Bacaterus / Binatang Langka / Sangat Disayangkan, 7 Hewan Ini Sudah Punah di Indonesia

Sangat Disayangkan, 7 Hewan Ini Sudah Punah di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Desember 2018

Beberapa waktu lalu, Bacaterus sempat menulis seputar jenis gorila terbesar di dunia yang semuanya hampir terancam punah. Kepunahan spesies hewan biasanya disebabkan oleh kesalahan manusia, faktor alam, sampai dengan kerusakan habitat asli dari hewan tersebut. Apabila salah satu spesies hewan punah, maka dapat dipastikan bahwa generasi penerus kita tidak akan melihat spesies hewan tersebut lagi.

Jika gorila terancam punah, di Indonesia ternyata ada sejumlah hewan yang memang sudah dinyatakan punah. Bacaterus sudah merangkum daftar 7 hewan yang sudah punah di Indonesia dan beberapa di antaranya adalah hewan asli Indonesia.

7 Hewan yang Sudah Punah di Indonesia

1. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica)

Harimau Jawa Hewan yang Sudah Punah di Indonesia

Selama ini, Anda pasti sudah sering mendengar tentang Harimau Sumatera, bukan? Bukan hanya di Sumatera saja, ternyata di Pulau Jawa juga ada jenis harimau asli yang merupakan penghuni asli pulau terpadat di Indonesia itu, namanya Harimau Jawa. Sayangnya, Anda memang tidak bisa melihat Harimau Jawa karena spesies tersebut sudah masuk dalam daftar hewan yang sudah punah di Indonesia.

Di tahun 1950-an, Harimau Jawa jumlahnya semakin berkurang karena habitat asalnya dibuat menjadi pemukiman penduduk dan ladang pertanian maupun perkebunan.

Mirisnya, perburuan yang dilakukan oleh manusia juga menjadi salah satu alasan kepunahan Harimau Jawa. Puncaknya pada tahun 1979, jumlah Harimau Jawa hanya tersisa 3 ekor saja. Sampai pada tahun 1980 pemerintah Indonesia menyatakan bahwa jenis harimau ini sudah punah.

2. Harimau Bali (Panthera tigris balica)

Harimau Bali

Jika di Jawa ada harimau yang merupakan penghuni asli pulau Jawa, di Bali juga ada Harimau Bali yang merupakan harimau asli dari Pulau Dewata itu. Harimau Bali masih satu keluarga dengan Harimau Jawa dan Harimau Sumatera.

Akan tetapi, kita sudah tidak dapat menemukan Harimau Bali karena hewan ini resmi dinyatakan punah. Penyebab punahnya Harimau Bali disebabkan karena perburuan besar-besaran yang dilakukan oleh manusia. Para pemburu membunuh Harimau Bali untuk diambil kulitnya. Harimau Bali terakhir ditembak mati pada tahun 1925. Di tanggal 27 September 1937, Harimau Bali sudah dinyatakan punah.

3. Harimau Tasmania (Thylacinus cynocephalus)

Harimau Tasmania

Meskipun namanya Harimau Tasmania, tetapi habitat terbanyak dari hewan ini berada di Papua dan Australia. Harimau Tasmania adalah hewan yang sudah punah di Indonesia. Harimau terakhir jenis ini mati pada tahun 1936. Kepala Harimau Tasmania ini agak mirip dengan rubah dan serigala. Sementara tubuhnya memiliki loreng-loreng hitam yang tidak terlalu penuh.

Diperkirakan, kepunahan Harimau Tasmania ini disebabkan karena perburuan dari penduduk asli dan spesies invasif, Dingo. Diketahui bahwa Dingo juga adalah predator yang berburu pada siang hari, sedangkan Harimau Tasmania cenderung berburu di malam hari. Suku asli Papua mengadopsi Dingo sebagai rekan berburu sehingga menyebabkan tekanan terhadap jumlah populasi Harimau Tasmania.

4. Tikus Gua Flores (Spaleomys florensis)

Tikus Gua Flores

Diberi nama Tikus Gua Flores karena dahulu spesies tikus yang satu ini memang banyak ditemukan di gua-gua yang berada di Flores. Namun, Anda tidak akan menemukan hewan ini lagi karena Tikus Gua Flores memang hanya tinggal cerita saja. Pasalnya, hewan ini memang sudah punah sejak bertahun-tahun yang lalu.

Eksistensi hewan ini diketahui dari subfosil fragmen yang terdapat di sejumlah gua yang ada di Flores. Entah apa penyebab kepunahan dari Tikus Gua Flores. Dugaan punahnya tikus ini lebih mengarah ke faktor alam dan penyakit.

5. Tikus Hidung Panjang Flores (Paulamys naso)

Tikus Hidung Panjang Flores

Di Flores, ternyata tidak hanya ada satu jenis hewan saja yang mengalami kepunahan. Ada juga subspesies tikus dari Flores yang kini hanya tinggal sejarah saja, yaitu Tikus Hidung Panjang Flores. Sesuai dengan namanya, tikus ini memang memiliki hidung yang sangat panjang dan kedua mata yang sangat kecil.

Hewan pengerat ini dinyatakan punah pada tahun 1996. Di tahun 1981, ditemukan subfosil Tikus Hidung Panjang Flores saat dilakukan penggalian di gua dekat Waruklia, Flores Barat. Besar kemungkinan bahwa hewan pengerat ini dulunya hidup di wilayah hutan Montane yang berada di bagian barat Flores

6. Tikus Pohon Verhoeven (Papagomys theodorverhoeveni)

Tikus Pohon Verhoeven

Kalau dilihat dari gambarnya, Tikus Pohon Verhoeven ini memang memiliki ukuran yang lebih besar dari jenis tikus pada umumnya. Ya, memang benar bahwa tikus jenis ini ukurannya lebih besar. Usut punya usut, ternyata tikus ini juga berasal dari Flores.

Tikus Pohon Verhoeven sudah punah sejak tahun 1500 SM. Jadi, boleh dikatakan bahwa hewan ini sebenarnya adalah hewan dari zaman prasejarah. Akan tetapi, International Union for Conservation of Nature (IUCN) baru memberikan pengumuman resmi mengenai punahnya Tikus Pohon Verhoeven di tahun 1996.

Meskipun belum diketahui secara pasti penyebab kepunahan hewan ini, tetapi sedih juga rasanya bila kita tidak bisa melihat wujud asli tikus zaman prasejarah ini.

7. Kuau Bergaris Ganda (Argusianus bipunctatus)

Kuau Bergaris Ganda

Satu lagi hewan yang sudah punah di Indonesia, yaitu Kuau Bergaris Ganda. Ini adalah jenis unggas yang diyakini bahwa habitat aslinya ada di Pulau Jawa dan Sumatera. Kuau Bergaris Ganda sebenarnya juga masih serumpun dengan merak.

Terdapat beberapa helai bulu yang menjadi bukti bahwa hewan ini pernah hidup di muka bumi. Bulu yang ditemukan itu akhirnya dikirim ke London untuk diteliti lebih lanjut. Akhirnya, IUCN resmi memasukkan Kuau Bergaris Ganda ini dalam daftar hewan yang sudah punah.

Selain tujuh hewan yang sudah disebutkan di atas, ternyata ada beberapa jenis hewan lain di Indonesia yang sudah mendekati kepunahan, seperti Pesut Mahakam, Anoa, Orang Utan, Harimau Sumatera, dan masih banyak lagi. Perburuan besar-besaran yang dilakukan oleh manusia dan perusakan habitat hewan-hewan tersebut menjadi alasan mengapa sejumlah hewan tersebut terancam punah.

Pada dasarnya, setiap spesies fauna di dunia memiliki peran ekologi masing-masing. Apabila ada salah satu spesies hewan yang punah, maka hal tersebut dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati di bumi. Selain itu, kepunahan salah satu spesies hewan juga bisa mengacaukan mata rantai makanan dan mengganggu ekosistem alam.

Sebagai mahluk yang paling mulia, manusia harus hidup berdampingan dengan semua spesies hewan yang ada di muka bumi. Perburuan yang dilakukan hanya akan mengurangi jumlah dari spesies hewan, apalagi jika yang diburu merupakan hewan yang langka.

Untuk menghentikan jumlah hewan yang sudah punah di Indonesia, sudah saatnya manusia menghentikan perburuan liar yang mengincar hewan-hewan langka. Di samping itu, perusakan habitat asli hewan secara ilegal juga meningkatkan risiko kepunahan flora dan fauna tertentu.

Yuk, mari menjaga keanekaragaman hayati dengan turut berperan melindungi hewan-hewan langka atau hewan-hewan yang memang tidak sepatutnya diburu. Kalau kita tidak bisa berperan untuk melayani di tempat penangkaran hewan langka, minimal kita bisa menjaga agar hewan-hewan langka tidak mengalami kepunahan dengan tidak melakukan perburuan liar.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar