Bacaterus / Binatang / Inilah 8 Jenis Hewan Pemakan Semut yang Terancam Punah!

Inilah 8 Jenis Hewan Pemakan Semut yang Terancam Punah!

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 Agustus 2019

Semut adalah serangga yang paling dikenal oleh manusia. Keberadaanya selalu terlihat di manapun untuk saling membantu dalam mencari makanan. Namun, dengan tubuhnya yang kecil, tidak menjadikan semut aman dari predator. Predator pemakan semut ada bermacam-macam mulai yang kecil seperti undur-undur hingga yang besar, seperti babi tanah.

Hewan pemakan semut adalah hewan yang biasanya memiliki moncong panjang. Golongan hewan ini terbilang cukup unik karena mereka mengonsumsi binatang yang sangat kecil setiap harinya. Hewan-hewan ini bertahan hidup dengan mencari semut di dalam tanah dan rata-rata mereka adalah makhluk nokturnal, lho! Penasaran apa saja hewan pemakan semut? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak artikel ini sampai habis ya!

1. Babi Tanah atau Aardvark

Babi Tanah

Hewan yang lebih dikenal dengan sebutan Aardvark ini hidup di kawasan Afrika. Kata Aadvark sendiri diambil dari Bahasa Afrika yang Bahasa inggrisnya berarti “babi tanah”. Hewan ini memang sedikit memiliki kesamaan dengan babi pada umumnya. Persamaan yang terlihat jelas nampak adalah hidungnya. Aardvark tergolong sebagai Anteater karena ia bisa memakan 50.000 semut sekaligus. Wow! Aardvark mengumpulkan semut setiap malam dengan cara memanjangkan lidahnya hingga 30 meter.

Aardvark adalah hewan nokturnal. Mereka aktif di malam hari dan menghabiskan waktu di pagi hari dengan tidur di dalam sarangnya. Pada malam hari, Aardvark mulai mencari makan dengan cara menyusuri tanah. Ia akan berjalan zig-zag dengan moncong yang mereka dekatkan ke tanah. Selama berjalan, Aardvark cenderung lamban dan tidak gesit. Ia juga berjalan sambil menancapkan cakarnya ke dalam tanah.

2. Giant Anteater

Giant Anteater

Hewan ini disebut sebagai hewan terbesar pemakan semut. Ukuran badan hewan ini bisa mencapai 2 meter. Giant anteater hidup di daerah Amerika tengah dan selatan. Mereka tinggal di kawasan hutan tropis, savanna, dan padang rumput. Giant anteater tidak suka kerumunan, ia lebih senang menyendiri dan juga pemalu.

Untuk ciri-ciri fisiknya, hewan ini punya bentuk moncong yang panjang dan mulutnya tipis. Bentuk cakarnya melengkung dan juga tajam mampu menggali tanah untuk mencari makan. Giant anteater memburu mangsanya melalui indra penciuman karena penglihatannya buruk. Indra penciumannya sangat tajam yaitu bisa 40 kali lebih kuat dari manusia. Mereka mampu mendapatkan 150 semut dalam 1 menit berkat lidah panjangnya yang lengket. Selain semut, giant anteater juga makan buah matang yang jatuh ke tanah dan juga rayap.

3. Trenggiling

Trenggiling

Hewan satu ini merupakan hewan yang cukup populer dari yang lainnya. Pasalnya hewan ini memiliki keunikan pada tubuhnya. Tubuhnya yang bersisik keratin mampu menggulung seperti bola. Ia akan menggulung kulitnya ketika ada ancaman mendekatinya. Trenggiling hidup di kawasan tropis Asia dan Afrika. Tergantung pada spesies, mereka tinggal di lubang pohon dan ada juga di liang.

Trenggiling termasuk mamalia pemakan semut. Mereka aktif mencari makan di malam hari. Menggunakan lidah khusus, trenggiling mampu mengambil banyak semut. Namun sayang, sekarang trenggiling termasuk ke dalam daftar hewan yang dianggap langka. Pasalnya trenggiling adalah mamalia yang paling banyak diperjualbelikan di dunia.

4. Echidna

Echidna

Berikutnya yang tak kalah menarik ialah Echidna. Hewan ini adalah hewan yang satu-satunya masih bertahan hidup dari ras Ordo Monotremata selain Platipus. Hewan ini sering kali disebut sebagai landak, padahal ia sedikit berbeda.

Echidna memiliki moncong panjang, kaki kecil yang kuat serta kukunya yang besar dan tajam. Kukunya sangat kuat untuk menggali tanah bahkan tanah yang keras sekalipun. Echidna memiliki mulut dan rahang yang tak bergigi. Mereka makan melalui moncongnya. Echidna juga menggunakan lidah panjangnya yang lengket untuk mengumpulkan semut.

Echidna yang di Indonesia disebut sebagai babi duri, hewan asli Papua dan Afrika. Echidna tergolong menjadi dua jenis yaitu Genus zaglossus dan genus Tachyglossus, yang diketahui salah satunya sudah terancam punah. Echidna terkenal dengan badannya yang berduri. Mereka bisa menjadi bola ketika musuh mendekat. Hewan ini sering terdapat di berbagai tempat bahkan taman kota sekaligus.

5. Numbat

Numbat

Numbat adalah hewan yang mungil dan lucu. Panjang tubuhnya hanya sekitar 35 sampai 45 cm dan berat badannya hanya 200 gram hingga 700 gram saja. Numbat adalah hewan pemakan semut. Cara mereka menangkap semut sama dengan hewan yang lainnya, dengan lidah panjang dan lengketnya. Walau kakinya kecil, numbat memiliki cakar yang tajam dan kuat untuk menggali tanah. Berbeda dengan sebelumnya, Numbat adalah hewan diurnal, mereka mencari makan dan beraktivitas di siang hari.

Numbat tersebar di daerah Australia Selatan, Australia Barat hingga New South Wales. Numbat juga dijadikan sebagai lambang hewan negara Australia Barat. Namun karena populasinya yang semakin menurun, pemerintah membuat konservasi untuk hewan satu ini. Dan saat ini Numbat hanya bisa ditemukan di dua daerah yaitu Dryandra Woodland dan Perup Nature, Australia Barat.

6. Northern Tamandua

Northern Tamandua

Northern Tamandua atau di Indonesia disebut dengan Tamandua utara adalah hewan mamalia pemakan semut. Hewan ini hidup di pohon kawasan hutan tropis Amerika latin dan Amerika selatan. Ekornya yang panjang mampu mencengkeram batang pohon supaya dapat menyeimbangkan badan ketika hendak memanjat. Tubuh mereka memiliki panjang sekitar 130 cm. Mereka juga memiliki gigi yang sedikit dan lidah panjang yang lengket.

Tamandua Utara sangat senang berburu semut di pohon, mereka biasanya mengincar sarang-sarang semut. Dengan moncongnya, tamandua utara mampu memakan ribuan semut sekaligus. Uniknya lagi, hewan ini memiliki ciri khas di bagian corak bulunya yang menyerupai rompi ketika kalian melihatnya. Selain itu, Northern juga memiliki nama lain seperti Southern Tamandua, lesser anteater, dan collared anteater.

7. Giant Armadillo/Armadillo Raksasa

Giant Armadillo

Walaupun disebut sebagai raksasa, namun bukan berarti makanannya juga harus besar karena hewan satu ini pemakan semut sejati. Kalian pasti sudah tidak asing dengan armadillo, hewan yang sering disebut-sebut unik karena tubuhnya memiliki perisai. Bobot Armadillo raksasa ini bisa mencapai 30kg! Mereka juga punya cakar yang besar dan kuat yang digunakan untuk menggali tanah untuk mencari makanan.

Selain semut, Armadillo raksasa juga makan rayap dan belatung. Armadillo Raksasa terkenal rentan, mereka hanya memiliki predator yaitu manusia. Mereka menganggap manusia adalah hama yang sering kalau mengganggu hidupnya.

8. Pink Fairy Armadillo/Armadillo Peri merah muda

Pink Fairy Armadillo

Terlihat dari namanya, peri yang berarti kecil dan juga memiliki cangkang berwarna merah muda membuat hewan ini sangat lucu dan cantik. Sama seperti armadillo di atas, mereka mempunyai cangkang yang keras. Tubuhnya yang sangat mungil berukuran 4,5 inci. Ketika ada bahaya yang mengancamnya, mereka langsung berlindung layaknya kura-kura. Hewan ini sangat menyukai serangga, cacing, dan hewan kecil lainnya. Namun sayang, hewan mamalia satu ini adalah salah satu hewan yang terancam punah.

Itulah 8 jenis hewan pemakan semut versi bacaterus. Rata-rata mereka semua terancam punah akan kehidupannya. Banyaknya konservasi dibuat untuk tetap melestarikan hewan-hewan tersebut. Bagaimana tanggapan kalian setelah mengetahui hewan di atas? Merasa asing bukan? Pastinya, karena hewan pemakan semut memang jarang ditemui di Asia terutama di Indonesia kecuali dengan trenggiling.

Dengan adanya ulasan mengenai hewan pemakan semut menjadikan kita semua aware akan keberadaannya yang sudah terancam punah. Dari 8 jenis hewan di atas, masih adakah hewan pemakan semut lain yang kalian ketahui? Tulis tanggapan kalian di bawah kolom ini ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar