Bacaterus / Binatang Langka / Yuk, Kenalan dengan 10 Hewan Langka yang Terdapat di Papua

Yuk, Kenalan dengan 10 Hewan Langka yang Terdapat di Papua

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Januari 2019

Papua merupakan pulau yang terletak di ujung timur Indonesia. Memiliki budaya yang unik, Papua juga menyimpan keindahan yang memukau. Pulau ini, dipenuhi dengan hutan yang lebat, kaya akan flora dan fauna, danau dan pantai yang cantik. Destinasi khasnya adalah Raja Ampat, Danau Sentani, perbatasan Indonesia – Papua Nugini, dan Pegunungan Jaya Wijaya, yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia.

Tak hanya wisata dan budayanya saja yang unik. Papua merupakan tempat berkembangnya flora fauna yang bahkan tidak ditemukan di pulau dan negara lain. Kali ini, Bacaterus akan memperkenalkan 10 hewan langka yang terdapat di Papua. Kira-kira apa saja? Yuk, disimak!

10 Hewan Langka di Papua

1. Nuri Sayap Hitam (Eos Cyanogenia)

Nuri Sayap Hitam

* sumber: holobis.net

Burung Nuri yang indah ini berukuran 30 cm. Nuri Sayap Hitam hanya terdapat di Kepulauan Geelvink yang mencakup; Pulau Biak – Supiori, Numfor, Manim, dan Mios Num, yang berada di wilayah Papua. Burung ini bisa ditemukan di blok hutan kecil yang landai atau di hutan sekunder. Burung Nuri termasuk burung dengan jenis yang beraneka ragam.

Burung Nuri Sayap Hitam umumnya memiliki ciri-ciri; kepala besar, paruh bengkok, kaki yang kuat dan lincah, dan dua jari menghadap ke belakang. Makanannya adalah buah-buahan, bij-bijian, dan tepung sari dari bunga-bunga. Sayangnya, burung ini kini terancam punah karena banyaknya penangkapan liar dengan tujuan dijual-beli secara ilegal.

2. Kasuari Kerdil (Casuarius Bennetti)

Kasuari Kerdil

* sumber: www.winnetnews.com

Dikenal dengan ciri khas gelambir yang tidak menggantung, dan bentuk tanduknya segitiga, Kasuari Kerdil memiliki tinggi tubuh mencapai 1,1 meter dengan Panjang 150 cm, dan berat kasuari dewasa antara 17 – 26 kg. Lebih kecil dibandingkan dengan Kasuari Gelambir Tunggal dan Kasuari Gelambir Ganda.

Makanan yang dikonsumsi Burung kasuari Kerdil adalah buah-buahan yang jatuh di tanah, dengan langsung menelannya. Burung ini tidak hanya hidup di Papua, namun juga di Pulau Seram, Pulau Yapen, dan New Britania. Habitatnya di pegunungan, perbukitan, hingga dataran rendah. Namun, menyedihkan, populasinya kini sudah berkurang karena pemburuan liar.

3. Kura-Kura Reimani (Chelodina Reimanni)

Kura-Kura Reimani

Spesies yang satu ini, berbeda dengan kura-kura pada umumnya. Kura-Kura Reimani memiliki ciri khas pada lehernya yang berbentuk seperti ular. Maka dari itu, kura-kura ini disebut dengan kura-kura berleher ular. Selain itu, karena lehernya yang Panjang seperti ular, kura-kura ini tidak bisa ditarik dan disembunyikan di dalam tempurung.

Kura-Kura Reimani merupakan kura-kura air tawar. Jenis kura-kura ini memakan makanan yang berbeda, seperti ikan, serangga, dan ada pun pemakan sayur atau herbivora. Memiliki sekitar 60 jenis spesies, kura-kura berleher ular ini bisa kamu temukan di Papua, Papua Nugini, Australia, Amerika Latin, dan Pulau Rote Nusa Tenggara Timur.

4. Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra)

Burung Cendrawasih Merah

* sumber: www.avoskinbeauty.com

Papua paling dikenal sebagai habitat Burung Cendrawasih. Salah satu jenisnya adalah Burung Cendrawasih Merah. Burung ini memiliki daya tarik yang tinggi karena memiliki warna yang unik dan cantik. Pada bagian tubuhnya, berwarna merah terang / merah darah, dan bagian ekornya terdapat perpaduan dengan bulu berwarna putih.

Cendrawasih Merah hidup berkelompok di dahan pohon yang berukuran tinggi dengan lingkungan hutan masih bagus. Pada waktu tertentu, jam 9 pagi hingga jam 4 sore, Cendrawasih Merah menari bersama kelompoknya. Aktivitas ini dilakukan untuk menarik lawan jenisnya. Namun, mereka terancam karena maraknya perburuan liar dan perusakan hutan.

5. Kanguru Pohon Mantel Emas (Dendrolagus Pulcherrimus)

Kanguru Pohon Mantel Emas

* sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Tak hanya Australia yang memiliki kanguru. Hewan yang identik dengan kantung di perutnya ini, hidup pula di Indonesia. Tepatnya di Papua. Kanguru Papua memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan kanguru Australia. Terdapat dua jenis kanguru, diantaranya Kanguru Pohon dan Kanguru Tanah.

Memiliki kaki dan lengan dengan Panjang yang sama, Kanguru Pohon sangat kuat dalam memanjat pohon tempat mereka tinggal. Panjang tubuh Kanguru Pohon sekitar 41 – 77 cm, Panjang ekor 40 – 87 cm, dan berat tubuh mencapai 14,5 kg. Sayangnya, Kanguru Pohon Mantel Emas merupakan salah satu spesies yang terancam diantara spesies Kanguru Pohon lainnya.

6. Hiu Karpet Berbintik (Hemiscyllium Freycineti)

Hiu Karpet Berbintik

* sumber: birdsheadseascape.com

Sesuai dengan namanya, Hiu Karpet Berbintik memiliki pola berbintik seperti macan tutul. Berwarna coklat, bintik-bintik ini merata ke seluruh permukaan tubuh. Bentuk tubuh Hiu Karpet Berbintik sama dengan jenis hiu lainnya, namun pada bagian moncong memiliki bentuk yang lebih pendek dibandingkan hiu pada umumnya.

Dengan Panjang tubuh 46 cm, Hiu Karpet Berbintik bisa kamu temukan di perairan Raja Ampat, Papua Barat, hidup pada kedalaman 0 – 12 meter. Kamu yang suka snorkeling, bisa menemukan spesies ini jika beruntung. Coraknya yang unik, membuat spesies ini cukup terancam mengingat Hiu Karpet merupakan hewan laut yang menarik untuk digunakan oleh industri akuarium.

7. Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius Unappendiculatus)

Kasuari Gelambir Tunggal

* sumber: species.wikimedia.org

Jenis burung yang tidak bisa terbang ini, merupakan burung yang berasal dari Papua bagian utara. Spesiesnya tersebar di Pulau Yapen, Batanta, dan Salawati. Burung Kasuari Gelambir Tunggal hidup di hutan dataran rendah, hutan rawa, hutan pegunungan, lembah, dan sabana. Kasuari dapat dijumpai di pinggiran hutan, sungai, atau ketika melewati savanna.

Pada bulan Mei – Juni kamu akan melihat burung Kasuari sering terlihat berdua dengan lawan jenisnya, karena bulan tersebut merupakan musim kawin untuk Burung Kasuari. Burung jantan akan menjaga telur-telur milik burung betina. Biasanya, Burung Kasuari menghasilkan 8 buah telur, yang dierami selama 2 bulan.

8. Mambruk Victoria (Goura Victoria)

Mambruk Victoria

Mambruk Victoria merupakan salah satu spesies burung dara mahkota yang berukuran besar dibandingkan dengan jenis burung merpati lainnya. Berukuran panjang 74 cm, Mambruk Victoria memiliki warna biru keabu-abuan, jambul seperti kipas dengan ujung berwarna putih, dada merah marun keunguan, paruh abu-abu, kaki merah kusam, dan warna abu-abu pada ekor.

Habitatnya di hutan sagu, dan di rawa Papua bagian utara. Sarangnya berada di atas pohon, terbuat dari ranting-ranting dan dedaunan. Burung Mambruk Victoria memakan aneka biji-bijian, dan buah-buahan yang jatuh ke tanah. Spesies ini biasanya hidup berpasangan / berkelompok. Namun, burung cantik ini terancam punah karena maraknya penangkapan liar.

9. Kanguru Pohon Mbaiso (Dendrolagus Mbaiso)

Kanguru Pohon Mbaiso

* sumber: www.iucnredlist.org

Jenis Kanguru di Indonesia cukup beragam. Salah satunya adalah Kanguru Pohon Mbaiso. Spesies Kanguru ini dapat ditemukan di hutan Papua. Berbeda dengan Kanguru di Australia yang lebih banyak beraktivitas di atas tanah, Kanguru Pohon lebih banyak menghabiskan waktu di pepohonan.

Memiliki kaki besar, dengan kaki agak melengkung. Kanguru Pohon Mbaiso merupakan spesies yang paling terancam di Indonesia. Seiring dengan maraknya pembukaan lahan yang membuat hutan habitatnya menyusut. Bahkan, jumlah populasinya sudah berkurang lebih dari 80% selama 30 tahun terakhir. Selain itu juga pemburuan liar sangat mengancam populasi spesies ini.

10. Cendrawasih Mati-Kawat (Seleucidis Melanoleuca)

Cendrawasih Mati-Kawat

* sumber: www.daftarflorafauna.web.id

Burung Cenderawasih jenis ini memiliki ukuran sedang, dengan panjang sekitar 33 cm. Burung Cenderawasih Mati-Kawat memiliki ciri fisik berparuh Panjang lancip berwarna hitam, iris mata berwarna merah, burung jantan berwarna hitam mengkilap, dan burung betina berwarna cokelat.

Burung Cenderawasih Mati-Kawat bisa ditemukan di hutan dataran rendah di Papua. Burung ini merupakan poligami spesies. Burung jantan akan memikat betina menggunakan keduabelas kawat pada ritual tariannya. Setelah kopulasi, burung jantan akan melepas betina dan mencari pasangan lain.

Itulah macam hewan langka yang ada di Papua. Disebut langka karena spesies tersebut kondisinya kini terancam punah. Meskipun begitu, Papua ini sangat unik dan menyimpan berjuta sesuatu yang menarik. Berdasarkan poin-poin di atas, hewan mana yang paling kamu suka? Jika ingin berkenalan dengan hewan langka lain di nusantara, baca artikel hewan langka di Indonesia.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar