bacaterus web banner retina

10 Hidangan Ramadhan Khas Turki yang Otentik dan Berempah

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 2 April 2021

Tradisi Ramadhan di Turki, tidak terlalu jauh berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Saat kegiatan di siang hari rasanya berjalan lambat, bagi para ibu justru sebaliknya. Mereka sudah sibuk berbelanja sejak pagi agar hidangan istimewa untuk berbuka bisa tersaji. Suasana di pasar-pasar Turki saat Ramadhan cukup ramai.

Seperti pasar di Indonesia yang banyak menyediakan kolang-kaling atau timun suri, para pedagang di pasar-pasar Turki juga punya bahan baku yang laku keras selama Ramadhan. Bahan baku tersebut antara lain sucuk (sejenis sosis pedas kering), pastirma, zaitun, manisan untuk membuat sherbet, buah-buahan kering untuk dibuat kolak, dan lembaran güllaç,

Selain bahan-bahan tersebut, tepung, keju khas Turki, susu, buah-buahan kering, sayuran dan daging juga laris diborong. Setelahnya, para ibu sibuk menyiapkan kudapan untuk berbuka. Saat Maghrib tiba, meja sudah penuh dengan aneka hidangan. Kira-kira apa saja hidangan Ramadhan khas Turki yang biasa disajikan saat Ramadhan? Berikut informasinya!

1. Ramazan Pidesi

Ramazan Pidesi

Hidangan Ramadhan khas Turki yang satu ini berupa roti dengan aksen anyaman di bagian atas. Ia merupakan salah satu makanan Turki yang lezat dan banyak dikonsumsi selama Ramadhan. Keberadaan Ramazan Pidesi semakin kondang karena roti ini kerap disajikan dengan berbagai hidangan, baik untuk sahur atau berbuka.

Semewah apapun hidangan lain disajikan, jika tanpa Ramazan Pidesi, akan terasa kurang. Toko-toko roti di Turki juga akan sibuk membuat roti ini. Biasanya roti akan tersaji hangat pada sore hari. Antrian saat membeli Ramazan Pidesi akan membuat Anda kaget karena maklum saja, roti ini hanya dapat ditemukan saat Ramadhan tiba.

Ramazan Pidesi jenis roti yang lembut yang dibuat secara manual. Jika Anda penasaran dengan rasanya, bisa lho membuatnya sendiri. Pada dasarnya, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat roti anyam ini sama dengan resep roti pada umumnya, yakni terigu, ragi instan, air hangat, susu hangat, butter, minyak zaitun, gula, garam, kuning telur, plain yogurt, biji wijen dan biji nigella.

2. Gözleme

GözlemeSumber: taste.com.au

Masyarakat Turki di kawasan Anatolia dan Rumelia, punya kebiasaan bersantap sahur menggunakan Gözleme. Para ibu sudah membuat adonan sejak malam dan menyajikannya secara hangat saat sahur tiba. Gözleme sendiri merupakan roti tipis khas Turki yang diisi dengan daging, sayuran, jamur, kentang, keju, rempah-rempah dan bumbu. 

Bahan-bahan untuk membuat roti ini hanya tepung, garam dan air yang kemudian diadoni lalu dipanggang. Dinamakan Gözleme karena ia berasal dari kata közleme yang berarti memanggang atau memasak di atas bara api. Mulanya, Gözleme dikonsumsi sebagai menu sarapan atau camilan.

Di akhir abad ke 20, ia menjadi salah satu pilihan makanan cepat saji di Turki hingga akhirnya menjadi menu sahur wajib bagi masyarakat di Anatolia dan Rumelia. 

3. Börek (Daerah Anatolia dan Rumelia) 

Börek (Daerah Anatolia dan Rumelia)Sumber: greatbritishchefs.com

Satu lagi hidangan Ramadhan khas Turki yang hanya ditemukan atau menjadi tradisi santap sahur di wilayah Anatolia dan Rumelia, yaitu Börek. Ia masih keluarga roti-rotian, tapi tergolong roti kering yang dimasak dengan cara dipanggang. Di bagian dalam terdapat isian berupa daging.

Pada umumnya, Börek disiapkan di sebuah wajan besar dengan taburan biji wijen atau biji nigella. Setelah matang ia dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disantap bersama-sama.

Sebenarnya nama Börek dipakai untuk aneka hidangan yang menggunakan yufka sebagai bahan utamanya. Yufka sendiri adalah roti yang tidak menggunakan ragi sehingga sangat tipis (tidak mengembang dan kering). Yufka bukan hanya terkenal di Turki melainkan juga di negara lain seperti Albania dan Arab. 

Di Turki, Börek tersaji dalam berbagai variasi, antara lain Su böreği dan Sigara böreği. Su böreği  yaitu yufka yang direbus dengan keju, daging, bawang, saus tomat dan peterseli. Sebelum direbus, lapis per lapis yufka diolesi terlebih dahulu menggunakan minyak. Sementara itu Sigara böreği adalah yufka yang digulung tipis dengan isian sosis atau daging, keju, kentang, peterseli, sayuran dan rempah.

4. Süzme Mercimek Çorbası

Süzme Mercimek ÇorbasıSumber: craftlog.com

Masyarakat Turki punya kebiasaan menyantap aneka hidangan yang ringan saat mengawali berbuka puasa. Salah satu hidangan ringan yang umumnya disajikan adalah sup. Sup dihidangkan secara hangat, ditemani oleh roti dan segelas air. Sajian semacam itu sudah dianggap cukup sebagai menu pembuka.

Jenis sup yang menjadi kegemaran masyarakat Turki untuk berbuka puasa cukup banyak. Satu di antaranya adalah Süzme Mercimek Çorbası. Sederhananya ia adalah Sup Miju Miju atau Sup Kacang Lentil (kacang merah kecil). Bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya antara lain red lentil, kaldu ayam, air, bawang bombay, kentang, wortel, sesendok makan terigu, butter, minyak sayur garam dan lada hitam.

Dilihat dari komposisinya, bisa dipastikan Süzme Mercimek Çorbası merupakan hidangan bernutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa. Kandungan pada kacang lentil dipercaya bisa menurunkan tekanan darah sehingga aman untuk penderita hipertensi.

5. Ezogelin Çorbası 

Ezogelin ÇorbasıSumber: yemek.com

Hidangan Ramadhan khas Turki yang tampak seperti bubur ini dinamakan Ezogelin Çorbası. Ia adalah sup tradisional dari Anatolia yang lezat dan bergizi. Ezogelin Çorbası masih terbuat dari red lentil, sama seperti Süzme Mercimek Çorbası, bedanya saat memakan sup ini Anda akan merasa lebih kenyang karena ada tambahan bulgur dan beras di dalamnya.

Persis seperti membuat bubur, Anda harus memasak beras dan bulgurnya terlebih dahulu hingga matang lalu tiriskan. Setelahnya campur semua bahan lain dan bumbu seperti bawang putih, bawang bombay, butter, pasta tomat, kaldu ayam, lada hitam, bubuk kunyit, garam, dried mint, bubuk paprika sedikit air lemon, minyak dan air. Sudah terbayang rasanya?

6. Yayla Çorbası  

Yayla ÇorbasıSumber: foodandwine.com

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa sup memang menjadi salah satu hidangan berbuka puasa yang laris-manis di Turki dan selalu disajikan di meja setiap keluarga. Setelah Süzme Mercimek Çorbası dan Ezogelin Çorbası, kali ini mari berkenalan dengan Yayla Çorbası. 

Berbeda warna dengan dua sup sebelumnya yang cenderung kuning pekat, Yayla Çorbası berwarna putih. Terang saja sebab ia adalah sup yogurt. Yayla Çorbası terkenal sebagai makanan favorit masyarakat yang tinggal di kawasan dataran tinggi Turki. Ia juga biasa disantap pada saat berbuka puasa.

Sangat mudah membuat sup yogurt asli Turki ini. Anda hanya perlu tepung terigu, yogurt, kuning telur, beras, garam, butter, mint dan air panas. Pertama, masak beras hingga matang lalu sisihkan. Campur terigu, yogurt dan kuning telur lalu aduk hingga rata. Tambahkan air hangat dan aduk lagi. Setelah tercampur, masak ia bersama beras yang sudah matang tadi. Terakhir beri perasa dan sajikan.

7. Tarhana Çorbası 

Tarhana Çorbası

Sup terakhir yang umum disajikan dan disantap oleh masyarakat Turki saat berbuka puasa adalah Tarhana Çorbası. Sesuai namanya, sup ini terbuat dari tarhana. Asing dengan namanya? Tarhana adalah bahan makanan kering yang terbuat dari campuran fermentasi gandum dan yogurt atau susu fermentasi. Tarhana punya tekstur yang kasar seperti remah-remah dan rasanya asam.

Untuk membuat Tarhana Çorbası juga tidak kalah mudah. Anda hanya harus menyiapkan beberapa sendok tarhana, air, pasta tomat, butter, garam dan mint. Setelah semua bahan siap, rendam tarhana di dalam air kurang lebih satu jam. Panaskan wajan, masukkan minyak, mint, pasta tomat, empat gelas air dan tarhana yang sudah lembek. Terakhir beri garam, tes rasa dan sajikan. 

8. Menemen

MenemenSumber: sozcu.com.tr

Hidangan Ramadhan khas Turki yang selanjutnya bernama Menemen. Kudapan yang ternyata mirip atau sejenis dengan orak-arik telur ayam ini biasa disantap oleh masyarakat Turki saat sahur. Makanan bergizi penuh protein ini bisa menjaga perut kenyang lebih lama, sehingga puasa pun berjalan lancar, tidak terlalu merasa lapar.

Saat membuat Menemen, Anda hanya perlu menyiapkan beberapa butir telur, tomat, bawang bombay, bawang putih, merica, lada hitam, cabai merah, garam, jinten, paprika, dan minyak zaitun untuk memasaknya. Setelah semuanya siap, tumis bawang bombay dan paprika yang sudah diiris, masukkan potongan tomat dan pasta tomat, lada hitam, garam dan jinten. Aduk lalu tambahkan parutan bawang putih dan telur lalu aduk kembali. Selesai!  

9. Hünkar Beğendi

Hünkar BeğendiSumber: youtube.com

Hidangan Ramadhan khas Turki didominasi oleh masakan-masakan tradisional. Tidak heran jika bagi masyarakat Turki, Ramadhan terasa sebagai nostalgia karena mereka bisa kembali menikmati makanan-makanan tersebut. Salah satunya adalah Hünkar Beğendi. Sebagai makanan favorit saat Ramadhan, khususnya saat berbuka, Hünkar Beğendi bisa diartikan sebagai makanan yang disukai oleh sultan.

Sultan di masa Ottoman biasa menyantap Hünkar Beğendi dari terong segar dan daging domba pilihan. Ya! Hidangan ini memang terdiri atas bubur terong atau terong asap yang dibumbui, dipanggang, lalu diaduk bersama susu, mentega cair dan tepung. Bagian atasnya adalah tumisan daging domba yang dibumbui dengan bawang bombay, bawang putih, minyak zaitun, pasta tomat, tomat, air dan garam.

10. Kuzu Tandır (Akşehir)

Kuzu Tandır (Akşehir)

Selain Hünkar Beğendi, menu tradisional Turki yang kerap disajikan saat berbuka puasa adalah Kuzu Tandır, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Akşehir, salah satu distrik yang ada di Provinsi Konya, Anatolia Tengah. Ia kerap muncul saat Ramadhan dan dihidangkan di meja makan saat iftar tiba.

Masyarakat Akşehir biasa membuat Kuzu Tandır dengan cara memasukkan daging domba ke dalam oven yang berada di dalam tanah. Daging domba dikaitkan lalu digantung di atas bara panas tersebut selama berjam-jam. Sebelumnya daging domba yang akan dipanggang dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, rosemary, thyme, lada, garam dan minyak zaitun terlebih dulu. Sudah terbayang betapa berbumbunya daging domba ini?

Sepuluh hidangan Ramadhan khas Turki di atas, baik yang biasa dimakan saat sahur atau berbuka, tergolong cukup beragam. Dilihat dari bumbu yang mereka gunakan, masakan Turki khas Ramadhan terasa cukup berempah.

Selain itu, hidangan-hidangan tersebut juga bernutrisi karena menggunakan bahan-bahan dengan kandungan gizi yang bagus yang sangat baik untuk dikonsumsi selama Ramadhan. Apakah Anda tertarik membuat hidangan khas Turki tersebut untuk buka dan sahur? Selamat mencoba!   

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram