bacaterus web banner retina
Bacaterus / Serba Serbi / Binatang / 10 Hewan Penghisap Darah yang Patut untuk Diwaspadai

10 Hewan Penghisap Darah yang Patut untuk Diwaspadai

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 14 April 2021

Jika sebelumnya kita membahas hewan yang memiliki kemampuan untuk berubah warna, maka hewan-hewan berikut ini dikenal karena kebiasaanya yang cukup mengerikan, bahkan mungkin bisa merugikan makhluk-makhluk hidup lain yang ada di sekitarnya. Ya, hewan yang akan kita bahas kali ini dikenal sebagai penghisap darah.

Beberapa diantaranya bahkan dianggap sebagai hewan pembawa bibit penyakit yang cukup berbahaya bagi manusia maupun hewan ternak. Hewan apa saja yang termasuk ke dalam daftar di bawah? Yuk, simak ulasan yang telah Bacaterus rangkum khusus untuk kamu. Nah, agar tidak membuat rasa penasaran kamu semakin besar, simak ulasan lengkapnya di sini.

1. Nyamuk

Nyamuk

Nyamuk adalah salah satu serangga yang kehadirannya sangat dibenci. Karakteristik serangga yang satu ini memiliki dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, serta enam kaki berukuran panjang. Nyamuk betina memiliki mulut berbentuk probosis panjang yang bisa menembus kulit dan mengisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan.

Serangga yang termasuk ke dalam genus Culicidae ini diketahui terdiri dari ribuan spesies yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri kehadiran nyamuk memang cukup diantisipasi. Mengingat beberapa spesies nyamuk dianggap sebagai pembawa bibit penyakit yang berbahaya bagi manusia.

2. Lintah

Lintah

Kemampuan hewan yang satu ini dalam menghisap darah memang sudah tidak diragukan. Masyarakat sendiri kerap memanfaatkan kemampuan dari hewan ini untuk pengobatan alternatif yang dikenal sebagai lintah medis atau Hirudo medicinalis. Hewan ini diketahui bersifat hematofagus atau hewan pemakan darah.

Lintah biasanya hidup di air tawar. Beberapa spesies lintah memiliki rahang untuk menembus kulit inangnya, sementara sebagian yang lain diketahui memiliki probosis yang digunakan untuk menusuk kulit lalu menghisap darah setelah sebelumnya melepaskan senyawa hidurin untuk mencegah penggumpalan darah saat proses penghisapan.

3. Kutu Busuk

Kutu Busuk

Nah, serangga yang dikenal cukup mengganggu dan berbahaya terutama bagi kesehatan kulit adalah kutu busuk atau bed bug. Pemilik nama ilmiah Cimex lectularius ini bertahan hidup dengan cara menghisap darah. Hewan ini biasanya bersembunyi di celah-celah tersembunyi di sekitar tempat tidur, kursi, atau sofa.

Hewan ini biasanya mulai beraksi pada malam hari. Gigitan akibat serangga yang termasuk ke dalam keluarga kepik ini diketahui sangat mengganggu. Nah, umumnya mereka yang digigit oleh serangga ini akan merasakan kulit terasa terbakar dengan rasa gatal. Bila hal ini berlangsung lama, maka dapat menyebabkan gejala seperti bengkak, menggigil, demam, bahkan rasa nyeri yang menjalar.

4. Lalat Tsetse

Lalat Tsetse

Lalat adalah salah satu serangga yang  dianggap sebagai salah satu hewan menjijikkan karena kebiasannya. Nah, jika selama ini kamu mengetahui bahwa lalat hanya suka terhadap makanan dan juga tempat-tempat kotor yang berbau menyengat, maka Lalat Tsetse dikenal sebagai serangga yang sangat menyukai darah.

Pemilik nama ilmiah Glossina ini diketahui memiliki ukuran yang cukup besar. Serangga yang berasal dari Afrika ini mampu bertahan hidup dengan cara menghisap dari darah hewan vertebrata. Bila spesies lalat lain dikenal hanya mengganggu, maka lalat Tsetse diketahui dapat menyerang dan juga menggigit manusia. 

5. Burung Vampire Ground Finch

Burung Vampire Ground Finch

Burung adalah salah satu hewan yang memiliki banyak keunikan. Burung sendiri terdiri dari berbagai spesies yang memiliki banyak keunikan mulai dari suara, bulu, hingga cara bertahan hidup. Nah, salah satu burung yang dikenal unik sekaligus mengerikan adalah Burung vampire ground finch.

Burung endemik asli dari Galapagos ini diketahui memiliki kebiasaan untuk mengisap darah dari jenis burung lain seperti burung Nazca ataupun Bobbie berkaki biru. Kebiasaan dari burung bernama ilmiah Geospiza difficilis septentrionalis ini dilakukan ketika kekurangan sumber makanan.

Baca juga: Misteri Chupacabra, Hewan Penghisap Darah yang Dipertanyakan

6. Cacing Tambang

Cacing Tambang

Hewan berikutnya yang juga diketahui  sebagai penghisap darah adalah cacing tambang atau dikenal dengan nama ilmiah Ancylostoma. Cacing tambang sendiri pertama kali ditemukan pada para pekerja tambang dimana cacing tambang menyusup masuk di sistem peredaran darah lalu mengaitkan tubuhnya di dinding usus halus.

Cacing tambang sendiri dikenal sebagai cacing parasit atau nematoda yang bisa bertahan hidup pada usus kecil inangnya, yaitu manusia. Cacing inilah yang menyebabkan seseorang mengalami kekurangan darah atau anemia.

7. Lalat Pasir

Lalat Pasir

Lalat pasir atau Phlebotominae merupakan spesies dari suku Tabanidae. Lalat yang diketahui memiliki ukuran tubuh cukup besar ini adalah serangga pengisap darah. Serangga ini hidup dengan membentuk koloni di sekitar hewan ternak.

Nah, ketika mereka memiliki kesempatan untuk hinggap, hewan ini pun dengan sigap akan menghisap darah korbannya. Selain menyerang hewan ternak, lalat ini pun diketahui sangat suka menyerang manusia. Gigitan dari lalat ini pun diketahui dapat menyebabkan penyakit yang sangat berbahaya.

8. Kissing Bug

Kissing Bug

Kissing bug atau serangga penghisap darah adalah salah satu serangga yang kerap menyerang manusia pada bagian wajah. Pemilik nama ilmiah Triatomine adalah hewan penghisap darah yang kerap menularkan penyakit berbahaya salah satunya penyakit Chagas dengan  berbagai gejala seperti diare, ruam dan gatal, mual, pingsan, sesak napas, dan terkadang mengakibatkan radang jantung dan ginjal.

Serangga ini bekerja dengan cara menggigit manusia dan menghisap darahnya. Nah, setelah itu ia akan membuang kotorannya pada korbannya tersebut.

9. Ikan Candiru

Ikan Candiru

Candiru adalah salah satu spesies ikan dari Amazon yang cukup ditakuti oleh masyarakat melebihi ikan Piranha. Ikan bernama ilmiah Vandellia cirrhosa ini masih memiliki kekerabatan dengan ikan lele. Ikan Candiru bertahan hidup dengan menghisap darah dari mangsanya. Ikan ini diketahui masuk melalui insang dan mengeluarkan tulang belakangnya supaya dapat menghisap darahnya.

Nah, karena ukurannya yang kecil, ikan ini sangat sulit untuk dideteksi oleh manusia. Gigitan dari ikan ini sendiri diketahui cukup berbahaya dan bisa menyebabkan trauma atau pun kematian.

10. Kelelawar Vampire

Kelelawar Vampire

Kelelawar Vampir adalah salah satu spesies kelelawar pemakan darah. Spesies kelelawar Vampir diketahui berasal dari benua Amerika seperti Meksiko, Brasil, Chili, dan Argentina. Spesies ini dikenal sebagai hewan endemik. Kelelawar memakan darah dengan cara menggigit bagian arti korbannya dengan giginya yang tajam.

Nah, ketika darah keluar, mereka akan langsung menjilati darahnya. Kelelawar sendiri memiliki senyawa aktif dari air liurnya yang dapat mencegah pembekuan darah. Meski dikenal suka dengan darah, namun jumlah darah yang dikonsumsi oleh hewan ini terbilang sangat sedikit, yaitu sekitar 29 ml.

Itulah 10 hewan penghisap darah yang berhasil Bacaterus rangkum untuk kamu. Unik sekaligus mengerikan, bukan. Nah, jika kamu memiliki informasi lain mengenai hewan-hewan yang telah disebutkan di atas, maka kamu bisa share hal tersebut dengan menulis di kolom komentar.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram