Ditulis oleh - Diperbaharui 11 Februari 2019

Hewan telah hidup di bumi lebih dari jutaan tahun lalu. Mereka tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Alam Indonesia menjadi rumah yang nyaman bagi ratusan spesies hewan. Bahkan, sebagian dari mereka, hanya bisa ditemukan di Indonesia.

Keberadaan mereka selalu berdampingan dengan manusia. Sayangnya, akibat beberapa faktor, seperti pembangunan, pembakaran hutan, dan penyakit, hewan-hewan tersebut menyusut jumlahnya dari tahun ke tahun. Sehingga, kelangkaan dan kepunahan pun mengancam mereka.

Nah, di bawah ini, ada beberapa hewan Indonesia yang dikategorikan langka. Bacaterus telah memilih 10 hewan tersebut. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini!

10 Hewan Langka di Indonesia

1. Orang Utan

* sumber: redapes.org

Orang utan hanya terdapat di Sumatera dan Borneo. Menurut data Population and Habitat Viability Assessment (PHVA), jumlah orang utan diperkirakan tinggal 71.820 ekor saja. Mereka menempati habitat yang luasnya mencapai 17.460 hektare.

Jumlah populasi orang utan ternyata menurun lebih dari 100 ribu ekor sejak 1999. Faktor terbesar yang memengaruhi penyusutan tersebut adalah perkebunan kelapa sawit dan perindustrian kertas.

Bahkan, dalam jurnal Current Biology yang senada dengan International Union for Conservation (IUCN), (Persatuan Internasional Konservasi Alam) tahun 2016 mengklasifikasi orang utan Kalimantan sangat terancam. Semoga ke depan, kelestarian orang utan terus terjaga sehingga anak cucu kita di masa depan bisa melihat hewan jenis kera itu hidup.

2. Badak Jawa

* sumber: animalsake.com

Badak Jawa adalah endemik dari Ujung Kulon, Banten. Jumlahnya sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini, jumlahnya diperkirakan hanya tersisa 68 ekor saja. Faktor utama hilangnya populasi badak adalah perburuan cula untuk digunakan sebagai obat dan hiasan. Perburuannya telah dilakukan sejak datangnya para penjajah ke Indonesia.

Badak Jawa memiliki satu cula, beda dengan spesies lainnya yang memiliki dua. Culanya adalah cula terkecil dari semua badak, biasanya lebih sedikit dari 20 cm dengan yang terpanjang sepanjang 27 cm.

3. Komodo

* sumber: www.tripadvisor.co.za

Komodo merupakan spesies kadal raksasa purba yang masih hidup hingga sekarang. Jumlahnya sekitar 3.012 saja. Jumlah itu kian meningkat setelah habitat aslinya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, dijadikan taman nasional dan mendapat pengawasan ketat.

Salah satu faktor yang membuat komodo langka adalah sulit berkembang biak. Proses perkawinan mereka bisa dikatakan sulit. Komodo jantan harus bertarung terlebih dulu agar bisa kawin dengan betina. Tidak hanya itu, telur komodo yang baru menetas sangat rentan dimangsa predator lain atau komodo yang lebih besar.

Taman nasional Pulau Komodo itu telah menjadi tujuan wisata favorit para wisatawan dari berbagai belahan dunia. Namun, saat ini, pemerintah setempat berencana menutup taman tersebut selama satu tahun karena khawatir dengan keadaan komodo yang semakin kurus. Hal itu diakibatkan pada jumlah makanan yang tersedia di pulau.

4. Tarsius Tarsier

* sumber: alamendah.org

Tarsius tarsier sering disebut juga monyet hantu yang hidup di hutan-hutan Sulawesi Selatan. Hewan ini merupakan primata kecil yang memiliki mata besar dan telinga menghadap ke depan. Warnanya cokelat dan berbulu.

Jumlahnya sempat mengkhawatirkan. Pada 2000, tarsius dinyatakan sebagai hewan langka. Penyebabnya adalah perburuan untuk dikonsumsi. Namun, karena kesadaran masyarakat, sekarang jumlah hewan yang menghabiskan waktunya di atas pohon itu terus bertambah namun tidak begitu signifikan.

Sebenarnya, ada beberapa jenis dari hewan nokturnal ini. Salah satu yang sangat langka dan sempat dianggap punah adalah jenis Tarsius Pumilus. Tetapi, berdasarkan penelitian, jenis tersebut masih ditemukan di dataran tinggi Sulawesi Selatan.

5. Harimau Sumatera

* sumber: www.worldatlas.com

Harimau Sumatera adalah sub-spesies harimau terkecil dari enam yang masih bertahan hidup. Meski demikian, jika dilihat dari corak belangnya, kepunyaan Indonesia ini jadi yang paling cantik.

Sayangnya, hewan ini dikategorikan langka. Populasi di alam liar hanya berjumlah sekitar 400 hingga 600 ekor saja. Hampir kebanyakan hidup di taman-taman nasional Sumatera. Salah satu faktor utama menyusutkan hewan ini adalah perburuan liar dan menjadikan hutan sebagai kebun sawit.

6. Pesut Mahakam

* sumber: www.wwf.or.id

Pesut Mahakam sering disebut sebagai lumba-lumba air tawar. Mereka hidup di sungai daerah tropis. Ada tiga sungai di dunia ini sebagai tempat hidupnya, yaitu Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Mekong (Kamboja), dan Sungai Irawady. Pesut Mahakam dikategorikan sebagai hewan langka, sebab, di Indonesia hanya tinggal sekitar 80 ekor saja.

Pesut merupakan mamalia pemakan udang dan ikan-ikan kecil. Makanya, ia sering berlomba dengan nelayan untuk mendapatkan makanan. Ciri-cirinya hampir persis seperti lumba-lumba, kepala bulat dan matanya kecil. Tubuhnya berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat di bagian bawah.

7. Kanguru Wondiwoi

Kanguru Wondiwoi

* sumber: www.zoorigin.com

Kanguru Wondiwoi adalah jenis marsupial tropis yang berkerabat dekat dengan kanguru dan walabi yang tinggal di darat. Mereka telah dikatakan punah sejak 1930-an. Namun, 2017 lalu, seorang peneliti asal Inggris menemukan mereka. Jumlahnya sangat sedikit, dan masih terus diteliti hingga sampai saat ini.

Kanguru Wondiwoi hidup di hutan tropis, salah satunya Gunung Wondiwoi di Papua. Bobotnya mencapai rata-rata 16 kilogram. Kendati cukup besar, mereka sukar ditemukan karena hutan yang sangat lebat.

8. Penyu

* sumber: www.wwf.or.id

Enam dari tujuh penyu yang ada di dunia berasal dari Indonesia. Satu-satunya yang hanya bisa ditemui di Indonesia adalah Penyu Kemp’s Ridley. Kita mungkin bisa bangga dengan itu, sayangnya, jumlah mereka terus menyusut dari tahun ke tahun. Penurunan populasi penyu diakibatkan perburuan dan kerusakan lingkungan akibat sampah. Indonesia sendiri merupakan rumah bagi konservasi Penyu Laut terbesar di dunia.

9. Maleo

Maleo

* sumber: www.allaboutbirds.org

Maleo adalah salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Mereka adalah jenis burung gosong berukuran sekitar 55 sentimeter dan merupakan satu-satunya dari genus tunggal Macrocephalon. Jumlahnya dari tahun ke tahun terus berkurang akibat perburuan liar dan untuk dikonsumsi telurnya.

Burung Maleo cukup unik. Mereka sudah bisa terbang meski baru menetas dari telur. Habitatnya berada di hutan Sulawesi, salah satunya di Cagar Alam Gorontalo.

10. Burung Cendrawasih

* sumber: asiapacificreport.nz

Cendrawasih disebut sebagai bird of paradise. Kecantikannya memang patut disandingkan dengan surga. Sayangnya, perburuan memangkas jumlah populasi yang ada. Burung yang hanya ditemukan di Indonesia ini jumlahnya sangat sedikit, bisa dibilang hampir punah.

Orang-orang memburu burung cendrawasih untuk dijual sebagai peliharaan dan ada juga yang menjadikannya sebagai cindera mata. Jahatnya, untuk dijadikan sebagai cindera mata, burung ini harus dibunuh terlebih dahulu untuk diambil bulunya atau disiram dengan air keras dalam keadaan hidup.

Nah, itulah kesepuluh hewan langka yang ada di Indonesia. Semuanya perlu perhatian kita. Alangkah baiknya untuk tetap menjaga lingkungan sekitar, termasuk hewan yang hidup di dalamnya. Jangan sampai nanti keturunan kita hanya tahu burung tersebut dari namanya saja.

Selain kesepuluh hewan di atas, ternyata masih ada hewan langka lainnya hanya saja statusnya hampir punah. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, silakan baca artikel 10 Hewan Langka yang Statusnya Hampir Punah ini.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .