Bacaterus / Film Indonesia / Wah, 10 Film Ini Ternyata Dilarang Tayang di Indonesia

Wah, 10 Film Ini Ternyata Dilarang Tayang di Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 5 Desember 2019

Bioskop pastinya jadi tempat favorit para pencinta film di tanah air. Tak hanya karya sineas lokal, film-film Indonesia kini juga semakin berkembang dan kualitasnya pun tak kalah dengan film luar. Tapi dari sekian banyak film yang pernah dirilis, ternyata ada juga sejumlah film yang dicekal dan akhirnya dilarang tayang di Indonesia.

Film-film tersebut dilarang beredar di bioskop karena beberapa alasan yang cukup masuk akal. Mulai dari filmnya yang terlalu vulgar menampilkan kekerasan, adegan panas, atau karena ceritanya yang mengandung unsur SARA. Nah, buat kamu yang penasaran, Bacaterus akan mengulas film-film yang dilarang tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

1. The Year of Living Dangerously (1982)

The Year of Living Dangerously

* sumber: nontonsini.com

Film lawas yang dibintangi oleh Mel Gibson ini menceritakan tentang wartawan asal Australia yang bertugas meliput kondisi Indonesia di tahun 1965, tepatnya di masa-masa sebelum G30S/PKI. Filmnya diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Christopher Koch yang terbit tahun 1978.

Karena mengungkit-ungkit PKI dan konflik yang ada di tanah air, film ini tidak diizinkan untuk syuting di Indonesia, bahkan filmnya pun dilarang tayang di sini setelah dirilis tahun 1982. Namun pencekalan tersebut hanya terjadi saat Orde Baru. Begitu rezim Orde Baru berakhir, tepatnya di tahun 1999 silam, larangan terhadap film ini akhirnya dicabut.

2. Pembalasan Ratu Laut Selatan (1989)

Pembalasan Ratu Laut Selatan

* sumber: thebloodypitofhorror.blogspot.com

Tak hanya film luar, film buatan anak negeri pun ada juga yang diboikot sampai akhirnya tidak diperbolehkan tayang di bioskop. Salah satunya adalah film Pembalasan Ratu Laut Selatan yang dibintangi oleh aktris senior Yurike Prastika.

Film dengan judul internasional Lady Terminator ini berkisah tentang Nyi Roro Kidul yang digambarkan sebagai budak seks. Hampir semua pria yang pernah berhubungan intim dengannya pasti akan mati. Tapi akhirnya muncul laki-laki sakti yang berhasil menang dan mempermalukan Nyi Roro Kidul.

Nyi Roro Kidul pun berjanji akan membalas dendam kepada keturunan laki-laki tersebut. Hingga pada akhirnya Nyi Roro Kidul merasuki seorang wanita bule dan melakukan aksi balas dendamnya dengan senjata-senjata yang lebih modern.

Film garapan sutradara Tjut Djalil ini sebenarnya sempat tayang di bioskop-bioskop Indonesia, tapi langsung banjir kecaman karena mempertontonkan adegan seks dan kekerasan dengan cukup vulgar. Gara-gara protes dari masyarakat inilah akhirnya film tersebut turun layar dan ditarik dari peredaran.

3. Schindler’s List (1993)

Schindler’s List

* sumber: newrepublic.com

Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg ini diangkat dari novel Schindler’s Ark karya penulis Australia, Thomas Keneally. Film ini bercerita tentang Oskar Schindler, pengusaha Jerman yang berusaha menyelamatkan lebih dari seribu orang Yahudi Polandia dari pembantaian Nazi di masa-masa Holocaust.

Film ini sebenarnya dibuat untuk menyuarakan pesan kemanusiaan. Namun seperti yang kita ketahui, hal-hal yang berhubungan dengan Yahudi adalah hal yang sangat sensitif di negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim. Itulah kenapa film yang dibintangi oleh Liam Neeson ini dilarang tayang di Indonesia.

4. True Lies (1994)

True Lies

* sumber: umlconnector.com

True Lies merupakan film bergenre action-comedy yang dibintangi oleh aktor Arnold Schwarzenegger. Film garapan sutradara James Cameron tersebut bercerita tentang seorang mata-mata bernama Harry Tasker yang bertugas melindungi negaranya dari ancaman terorisme. Tapi pekerjaannya yang berbahaya justru mengancam keselamatan keluarga Harry sendiri.

Film True Lies sebenarnya memiliki cerita yang menarik, tapi bagaimanapun juga film ini dilarang tayang di Indonesia. Penyebabnya, tokoh teroris bernama Aziz digambarkan sebagai orang Arab, dan kelompok terorisnya pun memiliki nama Crimson Jihad. Gara-gara hal inilah film tersebut dicekal karena dianggap menyudutkan agama Islam.

5. Murudeka 17805 (2001)

Merudeka (Merdeka) 17805

* sumber: alifrafikkhan.blogspot.com

Murudeka 17805 adalah film hasil kerja sama sineas Jepang dan Indonesia dengan latar belakang zaman penjajahan. Film bertema sejarah ini menceritakan tentang para tentara Kekaisaran Jepang yang datang ke Indonesia yang saat itu masih dijajah oleh Belanda. Jepang pun tidak diceritakan sebagai penjajah, tapi sebagai pahlawan yang datang untuk membebaskan Indonesia dari penderitaan.

Tentara-tentara Jepang juga digambarkan sebagai pasukan yang gagah berani dan ikut membantu Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Salah satu adegan yang menuai banyak kritikan adalah ketika seorang wanita Jawa bersujud dan mencium kaki pemimpin pasukan Jepang yang dianggapnya sebagai penyelamat.

Karena ceritanya yang menyeleweng dan tak sesuai fakta, film Murudeka 17805 akhirnya sukses menuai kontroversi, bahkan mengundang kemarahan masyarakat Indonesia yang merasa sakit hati dengan film tersebut. Buntutnya, Murudeka 17805 pun diboikot dan dilarang tayang di bioskop-bioskop tanah air.

6. Irreversible (2002)

Irreversible

Irreversible merupakan film Perancis bergenre thriller yang digarap oleh sutradara Gaspar Noe. Secara garis besar, film ini menceritakan tentang wanita bernama Alex (Monica Belluci) yang tengah berbahagia karena mengandung anak dari Marcus (Vincent Cassell). Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama karena Alex mengalami tragedi pemerkosaan yang mengerikan.

Film ini sendiri menuai kontroversi karena menampilkan adegan seks sekaligus pemerkosaan yang sangat brutal. Karena mengandung unsur kekerasan dan pelecehan seksual yang begitu sadis, tak heran bila Irreversible dilarang tayang di bioskop Indonesia.

7. Pocong (2006)

Pocong

Salah satu film lokal yang juga tidak diizinkan tayang di bioskop adalah film Pocong. Film horor karya sutradara Rudi Soedjarwo ini sebenarnya direncanakan rilis pada bulan Oktober 2006. Namun film tersebut akhirnya gagal tayang karena mengandung unsur SARA dan bernuansa sadis.

Film Pocong mengambil latar belakang kerusuhan tahun 1998. Adegan kekerasan dan pemerkosaan yang cukup brutal merupakan alasan kenapa film ini tidak lulus sensor. Hal inilah yang akhirnya membuat sang sutradara memutuskan membuat film baru berjudul Pocong 2 yang dirilis pada akhir tahun 2006.

8. Balibo (2009)

Balibo

* sumber: www.fandor.com

Balibo merupakan film Australia yang berdasarkan kisah nyata dan masih ada sangkut pautnya dengan Indonesia. Pada tahun 1975 silam, tepatnya ketika Indonesia menginvasi wilayah Timor Timur, ada 5 orang jurnalis asal Autralia yang datang untuk meliput. Tapi kelimanya tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara Timor Timur, dan mereka pun dikenal dengan sebutan Balibo Five.

Buntutnya, Australia curiga bahwa kelima jurnalis ini tewas di tangan TNI. Nah, film Balibo sendiri diangkat dari buku berjudul Cover Up karya Jill Jolliffe, seorang jurnalis yang juga pernah bertemu dengan kelima jurnalis yang tewas tersebut. Sedangkan dalam filmnya, diceritakan ada seorang jurnalis bernama Roger East yang berusaha menyelidiki kasus Balibo Five.

Tapi karena mengangkat tema yang cukup sensitif, film Balibo akhirnya dilarang tayang di Indonesia dengan alasan film ini bisa memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Pihak Indonesia menganggap bahwa kasus Balibo sudah selesai dan tidak ingin menimbulkan konflik politik dengan Timor Leste dan Australia.

9. Noah (2014)

Noah

Film garapan sutradara  Darren Aronofsky ini mengangkat kisah Noah atau Nabi Nuh berdasarkan Alkitab. Film yang dibintangi oleh Russell Crowe ini sebenarnya mendapat respon yang cukup positif dari sejumlah kritikus film, namun film ini dicekal di Indonesia dan sejumlah negara muslim. Alasannya karena ceritanya bertentangan dan tidak sesuai dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam.

10. Fifty Shades of Grey (2015)

Fifty Shades of Grey

* sumber: time.com

Terakhir ada film Fifty Shades of Grey yang dibintangi oleh Jamie Dornan dan Dakota Johnson. Film ini diangkat dari novel berjudul sama, bercerita tentang mahasiswi lugu bernama Anastasia Steele yang jatuh cinta pada Christian Grey. Grey sendiri adalah seorang miliarder yang tampak sempurna, tapi ia memiliki kebiasaan bercinta yang tak biasa.

Sejak awal pembuatannya, film ini sudah menyedot perhatian banyak orang karena penasaran seperti apa jadinya bila novel erotis difilmkan. Dan seperti yang sudah bisa diduga, Fifty Shades of Grey akhirnya tidak mendapat izin tayang di Indonesia karena berisi banyak adegan seks yang sangat vulgar.

Bila ditelisik, beberapa film yang dilarang tayang di Indonesia sebenarnya memiliki inti cerita yang cukup menarik, jadi tak heran bila ada beberapa pihak yang menyayangkan pencekalan film-film tersebut. Lalu bagaimana menurutmu? Apa film-film itu memang tidak layak tayang atau justru sebaliknya?

Dan andaikan 10 film di atas lulus sensor dan berhasil tayang di bioskop tanah air, kamu bakalan menonton film yang mana, nih? Tuliskan di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

3 Responses

  1. Lebih film terbaik adalah Aikatsu! Idol Academy! The movie

  2. Alhamdulillah indonesia masih ckp selektif…walopun gak menutup kemungkinan msh tetap bs ditonton di DVD tp upaya itu bs meminimalisir dampak negatif pembelajaran visual di kalangan anak2 dan remaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *