Ditulis oleh - Diperbaharui 31 Januari 2019

Eksistensi makhluk hidup di muka bumi tidak lepas dari yang namanya seleksi alam, seleksi yang menentukan makhluk itu dapat mempertahankan jenisnya untuk hidup atau harus mati menghadapi kepunahan. Makhluk hidup dapat mempertahankan eksistensinya dari kepunahan dengan cara berkembang biak, namun banyak pula faktor yang menghambat laju perkembangbiakan tersebut.

Khususnya hewan, tidak semua hewan dengan beragam jenisnya dapat mempertahankan diri dari kepunahan. Bahkan, selama 50 tahun terakhir tidak sedikit hewan yang harus menghadapi kepunahan. Hewan apa saja itu? Bacaterus akan mengulas 10 hewan yang dinyatakan punah dalam 50 tahun terakhir.

10 Hewan yang Dinyatakan Sudah Punah

1. Singa Laut Jepang

* sumber: www.inaturalist.org

Singa laut Jepang atau yang bernama latin Zalophus japonicus adalah mamalia air yang telah dinyatakan punah. Pernyataan punah singa laut khas Asia Timur ini dikemukakan pada tahun 1970-an.

Sebenarnya, di awal abad ke-20, populasi singa laut Jepang amat melimpah dan tersebar di kawasan Jepang, Korea, dan wilayah Rusia bagian tenggara. Namun, dengan adanya eksplorasi berlebihan dari para nelayan, membuat populasi hewan ini semakin menyusut. Hingga pada tahun 1940-an spesies ini dinyatakan hampir punah.

Pada tahun 1951 dikonfirmasi ada sekitar 50-60 ekor yang mendiami Liancourt Rocks (sebuah pulau sengketa Jepang dan Korea Selatan). Tetapi, selama 20 dekade kemudian jumlah hewan ini semakin menyusut dan akhirnya dinyatakan punah. Singa laut Jepang terakhir dilaporkan terlihat antara tahun 1974 dan 1975 di Pulau Rebun, Hokkaido Utara.

2. Bebek Oustalet (Mariana Mallard)

* sumber: en.wikipedia.org

Mariana Mallard atau yang biasa disebut juga bebek oustalet adalah bebek endemik di wilayah Kepulauan Mariana yang berada di perairan Pasifik. Bebek oustalet memiliki nama latin Anas oustaleti.

Bebek oustalet mengalami kepunahan disebabkan adanya perburuan yang tak terkendali di abad ke-20 serta Kepulauan Mariana yang saat itu berada dalam wilayah pertempuran Perang Dunia II. Di Saipan, salah satu wilayah penyebaran bebek oustalet ini jumlah bebek oustaletnya semakin berkurang sepanjang waktu dikarenakan polusi air yang disebabkan limbah pabrik gula.

Populasinya terancam pada dekade 1970-an. Pada tahun 1977, bebek oustalet dinyatakan sebagai hewan yang terancam punah. Sudah tidak terlihat lagi di habitatnya, di tahun 1979 ditemukan dua ekor bebek jantan dan seekor betinanya. Hingga pada tahun 1981, seekor bebek oustalet jantan yang tersisa mati dan dinyatakan sebagai kematian bebek oustalet terakhir.

3. Ikan Tecopa

* sumber: commons.wikimedia.org

Ikan Tecopa atau Tecopa Pupfish adalah ikan yang mampu bertahan hidup dalam suhu panas air. Ikan tecopa ini merupakan hewan endemik dari aliran air panas Gurun Mojave di California, Amerika Serikat. Ikan ini berukuran kecil dengan hanya memiliki panjang sekitar 2,5-4 cm. Cyprinodon nevadensis calidae adalah nama latin dari ikan tecopa ini.

Pada tahun 1950-1960an hot springs yang merupakan sumber mata air panas alami menjadi sangat populer di Amerika Serikat. Seiring banyaknya orang yang mendatangi hot springs sebagai pemandian air panas di Mojave membuat habitat ikan tecopa terancam. Populasi ikan tecopa pun semakin menurun sepanjang waktu.

Selain alih fungsi lahan yang menurunkan populasi ikan tecopa, ikan tecopa yang akhirnya harus mencari tempat baru berhibridisasi dengan jenis ikan lain menyebabkan spesies tecopa asli tidak dapat bertahan lagi. Pada tahun 1970-an diadakan survey untuk menemukan ikan tecopa di alam dan tidak berhasil ditemukan. Akhirnya, ikan tecopa dinyatakan punah tahun 1981.

4. Burung Pipit Pantai Dusky

Burung Pipit Pantai Dusky

* sumber: www.bagheera.com

Satu lagi hewan endemik Amerika Serikat yang sudah punah dalam daftar ini, hewan itu adalah burung pipit Pantai Dusky yang memiliki nama latin Ammodramus maritimus nigrescens. Burung ini merupakan burung endemik yang ditemui di sekitar Pulau Merrit dan Sungai St. Johns di Florida, Amerika Serikat.

Hingga tahun 1960-an, populasi burung pipit Pantai Dusky tersebar di pantai timur Florida dan Pulau Merrit yang masih memiliki banyak rawa-rawa yang cocok untuk habitatnya. Masalah perkembangbiakan nyamuk dan pengendaliannya membuat habitat burung pipit ini terganggu. Penggunaan DTT dan pestisida berlebihan pun menjadi ancaman bagi populasi burung ini.

Tidak cukup sampai di situ, pembangunan jalan dan perubahan fungsi rawa-rawa membuat habitat burung ini tergerus. Di tahun 1987 banyak burung pipit ini yang ditemukan mati. Hingga pada tahun 1990 burung pipit Pantai Dusky benar-benar dinyatakan punah.

5. Katak Emas Kosta Rika

* sumber: en.wikipedia.org

Katak emas Kosta Rika atau yang bernama latin Incilius periglenes merupakan hewan endemik dari daerah Monteverde, Kosta Rika. Katak ini dinyatakan punah dalam daftar merah konservasi yang dikeluarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature) atau biasa disebut IUCN Red List.

Katak emas terakhir yang menampakan diri adalah seekor katak jantan yang terlihat pada 15 Mei 1989. Padahal di tahun 1987, seorang ahli ekologi dan herpetologis, Martha Crump menemukan 133 ekor katak yang sedang dalam musim kawin walaupun beberapa bulan setelahnya ia menemukan ribuan telur katak yang berjamur dan hanya menyisakan 29 berudu.

Punahnya katak emas yang terjadi secara cepat disinyalir karena perubahan iklim yang terjadi, di mana katak-katak tidak bisa berkembangbiak dengan perubahan suhu yang begitu cepat. Penyebab lain yang mengakibatkan punahnya katak emas Kosta Rika yaitu serangan penyakit jamur dalam air. Jamur chytrid penyebab chytridiomycosis ikut andil dalam kepunahan katak ini.

6. Baiji

* sumber: www.sciencedaily.com

Baiji merupakan lumba-lumba air tawar yang hanya bisa ditemui di sungai Yangtze, Tiongkok sebelum dinyatakan punah pada tahun 2006. Baiji memiliki nama latin Lipotes vexillife. Baiji masuk dalam daftar merah IUCN Red List dalam daftar kritis dan dimungkinkan hewan ini telah punah.

Diperkirakan pada tahun 1950-an populasi baiji di sungai Yangtze mencapai 6000 ekor. Jumlah baiji semakin berkurang akibat perburuan liar yang terjadi. Tahun 1979 Tiongkok menyatakan bahwa baiji terancam punah, maka di tahun 1983 dinyatakan bahwa perburuan baiji adalah perbuatan ilegal.

Masalah perburuan liar bukan satu-satunya yang menjadi faktor berkurangnya baiji di habitatnya. Pembangunan bendungan di sungai Yangtze berpengaruh pada berkurangnya habitat baiji dan membuat populasi baiji semakin terancam.

Hingga awal tahun 2000-an populasi baiji berkurang drastis sampai tidak bisa di temukan kembali dan dinyatakan punah. Walau Baiji dianggap sudah punah, namun tersiar kabar ada upaya untuk mereplikasi atau menghidupkan kembali baiji, namun upaya ini masih sulit dilakukan untuk saat ini dan belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai hal ini.

7. Kelelawar Pipistrelle Pulau Christmas

* sumber: www.iucnredlist.org

Kelelawar pipistrelle Pulau Christmas merupakan jenis kelelawar dari Pulau Christmas (pulau yang merupakan wilayah Australia dan terletak di sebelah selatan pulau Jawa). Kelelawar yang memiliki nama latin Pipistrellus murrayi ini terakhir terlihat pada Agustus 2009 dan tidak pernah terlihat lagi sampai saat ini.

Selama berpuluh-puluh tahun terakhir, kelelawar ini dapat dengan mudah dijumpai di Pulau Christmas. Pada tahun 2006 telah terjadi penurunan jumlah populasi kelelawar ini hingga 90% (menurut data IUCN) dan hanya tersisa 4 pada Januari 2009.

Penyebab kepunahan hewan ini tidak diketahui secara jelas. Menurut rilisan IUCN (International Union for Conservation of Nature) penyebab kepunahan kelelawar ini bisa disebabkan oleh dampak dari banyaknya semut kuning yang menyerang habitatnya dan mangsanya, atau dampak penyakit yang belum diketahui, namun penyebab-penyebab tersebut masih belum dapat dibuktikan.

Sebulan setelah ditemukannya kelelawar terakhir, tepatnya pada September 2009, otoritas Australia berupaya untuk menemukan kembali sisa-sisa kehidupan kelelawar pipistrelle Pulau Christmas namun pada akhirnya upaya itu pun tidak berhasil menemukan apa-apa. Kepunahan ini pun menjadi kepunahan mamalia pertama di Australia selama 50 tahun terakhir.

8. Badak Hitam Afrika Barat

* sumber: www.savetherhino.org

Badak hitam Afrika Barat dinyatakan punah oleh IUCN Red List pada tahun 2011. Sebenarnya di tahun 2006, eksistensi badak hitam Afrika Barat sudah tidak bisa ditemukan lagi. Para peneliti saat itu tidak menemukan bukti-bukti kehidupan badak ini, seperti kotoran atau sisa-sisa makanan, namun mereka menemukan bukti perburuan liar yang meluas yang jadi penyebab hilangnya para badak di alam.

Pada periode 1900-an, populasi badak hitam Afrika Barat cukup banyak di alam liar bahkan persebarannya bukan hanya dikawasan Afrika Barat saja, persebaran badak ini meluas hingga mencakup Afrika Selatan.

Perburuan liar adalah penyebab terbesar punahnya badak ini. Walau populasinya sangat banyak di tahun 1930, binatang bernama latin Diceros bicornis longipes ini mengalami penurunan populasi yang sangat drastis akibat perburuan yang tidak terkendali. Tahun 1980 populasi hewan ini hanya ada ratusan dan menurun secara signifikan hingga hanya tersisa lima di tahun 2001.

9. Puma Amerika Timur

Puma Amerika Timur

* sumber: www.atlasobscura.com

Puma Amerika Timur atau yang bernama lain Eastern Cougar adalah salah satu hewan yang dinyatakan punah dalam kurun waktu hampir 10 tahun kebelakang. Hewan yang bernama latin Puma concolor couguar ini resmi dinyatakan punah oleh U.S. Fish and Wildlife Service pada Maret 2011.

Puma Amerika Timur ini masuk dalam daftar hewan terancam punah pada tahun 1973. Seorang ahli biologi bernama Bruce Wright (1912-1975) dalam artikelnya yang dipublikasikan dalam kurun waktu 1960 sampai 1973 menyatakan bahwa sudah tidak ada bukti kehidupan puma Amerika Timur ini, bahkan puma yang terlihat di habitat alaminya adalah jenis puma lain yang bermigrasi dari barat.

Rekam jejak terakhir dari puma Amerika Timur ini adalah ditemukannya beberapa ekor yang mati di tahun 1930 di Tennesee, tahun 1932 di New Brunswick (Kanada) dan di tahun 1938 di Maine. Dari data yang didapatkan para peneliti, mereka berkesimpulan bahwa jauh sebelum hewan ini dinyatakan punah pada tahun 2011, puma Amerika Timur sebenarnya sudah punah pada 1930-an.

10. Kura-kura Pulau Pinta

Kura-kura Pulau Pinta

* sumber: www.lapintagalapagoscruise.com

Minggu, 26 Juni 2012 adalah hari di mana Lonesome George (nama dari seekor kura-kura Pulau Pinta terakhir yang ada di muka bumi) ditemukan mati di Taman Nasional Galapagos, Ekuador. Lonesome George merupakan kura-kura terakhir dari subspesies kura-kura Pulau Pinta (Chelonoidis nigra abingdoni) yang telah dilindungi oleh pemerintah Ekuador sejak tahun 1972.

Sebenarnya ada upaya untuk melestarikan kura-kura Pulau Pinta ini. Salah satu caranya yaitu mengawinkan Lonesome George dengan dua ekor kura-kura betina yang memiliki garis kekerabatan terdekat dalam jenisnya, namun upaya ini gagal dilakukan. Direktorat Taman Nasional setempat pun sempat melakukan pencarian besar-besaran terhadap kura-kura ini namun hasilnya nihil.

Kura-kura endemik dari Pulau Pinta di Ekuador ini populasinya runtuh semenjak abad ke-19 akibat dari perburuan liar dan eksploitasi besar-besaran saat itu. Eksploitasi terhadap kura-kura ini berlanjut hingga abad ke-20 hingga menyisakan Lonesome George sendiri yang ditemukan tahun 1971 dan harus mati 41 tahun kemudian.

Itulah daftar 10 hewan yang dinyatakan punah dalam 50 tahun terakhir. Kita sebagai manusia mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam agar keanekaragaman hewan juga terjaga dan mengurangi resiko percepatan kepunahan hewan. Bahkan, kita bukan hanya menjaga hewan saja, karena ada juga beberapa tumbuhan yang terancam punah dan harus kita lestarikan. Ingin tahu selengkapnya mengenai tumbuhan tersebut? Bisa kunjungi artikel 10 Tumbuhan Terancam Punah ini.