Bacaterus / Fakta Ikan / 13 Jenis Ikan Asli Indonesia yang Sudah Dikenal Luas

13 Jenis Ikan Asli Indonesia yang Sudah Dikenal Luas

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia merupakan rumah bagi berbagai jenis spesies ikan, yang mayoritas jenisnya adalah spesies asli. Negara kita sudah mengambil langkah-langkah untuk pelestarian ikan endemik yang menghadapi kepunahan karena pembiakan spesies asing di perairan Indonesia.

Pemerintah Indonesia sudah menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengekang pengaruh ikan asing di perairan kita. Usaha pemerintah tersebut termasuk penerbitan arahan yang mengawasi pengendalian spesies invasif.

Spesies ikan yang ada di Indonesia bervariasi dalam ukuran, perilaku, dan penampilan. Beberapa ikan tersebut contohnya Sea bream perak, hiu harimau, dan naga merah. Selain ikan-ikan itu, ada ikan lainnya yang juga asli Indonesia. Ikan apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut.

1. Silver Sea bream

Silver Sea bream

Di luar Indonesia, ikan yang memiliki nama latin Pagrus auratus bisa juga ditemukan di sepanjang pantai Selandia Baru, Australia dan kepulauan Tasmania. Silver Sea bream lebih suka bertelur di perairan yang kedalamannya tak lebih dari 50 meter.

Ikan dewasa bisa ditemukan di kelompok yang besar. Ikan jenis ini hidup di daerah berbatu dan karang setinggi kira-kira 200 meter, yang menjadi tempat bermigrasi. Ikan yang lebih besar bisa ditemukan di muara dan pelabuhan.

Ikan-ikan ini tumbuh sampai panjang 30 sentimeter dan pada tahap itu ikan sudah mencapai kematangan seksual. Silver bream bisa hidup sampai 40 tahun. Saat sudah mencapai kedewasaan seksual, sebagian kecil jantan berubah menjadi betina, sementara ikan dewasa dengan dua jenis kelamin akan memiliki benjolan di kepala.

2. Seluang

Seluang

Ikan seluang mirip dengan ikan belida. Ikan ini umumnya banyak ditemukan di Sungai Musi, di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Namun ikan ini juga bisa ditemukan di negara Asia lainnya, seperti Singapura dan Malaysia. Di negara tersebut umumnya orang-orang menyimpan Ikan Seluang di tangki akuarium sebagai ikan hias.

Berbeda dengan orang-orang di Sumatera Selatan dan bagian lain dari Sumatera, contohnya Jambi, mereka mengkonsumsi ikan Seluang sebagai lauk. Biasanya jenis ikan ini akan dimasak menggunakan santan atau dibungkus dengan menggunakan daun pisang.

3. Arwana, Bonytongue Asia

Arwana, Bonytongue Asia

Asian Bonytongue alias Dragonfish atau orang banyak mengenalnya dengan nama Ikan Arwana, pada tahun 2009 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan diklasifikasikan sebagai spesies ikan langka. Sebenarnya, ikan jenis ini tidak bisa dikonsumsi sebagai lauk, sebaliknya ikan ini justru bisa dipelihara di akuarium air tawar.

Ikan air tawar ini merupakan salah satu spesies ikan tertua. Sebagian besar ikan Asian bonytongue umumnya ditemukan di Palembang, Lampung, Bangka-Belitung, Riau juga Kalimantan Barat. Ikan ini dibagi menjadi empat varian berdasarkan warnanya; merah, hijau, emas dengan ekor emas dan merah. Ikan yang berwarna hijau Asia ditemukan di Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar dan Vietnam.

Arwana Asia merah biasa ditemukan di Indonesia. Sementara itu ikan arwana Asia yang memiliki warna emas dengan ekor berwarna merah, hanya bisa ditemukan di Indonesia. Ikan arwana Asia berwarna emas terakhir bisa ditemukan di Malaysia.

4. Hiu Macan

Hiu Macan

Hiu Macan  atau nama Latinnya Galeocerdo cuvier merupakan salah satu hiu terbesar di dunia. Hiu ini bisa tumbuh sampai tiga meter dan bisa ditemukan di perairan Indonesia. Nama ikan ini berasal dari tanda garis vertikal khas yang membentang di sepanjang tubuhnya.

Hiu harimau diklasifikasikan sebagai spesies Hampir Terancam Punah pada Daftar Merah Konservasi Alam (IUCN). Hiu macan dewasa warnanya hijau kebiruan dan juga memiliki bentuk tubuh yang khas dengan kepala lebar dan bagian atasnya menjadi ramping ke arah ekor.

Hiu macan adalah jenis ikan pemburu malam hari dengan skop makanan yang luas, seperti krustasea, kura-kura, burung, cumi-cumi dan ikan. Ikan ini toleran terhadap berbagai lingkungan laut dan bisa ditemukan di muara, pelabuhan, dan dekat inlet.

5. Wader Goa

Wader Goa

Ikan Wader goa memiliki nama Latin Puntius microps. Goa Wader Fish merupakan jenis ikan  jenis penyerang endemik dari Pulau Jawa. Ikan purba ini dinamai ikan gua karena biasanya ikan ini ditemukan di gua. Pada dasarnya ikan Gua Wader ini hidup di badan air di gua yang gelap. Menurut penelitian, penglihatan ikan ini tidak aktif atau bisa dikatakan bahwa ikan ini buta.

6. Giant Snakehead

Giant Snakehead

Dengan nama Latin Channa micropeltes, ikan Giant Snakehead mampu tumbuh sampai 1,3 meter dan beratnya kira-kira 20 kilogram. Ikan jenis ini berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja juga Vietnam.

Di Indonesia, ikan ini dapat ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatra. Panjang Giant Snakehead bisa sampai 6 kaki atau kira-kira 1.82 meter. Ikan ini dikenal dapat membunuh lebih banyak ikan dibandingkan yang bisa dikonsumsi dan bisa berbahaya bagi spesies asli di tempat lain.

Giant Snakehead mempunyai tubuh seperti belut dengan kepala yang sebagian besarnya adalah mulut. Giant Snakehead yang muda mempunyai warna bervariasi dari oranye, merah dan hitam yang memudar sejalan dengan berjalannya waktu.

7. Hiu Kalimantan

Hiu Kalimantan

Hiu Kalimantan atau nama Latinnya Carcharhinus borneensi, di Indonesia bisa ditemukan di sekitar Pulau Kalimantan seusai dengan namanya. Selain itu, ikan ini juga bisa ditemukan di perairan pantai dekat Mukah di wilayah barat laut Pulau Kalimantan.

Jenis hiu ini adalah hiu yang sangat langka dan diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah. Ikan hiu ini biasanya hidup di perairan pantai yang dangkal dan ancaman utama keberadaannya adalah manusia yang sering memancing mereka.

Tubuh hiu ini memiliki tanda berupa moncong panjang runcing, lubang hidung sempit, tubuh kurus, dan serangkaian pori-pori di sekitar mulut yang unik untuk genus ini.

8. Red Dragonet

Red Dragonet

Ikan Red Dragonnet atau Foetorepus altivelis merupakan ikan asli perairan Samudra Hindia dan sebagian besar dijumpai di beberapa negara Asia Tenggara. Ikan ini bisa ditemukan di kedalaman antara 60 meter dan 700 meter.

Spesies jantan ikan ini bisa tumbuh sampai panjang 17 cm sedangkan betina tumbuh sampai 13 cm. Red Dragonet merupakan spesies penting untuk tujuan komersial perikanan lokal.

9. Selusur Maninjau Balitora

Selusur Maninjau Balitora

Selusur Maninjau Balitora memiliki nama Latin Homaloptera gymnogaster. Ikan Homalopterula gymnogaster merupakan jenis ikan bersirip yang termasuk ke dalam genus Homalopterula. Kalau kamu penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang ikan ini, baca tentang Sejarah Danau Toba dan Legendanya.

Ikan Selusur Maninjau merupakan ikan langka yang dilindungi oleh pemerintah setempat karena spesiesnya telah berkurang. Jenis ikan ini bisa ditemukan di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia.

10. Jelawat

Jelawat

Ikan jelawat merupakan ikan yang berasal dari Indonesia. Ikan Jelawat terutama biasa ditemukan di sungai-sungai di Sumatra dan Kalimantan. Jelawat merupakan jenis ikan yang juga ditemukan di Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

Orang menyukai makan ikan jelawat karena ikan ini mudah ditemukan. Resep paling populer untuk ikan jelawat adalah ikan jelawat kukus dari Pontianak, Kalbar.

11. Belida

Belida

Ikan Belida merupakan ikan air tawar yang asalnya dari Sungai Musi di Provinsi Sumatra Selatan. Selain di Sumsel, ikan Belida juga bisa ditemukan di Kalimantan, Jawa, dan bagian lain Sumatera. Biasanya, orang-orang di Sumatra Selatan menggunakan ikan belida sebagai bahan dasar pempek, yaitu makanan khusus dari Sumatera Selatan, juga kemplang, yaitu sejenis kerupuk ikan.

12. Angel Shark Indonesia

Angel Shark Indonesia

Nama Latin ikan ini adalah Squatina legnota. Ikan ini merupakan spesies langka angel shark, famili Squatinidae. Hal ini diketahui dari beberapa spesimen yang dikumpulkan dari area pendaratan ikan di Indonesia selatan.

Diperkirakan ikan ini mendiami perairan dalam lereng benua. Angel shark Indonesia bisa mencapai panjang setidaknya 1,34 m. Spesies ini mempunyai bentuk rata seperti ikan ray dan ekor dan sirip ekor yang berkembang dengan baik.

Hal ini ditandai dengan tidak adanya pinggiran di hidung dan duri di garis tengah punggungnya.  Juga, punggung yang berwarna abu-abu yang relatif polos dilengkapi dengan pelana berwarna gelap di bawah pangkal sirip punggung dan margin hitam di daerah bawah sirip dada.

13. Ikan Terubuk

Ikan Terubuk

Nama Latin ikan ini adalah Tenualosa Macrura. Ikan purba ini asalnya dari Riau khususnya di Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan informasi dari para peneliti, populasi ikan ini menurun bahkan ikan ini terancam punah. Ikan juga juga termasuk jenis hermafrodit sesudah 6 bulan, ikan mulai berubah jadi betina.

Selain di daerah Bengkalis, ikan ini juga bisa ditemui di Sungai Mekong Vietnam, Sarawak Malaysia, Cina, Laut Arab hingga Bangladesh. Ikan ini memiliki gaya hidup yang unik. Sebagai ikan yang bermigrasi, ikan ini besar ada di laut.

Namun ketika pemijahan, ikan ini akan pindah ke muara. Sesudah mencapai usia 30 hari, ikan-ikan ini akan pergi ke laut kemudian kembali ke muara seperti induknya.

Nah, itulah ikan-ikan yang berasal dari perairan Indonesia. Ikan-ikan ini sebagian termasuk pada kategori ikan langka sehingga dilindungi keberadaannya oleh pemerintah. Dari 13 jenis ikan asli Indonesia itu, mana yang sudah kamu ketahui?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *