Bacaterus / Ikan Hias / Inilah 10 Jenis Ikan Hias Predator yang Unik dan Populer

Inilah 10 Jenis Ikan Hias Predator yang Unik dan Populer

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Desember 2019

Ketika mendengar kata ikan predator, apa yang terlintas di benakmu? Sepertinya kata ikan predator melekat pada hiu besar seperti yang muncul dalam film berjudul “Jaws”. Namun, adakah ikan hias yang juga merupakan ikan predator? Jawabannya ternyata ada. Ikan hias pun ternyata ada yang predator tapi ikan tersebut tetap bisa disimpan di akuarium sebagai hewan peliharaan.

Sering kali para penggemar akuarium membuat kesalahan memasukkan jenis ikan yang akan menjadi teman ikan yang sudah ada di dalam tangki. Alhasil ikan tersebut sering melawan atau membunuh ikan lain, itu terjadi ketika tanpa kamu ketahui kamu memasukkan jenis ikan predator ke dalam akuarium. Jika ingin memelihara ikan predator di akuarium, pastikan kamu membaca artikel ini.

1. Cichlids Afrika

Cichlids Afrika (Copy)

* sumber: www.fishkeepingworld.com

Jika kamu menginginkan sedikit sentuhan warna di akuarium, pastikan untuk memelihara Cichlids Afrika. Ikan ini adalah pilihan yang baik. Spesies ikan ini merupakan jenis yang berwarna. Cichlids memerlukan perawatan khusus karena ikan ini memiliki perilaku yang agresif.

Biasanya ikan Cichlids Afrika akan tumbuh sampai sekitar 20 cm dan bisa hidup sampai 15 tahun tapi ini bergantung pada jenis ikan yang kamu miliki. Cichlids Afrika merupakan jenis ikan yang sangat aktif. Hewan ini berenang di sekitar tangki seharian penuh. Jika ikan ini melihat gerakan di luar tangki akuarium, ikan ini akan mengikutinya karena mereka berpikir akan diberi makan.

Hati-hati, ikan ini bisa saja melompat dari tangki jika tanpa sengaja kamu menakutinya. Hal ini karena mereka sangat suka bergerak. Umumnya, Cichlid Afrika merupakan karnivora atau omnivora, jadi kamu harus memberi makan sesuai dengan jenisnya.

Kalau kamu berencana untuk membeli spesies Cichlid Afrika tertentu, lakukan riset dulu agar tahu cara memasang tangki dan makanan yang harus diberikan.

2. Snakehead

Snakehead (Copy)

* sumber: www.britannica.com%20

Jenis ikan ini layak menjadi sumber makanan dan telah menjadi terkenal sebagai jenis ikan yang invasif yang sengaja dilepaskan. Itu karena ikan ini menyebabkan kehancuran dalam jumlah besar dan tidak adanya musuh alami menjadikan mereka berhak berada di puncak ikan predator. Tiap sneakhead betina bisa menghasilkan sampai 15.000 telur ketika mereka bertelur.

Di banyak negara bagian Amerika Serika sejak 2002 orang yang memiliki snakehead hidup dianggap melakukan melanggar hukum. Itu karena mereka dianggap jenis ikan invasif yang merusak. Snakehead adalah ikan yang agresif dan bisa menyerang juga memakan ikan yang lebih kecil atau lebih besar di dalam akuarium.

3. Volitan Lionfish

Volitan Lionfish (Copy)

* sumber: www.reefaquarium.com%20

Jika menginginkan ikan predator yang eksotis, ikan ini adalah salah satu yang bisa kamu beli. Sirip dada panjang dan tubuh bergaris-garis membuat ikan yang juga dikenal sebagai ikan singa menjadi salah satu ikan yang paling populer yang dijual di pasaran. Volitan lionfish dapat tumbuh sampai sekitar 38 cm dan dapat memberikan pukulan keras dengan kepakan sirip punggungnya yang berbisa.

Ikan singa ini akan memakan sesuatu yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya. Mereka umumnya berasal dari Samudra Pasifik tetapi telah menjadi gangguan di daerah Atlantik. Nafsu makan yang besar berdampak buruk pada lingkungan tempat yang tidak  dikontrol oleh predator yang lebih besar.

4. Arwana

Arwana (Copy)

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id%20

Terkadang juga disebut sebagai ikan naga, arwana bisa menjadi pilihan yang pas bagi mereka yang senang ikan besar. Beberapa spesies ikan ini bisa tumbuh sampi 120 cm. Arwana bisa terlihat penuh semangat, meskipun kemudian menjadi jinak dengan bertambahnya usia makan dari jari-jari tanganmu. Ikan Arwana berasal dari asal-usul yang agak primitif, yaitu zaman Jura.

Beberapa varietas ikan arwana dijuluki  sebagai “Ikan Berulang Lidah”. Ikan arwana merupakan seekor karnivora walaupun umumnya akan memakan apa saja. Arwana Muda bisa diberi makan udang air asin beku atau hidup atau cacing hitam, bahkan ikan kecil. Bayi ikan arwana harus diberi makan mungkin 3 kali sehari sedangkan ikan yang sedang dua kali sehari, dan orang dewasa sekali sehari

Kebiasaan makan arwana akan menghasilkan banyak limbah. Jadi, kamu harus lebih memperhatikan kondisi air (Nitrit, Amonia, dan Nitrat) di akuarium. Disarankan untuk mengubah 25% menjadi 33% air setiap minggu, atau lebih baik lagi, 20% dua kali seminggu. Pastikan pH air selalu netral. Perhatikan juga suhu air karena suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan mereka lebih cepat menua.

 5. Pike Cichlids

Pike Cichlids (Copy)

* sumber: www.aquabid.com%20

Pike Cichlid tersedia dalam jenis hampir sebanyak semua ikan lain di sekitar. Begitu banyak sub spesies dari ikan ini sampai-sampai tidak pernah berakhir. Ikan ini tumbuh dengan ukuran mulai dari yang terkecil sekitar 13 cm sampai lebih kurang lebih 56 cm. Kamu harus tahu dari mana kamu mendapatkan jenis ikan pike sehingga kamu dapat memiliki tangki ukuran yang tepat.

Ikan ini seperti roket sonar di air. Jenis ikan pike di antaranya Belly Crawler dan pike Venezuela. Semua jenis ikan ini  hebat dan layak mendapatkan tempat berdasarkan bukan hanya ketepatan serangannya tapi juga karena ikan ini sangat mengagumkan.

 6. Oscar

Oscar (Copy)

* sumber: www.theaquariumguide.com%20

Oscar adalah pilihan tepat jika kamu ingin ikan yang benar-benar terlihat istimewa. Salah satu jenis Oscar yang tampak hebat adalah Tiger Oscar. Ikan ini memiliki bercak hitam dan oranye. Oscar akan tumbuh sampai kira-kira 30 cm.  Ikan ini mencapai ukuran sebesar itu dengan cukup cepat, kira-kira 2,5 cm/bulan.

Namun, Oscar cukup agresif terhadap ikan lain yang menjadi teman dalam akuarium mereka. Oleh karena itu, pilihlah jenis ikan yang akan dijadikan teman dalam tangki dengan bijak sehingga ikan tersebut tidak akan diganggu atau bahkan dimakan oleh Oscar.

Jika akan memelihara ikan Oscar, pilihan terbaiknya adalah hanya mengisi tangki akuarium ini dengan ikan Oscar saja. Dengan cara ini, ikan-ikan tersebut dapat dipastikan bisa hidup bahagia bersama. Tetapi jika kamu ingin membuat sebuah komunitas dalam tangki, pilihan yang tepat untuk jadi teman Oscar arwana, Jaguar Cichlids, Silver Dollars, Green Terrors, dan Sailfin Plecos.

7. Alligator Gar

Alligator Gar (Copy)

* sumber: animals.howstuffworks.com%20

Di Indonesia, ikan ini dijuluki sebagai ikan buaya karena memiliki moncong yang mirip dengan buaya. Alligator Gar merupakan spesies terbesar dalam keluarga gar. Ikan ini juga merupakan ikan terbesar di antara spesies air tawar di Amerika Utara. Berdasarkan sebuah laporan, ikan ini bisa tumbuh sampai kira-kira 3 meter panjangnya dan beratnya bisa mencapai hingga 159 kg.

Alligator gar relatif pasif dan tampak seperti ikan yang senang menyendiri dan bergerak lambat, tetapi mereka merupakan predator penyergap yang rakus. Ikan ini menyerbu ke depan, dan dengan gerakan menyapu, meraih korbannya dan menusuknya menggunakan dua baris gigi tajam mereka.

8. Rainbow Shark

Rainbow Shark (Copy)

* sumber: www.fishkeepingworld.com%20

Spesies ikan tropis berukuran kecil dan asli dari Thailand ini meski namanya menyeramkan tapi rainbow shark bukan hiu sungguhan. Panjang rainbow shark hanya sampai kurang lebih 15 cm dan merupakan spesies omnivora. Rainbow Shark, pada dasarnya, adalah ikan abu-abu/hitam gelap.  Sebagian area di tubuhnya berwarna oranye dan sirip punggung yang tegak, yang biasanya berwarna oranye atau merah.

Ketika sudah dewasa rainbow shark atau hiu pelangi dewasa, mereka bisa menjadi sangat teritorial dan agresif terhadap ikan lain yang hidup bersama di akuarium. Seringnya ikan ini akan merasa terancam oleh ikan yang hidup di bawah, dan hiu pelangi akan menyerang mereka, untuk memastikan wilayah mereka.

Karena ikan ini tidak tumbuh sangat besar, kamu dapat dengan mudah menemukan teman tangki yang pas untuk jenis ini. Carilah  spesies yang dapat mempertahankan diri, tapi memiliki sifat tenang, seperti Danios, Barbs, Gurame dan Rainbowfish. 

9. Bichir

Bichir (Copy)

* sumber: www.tropical-fish-keeping.com%20

Ikan ini tersedia dalam berbagai ukuran, tapi spesies yang paling umum tersedia adalah salah satu yang lebih kecil. Bichir dapat disebut sebagai “belut dinosaurus”. Ikan bichir juga tersedia dalam varietas yang jauh lebih besar jadi pastikan mencari tahu tentang ikan ini terlebih dahulu jika kamu tidak memiliki tangki akuarium yang lebih besar.

Beberapa yang bichir yang besar akhirnya bisa mencapai kira-kira 61 cm, jadi kamu akan memerlukan akuarium berukuran 200 galon untuk ikan-ikan ini. Yang lebih kecil dapat hidup dengan baik dalam tangki berukuran 55 galon. Bichir merupakan predator yang tinggal di bawah yang akan merobek makanan merobek-robek makanan yang besar jika mereka tidak bisa menelannya.

Mereka melakukan serangan seperti alligator roll. Bichir juga menghirup udara jadi kamu akan melihat mereka melesat ke permukaan untuk menghirup udara dari waktu ke waktu.

10. Red Tailed Shark

Red Tailed Shark (Copy)

* sumber: bluegrassaquatics.com%20

Hiu ekor merah atau red tailed shark juga bukan benar-benar hiu. Sirip punggung hiu ekor merah tampak sangat mirip dengan sirip punggung Rainbow Shark. Satu-satunya yang membedakan mereka adalah warna hitamnya. Kebanyakan ikan ini memiliki tubuh dengan warna abu-abu gelap atau hitam dengan ekor berwarna merah cerah.

Satu-satunya bagian tubuh yang berwarna lain adalah ekornya yang bercabang. Dari situlah nama itu berasal. Saat masih muda, ikan ini merupakan ikan yang cukup pemalu, dan mereka akan bersembunyi dari yang lain. Namun, ketika dewasa, ikan ini menjadi teritorial, seperti rainbow shark.  Tidak akan menggigit atau memukul ikan lain, tapi red tailed shark akan mengejar sampai mereka kelelahan.

Ternyata ikan hias tak semuanya ikan yang lucu-lucu penuh warna. Ada juga ikan hias yang ternyata predator atau buas. Apakah kamu tertarik untuk memelihara jenis ikan ini di akurariummu?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *