Bacaterus / Binatang Langka / Inilah 10 Hewan Langka di Dunia yang Statusnya Hampir Punah

Inilah 10 Hewan Langka di Dunia yang Statusnya Hampir Punah

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 Februari 2019

Banyak sekali hewan-hewan yang unik dan lucu di dunia ini. Beberapa sering kita lihat langsung di kebun binatang, di acara televisi atau mungkin di buku teks sekolah. Namun, ada hewan-hewan tertentu yang keberadaannya jarang bisa kita lihat. Kita bahkan mungkin belum pernah mendengar tentang eksistensi mereka atau pernah mendengarnya tapi belum pernah melihatnya.

Hewan-hewan yang jarang terlihat tersebut umumnya menderita risiko kepunahan. Banyak alasan yang menyebabkan jumlah mereka semakin berkurang, seperti kehilangan habitatnya, perubahan iklim dan cuaca, atau perburuan yang tentu saja dilakukan oleh manusia yang tak bertanggung jawab.

Hewan apa sajakah yang tergolong dalam kategori hewan langka tersebut? Sebelum benar-benar punah, Bacaterus akan mengajak Anda mengenal sejumlah hewan langka di dunia yang hampir punah.

10 Hewan Langka di Dunia

1. Orang Utan Kalimantan

Orang Utan Kalimantan

* sumber: www.worldwildlife.org

Orang Utan Kalimantan atau Pongo pygmaeus hanya ada di Pulau Kalimantan. Hewan ini memiliki wajah yang lebih lebar dan jenggot lebih pendek dibandingkan dengan Orang Utan Sumatera, sepupu mereka. Juli ini, International Union for Conservation (IUCN) mengubah status Orang Utan Kalimantan menjadi terancam punah. Semenjak 1950, populasi mereka semakin menurun dari 60%.

Pada tahun 2025 Orang Utan Kalimantan diproyeksikan jumlahnya akan semakin menurun sebanyak 22% lagi menurut Scientific American.

Hilangnya hutan, habitat Orang Utan, yang berubah menjadi perkebunan kertas, perkebunan karet, kelapa sawit dan perburuan ilegal adalah ancaman utama bagi hewan-hewan seperti Orang Utan Kalimantan. Ditambah lagi dengan lamanya kelahiran, betina dikatakan hanya bereproduksi setiap enam hingga delapan tahun, menghambat lajunya proses konservasi.

2. Panda Merah Nepal

Panda Merah Nepal

* sumber: milaproductions.com

Panda Merah Nepal adalah salah satu spesies hewan paling pemalu, paling eksotis di dunia, dan juga paling sukar ditangkap. Panda merah termasuk hewan langka yang terancam punah. Penyebab hewan ini berada di ambang kepunahan karena pemusnahan habitat hewan tersebut.

Penampilan panda merah lebih mirip dengan rakun dan ukurannya sedikit besar dari kucing rumahan. Mereka bisa tumbuh hingga sekitar 50-63cm dan beratnya bisa mencapai 6kg. Panda merah adalah hewan pemanjat yang terampil dan senang meringkuk di pohon dengan ekor panjangnya yang dililitkan di kepalanya saat mereka tak mencari makan di tanah.

Seiring dengan meningkatnya populasi manusia, terutama di Nepal dan Cina, rumah-rumah hutan bambu panda merah ditebangi dan diambil untuk dijadikan bahan bakar, lahan kayu, juga pertanian. Oleh karena itu mereka semakin terdorong ke daerah pegunungan yang lebih terpencil, tercerai-berai dan seringkali mereka tak terlindungi.

3. Kura-kura Pulau Pinta

Kura-kura Pulau Pinta

* sumber: www.lapintagalapagoscruise.com

Kura-kura Pulau Pinta diberitakan hanya tinggal satu, yaitu Lonesome George. Konservasi di Kepulauan Galapagos menganggap George sebagai “anak angkat”. George sudah berusia 100 tahun lebih dan telah hidup di penangkaran di Stasiun Penelitian Charles Darwin di Kepulauan Galapagos sejak 1972. Sayangnya, dia tak memiliki pasangan.

Demi mencarikan pasangan bagi George, dikabarkan disediakan hadiah sebanyak 10.000 dolar Amerika bagi yang bisa menemukan kura-kura betina pasangan George.

Karakteristik kura-kura Pulau Galapagos umumnya memiliki leher yang sangat panjang. Leher mereka bisa meregangkan hingga beberapa sentimeter di atas permukaan laut. Mereka bisa hidup tanpa air atau makanan untuk beberapa waktu yang lama.

Kura-kura Galapagos adalah satu-satunya kura-kura dengan bentuk cangkang yang berbeda. Cangkang Lonesome George adalah “saddleback,” yang terlihat seperti pelana kuda. Berita terbaru tentang George, yaitu Lonesome George telah meninggal pada tanggal 24 Juni 2014. Namun, diberitakan ada satu ekor hibrida generasi pertama yang ditemukan di luar Pulau Pinta.

4. Badak Jawa

Badak Jawa

* sumber: id.pinterest.com

Dahulu kala badak Jawa jumlahnya sangat melimpah di Indonesia dan Asia Tenggara. Namun sekarang mereka termasuk dalam golongan hewan yang terancam punah. Populasinya dipercaya hanya berkisar 60 ekor yang masih ada. Badak Jawa merupakan bagian dari genus yang sama dengan badak India dan dipercaya sebagai salah satu dari lima jenis badak yang masih ada.

Disebutkan salah satu penghalang terbesar bagi keberadaan badak Jawa adalah Perang Vietnam. Perang ini disebut-sebut sangat menghabiskan habitat alaminya. Badak ini dikatakan sebagai mamalia besar yang luar biasa langka di dunia menurut beberapa sumber, ini berbeda dengan wombat yang hanya disebut sebagai hewan paling langka.

5. Serigala Merah

Serigala Merah

* sumber: www.whsv.com

Pada tahun 1980, serigala merah sebenarnya dianggap punah di alam liar. Dan terakhir di April 2018, status mereka sebagai spesies yang hampir punah belum juga berubah. Penyebab kepunahan spesies ini di antaranya karena perburuan oleh manusia dan tertabrak kendaraan. Serigala merah adalah keluarga anjing asli Amerika. Ukurannya sedang, seukuran coyote dan serigala abu-abu.

Sebagian besar warna yang dimiliki oleh serigala merah adalah cokelat dan warna hitam kekuning-kuningan di punggungnya. Di daerah sekitar telinga, kepala dan kaki mereka berwarna kemerahan. Berat serigala merah dewasa sekitar 20 hingga 36kg.

6. Okapi

Okapi

* sumber: a-z-animals.com

Apakah okapi termasuk saudara jerapah? Jika dilihat bagian belakangnya dan kakinya yang bergaris-garis putih seperti zebra, tampaknya mereka bersaudara dengan jerapah. Kepalanya pun jika dilihat mirip dengan zebra, jadi sudah pasti okapi adalah satu-satunya kerabat jerapah. Kuping okapi besar dan tegak berdiri. Okapi juga memiliki lidah yang berwarna gelap dan panjang.

Sangat sulit untuk bisa menemukan okapi di alam liar. Habitat aslinya berada di Hutam Ituri yang merupakan sebuah hutan hujan yang lebat yang terletak di Afrika Tengah. Ketika mereka mendengar suara manusia dari kejauhan, mereka akan lari.

7. Vaquita

Vaquita

* sumber: ladyfreethinker.org

Vaquita adalah keluarga paus dan lumba-lumba terkecil dengan berat sekitar 43 kilogram dan panjangnya hanya 1,5 meter. Spesies ini bisa ditemukan di perairan sekitar Teluk California. Mereka berburu ikan dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga ekor.

Sayangnya akhir-akhir ini populasi vaquita mengalami penurunan besar-besaran. Ini dikarenakan penangkapan ikan menggunakan gillnet yang menyebabkan paus kecil ini terperangkap di jaring dan tenggelam. Karena penangkapan, sekitar 39 vaquitas mati setiap tahunnya menurut sebuah penelitian.

8. Macan Tutul Amur

Macan Tutul Amur

* sumber: www.worldwildlife.org

Ternyata selain macan tutul yang hidup di Sahara Afrika atau hutan di India, ada pula macan tutul yang hidup di hutan-hutan beku di Cina dan Rusia. Amur adalah jenis macan tutul yang ditemukan di kedua tempat tersebut. Mereka hidup di lingkungan yang keras dengan suhu yang bisa mencapai minus 40 derajat.

Kepunahan macan tutul Amur bukan karena lingkungan yang keras tapi karena penggundulan hutan. Mereka juga di buru dengan kejam untuk bulunya yang tebal. Diperkirakan macan tutul Amur yang ada di Rusia jumlahnya hanya 57 ekor. Ini membuatnya menjadi kucing besar terlangka di dunia.

9. Monyet Laba-Laba Hitam Peru

Monyet Laba-Laba Hitam Peru

* sumber: www.bioexpedition.com

Monyet Laba-laba Hitam Peru atau Ateles chamek hidup di bagian timur Amerika Selatan di sebelah utara Sungai Amazon. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di kanopi hutan hujan. Bagi ekosistem hujan hujan tropis, monyet laba-laba hitam memiliki peran penting untuk penyebaran benih karena mereka memakan buah-buahan.

Juga dikenal sebagai Guiana atau monyet laba-laba berwajah merah, menurut IUCN populasi spesies ini diyakini selama 45 tahun terakhir telah menurun setidaknya 50%. Perusakan rumah hutan hujan tropis, perburuan, dan fragmentasi mengancam keberadaan monyet laba-laba hitam Peru.

10. Saola

Saola

* sumber: sites.google.com

Sering disebut “unicorn Asia”, Saola atau Pseudoryx nghetinhensis pertama kali ditemukan pada Mei 1992. Saola termasuk mamalia yang langka bisa dilihat oleh manusia dan sangat terancam punah. Menurut WWF ilmuwan pun sangat jarang melihatnya di alam liar, hanya empat kali saja.

Meskipun terlihat seperti antelop, mereka sebenarnya sepupu sapi. Hewan ini memiliki dua tanduk di kepalanya, baik jantan ataupun betina. Di wajah mereka terdapat tanda putih. Mereka umumnya hidup di hutan Laos dan Vietnam. Keberadaan spesies ini terancam oleh fragmentasi habitat mereka dan perburuan menurut IUCN.

11. Kungkang (Sloth) Berjari Tiga

Kungkang (Sloth) Berjari Tiga

* sumber: www.iucnredlist.org

Isla Escudo de Veraguas, sebuah pulau kecil di Pantai Panama, adalah habitat hewan bernama sloth atau kungkang berjari tiga. Sekitar 79 ekor sloth masih ditemukan hidup di alam liar menurut penelitian tahun 2011. Mereka dikenal memiliki gerakan yang lambat yang dikarenakan metabolismenya yang lambat.

Sloth dewasa hanya datang bersama untuk kawin. Mereka menemukan masing-masing dengan cara memanggil keras-keras. Waktu kehamilan spesies sloth berjari tiga adalah 4 sampai 7 bulan sebelum melahirkan.

Kelangkaan adalah hal yang umum terjadi, tetapi kelangkaan dapat terjadi karena berbagai alasan. Spesies mengalami kelangkaan karena hanya hidup di habitat tertentu, populasinya yang rendah, atau pengaruh aktivitas manusia. Itulah yang terjadi pada hewan-hewan langka di atas.

Di Indonesia juga terdapat sejumlah hewan yang dinilai langka, baca artikel hewan yang dilindungi di Indonesia untuk mengetahui informasinya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar