bacaterus web banner retina

6 Jenis Gorila Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ditulis oleh Linda - Diperbaharui 29 Mei 2020

Gorila merupakan primata terbesar yang termasuk dalam kategori omnivora. Hewan bertubuh besar ini sering mendapat peran utama dalam sejumlah film Hollywood, seperti King Kong, Rise of the Planet of the Apes, sampai dengan film The Rock terbaru yang berjudul Rampage. Popularitas hewan yang satu ini memang melebihi spesies primata lainnya.

Namun, tahukah Anda bahwa ada lebih dari satu jenis gorila yang hidup di dunia? Ada beberapa jenis gorila terbesar di dunia yang tersebar di berbagai negara. Bacaterus akan mengajak Anda mengenal 6 jenis gorila terbesar di dunia melalui tulisan lengkap di bawah ini.

6 Jenis Gorila Terbesar di Dunia

1. Gorila Pegunungan (Mountain Gorilla)

Gorila Pegunungan Gorila Terbesar di Dunia

Dari beberapa jenis gorila terbesar di dunia, gorila pegunungan ini adalah jenis yang terancam punah. Di tahun 2016, tercatat hanya 880 ekor gorila pegunungan saja yang tersisa di dunia. Sub-spesies gorila timur ini mengalami kepunahan karena habitatnya hancur akibat gunung berapi, peperangan, perburuan, sampai penyakit.

Sesuai dengan namanya, gorila pegunungan selalu tinggal di pegunungan pada ketinggian 8.000 – 13.000 kaki. Bulu tebalnya membantu mereka bisa hidup di wilayah dataran tinggi yang suhunya sangat rendah.

Sayangnya, karena habitatnya terus dirusak oleh manusia, maka gorila pegunungan ini harus tersingkir dan tinggal di tempat yang bukan habitatnya. Tempat tinggal yang tidak sesuai untuk mereka membuat nyawa gorila pegunungan terancam. Diperkirakan, di akhir abad ke-20 gorila pegunungan ini bisa mengalami kepunahan.

2. Gorila Dataran Rendah Timur (Eastern Lowland Gorilla)

Gorila Dataran Rendah Timur

Gorila dataran rendah timur atau yang dikenal dengan nama Gorila Grauer adalah jenis gorila terbesar di dunia. Bahkan, jenis inilah yang paling besar dibanding jenis gorila lainnya. Tubuhnya besar dan bulunya hitam pekat seperti gorila gunung. Selain itu, penampakan Gorila Grauer ini memiliki tubuh yang kekar, tangan yang besar, dan moncong yang pendek.

Sangat disayangkan bahwa perkiraan jumlah gorila dataran rendah timur ini hanya tersisa 3.800 ekor saja. Kerusuhan sipil di Republik Demokratik Kongo menjadikan Gorila Grauer dan Gorila Gunung sebagai korbannya. Hutan hujan tropis yang menjadi habitat alami gorila jenis ini rusak akibat kerusuhan dan penggunaan tempat tinggal bagi manusia.

Selama kerusuhan, Gorila Grauer juga sangat rentan terhadap risiko perburuan. Bahkan, Taman Nasional Kahuzi-Biega yang merupakan rumah bagi sejumlah besar populasi gorila dataran rendah timur juga tidak luput dari perburuan liar tersebut. Namun, dengan bantuan WWF dan organisasi lain, taman nasional yang merupakan tempat tinggal bagi gorila dataran rendah timur ini menjadi lebih aman.

3. Gorila Dataran Rendah Barat (Western Lowland Gorilla)

Gorila Dataran Rendah Barat

Jika gorila dataran rendah timur adalah subspesies gorila terbesar di dunia, lain halnya dengan familinya yaitu Gorila Dataran Rendah Barat yang merupakan subspesies gorila terkecil. Meskipun ukuran tubuhnya paling kecil dibanding jenis gorila lainnya, western lowland gorilla ini adalah salah satu mamalia terbesar dan terkuat di darat.

Ciri-ciri fisik Gorila Dataran Rendah Barat adalah kulitnya hitam pekat, rambut kasar menutupi seluruh tubuhnya, dan tidak memiliki ekor. Jenis gorila ini sangat suka berkelompok. Setiap kelompok Gorila Dataran Rendah Barat pasti dipimpin oleh satu atau lebih pejantan.

Meskipun subspesies gorila ini belum masuk kategori hampir punah, tetapi jumlah Gorila Dataran Rendah Barat di dunia menurun lebih dari 60 persen selama 20-25 tahun terakhir. Penyebab dari menurunnya jumlah Gorila Dataran Rendah Barat adalah perburuan dan penyakit.

4. Gorila Cross River

Gorila Cross River

Ternyata ada subspesies gorila lainnya yang lebih terancam punah dibanding Gorila Pegunungan, yaitu Gorila Cross River. Diperkirakan hanya tersisa 200-300 ekor gorila jenis ini di alam liar. Kepunahan gorila jenis ini disebabkan oleh hilangnya habitat, perburuan, sampai dengan hilangnya keragaman genetik.

Gorila Cross River setidaknya memiliki 11 kelompok yang tersebar di seluruh hutan pegunungan dataran rendah dan hutan hujan yang berada di Kamerun dan Nigeria. Ciri-ciri fisik gorila ini adalah bulunya berwarna kelabu, memiliki kubah tengkorak, dan kaki maupun tangannya berukuran lebih kecil.

Untuk melindungi subspesies gorila ini, WWF bekerja sama dengan pemerintah Kamerun dan Nigeria untuk mengamankan hutan yang menjadi habitat Gorila Cross River. Mereka akan menciptakan kawasan aman untuk melindungi gorila ini dari perburuan liar.

5. Gorila Barat (Western Gorilla)

Gorila Barat

Di antara banyaknya jenis gorila terbesar di dunia, Gorila Barat ini adalah spesies yang jumlahnya paling banyak di dunia. Ciri fisik yang nampak dari hewan ini adalah memiliki bulu keabu-abuan atau kecokelatan dengan dahi yang berwarna kekuningan. Gorila Barat jantan memiliki tinggi sekitar 155 cm dan yang betina tingginya 135 cm.

Walaupun jumlah subspesies Gorila Barat adalah yang paling besar di dunia, tetapi Gorila Barat juga terancam kepunahan. Ancaman terbesar untuk spesies ini adalah virus ebola yang sudah mematikan populasi Gorila Barat yang berada di hutan lindung sebanyak 33 persen.

Ancaman lain yang menyebabkan kepunahan spesies gorila ini adalah perburuan, perusakan habitat, sampai dengan perang sipil di negara-negara yang dihuni oleh hewan ini. Apalagi tingkat reproduksi Gorila Barat cukup rendah, sehingga pemulihan jumlah populasi akan terasa sangat sulit.

6. Gorila Timur (Eastern Gorilla)

Gorila Timur

Kalau Anda ingin mengetahui jenis gorila terbesar di dunia, maka Gorila Timur inilah jawabannya. Gorila Timur adalah primata hidup terbesar yang mendiami hutan di Uganda, Republik Demokratik Kongo, Rwanda, dan hutan Albertine Rift di DRC timur.

Penampilan gorila timur bisa dikenali dari bulunya yang hitam dan bagian dadanya tidak tertutup bulu. Gorila Timur jantan memiliki bobot sekitar 140 – 205,5 kg, sedangkan yang betina bobotnya hanya 90 – 100 kg. Primata ini hidup secara berkeluarga, di mana spesies yang jantan menjadi kepala keluarga.

Di tahun 2016, jumlah Gorila Timur di dunia hanya tersisa 6.000 ekor saja. Populasi yang terus menurun ini disebabkan oleh perusakan habitat, perburuan ilegal untuk daging satwa liar, dan penambahan lahan pertanian maupun pemukiman manusia yang memaksa Gorila Timur terus tersingkir dari habitatnya.

Kesimpulannya, hampir semua spesies gorila terancam kepunahan. Jika dipikir dengan akal sehat, kepunahan gorila dan sejumlah hewan lainnya lebih banyak disebabkan oleh kesalahan manusia ketimbang faktor alam. WWF dan organisasi lain berusaha melindungi spesies yang terancam punah melalui konservasi dan perlindungan terhadap habitat satwa-satwa tersebut.

Jika dilindungi dan dirawat dengan baik, gorila bisa bertahan hidup sampai usianya mencapai 50 tahun. Jadi, sejatinya gorila tidak akan mengalami kepunahan jika manusia mau bersahabat dengan hewan tersebut.

Dengan mengenal 6 jenis gorila terbesar di dunia ini, kita jadi mengetahui bahwa jenis primata terbesar juga terancam punah. Kalau bukan kita yang melestarikan satwa-satwa tersebut, kelak keturunan kita tidak akan dapat melihat gorila secara nyata karena primata tersebut sudah punah.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram