yang hanya dapat kamu temukan di Sungai Garonne di Perancis. Sesungguhnya ikan sturgeon memiliki jangkauan yang luas jika dilihat secara historis dari Laut Utara dan daerah Baltik hingga ada yang ditemukan di Maroko dan Tunisia.

Penyebab penurunan jumlah ikan sturgeon adalah penangkapan yang berlebihan untuk mendapatkan telur ikan sturgeon yang dikenal dengan nama caviar. Jumlah ikan Sturgeon Laut eropa dewasa di alam liar saat ini ada sekitar 20 – 750 ekor. Tetapi kini ada ribuan sturgeon yang telah dilepaskan ke alam liar yang telah berhasil dikembangbiakan dipenangkaran.

  • Lokasi: Sungai Garrone Perancis
  • Perkiraan Jumlah Saat ini: 20-750 ikan dewasa di alam liar
  • Status Konservasi: CR (Critically Endagered)

Dengan mengetahui ada banyak ikan yang masuk ke dalam kategori terancam punah, kamu bisa berhati-hati ketika akan mengoleksi jenis ikan tertentu. Dengan melakukan hal ini, kamu dapat membantu keberlangsungan dari-ikan-ikan tersebut agar tetap ada bagi generasi-generasi yang akan datang. Kamu bisa memastikan bahwa aktivitas kita sebagai manusia tidak merusak alam.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *