Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Glass (2019), Film yang Menguras Otak!

Review & Sinopsis Film Glass (2019), Film yang Menguras Otak!

Ditulis oleh - Diperbaharui 12 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa bayangan yang terlintas ketika kita mendengar film superhero? Kebanyakan akan menjawab cerita tentang seorang pahlawan yang mempunyai kemampuan khusus untuk menumpas kejahatan. Untuk menutup film, akan ada pertarungan antara pahlawan dengan penjahat. Akhirnya, bisa sad ending, happy ending atau dibiarkan menggantung.

Karakteristik superhero atau pahlawan pada umumnya, dibuat begitu rumit oleh M. Night Shyamalan. Baik itu dari segi cerita maupun pemicunya untuk menjadi karakter superhero maupun penjahat. Hal seperti itu juga yang diterapkannya pada film Glass yang dibintangi aktor-aktor kelas atas seperti Samuel L. Jackson, James McAvoy dan Bruce Willis.

Sudah pernah nonton film berjudul Glass? Kalau belum, sebelum menontonnya lebih baik baca dulu yuk ulasannya berikut ini!

Sinopsis

Glass

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Psychological, Thriller
  • Produksi: Blinding Edge Pictures, Blumhouse Productions, Perfect World Pictures
  • Sutradara: M. Night Shyamalan
  • Pemain: Samuel L. Jackson, James McAvoy, Bruce Willis

Kevin Wendell Crumb adalah seorang mantan pegawai kebun binatang yang mengidap Disssociative Identity Diseorder (DID). Dia mempunyai 23 kepribadian yang membuat dia bisa berubah menjadi orang lain dalam sekejap. Bukan hanya dari pola pikir, tapi juga dari aksen dan caranya bersikap. Salah satunya adalah The Beast, manusia kanibal yang kejam.

Tiga pekan setelah banyaknya kejadian yang disebabkan oleh Kevin, David Dunn mulai bertindak sebagai vigilante atau orang yang mencoba menegakkan keadilan dengan caranya sendiri. Dia menyebut dirinya The Overseer. David bukanlah orang biasa, dia adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan kereta api 19 tahun sebelumnya.

Bersama sang anak, Joseph, dia berkeliaran di Philadelphia untuk menegakkan keadilan, dan salah satu tujuan besarnya adalah menemukan Kevin. Berbekal visi yang menyatakan bahwa Kevin masih menyekap empat orang cheerleader, David mencoba mendatangi sebuah pabrik yang sudah nggak dipakai.

Hasilnya, dia berhasil menemukan empat orang yang disekap sesuai dengan bayangan yang dia dapat dan membebaskan mereka. Tapi, Kevin sudah dalam posisi menjadi The Beast yang membuat keduanya baku hantam. Pertengkaran antara David dan Kevin berlangsung sampai keluar pabrik.

Sinopsis Glass

Ternyata di sana sudah ada Dr. Ellie Staple yang berhasil melakukan intervensi dengan bantuan teknologi. Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa guna diobati dan diteliti dengan pengawasan Dr. Ellie yang sudah terbiasa menghadapi orang-orang dengan kondisi yang nggak biasa. Dr. Ellie sudah memahami karakteristik David dan Kevin, begitu pun dengan kelemahannya.

David yang takut dengan air, dikurung di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh pipa air. Sementara Kevin dikurung di ruangan yang dilengkapi dengan sinar yang bisa mengejutkannya dan bisa membuat kepribadian yang sedang dia jiwai mengalami gangguan. Kevin dan David mengaku bahwa mereka adalah orang-orang yang dikarunai kekuatan super.

Dr. Ellie nggak mempercayai pendapat itu dan berpendapat bahwa mereka mengalami delusi yang berat. Dia kemudian mengundang satu pasien lain yaitu Elijah Price, orang yang nggak terlihat asing bagi Kevin. Ketiganya ditanya mengenai kekuatan super dan nggak bisa menjawab. Kemunculan Elijah di antara Kevin dan David membuat situasi semakin rumit.

Dia yang mempunyai keyakinan bahwa ada beberapa manusia yang mempunyai kekuatan super mencoba untuk memantik masalah dan mengekspos kekuatan super dua temannya tersebut. Dia berhasil membuat David dan Kevin kabur dengan dua skenario berbeda. Keduanya kemudian saling berhadapan dengan tujuan yang berbeda.

Bermain-main dengan Pikiran

Bermain-main dengan Pikiran

Kevin Crumb dan David Dunn merupakan dua karakter penting di film Glass. Satu tokoh lain yang nggak kalah pentingnya adalah Elijah Price atau Mr. Glass. Ketika dua karakter lain menunjukkan kekuatan super, Price lebih menonjolkan kemampuannya dalam berkata-kata untuk bermain-main dengan pikiran.

Kata-kata adalah senjata yang menjadi andalannya. Meski terkesan nggak begitu spesial, tapi mempunyai efek yang dahsyat. Bagi Price, ada manusia di antara manusia lain yang memiliki kekuatan super. Untuk membangkitkannya, diperlukan sebuah trauma tinggi untuk digabungkan dengan kejeniusan yang dia miliki.

Prinsip demikian dia yakini setelah banyak membaca buku komik tentang superhero sejak usianya masih kecil. Upaya Price dalam membangkitkan kekuatan super dalam diri David dan Kevin adalah dengan membebaskan mereka dari ruangan yang mengurung mereka supaya bisa saling memburu.

Dr. Ellie Staple yang mengetahui rencana tersebut mengajukan agar melakukan lobotomi atau bedah otak supaya Price nggak terus-terusan memprovokasi dua rekannya yang lain. Sayangnya, upaya preventif itu nggak berhasil dan Price bisa membebaskan David dan Kevin.

Mengungkap Detil Kecil dari Masa Lalu

Mengungkap Detil Kecil dari Masa Lalu

 Jangan harap Glass sebagai film superhero buatan Shyamalan akan banyak memuat adegan-adegan laga. Dia mengutamakan drama psikologis yang membentuk para tokoh serta cara pandang mereka dan menjadikan adegan laga sebagai pelengkap saja. Maka dari itu, banyak dialog-dialog panjang yang terkesan asal.

Siapa sangka dialog-dialog itu dimunculkan untuk menunjukkan betapa detil kecil dari masa lalu mempengaruhi kehidupan para karakternya. Kalau memperhatikan ucapan-ucapan Price pada Kevin dan David, maka kita bisa melihat bahwa dia adalah sosok yang jenius.

Dia menggunakan cerita masa lalu dua rekannya kemudian mengubah mereka menjadi pion yang dia gunakan untuk membuktikan teorinya tentang manusia dengan kekuatan super. Walau karakternya yang terkesan sebagai super villain, tapi di film ini kita nggak akan menemukan Samuel L. Jackson mengucapkan sumpah serapah andalannya.

Penutup Trilogi Superhero Buatan Shyamalan

Penutup Trilogi Superhero Buatan Shyamalan

Bagi yang sudah menonton film Split (2016), ada sebuah scene yang menampilkan Bruce Willis. Banyak yang mengira bahwa Shyamalan hanya sekadar mengingatkan kita pada filmnya yang dibintangi oleh Willis yaitu Unbreakable (2000). Padahal, kemunculannya bukan semata-mata sebagai cameo melainkan sebagai penanda akan kemunculan film Glass.

Glass merupakan penggabungan dua film Shyamalan sebelumnya yaitu Unbreakable dan Split. Unbreakable yang dirilis nyaris 20 tahun sebelum Glass memegang fondasi cerita Elijah Price. David Dunn yang selamat dari kecelakaan kereta diubah oleh Price menjadi sosok manusia dengan kekuatan super yang menjalankan misi menegakkan keadilan.

Split yang merupakan salah satu penampilan terbaik McAvoy digunakan Shyamalan untuk menciptakan super villain yang nggak kalah kejamnya lewat Kevin Crumb. Dua dunia antara David dan Kevin itu disatukan ke dalam satu dunia, yaitu film Glass.

Kalau kita sudah bisa melihat jelas David adalah protagonis dan Kevin adalah antagonis, maka  di mana posisi Price? Di satu sisi, dia yang membangkitkan karakter The Beast di jiwa Kevin, di sisi lain dia yang mendukung David untuk menjadi vigilante berjuluk The Overseer. Ya, film ini memang cukup menguras otak penonton.

Untuk menonton Glass, alangkah baiknya menonton dua karya Shyamalan sebelumnya yaitu Unbreakable dan Split supaya mudah memahami cerita. Siap-siap saja untuk memperhatikan dialog-dialog yang menyimpan clue terhadap tindak-tanduk karakter-karakter di film ini. Setelah menonton, kamu bisa membagikan dialog yang paling berkesan untuk kamu di kolom komentar, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *