Bacaterus / Film Indonesia / Suka Traveling? Nonton Dulu 10 Film Traveling Indonesia

Suka Traveling? Nonton Dulu 10 Film Traveling Indonesia

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Januari 2020

Beberapa tahun belakangan, traveling semakin banyak diminati orang-orang. Terutama setelah era meledaknya media sosial yang memudahkan kita untuk mendapatkan informasi mengenai tempat-tempat yang asyik untuk dikunjungi. Kemajuan teknologi membuat kita semakin produktif, dan itu berbanding lurus dengan tingkat kejenuhan.

Traveling bisa jadi salah satu cara untuk melawan kejenuhan. Kalau kita nggak punya cukup uang atau energi, kita bisa mengakali itu dengan menyimak konten bertema traveling. Ada yang berbentuk tekstual, ada juga yang visual seperti film. Butuh rekomendasi? Inilah 10 film traveling Indonesia yang bisa kamu jadikan hiburan kalau lagi jenuh. 

1. Aruna dan Lidahnya [2018]

Aruna dan Lidahnya [2018]

Aruna dan Lidahnya adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak. Selain karena cerita yang bagus dan novelnya laris, film ini menjadi sorotan karena kehadiran Dian Sastro yang menjadi Aruna dan Nicholas Saputra yang menjadi Bono. Kalau mereka bermain dalam satu film, bisa jadi jaminan filmnya akan sangat memuaskan.

Aruna dan Bono dua orang sahabat yang berencana untuk melakukan perjalanan dalam rangka mencari makanan enak. Karena Aruna diberi tugas investigasi oleh kantornya, dia terpaksa traveling sambil bekerja. Di perjalanan itulah hal-hal yang nggak terduga terjadi. Siapkan tisu ya kalau nonton, bukan karena film ini sedih tapi karena film ini bikin ngiler.

2. Haji Backpacker [2014]

Haji Backpacker [2014]

Film yang dibintangi Abimana Aryasatya ini menyentuh sisi emosional dan spiritual dengan cara yang unik. Meski topiknya berat karena melibatkan keyakinan seseorang, tapi cara film ini bercerita membuat topik yang disampaikan terasa dekat dan nyata. Ini tentang Mada, seseorang yang kecewa pada Tuhannya lalu memberontak.

Mada mengalami hal yang begitu menyakitkan sehingga membuat dia marah dan mengambil keputusan besar. Dia memutuskan untuk hidup bebas dengan berkelana tanpa arah. Pada masa pencarian itu, raganya terasa penuh tapi jiwanya tetap kosong. Setiap tempat yang didatangi Mada meninggalkan pesan-pesan yang mengiringnya untuk kembali pulang.

3. The Nekad Traveller [2017]

The Nekad Traveller [2017]

Film ini adalah hasil adaptasi dari buku non-fiksi berjudul sama karya Trinity. Dia adalah seorang traveler yang sudah punya nama di Indonesia. Film ini menceritakan banyak hal yang dialami Trinity selama traveling, tentunya dengan berbagai pengembangan supaya terasa lebih filmis.

Trinity diperankan oleh Maudy Ayunda, seorang karyawan yang hobinya traveling. Masalahnya, hobinya itu seringkali dihalangi oleh kondisi keuangan dan jatah cutinya. Dia jadi sering kena marah bosnya. Lalu, bagaimana Trinity menghadapi itu? Cerita di film ini bukan cuma soal traveling tapi juga soal pilihan hidup.

4. 3 Hari Untuk Selamanya [2007]

3 Hari Untuk Selamanya [2007]

Ada Nicholas Saputra lagi! Kali ini dia berkolaborasi bersama Adinia Wirasti. Kalau kamu mengira traveling adalah kegiatan hore-hore belaka, kamu harus nonton film ini. Film ini akan memberikan sudut pandang baru tentang traveling. Kamu akan paham kalau ternyata perjalanan bisa berpengaruh sedalam itu.

Yusuf dan Ambar adalah saudara sepupu. Mereka dipersatukan dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta melalui jalur darat. Kakak Ambar akan menikah dan Yusuf diberi amanat oleh ibunya untuk membawa piring dan keramik. Namun, ternyata perjalnan itu bukan perjalanan menghadiri acara keluarga biasa. Apa yang terjadi? Ayo nonton film ini! 

5. Jilbab Traveller: Love Spraks in Korea [2016]

Jilbab Traveller: Love Spraks in Korea [2016]

Meski lebih dikenal sebagai seorang penyanyi, kehadiran Bunga Citra Lestari dalam sebuah film selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Kali ini, dia diberi kesempatan untuk memerankan karakter Rania, seorang penulis berjilbab yang hobi traveling. Itulah yang membuat Rani dijuluki Jilbab Traveler oleh teman dan pembacanya.

Ayah Rania sakit dan Rania memutuskan untuk pulang. Ternyata Ayahnya malah memberikan misi untuk mengunjungi Baluran, sebuah tempat di timur pulau Jawa yang luar biasa indahnya. Di sanalah tempat Ayah dan Ibu Rania menemukan cinta. Kepergian Rania ke tempat itu ternyata berdampak pada banyak hal di hidupnya.

6. Labuan Hati [2017]

Labuan Hati [2017]

Film ini menceritakan tiga orang perempuan dengan masalah masing-masing. Indi ingin melakukan penyelaman terakhir sebelum menikah. Bia, seorang ibu satu anak ingin menyelam kembali setelah dia sempat berhenti ke laut sejak punya anak. Maria membenci tubuhnya sejak ditinggalkan kekasihnya dua tahun lalu.

Ketiganya bertemu di Labuan Bajo. Selama enam malam mereka hidup bersama di sebuah perahu, ditambah Mahesa yang berperan sebagai pemandu. Traveling bukan sesuatu yang asing untuk mereka, tapi khusus yang satu itu menjadi perjalanan yang berbeda dari biasanya. Apa yang terjadi di sana? Ayo cari waktu untuk menonton film ini. 

7. Laura dan Marsha [2013]

Laura dan Marsha [2013]

Menurut kamu, kira-kira siapakah orang yang paling enak untuk diajak traveling bersama? Kemungkinan besar kamu akan menjawab sahabat. Kalau kita pergi traveling bersama, orang-orang yang mengiringi perjalanan kita punya pengaruh besar terhadap kualitas traveling itu sendiri. Jadi wajar kalau kita memilih sahabat untuk diajak traveling bersama.

Marsha, seorang penulis buku traveling punya keinginan untuk mengunjungi Eropa sejak lama. Dia mengajak Laura, sahabatnya yang bahkan nggak kepikiran untuk pergi ke luar Jakarta setelah menjadi orang tua tunggal untuk putrinya. Namun akhirnya perjalanan itu terjadi juga. Kamu bisa ikut merasakan keseruan mereka ketika menonton film ini. 

8. Filosofi Kopi [2015]

Filosofi Kopi [2015]

 Kalau kamu perhatikan, sekarang ini banyak bermunculan kedai-kedai kopi baru. Dari mulai yang kecil sampai yang mewah. Film Filosofi Kopi punya pengaruh yang cukup besar atas tren kopi yang semakin menjamur sekarang ini. Bisa dibilang, inilah film Indonesia pertama yang secara spesifik bercerita tentang kopi.

Filosofi Kopi adalah nama kedai yang dibangun oleh dua sahabat bernama Ben dan Jodi. Mereka ditantang oleh seorang pengusaha untuk menghasilkan kopi yang sempurna. Tantangan itu membawa mereka berpetualang mencari biji kopi terbaik. Inilah perjalanan dua orang yang berusaha berdamai dengan masa lalu melalui kopi.

9. Kulari ke Pantai [2018]

Kulari ke Pantai [2018]

Waktu rilis film ini menarik perhatian banyak orang mengingat film Indonesia untuk anak-anak nggak begitu banyak. Ceritanya tentang Sam, anak berusia 10 tahun yang ingin menemui peselancar idolanya di Banyuwangi. Uci, ibu Sam mengabulkan permintaan anaknya. Rencananya, mereka akan berangkat dari Jakarta menggunakan jalur darat.

Sehari sebelum berangkat, Happy, sepupu Sam yang berusia 12 tahun berulah. Dia merendahkan Sam di hadapan banyak orang. Kemudian ibunya meminta Happy untuk ikut Sam ke Banyuwangi supaya dia bisa lebih dekat dengan sepupunya itu. Perbedaan karakter Sam dan Happy menghadirkan banyak konflik selama perjalanan. 

10. Petualangan Sherina [2000]

Petualangan Sherina [2000]

Sebelum traveling menjadi tren seperti sekarang, Indonesia pernah membuat film traveling yang sangat disukai oleh anak-anak generasi 90-an. Bisa dibilang, Petualangan Sherina adalah film masa kecil paling membekas untuk mereka yang lahir tahun 90-an.

Ini tentang Sherina yang terpaksa ikut pindah ke Bandung. Di sekolah barunya itu, dia bertemu dengan Sadam, anak lelaki yang suka mengganggu. Permusuhan menjadi persahabatan ketika mereka pergi traveling bersama. Lewat film ini, kita bisa belajar kalau ternyata traveling memang bisa berdampak sedalam itu tehadap seseorang.

Itulah 10 film traveling Indonesia yang bisa kamu jadikan pilihan ketika punya waktu luang. Kalau ada film yang sudah pernah kamu tonton, kamu bisa memberikan ulasan di kolom komentar yang sudah disediakan. Ulasan kamu akan membuat pembaca lain semakin tertarik untuk menonton film karya anak bangsa. Jadi, jangan ragu untuk berbagi, teman-teman!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *