Ditulis oleh - Diperbaharui 13 Oktober 2018

Jika mendengar nama vampire, apa yang terlintas dalam pikiran? Apakah sosok berkharisma berjubah hitam dengan gigi taringnya? Atau sekelompok manusia yang berkulit pucat dan bercahaya ketika terkena air? Atau sosok berpakaian panglima perang Cina yang ditempel kertas kuning bermantera di keningnya? Semua itu tergantung dari film vampire mana yang kita tonton.

Sejatinya, legenda vampire sendiri berasal dari daratan Eropa dengan sejarah panjangnya yang berpangkal sejak era Yunani Kuno. Tetapi, terminologi kata “vampire” sendiri pertama kali muncul di dalam Oxford English Dictionary yang diterbitkan di tahun 1734. Sejak itu, legenda vampire semakin sering diungkit dalam berbagai literatur pada awalnya, hingga merambah ke dunia film.

Berikut ini kami pilihkan 10 film terbaik yang memunculkan sosok vampire dalam berbagai bentuk dan rupanya disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Ada yang bersumber dari novel klasik yang sangat dekat dengan sosok Count Dracula, dan ada juga yang kekinian disesuaikan dengan zaman yang sudah semakin maju. Mari kita simak bersama.

10 Film Vampire Terbaik

1. Fright Night [1985]

*

Seorang remaja mencurigai tetangga barunya yang dianggapnya adalah seorang vampire. Kemudian, dia menyelidiki dan meminta bantuan seorang host dari acara TV untuk menguak misteri tersebut. Film klasik karya Tom Holland ini menuai banyak respon positif terutama karena nuansa misterius yang dibangun dan dijaga dengan ketat hingga film berakhir.

Kesuksesan film ini kemudian diikuti dengan sebuah sequel, Fright Night Part 2 [1988] yang juga mendapat status cult classic, meski kualitas filmnya sendiri jauh di bawah film pertamanya. Di tahun 2011, dirilis film remake yang diperankan oleh Colin Farrell sebagai vampire yang juga menuai banyak pujian lebih karena unsur humornya yang baik.

2. The Lost Boys [1987]

* sumber: www.wikipedia.org

Film yang diperankan oleh banyak aktor muda calon bintang ini adalah salah satu karya terbaik sutradara Joel Schumacher. Berkisah tentang dua pemuda Arizona yang pindah ke California dan bersinggungan dengan sekelompok vampire dengan gaya anak gangster. Nama “Lost Boys” sendiri diambil dari kelompoknya Peter Pan karya J.M. Barrie.

Film klasik ini kemudian memunculkan sebuah franchise tersendiri dalam berbagai media. Lost Boys: Reign of Frogs adalah komik mini seri yang dirilis pada tahun 2008 di mana menceritakan kisah setelah film pertamanya. Lagu “Cry Little Sister” dari Gerard McMahon adalah soundtrack film ini yang cukup sukses dan bertengger di top 20 Billboard Hot 100.

Selain itu, masih ada novel, video game, dan serial TV yang belum dirilis dan masih dalam tahap produksi. Bagi mereka yang suka mengoleksi action figure, dua karakter dari film ini, David sang ketua vampire dan Michael, bisa turut melengkapi koleksi kalian. Sayangnya, dua film sequel yang dirilis dalam format video hadir dalam kualitas yang buruk.

3. The Monster Squad [1987]

The Monster Squad [1987]

* sumber: www.allmovie.com

Film horror bernuansa komedi ini memiliki kisah yang cukup unik dan lucu, di mana sekelompok remaja harus bahu-membahu menghalangi para monster klasik dari Universal Studios yang dipimpin oleh Count Dracula yang ingin menguasai dunia. Anggota monsternya terdiri dari Frankenstein, Mummy, Wolf Man, dan The Gill-man, yang juga dibantu oleh tiga gadis vampire.

Meski pada saat penayangannya di bioskop tidak menuai kesuksesan, lambat laun film ini akhirnya meraih status cult classic dan dianggap sebagai salah satu film horror-comedy terbaik. Penampilan para monster dikerjakan oleh ahli special make-up legendaris, Stan Winston, yang membuat para monster ini tampil meyakinkan dan menakutkan.

4. Bram Stoker’s Dracula [1992]

* sumber: www.allmovie.com

Salah satu karya terbaik sutradara Francis Ford Coppola ini menampilkan kisah horror romantis pada diri seorang vampire legendaris, Count Dracula. Kisah ini diangkat dari novel klasik karya Bram Stoker yang diterbitkan pada tahun 1897. Film ini dibintangi oleh Gary Oldman, Winona Ryder, Anthony Hopkins, dan Keanu Reeves.

Film ini menuai pujian karena banyak menampilkan adegan menyeramkan yang sangat baik, sehingga tergolong sebagai salah satu film terbaik yang pernah diproduksi. Salah satu karakternya, Professor Abraham Van Helsing, kemudian dibuatkan film tersendiri yang diperankan oleh Hugh Jackman, Van Helsing [2004].

Gabriel Van Helsing adalah nama yang sering digunakan oleh Van Helsing dalam memburu vampire dan di luar dunia akademisnya. Film Bram Stoker’s Dracula ini sendiri meraih pendapatan yang besar, yaitu $215 juta dari bujet produksi yang hanya $40 juta saja. Seluruh pemeran menuai pujian, hanya Keanu Reeves saja yang dikritik karena aktingnya yang kaku.

5. Interview with the Vampire [1994]

* sumber: www.allmovie.com

Sangat jarang, kan, melihat Tom Cruise sebagai sosok antagonis? Aksinya bisa dilihat di film ini di mana Cruise berperan sebagai Lestat de Lioncourt, vampire senior yang memiliki seorang murid bernama Louis de Pointe du Lac yang diperankan oleh Brad Pitt. Setting film dimulai di tahun 1791 hingga ke era modern.

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Anne Rice terbitan tahun 1976 dan menampilkan lagu “Sympathy for the Devil” yang dibawakan oleh Guns N’ Roses yang merupakan remake dari lagu milik Rolling Stones. Kisah ini kemudian dilanjutkan dengan film Queen of the Damned [2002], di mana Lestat diperankan oleh Stuart Townsend.

Meski film Queen of the Damned dianggap tidak mencapai ekspektasi, produser Alex Kurtzman dan Roberto Orci berencana akan menggarap keseluruhan novel berseri The Vampire Chronicles ke dalam serial TV. Dengan rencana ini, semua fans berat dunia vampire, terutama yang mengidolakan karakter Lestat akan terpuaskan dengan kisah lengkapnya.

6. From Dusk Till Dawn [1996]

* sumber: www.allmovie.com

Jika dua sineas nyentrik bertemu dalam sebuah proyek, sudah pasti filmnya akan menjadi klasik meski terkesan sedikit aneh. Sutradara Robert Rodriguez menggarap naskah yang ditulis oleh rekannya, Quentin Tarantino, dalam sebuah film action bertema vampire yang dibintangi oleh George Clooney dan Tarantino sendiri.

Setelah sukses dalam peredarannya, film ini tidak butuh waktu lama untuk menyandang status cult classic, karena akan sangat jarang sekali film seperti ini diproduksi kembali. Bahkan dua film sequel-nya tidak bisa menyamai kualitas film ini dan langsung masuk ke peredaran home video. Untungnya, ketika dirilis dalam bentuk serial TV, franchise ini kembali hidup selama tiga musim.

7. Blade II [2002]

* sumber: www.wikipedia.org

Salah satu karakter superhero dari Marvel Comics ini memang berasal dari ras vampire, tetapi dia sendiri menghabiskan hidupnya untuk memburu kelompok vampire yang berusaha memusnahkan ras manusia dan ras vampire sendiri. Blade memiliki kemampuan bela diri yang tinggi dan senjata andalannya adalah sebuah pedang.

Wesley Snipes memerankan sosok Blade di ketiga film yang sudah dirilis, yaitu Blade [1998], Blade II [2002], dan Blade: Trinity [2004]. Sedangkan pada serial TV-nya yang mengudara di tahun 2006, sosok Blade diperankan oleh Kirk Jones. Serial ini juga memiliki atmosfir yang sama dengan ketiga film bioskopnya. Rencana berikutnya adalah melakukan re-boot dengan nuansa baru yang akan tampil lebih kelam.

8. Underworld [2003]

* sumber: www.allmovie.com

Film ini mempertemukan bangsa vampire dengan seteru abadinya, werewolf, tetapi dalam nama lainnya, lycan. Karakter utamanya adalah seorang vampire death dealer bernama Selene yang jatuh cinta kepada seorang manusia yang kemudian berubah menjadi lycan setelah diserang dan digigit oleh bangsa serigala itu.

Cerita setelahnya adalah pengembangan intrik di dalam tubuh klan vampire dalam perebutan kekuasaan di sela pertempuran demi pertempuran dalam mempertahankan klannya dari serangan lycan.

Empat sequel telah dirilis, yaitu Underworld: Evolution [2006], Underworld: Rise of the Lycans [2009] yang merupakan prequel tanpa Selene, Underworld: Awakening [2012] dan Underworld: Blood Wars [2016] sebagai penutup.

9. Let the Right One In [2008]

* sumber: www.allmovie.com

Sebuah materi cerita yang sudah bagus akan tetap tampil prima dalam berbagai adaptasi. Salah satunya adalah novel karya penulis Swedia John Ajvide Lindqvist yang diterbitkan di tahun 2004. Novel ini mengisahkan pertemanan antara seorang gadis vampire dan bocah manusia yang dikemas dengan berbagai problematika masyarakat di era 1980an dengan nuansa kelam.

Film adaptasi pertamanya adalah karya Tomas Alfredson yang naskahnya lebih memfokuskan pada kisah pertemanan dua insan ini dan meminimalkan problematika masyarakat Stockholm pada masa itu. Film ini meraih banyak penghargaan di berbagai penghargaan perfilman Eropa dan juga dunia.

Film adaptasi Hollywoodnya yang menampilkan Chloe Grace Moretz sebagai gadis vampire dirilis dengan judul Let Me In [2010]. Terdapat perubahan nama karakter dan lokasi yang berpindah ke New Mexico, meski kisah dan nuansa filmnya tetap dipertahankan. Tidak lama setelah itu, diterbitkan juga komik mini seri yang mengisahkan prequel film ini.

Tidak sampai di sini saja, serial TV-nya pun akan segera mengudara di channel TNT di akhir tahun 2017 dan dikabarkan akan tetap setia pada alur novelnya lembar demi lembar dengan beberapa penambahan yang dirasa akan semakin membuat serial ini semakin seru.

10. What We Do in the Shadows [2014]

What We Do in the Shadows [2014]

Jika bosan dengan tampilan vampire yang serius, maka film produksi New Zealand ini bisa menghibur kita dengan tingkat kelucuan yang aneh tetapi akan membuat kita terpingkal-pingkal dibuatnya. Film ini ditampilkan dalam format semi-dokumenter yang menceritakan sekelompok vampire yang hidup di zaman modern dengan segala kesulitan mereka dalam adaptasinya.

Film ini menuai banyak pujian ketika pertama kali ditampilkan di Sundance Film Festival, dan sejak itu film karya Jemaine Clement dan Taika Waititi mulai dirilis di seluruh dunia meski secara terbatas. Reputasi film ini semakin naik dan kemungkinan akan memunculkan film sequel dan spin-off yang masih dalam tahap perencanaan.

Sosok vampire ini masih diperdebatkan keberadaannya, meski banyak bukti berserakan dalam sejarah hidup manusia. Karakter yang terkenal dalam sejarah adalah Count Dracula yang terinspirasi dari sosok Vlad the Impaler penguasa Wallachia pada tahun 1436. Raja ini berperang melawan kekuasaan Kesultanan Ottoman yang menginvasi daerahnya.

Dalam kisahnya, Vlad the Impaler dipercaya membunuh para musuhnya dan meminum darahnya sebagai balas dendam. Kisah inilah yang dianggap menginspirasi lahirnya sosok vampire dalam literatur sejarah dan sastra.

Tentunya sosok vampire banyak mengalami perubahan sesuai kisah dan zaman yang semakin maju yang sayangnya membuat mitologi ini seakan hanya sosok fiktif belaka. Nah, selain film vampire terbaik, kami juga memiliki rekomendasi film horor paling seram yang bisa langsung cek daftarnya di artikel ini. Selamat menonton!

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .