Bacaterus / Misteri Dunia / 10 Hukuman Mati Paling Sadis di Dunia Ini Bikin Merinding!

10 Hukuman Mati Paling Sadis di Dunia Ini Bikin Merinding!

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 Januari 2019

Sejak jaman dulu sampai jaman modern sekarang ini, setiap Negara telah memiliki sistem hukuman mati untuk siapa saja yang melanggar hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, perbedaan hukuman mati yang dilaksanakan disetiap wilayah berbeda-beda. Bahkan ada beberapa hukuman mati paling sadis di dunia.

Setiap wilayah, setiap jaman memiliki hukuman mati berbeda-beda. Bahkan di jaman dulu sistem hukuman mati yang diterapkan bisa dikatakan lebih sadis dan tidak manusiawi. Orang-orang yang dihukum mati pada jaman dulu benar-benar harus merasakan sakit yang sangat berlebih dengan proses yang lama pula.

Namun, tak jarang juga hukuman mati digunakan di setiap adat bukan hanya Negara saja. Ada beberapa adat di beberapa Negara yang menerapkan sistem hukuman mati paling sadis dan bahkan mungkin bikin Anda ngeri untuk melihat atau membayangkannya. Berikut ada 10 hukuman mati paling sadis di dunia sepanjang masa yang akan dibahas bacaterus.

10 Hukuman Mati Paling Sadis di Dunia Ini Bikin Merinding!

1. Ling Chi

ling chi hukuman mati paling sadis

Ling Chi adalah hukuman mati paling sadis dan yang pernah diterapkan di China pada tahun 900. Hukuman mati ini akhirnya berakhir dan dianggap terlalu sadis di tahun 1905. Ling Chi akan diterapkan bagi siapa saja yang berkhianat dan melakukan pembunuhan saudara.

Orang yang melakukan pengkhianatan dan pembunuhan saudara akan diikat di kayu, biasanya dilakukan ditempat umum seperti lapangan kota. Setelah itu, tubuh orang yang bersalah ini akan diiris dengan pisau tajam sedikit demi sedikit, awalnya hanya bagian dada saja, lalu akan diiris dibagian tubuh lainnya.

Setelah bagian dada selesai, maka ia akan memutilasi orang yang dihukum, memotong telinganya, hidungnya, sampai alat kelaminnya. Setelah 10-20 menit, orang tersebut akan dipenggal atau ditusuk pada bagian jantung.

2. Flaying

flaying

Flaying adalah salah satu metode eksekusi hukuman mati paling sadis dengan cara menguliti pelaku kejahatan. Hukuman mati ini salah satu yang paling sadis dan paling mengerikan, pasalnya orang yang akan dihukum mati akan dikuliti hidup-hidup. Bayangkan betapa tersiksa dan rasa sakit karena dikuliti.

Hukuman ini biasanya diterapkan untuk para pejabat yang korup. Flaying populer diterapkan di jaman klasik. Salah satu Negara yang pernah menerapkan hukuman ini yaitu Suku Aztec Mexico.

3. Boiling

boiling

Metode eksekusi boiling adalah hukuman mati paling sadis dengan cara merebus orang yang akan dihukum mati. Ada dua cara dalam metode boiling ini. Pertama pelaku direbus di dalam kuali air mendidih dan yang kedua pelaku direbus dengan minyak yang mendidih.

Terkadang sang algojo memilih kuali yang kecil agar air atau minyak lebih cepat mendidih. Sang pelaku kejahatan yang menerima hukuman ini, biasanya akan dicelupkan pada bagian kepalanya terlebih dahulu. Proses hukuman mati ini cukup lama dan amat sangat menyakitkan.

Negara yang pernah menerapkan sistem boiling ini yaitu Negara Jepang. Selain di Jepang, Negara Rusia dan Eropa pernah menerapkan metode hukuman sadis ini ribuan tahun yang lalu.

4. Hanged, Drawn, and Quartered

Hanged Drawn and Quartered

Hukuman ini adalah eksekusi mati yang paling menyakitkan dan hukuman mati paling sadis yang pernah terjadi di Negara Inggris pada pertengahan abad silam. Algojo akan menggantung, menarik, dan memotong-motong bagian tubuh pelaku kejahatan.

Orang yang mendapatkan hukuman ini adalah pelaku kejahatan tingkat tinggi di Inggris. Namun, pada tahun 1814, metode hukuman mati Hanged, Drawn, and Quartered dihapuskan setelah menyebabkan kematian bagi ratusan atau mungkin ribuan jiwa.

Proses pelaksana hukuman mati paling sadis ini ada tiga proses, pertama sang pelaku akan diseret, ia akan ditempatkan di kayu kemudian diseret dengan kuda. Kedua, setelah sang pelaku diseret mereka akan digantung, namun pelaku kejahatan tetap dibiarkan hidup dengan keadaan sekarat. Dan terakhir, ia akan dipotong-potong menjadi empat bagian.

5. Impalement

implament

Impalement adalah salah satu metode hukuman mati paling sadis yang pernah diterapkan pada jaman Yunani Kuno, di kerajaan Neo Asiria, serta kerajaan Romawi. Hukuman ini sangat menyakitkan bagi sang pelaku.

Pasalnya, pelaku kejahatan yang terkena hukuman mati ini akan ditusuk oleh benda tajam seperti tombak ataupun kayu panjang yang mana ujung kayu tersebut sudah ditajamkan atau dilancipkan.

Pelaku kejahatan akan dilucuti bajunya lalu ia akan diikat kaki dan tangannya. Setelah itu proses hukuman ini dilakukan dengan cara menusukan kayu atau tombak yang telah disediakan ke dubur, mulut, atau kemaluan.

6. Digergaji

digergaji

Hukuman mati paling sadis dan juga menyakitkan bagi para pelaku dilakukan dengan cara digergaji. Hal ini diterapkan di Eropa pada pertengahan abad yang lalu. Sesuai dengan sebutan hukuman ini, maka sang pelaku akan digergaji secara hidup-hidup.

Pertama sang pelaku akan digantung dengan posisi terbalik dimana kaki diatas dan kepala berada dibawah. Ia akan digantung di kayu atau di pohon. Lalu sang algojo akan menggergaji pelaku mulai dari dubur sampai ia terbelah menjadi dua bagian.

Perlu Anda ketahui, karena pelaku yang dihukum mati digantung dengan cara terbalik, hal itu membuat aliran darahnya mengalir deras menuju otak dan menjadikannya tetap hidup. Bisa Anda bayangkan bagaimana pelaku menahan sakit selama beberapa jam.

7. Catherine Wheel

Catherine Wheel

Catherine wheel atau roda kartin juga biasa disebut dengan roda dosa. Metode hukuman mati ini adalah salah satu yang paling mengerikan, hukuman paling sadis, dan juga menyakitkan bagi sang pelaku kejahatan. Hal ini pernah dilakukan di beberapa Negara seperti Prancis, Jerman, Denmark, Swedia, Rumania, Amerika Serikat, dan Rusia.

Sang pelaku akan diikat diatas roda dan akan dipukul-pukul oleh sang algojo dengan menggunakan gada atau palu besar sampai tidak bernyawa lagi. Ada juga yang mengikat pelaku di atas roda, lalu sang algojo akan memutar rodanya sampai badan sang pelaku hancur lebur dan akhirnya tak bernyawa.

8. Ditarik menjadi empat bagian

Hukuman mati paling sadis kini datang dari Negara Inggris di abad pertengahan. Hukuman mati ini akan dikenai oleh siapapun yang melakukan pengkhianatan Negara. Pelaku akan diikat kedua kaki dan tangannya kemudian ia akan ditarik dengan berlawanan arah.

Setelah badan terpotong-potong, maka sang pelaku akan dimutilasi di tengah-tengah kerumunan masyarakat. Tidak hanya itu, ia juga akan mengeluarkan isi perut pelaku, dikebiri, lalu akan ditaruh bagian badannya yang telah terpotong-potong akan diletakkan di berbagai keramaian pusat kota.

9. Mengeluarkan isi perut

mengeluarkan isi perut

Di Jepang juga pernah menerapkan hukuman paling sadis yaitu dengan cara mengeluarkan isi perut sang pelaku. Pelaku yang dinyatakan bersalah harus memilih apakah mereka ingin mengeluarkan isi perutnya sendiri atau dibantu oleh orang lain.

Untuk organ seperti jantung dan paru-paru akan dikeluarkan di bagian akhir. Mereka memiliki kepercayaan jika jantung dan paru-paru dikeluarkan di akhir maka arwah sang penerima hukuman mati tidak akan penasaran.

10. Garrote

Garrote

Hukuman paling sadis Garrote merupakan hukuman yang dilakukan dengan cara mencekik terdakwa. Mereka akan mencekik terdakwa dengan menggunakan sebuah alat yang terbuat dari besi. Hukuman ini pernah diterapkan di Negara Spanyol dan Andora.

Bentuk dari alat ini berupa tempat duduk dan memiliki bagian sandaran pada bagian atasnya. Nah sandaran inilah yang menjadi alat sebagai pencekik terdakwa. Nantinya alat ini akan diputar untuk mematahkan leher sang terdakwa. Untungnya karena ini merupakan hukuman mati paling sadis, maka hukuman ini telah dihapuskan.

Berikut tadi adalah 10 hukuman mati paling sadis di dunia sepanjang masa. Apakah Anda mengganggap ini sangat sadis?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar