Bacaterus / Serba Serbi / 10 Ide Bisnis untuk Mahasiswa yang Mudah dan Sederhana

10 Ide Bisnis untuk Mahasiswa yang Mudah dan Sederhana

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 November 2018

Beberapa tahun terakhir, tren berbisnis semakin menjamur. Orang-orang mulai mencoba untuk berbisnis sedini mungkin. Nggak ada lagi patokan umur dalam memulai bisnis. Bahkan ada yang berbisnis sejak masih duduk di bangku sekolah.

Awalnya mungkin karena penasaran, selain kebutuhan tentu saja. Kita ingin tahu kalau sebenarnya kemampuan kita dalam mencari uang lewat bisnis, terutama mahasiswa yang waktunya lebih fleksibel dari anak sekolah atau karyawan.

Pemilihan waktu yang sangat pas kalau kamu yang mahasiswa ingin mencoba peruntungan dengan berbisnis, terutama kalau kamu nggak punya tanggungan apa-apa. Pahitnya, kalau kamu gagal kerugiannya nggak akan terlalu besar. Pertanyaannya besarnya, bisnis apa yang cocok untuk mahasiswa?

Ada banyak produk yang bisa dipilih. Ini proses yang begitu membingungkan untuk siapapun yang ingin memulai berbisnis. Terlalu banyak pilihan malah bikin kamu enggan. Untuk menyikapi itu, ada hal-hal yang layak kamu pertimbangkan.

10 Ide Bisnis untuk Mahasiswa

1. Agen Pulsa

* sumber: unsplash.com

Hari ini pulsa terlanjur menjadi kebutuhan pokok. Pasarnya sudah jelas ada dan besar. Kamu bisa memulai dengan menargetkan teman-teman kampus kamu sebagai konsumen. Kendalanya, mungkin sebagian dari mereka agak susah ditagih.

2. Makanan Ringan

* sumber: unsplash.com

Mahasiswa suka ngemil, kan? Nggak perlu ambil untung terlalu besar, usahakan harga jualnya terjangkau biar terjangkau sama teman-teman kampus kamu. Kalau teman-teman kampus kamu suka dan beli, itu bisa jadi energi buat kamu naik ke kelas yang lebih tinggi

3. Skill

* sumber: unsplash.com

Ini buat kamu yang punya keterampilan khusus. Jago gambar? Jago motret? Manfaatkan keterampilan yang kamu punya itu. Modal yang dikeluarkan nggak akan besar, mungkin juga kamu sudah punya sebagian alat-alat yang dibutuhkan.

4. Jasa Print

* sumber: unsplash.com

Ini yang dilakukan seorang teman penulis semasa kuliah, sebuah pilihan yang jenius dan laku keras. Kenapa? Karena teman-teman yang butuh print tugas tinggal pesan lewat surel lalu mengambil pesanan keesokan harinya di kampus. Patut dicoba dan nggak terlalu sulit.

5. Reseller

* sumber: unsplash.com

Model bisnis seperti ini agak ringan, karena kamu nggak perlu pusing urusan produksi. Kamu cuma perlu mencari bandar yang menyediakan produk yang kamu inginkan, membelinya untuk stok, lalu menjualnya kembali dengan harga jual yang kamu tentukan sendiri.

6. Dropship

* sumber: unsplash.com

Modalnya nyaris nol. Kamu cuma perlu mencari pembeli. Stok barang, pengemasan, sampai pengiriman dikerjakan oleh penyedia produk yang kamu pilih. Produknya juga beragam, kamu bisa cari di internet perusahaan yang menerima dropshipping.

7. Print on Demand

* sumber: unsplash.com

Hampir sama seperti dropship, namun dibutuhkan keterampilan mendesain. Singkatnya, kamu cuma tinggal menyiapkan sebuah desain yang nantinya akan dicetak ke dalam berbagai produk, seperti kaus, gelas, jam dinding dan lain-lain. Skalanya luas, dari lokal sampai ke internasional. Nggak sulit buat cari informasi soal ini, kamu cuma perlu menggerakan jari.

8. Jasa Titip

Jasa Titip

* sumber: unsplash.com

Kamu cuma perlu meluangkan waktu dan tenaga karena pembelian barang ditanggung oleh konsumen. Model bisnis seperti permintaannya semakin meningkat. Banyak konsemen yang ingin membeli barang tetapi nggak ada di daerah tempat tinggalnya. Cukup aman karena kamu nggak perlu keluar modal untuk menyetok. Kamu cuma perlu memotret produknya saja.

9. Pre-Order Stuff

* sumber: unsplash.com

Singkatnya, kamu cuma butuh ide, kemudian memasarkan ide tersebut guna menarik perhatian pembeli. Umumnya dibayar di muka, jadi kamu nggak perlu menanggung biaya produksi. Kesulitannya, pastikan produknya benar-benar bagus dan layak ditunggu sehingga konsumen rela menunggu.

10. Jasa Impor

* sumber: unsplash.com

Ini pilihan yang menyenangkan buat kamu yang suka barang-barang impor, entah itu sepatu, mainan, atau alat elektronik. Banyak orang terlalu malas mengurus pembelian barang dari luar negeri sehingga jasa impor barang sangat dibutuhkan oleh mereka.

Tips Mencari Ide Bisnis

tips ide bisnis

Mungkin 10 ide tadi terlalu mainstream atau kurang cocok untuk kamu, kalau begitu kamu bisa mencari ide bisnis sendiri. Untuk dapat menemukan ide bisnis yang cocok, kamu bisa terapkan beberapa tips mencari ide bisnis berikut ini:

1. Mulai dari yang Terkecil

Ini syarat yang seharusnya menjadi mutlak, bahkan meskipun kamu mampu memulai dengan skala yang besar. Dalam arti, kamu punya kemampuan untuk mengeluarkan modal dalam jumlah besar.

Mulai dengan yang terkecil, apapun itu. Bukan cuma dalam urusan modal, tetapi juga semua hal yang berhubungan dengan bisnisnya. Produknya, target pasarnya, sampai ke waktu yang kamu habiskan untuk berbisnis. Mulailah sekecil-kecilnya, karena kalau kamu serius ingin berbisnis, kamu perlu belajar sampai ke remah-remahnya. Kalau skalanya kecil, kamu bisa mempelajari semua aspek dengan baik. Itu penting untuk bekal kamu naik kelas di kemudian hari.

2. Cari yang Mudah Dijual

Mungkin kamu memikirkan produk-produk keren yang unik, penuh inovasi, mengundang decak kagum. Itu bagus, tetapi yang harus diingat adalah semua itu butuh waktu dan proses yang nggak mudah.

Kalau kamu baru memulai, mulailah dengan produk yang mudah dijual. Dari sana kamu bisa mempelajari esensi dari jual beli secara langsung. Mungkin kamu akan menemukan beragam perbedaan dari teori yang sebelumnya kamu baca dari sumber manapun. Mencari produk yang mudah dijualpun mengurangi risiko kerugian. Tujuan utamanya supaya kamu merasakan dan beradaptasi dengan peran baru kamu sebagai seorang pebisnis.

Dengan begitu, kamu jadi bisa mempelajari dan menentukan sikap bagaimana seharusnya penjual berhadapan dengan seorang pembeli. Pasti ada yang berbeda, mana kamu yang menjadi mahasiswa dengan kamu yang menjadi seorang penjual untuk para pembeli produkmu.

Bukan masalah kalau produk kamu nggak unik, nggak mendapatkan sorotan khusus, karena kamu harus merasakan dulu seperti apa dunia bisnis yang sebenarnya. Setelah itu, baru kamu bisa naik kelas dengan mencari produk-produk lain yang keren, yang lebih susah dijual tetapi sangat menguntungkan.

3. Menguasai Sebelum Menjual

Kalau kamu belum menguasai produknya, jangan coba-coba menjualnya. Kamu punya waktu untuk mempelajari produk itu dulu sebelum kemudian menjual. Menguasai produk bisa dilakukan melalui riset yang serius, jangan pelit meluangkan waktu untuk itu. Kalau kamu cukup menguasai produknya, itu akan menurunkan risiko penipuan.

Minimal kamu bisa membedakan dan mempunya ukuran sendiri tentang produk yang bagus dan produk yang buruk, karena produk itu pula yang akan menjelaskan keseriusan kamu dalam berbisnis. Kalau produk yang sampai ke pelanggan buruk, integritas kamu sebagai seorang pebisnis dipertaruhkan.

Untuk mempermudah kamu melalui proses ini, mulai dengan yang paling dekat dengan diri kamu sendiri. Kalau kamu suka jajan, kamu bisa memilih bisnis kuliner. Minimal, kamu punya lidah yang bisa diandalkan untuk menilai.

Sekarang coba simak sebuah contoh nyata penerapan teori di atas untuk masalah pemilihan produk. Di sebuah PTS swasta terkenal di Bandung, mahasiswa FE diberi tugas dalam mata kuliah kewirausahaan untuk berbisnis. Mereka dibagi kelompok dan diberi kebebasan memilih bisnis apapun yang mereka inginkan.

Sebagaimana anak muda pada umumnya, mereka berlomba-lomba membuat produk yang unik, keren, visioner, apapun istilahnya. Waktunya satu semester penuh, di akhir semester mereka harus mempersentasikan hasil bisnis mereka lengkap dengan laporan keuangannya.

Kurang lebih 90% membuat produk sendiri yang mereka pikir unik. Kebanyakan produk sandang, seperti aksesoris dan pakaian, ada juga produk makanan kekikinian. Secara produk, nggak mengecewakan tetapi apakah mereka untung? Kebanyakan merugi.

Dari sekian banyak yang merugi, ada satu kelompok yang mendapatkan keuntungan besar. Menjadi kelompok terbaik karena berhasil mendapatkan untung paling besar. Produk apa yang mereka jual? Es teh manis.

Produknya sederhana, nggak butuh modal besar, dan nggak sulit dijual. Margin keuntungannya mungkin nggak bisa terlalu besar tetapi perputaran uangnya berlangsung sangat cepat karena setiap hari ada transaksi jual beli. Berbeda dengan produk yang lebih besar, seperti aksesoris atau pakaian yang belum tentu setiap hari ada transaksi.

Sampai di sini, sudah mulai terbayang produk apa yang cocok untuk kamu jual sebagai langkah awal? Kamu punya waktu untuk mempertimbangkan. Ayo kumpulkan rasa percaya diri kamu lalu mulai bisnis kamu selekas mungkin. Semakin lama kamu menunggu waktu yang tepat, semakin banyak waktu yang terbuang.

Ada yang sudah memulai? Kamu boleh berbagi di kolom komentar, siapa tahu kamu bertemu dengan teman seperjuangan atau malah rekan bisnis kamu di sana. Kamu juga boleh bertukar pengalaman, saling menginspirasi adalah hal yang wajar dilakukan oleh sesama pebisnis.

Selain mahasiswa, mungkin beberapa ibu rmah tangga juga membutuhkan ide untuk bisnis menambah penghasilan. Nah, kalau kamu salah satunya, bisa baca artikel 10 Ide Bisnis untuk Ibu Rumah Tangga yang simpel dan nggak ribet ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

I’m not a good writer, I just trying so hard to be.

Leave A Comment