bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Generasi 90an: Melankolia (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 3 September 2021

Kehilangan kakak perempuan satu-satunya menjadi duka mendalam bagi Abby. Sebelum Indah tewas dalam kecelakaan pesawat, mereka adalah keluarga yang bahagia. Adem ayem dengan kehidupan yang tidak berlebihan tidak juga kekurangan. Setelah kejadian itu, semua berubah.

Abby mulai melampiaskan kesedihannya dengan menganggap sahabat sang kakak sebagai sosok pengganti. Remaja lelaki ini terlibat hubungan yang terlalu jauh. Sementara itu, kesedihan tetap dipelihara oleh sang ibu yang masih belum ikhlas anak gadisnya meninggal tanpa bekas. Seperti apa persisnya film Generasi 90an: Melankolia? Mari baca sinopsis dan ulasannya di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis

Abby lahir 30 Juni 2000. Ibunya (Marcella Zalianty) seorang yang sentimental dan keras dengan dirinya sendiri. Beliau mantan akuntan publik yang sangat menghargai memori pada setiap benda. Menurutnya memori tidak bisa lepas dari sebuah barang sehingga untuk dibuang rasanya sayang.

Sementara itu, ayah Abby (Gunawan) adalah pribadi yang sulit ditebak. Dalam lima tahun terakhir beliau bekerja sebagai mediator pembebasan lahan untuk hotel dan kawasan wisata. Kedua orangtua Abby menikah pada 8 April 1994. Abby memiliki kakak perempuan bernama Indah (Aghniny Haque). Indah adalah penggila kaus, pemandu sorak terbaik dan biang keributan.

Pada usia 5 tahun, Indah divonis mengalami gangguan pemusatan perhatian disertai gejala hiperaktivitas. Indah punya sahabat bernama Sephia (Taskya Namya) yang sudah bersahabat selama lima tahun. Sudah satu tahun terakhir Abby berpacaran dengan Kirana (Jennifer Coppen). Sebagai siswa tahun terakhir di SMA, Abby bersiap melepas masa remaja.

Di satu hari yang cerah, Indah mengumumkan pada seluruh anggota keluarganya bahwa dia lolos tahap pertama untuk bergabung bersama salah satu NGO yang berpusat di Singapura. Indah hanya perlu melakukan wawancara sebelum diputuskan diterima atau tidak. Jika diterima, Indah akan berada jauh dari rumah setidaknya satu hingga dua tahun.

Abby terlihat tidak senang dengan berita yang disampaikan Indah karena dia ingin sang kakak ada di saat kelulusannya. Cerita berlanjut saat Sephia berdua di dalam mobil bersama Bayu (Wafda Saifan). Sephia mengatakan bahwa dia lebih memilih kehilangan Bayu daripada harus kehilangan Indah.

Hari kelulusan sekolah Abby pun tiba. Selepas dari sekolah, mereka sekeluarga pergi ke pantai, termasuk Kirana dan Sephia. Lagi-lagi Abby memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap putusan Indah untuk pergi ke luar negeri. Abby tidak ingin ikut mendoakan kesuksesan kakaknya di luar negeri.

Keesokah harinya, Indah terbang ke Singapura guna melakukan wawancara. Kepergianya di antara keluarga dan Sephia. Pulang dari bandara, Abby, ayah serta ibu mampir untuk makan di warung sate. Saat sedang memesan, ibu melihat sebuah berita sela di televisi. Berita tersebut mengabarkan bahwa sebuah pesawat Jakarta-Singapura hilang dari radar pemandu lalu lintas udara tak lama setelah lepas landas.

Kekacauan terjadi di bandara. Para keluarga korban bergegas mencari dan ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan tersebut, termasuk Abby dan keluarga. Abby masih ingin percaya bahwa kakak perempuannya baik-baik saja. Begitu juga dengan ayah dan ibu. Sementara itu pihak SAR berhasil mendapatkan beberapa body part yang diduga milik penumpang pesawat nahas tersebut.

Berita mengenai kecelakaan terus dinaikkan. Terdengar dari radio, pembaca berita menyampaikan bahwa seluruh penumpang pesawat dipastikan tidak ada yang selamat. Kehilangan Indah benar-benar membuat Abby terpukul. Sephia yang tidak tega melihatnya menawarkan diri jadi pengganti Indah.

Saat tiba haru ulang tahun Abby ke 18, pemuda itu membawa gaun kakaknya dan meminta Sephia untuk memakai. Sebelumnya, gaun tersebut memang direncanakan Indah untuk dipakai saat pesta ulang tahun sang adik. Abby merasa sangat bersalah dengan kepergian Indah di hari itu. Sephia berusaha menghiburnya dengan mengatakan sesuatu yang bisa menguatkan.

Sikap Abby yang berubah drastis membuat Kirana bingung. Abby juga tidak menunjukkan tanda-tanda dirinya akan menerima kepergian Indah. Dia bahkan sampai berhalusinasi sedang duduk di pesawat padahal yang sebenarnya sedang duduk di café tempat kerja Sephia. Abby jadi lebih sering menghabiskan waktu berdua bersama Sephia.

Hingga kedekatan mereka sudah melampaui batas. Abby dan Sephia tidur bersama. Setelah melakukan itu Abby secara aneh meminta Sephia untuk mengenakan gaun Indah sekali lagi. Mereka yang sedang sama-sama bersedih karena kehilangan orang terkasih tersebut melampiaskan emosinya dengan bercinta. Setelah kejadian itu, Abby terlihat lebih bersemangat.

Di sisi lain, ibu dan ayah terlihat  berusaha untuk melanjutkan hidup. Dengan luka yang masih terasa, ibu menolak menandatangani sebuah dokumen. Bagaimana keluarga ini menjalani hari-hari dengan kesedihan yang mendalam? Bagaimana hubungan Abby dan Sephia akan berakhir?   

Alur Lambat dan Minim Dialog

Alur Lambat dan Minim Dialog

Generasi90an : Melankolia dibuka dengan narasi mengenai pengenalan-pengenalan karakter di dalam film. Setelah itu, film ini rasanya berjalan dengan sangat lambat. Banyak scene kosong tanpa dialog. Penonton “dirayu” oleh suguhan sinematografi yang sayangnya belum cukup untuk membuat  fokus dan perhatian tetap terjaga.

Hasilnya, film terasa sangat membosankan. Sampai pada scene yang paling emoisonal, yaitu ketika pesawat yang ditumpangi Indah dikabarkan mengalami kecelakaan, tidak ada dialog berarti yang bisa memicu penonton ikut merasakan emosi. Sedihnya, upaya para karakter untuk menunjukkan kesedihan melalui gesture, tatapan mata, ekspresi wajah juga tidak terlalu kuat.

Emosi Tersampaikan Melalui Karakter Ibu

Emosi Tersampaikan Melalui Karakter Ibu

Alur yang terasa lambat dan minim dialog tersebut mendominasi hampir seluruh jalan cerita. Plot dikemas dengan hening hingga film berjalan satu jam lebih. Tensi pada film ini baru terasa naik di 30 menit terakhir. Emosi yang harusnya ditunjukkan seorang ibu yang kehilangan anak sulungnya sejak awal, baru dikeluarkan menjelang film selesai.

Marcella Zalianty yang berperan sebagai ibu, berhasil memperlihatkan kesedihan dan ketidakrelaannya atas nasib yang diterima Indah. Dengan menahan ledakan di dadanya, Marcella mewakili luka seorang ibu yang harus kehilangan anaknya dengan tiba-tiba. Emosi dalam film ini akhirnya tersampaikan melalui karakter ibu.

Subkonflik Tontonkan Hasrat Remaja

Subkonflik Tontonkan Hasrat Remaja

Konflik utama Generasi 90an: Melankolia adalah tentang kehilangan yang dirasakan sebuah keluarga karena putri sulung mereka meninggal akibat kecelakaan pesawat. Dari konflik utama tersebut, lahir subkonflik yang melibatkan orang-orang di sekitar Indah, terutama Abby.

Subkonflik film ini berada di sekitar kondisi psikologis Abby yang sangat kehilangan kakak perempuannya. Rasa cinta Abby pada sang kakak dia lampiaskan secara intim melalui sahabat kakaknya sendiri. Sejak awal film, Abby memang diperlihatkan punya ketertarikan seksual terhadap Sephia. Hasratnya ini semakin menjadi dan tidak malu diperlihatkan setelah sang kakak meninggal.

Dengan dalih menggantikan posisi Indah, Sephia seperti tidak mampu menolak hasrat remaja tersebut. Hubungan Abby dengan Sephia pada akhirnya membawa mereka ke masalah yang baru. Abby kembali merasa kehilangan setelah wanita yang bisa membuatnya mengikhlaskan Indah juga pergi tanpa kabar.

Emosi yang diperlihatkan Ari Irham sebagai Abby cukup untuk membuat Anda mengelus dada. Anak lelaki ini mencari “penyembuhan” di luar sebab tidak mendapatkan itu dari kedua orangtuanya. Abby seolah tidak sempat merasa sedih karena kedua orangtuanya sudah lebih dulu bersedih, sudah lebih banyak bersedih. 

Elemen 90an dari Set, Sinematografi dan Tone Warna

Elemen 90an dari Set, Sinematografi dan Tone Warna

Dari judulnya, Generasi 90an: Melankolia, bisa jadi Anda berharap mendapat tontonan yang berisi cerita dengan latar waktu tahun 90-an. Sayangnya, harapan itu tidak akan ditemukan di sini. Judul dan isi film ini sama sekali tidak disambungkan oleh keterjalinan cerita. Keduanya bagai berdiri sendiri-sendiri. Tidak ada latar cerita yang kuat mengapa ia diberi judul demikian.

Elemen tahun 90-an dalam film ini, ‘dipaksa’ hadir melalui set rumah, furniture-furniture, pemilihan kostum, sinematografi dan tone warna yang kuning. Seolah merasa perlu bertanggungjawab dengan judul yang dipilih, unsur-unsur tersebut pun pada akhirnya dihadirkan. Selain itu, tidak ada motif lain yang kuat, kecuali kecintaan sang ibu pada barang-barang lama. Itu pun seharusnya hanya ditemukan di rumah mereka, tidak di set lain.

Tidak banyak yang bisa disampaikan setelah menonton film ini. Generasi 90an: Melankolia  adalah film visual yang sayangnya hambar dari segi cerita, naskah dan eksekusi setiap emosi. Walau begitu, sinematografinya cukup baik. Jika penasaran Anda bisa membuktikannya sendiri! Berminat?

Melankolia
Rating: 
2.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram