Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Hereditary, Warisan Pembawa Kematian

Review & Sinopsis Film Hereditary, Warisan Pembawa Kematian

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Setelah lama bergelut dalam sejumlah film pendek, nama Ari Aster mulai semakin dikenal berkat kesuksesannya menggarap film horor berjudul Hereditary yang disebut sebagai film horor terbaik saat pemutaran perdananya di Sundance Film Festival 2018.

Menceritakan kehidupan keluarga Graham yang diliputi banyak misteri. Benarkah film yang menandakan debut Aster sebagai sutradara film layar lebar ini telah memenuhi ekspektasi penonton. Nah, untuk mengetahui tentang hal tersebut. Yuk, simak ulasannya dalam artikel di bawah.

Sinopsis

Sinopsis

  • Tanggal Rilis : 21 Januari 2019
  • Genre:  Drama, Horror, Thriller, Misteri
  • Produksi: A24, Palm Star Media, Finch Entertainment, Windy Hill Pictures
  • Sutradara:  Ari Aster
  • Pemeran: Toni Collette, Milly Shapiro, Gabriel Byrne, Alex Wolff

Hereditary mengisahkan tentang kehidupan keluarga Graham yang dipenuhi dengan tabir misteri. Setelah kematian sang ibu, Ellen Graham. Annie Graham (Toni College) yang berprofesi sebagai seorang seniman miniatur mulai mengalami banyak peristiwa aneh bersama keluarganya, Steve Graham (Gabriel Byrne) dan kedua anaknya Peter (Alex Wolff) dan Charlie Graham (Milly Shapiro).

Annie yang memiliki sikap depresif karena sikap ibunya harus menjalani kehidup semakin berat ketika putrinya, Charlie tewas akibat sebuah kecelakaan tak terduga saat bersama kakaknya, Peter. Hal itu kemudian membuat hubungan antara Annie dan Peter berubah dingin. Merasa kehidupannya semakin buruk. Anny pun pada akhirnya mengikuti konseling untuk menghilangkan trauma masa lalu.

Konflik kemudian semakin rumit ketika seorang wanita bernama Joan (Ann Dowd) hadir dan memperkenalkan Annie pada sebuah ritual pemanggilan arwah. Pada awalnya Toni tak terlalu menghiraukan, namun kemudian ia berubah pikiran ketika melihat secara langsung peristiwa aneh saat ritual tersebut dilakukan.

Annie yang mulai percaya dengan hal tersebut kemudian memutuskan untuk melakukan ritual pemanggilan arwah untuk berkomunikasi dengan putrinya yang telah meninggal. Merasa bersalah atas kematian Charlie. Peter mulai terpengaruh untuk mengikuti sang ibu mengadakan ritual.

Akan tetapi setelah peristiwa pemanggilan arwah tersebut. Banyak kejadian mengerikan yang terjadi pada keluarga Graham. Annie yang pada akhirnya sadar akan rencana jahat sang ibu sebagai pemimpin sekte sesat untuk memindahkan iblis Paimon yang bersarang dalam tubuh Charlie pada putranya Peter.

Film Horor Penuh Teka-Teki

Film Horor Penuh Teka-Teki

Debut Ari Aster untuk film panjangnya ini memang diacungi jempol. Kepiawaiannya menuturkan premis dalam jalan cerita memang sukses menuai pujian dari para kritikus film. Tak heran jika Hereditary kemudian bergelar sebagai film horor terbaik tahun 2018, bahkan majalah populer terkenal Rollingstone. Mengisahkan tentang sebuah “warisan” tak biasa.

Film ini memang sukses menebar teror pada penonton lewat beberapa adegan dan scoring yang menyeramkan. Meski dari judul penonton sudah mendapat petunjuk mengenai premis cerita, namun kepiawaian Aster meramunya menjadi sebuah teka-teki memang tak terbantahkan.

Di mulai dengan adegan pemakaman Ellen Graham di awal film. Penonton pun kemudian akan disuguhkan dengan berbagai kejadian misterius yang menimpa keluarga Graham. Aster memang seakan membangun suasana mencekam sejak awal film.

Dengan tempo cerita yang lambat penonton perlahan digiring ke dalam berbagai opini dan menerka-nerka segala kemungkinan peristiwa yang sesungguhnya terjadi pada keluarga Graham. Meski tak dihiasi dengan berbagai adegan jumpscare dengan suara menggelegar.

Hereditary sendiri mampu memberi kesan mengerikan yang cukup membekas melalui berbagai unsur yang terdapat di dalamnya. Mulai dari tone kelam yang digunakan, scoring musik, sampai tata cahaya yang dibuat sedikit gloomy dan spektakuler adalah adegan gore yang bisa membuat penonton menutup mata.

Dipenuhi Berbagai Scene Misterius

Dipenuhi Berbagai Scene Misterius

Penonton akan disajikan berbagai adegan misterius yang mungkin membuat penonton bertanya-tanya. Seperti kemunculan cahaya putih yang muncul pada beberapa peristiwa, beberapa simbol yang diperlihatkan pada penonton dalam beberapa scene, kehadiran sosok-sosok misterius tanpa busana, hingga sosok Paimon yang disebut-sebut dalam sebuah buku.

Semuanya memang seakan menjadi sebuah petunjuk bagi penonton tentang premis cerita. Akan tetapi sebagian dari penonton mungkin tidak menyadari akan hal tersebut. Dikarenakan terlalu sibuk mencari jawaban tentang peristiwa yang akan terjadi pada adegan berikutnya.

Aster cukup Solah sedang bermain dengan pikiran penonton melalui detail-detail kecil yang ditampilkan untuk sampai pada jawaban yang akan ditemukan di akhir film. Menuturkan cerita yang  cukup rapi memang sangat mengagumkan serta menggugah rasa penasaran penonton mengikuti setiap adegan.

Kemampuan Aktor Memainkan Emosi

Kemampuan Aktor Memainkan Emosi

Toni Collette memang bukan nama baru di industri perfilman dunia. Setelah sempat memukau penonton lewat salah satu film horor terbaik sepanjang masa berjudul “Sixth Sense” bersama aktor Bruce Willis dan Haley Joel Osment pada tahun 1999. Kini ia menunjukan kembali kualitas aktingnya yang prima dalam film Hereditary.

Collette memang cukup ahli dalam memainkan emosi. Kemampuannya saat memerankan karakter Annie Graham, seorang ibu dengan dua anak yang harus menjalani hidup dengan tekanan psikologis yang cukup hebat akibat tragedi masa lalu yang melibatkan ibu dan saudaranya memang sangat sempurna.

Ekspresi dingin yang kerap ia tampilkan mampu memberi kesan misterius sekaligus menakutkan. Sama seperti Collette, Saphiro yang memerankan sosok Charlie pun menunjukan kemampuan terbaiknya. Meskipun Hereditary adalah film pertamanya, namun Saphiro berhasil memberikan kualitas akting sempurna sebagai seorang anak yang diliputi banyak misteri.

Menunjukan ekspresi sama dinginnya seperti sang ibu. Ia memang berhasil membawa kengerian hampir di sepanjang jalan. Dan itu cukup mengesankan. Begitu pun Gabriel Byrne, Alex Wolff yang dinilai berhasil membangun chemistry yang kuat serta memikat sebagai sebuah keluarga yang rapuh.

Ending yang Memuaskan

Ending yang Memuaskan

Setelah melewati serangkaian kejadian yang cukup membuat sesak penonton. Pada adegan terakhir film, Aster pun seakan tak mempermudah penonton untuk mendapatkan jawaban mengenai situasi yang terjadi.

Aster sendiri memang sepertinya sengaja tidak menjelaskan secara rinci dan lebih suka memberikan potongan-potongan puzzle selama pemutaran film yang akan dirangkai sendiri oleh penonton untuk menuju klimaks cerita.

Kesengajaan Aster untuk tidak menjelaskannya dengan sangat rinci terhadap peristiwa yang selama ini terjadi dengan keluarga Graham memang cukup beralasan. Mengingat bila hal tersebut dilakukan kemungkinan dapat merusak keseluruhan jalan cerita yang berpengaruh pada mood film itu sendiri.

Secara garis besar film karya Aster ini memang cukup memenuhi ekspektasi penonton, khususnya bagi para pencinta film dengan genre misteri. Cara Aster menyampaikan film dengan menampilkan banyak teka-teki memang berhasil membuat penonton untuk ikut terlibat dalam memecahkan misteri yang terjadi pada keluarga Graham.

Nah, itulah review film Hereditary yang telah berhasil Bacaterus ulas bagi kamu. Dengan rating mencapai 7.7 di situs IMDB. Film horor yang satu ini memang wajib untuk kamu ditonton. Semoga informasi di atas bisa membantu kamu untuk memilih film yang akan kamu tonton di akhir pekan.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *