Bacaterus / Binatang Langka / 10 Hewan Legendaris yang Disangka Telah Punah dari Dunia

10 Hewan Legendaris yang Disangka Telah Punah dari Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 April 2020

Keberadaan hewan legendaris memang bisa membuat orang yang melihat takjub. Selain karena spesiesnya yang langka, kebanyakan dari hewan legendaris tersebut telah ada sejak ratusan bahkan jutaan tahun yang lalu. Seperti hewan-hewan yang akan kita bahas di bawah.

Bila kamu beranggapan bahwa hewan-hewan legendaris telah punah keseluruhan. Kamu salah besar, karena kenyataannya beberapa hewan yang akan Bacaterus bahas kali ini masih tetap eksis hingga hari ini.

Meskipun demikian, populasi beberapa hewan tersebut semakin mengalami penurunan karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Nah, biar kamu tidak menunggu lama. Inilah 10 hewan legendaris yang disangka telah punah dari dunia. Simak daftarnya berikut ini ya!

1. Sturgeon

Sturgeon

Sturgeon adalah salah satu ikan legendaris yang masih bisa kita temukan hingga saat ini. Ikan yang memiliki nama ilmiah Acipenseridae ini merupakan ikan yang hidup sejak 250 juta tahun lalu. Ikan ini selalu dimanfaatkan oleh manusia untuk sajian mewah “Kaviar”, telur ikan Sturgeon.

Ikan ini merupakan spesies yang memiliki umur panjang dengan reproduksi yang lambat. Sehingga overfishing dapat membuat ikan yang satu ini lambat laut mengalami kepunahan. Sturgeon sendiri  merupakan ikan yang berhabitat di sungai, danau atau pantai sub tropis yang beriklim sedang. Mangsa utamanya ada kerang, crustacea dan ikan kecil.

2. Coelacanth

Coelacanth

Hewan legendaris lainnya yang menakjubkan bernama Coelacanth. Hewan ini bernama ilmiah Latimeria chalumnae. Coelacanth merupakan ikan laut yang sempat dikira punah sejak 65 juta tahun yang lalu, yaitu pada masa Cretaceous. Sejak pertama kali ditemukan di perairan sungai Chalumna, Afrika Selatan pada tahun 1939.

Keberadaan spesies ikan yang satu ini kemudian mulai diketahui berhabitat di berbagai wilayah perairan yang ada di dunia, termasuk di Indonesia. Coelacanth yang hidup hingga hari ini terdiri dari 2 spesies yaitu, Latimeria chalumnae yang berasal dari Komoro dan Latimeria menadoensis yang berasal dari Manado.

Spesies Coelacanth sendiri terbagi menjadi 120 spesies yang diketahui berdasarkan fosil yang telah ditemukan oleh arkeolog dunia. Di tanah air, ikan jenis ini sering disebut ikan raja laut oleh penduduk setempat.

3. Platipus

Platipus

Platipus atau Duck Billed Platypus memiliki nama ilmiah Ornithorhynchus anatinus. Hewan yang termasuk dalam keluarga Ornithorhynchidae tersebut merupakan hewan yang hidup sejak 5-15 juta tahun yang lalu. Platipus adalah mamalia semi-akuatik yang populasinya di temukan di benua Australia bagian timur.

Paruhnya yang berbentuk seperti bebek memang membuatnya terlihat unik. Platipus sendiri termasuk ke dalam jenis hewan berbisa yang banyak menghabiskan waktu di air untuk berburu makanan berupa cacing dan larva dari serangga.

4. Udang Kecebong

Udang Kecebong

Udang kecebong atau Triops cancriformis adalah spesies udang tertua yang hidup sejak 200 juta tahun yang lalu. Hewan air yang masuk dalam kelompok Crustacea dari keluarga Triopsidae. Udang kecebong termasuk dalam hewan tertua yang masih bisa ditemukan hingga saat ini.

Udang ini memiliki siklus hidup yang sangat cepat, yaitu sekitar 2 minggu untuk mencapai dewasa. Spesies jenis ini banyak ditemukan di wilayah Eropa, Timur tengah dan India. Udang jenis ini juga biasa digunakan oleh untuk mengontrol populasi nyamuk dan gulma di persawahan yang di negara Asia.

5. Ubur-ubur Sisir

Ubur-ubur Sisir

Ubur-ubur sisir atau Ctenophore merupakan salah satu spesies ubur-ubur tertua yang ada di bumi. Hewan invertebrata ini bisa ditemukan seluruh perairan yang ada di bumi. Ctenophore merupakan predator bagi mahkluk mikroskopis termasuk Crustacea dan parasit. Ctenophore sendiri memiliki sekitar 150 spesies yang hidup di berbagai wilayah perairan dunia.

Makhluk ini diperkirakan sudah ada sejak 500 juta tahun lalu yaitu sejak zaman Kambrium. Ubur-ubur berkembang biak dengan melakukan kloning, yaitu berpisah dari tubuh induknya kemudian membentuk individu baru.

Sebagian besar hewan ini memiliki kemampuan bioluminesens kecuali dua spesies seperti Platyctenida dan Pleurobrachia. Kedua jenis tersebut tidak punya kemampuan bioluminesens (memancarkan cahaya sendiri).

6. Ekidna

Ekidna

Ekidna atau babi duri merupakan hewan yang termasuk dalam keluarga Tachyglossidae. Hewan legendaris yang satu ini masih memiliki ikatan kekerabatan dengan Platipus. Di dunia sendiri terdapat tiga spesies dari genus Zaglossus yang masih bisa ditemukan, serta satu spesies yang diketahui dari genus Tachyglossus.

Spesies dari genus Zaglossus sendiri bisa ditemukan di Papua sementara untuk genus Tachyglossus bisa ditemukan di Papua bagian tenggara dan hampir di seluruh benua Australia. Ekidna sendiri hidup sejak 48-19 juta tahun lalu.

7. Solenodon

Solenodon

Hewan legendaris lainnya yang masih bisa ditemukan hidup sampai saat ini bernama Solenodon. Hewan yang masuk dalam keluarga Solenodontidae ini merupakan hewan nokturnal yang dikenal berbisa.

Hewan ini telah ada sejak 76 tahun silam. Di Dunia sendiri terdapat 2 spesies Solenodon yang masih bisa ditemukan, yaitu Solenodon cubanus yang ada di Kuba dan Solenodon paradoxus yang bisa ditemukan di kepulauan Hispaniola.

Karakteristik Solenodon mirip dengan seekor tikus namun dengan moncong yang panjang. Solenodon memiliki bisa neurotoksik yang dapat membunuh bila dalam dosis yang cukup besar. Hewan ini memangsa cacing serta makhluk invertebrata yang berhabitat di tanah.

8. Hiu Goblin

Hiu Goblin

Hiu Goblin adalah makhluk air yang telah hidup sejak 125 juta tahun. Hewan yang memiliki nama ilmiah Mitsukurina owstoni ini termasuk dalam keluarga  Mitsukurinidae. Hiu Goblin termasuk dalam hewan laut langka yang masih menjadi misteri bagi ilmuan yang ada di seluruh dunia.

Nama hiu Goblin sendiri diambil dari mitos makhluk Jepang berhidung panjang, Tengu. Mengingat Hiu Goblin sendiri memiliki karakteristik moncong panjang di bagian atas mulutnya. Hiu ini merupakan predator bagi cumi, Crustacea dan ikan Teleost. Hiu Goblin sendiri berenang lambat di kedalaman 100 meter di bawah laut.

9. Salamander Raksasa

Salamander Raksasa

Salamander raksasa merupakan hewan yang keberadaannya dianggap telah punah. Sebelum pada akhirnya ditemukan di salah satu gua yang ada di China. Hewan dengan nama ilmiah Andrias davidianus ini termasuk dalam keluarga Cryptobranchidae.

Salamander ini termasuk hewan amfibi terbesar di dunia yang cukup langka. Selain itu Andrias Japonicus yang ditemukan di Jepang menjadi spesies terbesar mengalahkan Salamander yang ada di China. Salamander sendiri diketahui sebagai makhluk yang hidup sejak 170 tahun silam. Hal tersebut berdasarkan fosil yang ditemukan berusia lebih dari 157 juta tahun.

10. Nautilus

Nautilus

Mahluk legendaris selanjutnya bernama Nautilus. Moluska yang memiliki nama ilmiah Nautilus belauensis merupakan hewan dari keluarga Nautilidae yang memiliki kekerabatan dengan cumi dan gurita. Makhluk yang memiliki cangkang ini hidup di kedalaman 100-500 meter di kedalaman laut. Hewan air ini biasa hidup di perairan sub tropis beriklim hangat.

Nautilus merupakan hewan prasejarah yang hidup sejak 500 juta tahun lalu. Makhluk ini diketahui memiliki siklus hidup yang sangat lambat. Sehingga overfishing dapat mengakhiri keberlangsungan biota laut yang satu ini. Di dunia sendiri terdapat 6 spesies Nautilus yang telah ditemukan.

Nah, itulah 10 hewan legendaris yang disangka telah punah dari dunia yang telah berhasil Bacaterus rangkum untuk kamu. Keberadaan hewan-hewan luar biasa tersebut memang sangat menakjubkan. Kesadaran untuk menjaga hewan-hewan tersebut memang penting. Hal tersebut untuk menjaga dari kepunahan.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *