Bacaterus / Entertainment / Film Barat / 10 Film Terburuk yang Pernah Mendapatkan Razzie Award

10 Film Terburuk yang Pernah Mendapatkan Razzie Award

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 November 2018

The Golden Raspberry Awards atau yang lebih dikenal dengan Razzie Awards adalah salah satu acara penghargaan di dunia perfilman yang mungkin hingga saat ini hanyalah satu-satunya yang memberikan penghargaan kepada produksi film-film terburuk. Acara ini biasanya diselenggarakan berdekatan dengan Academy Award.

Sejak pertama kali dicetuskan oleh seorang publicist terkenal asal Amerika, John J.B. Wilson, di mana pada saat itu dia dan teman-temannya sedang berada di rumahnya untuk menonton siaran langsung Academy Award di tahun 1981, ajang penghargaan ini terus berkembang hingga kini telah memiliki 10 kategori utama, antara lain Worst Picture, Worst Actor, Worst Actress, dan Worst Director.

Berikut ini kami pilihkan 10 film terburuk yang pernah meraih Razzie Award di kategori Worst Picture. Bagi yang sudah pernah menontonnya, sebaiknya lupakan saja dan hapus dari memori Anda, dan jika ada yang belum pernah menontonnya, sebaiknya jangan pernah mencoba menontonnya, simpan rasa penasaran Anda dan sayangi waktu luang Anda untuk aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat.

10 Film Terburuk Peraih Razzie Award

1. Inchon [1981]

Inchon [1981]

* sumber: www.telegraph.co.uk

Di atas kertas, film ini didukung oleh insan-insan perfilman yang berkelas pada masanya. Terence Young dikenal sebagai sutradara 3 film James Bond, Laurence Olivier adalah aktor brilian yang kenyang dengan berbagai penghargaan, dan Jacqueline Bisset adalah aktris yang banyak berperan dalam film-film sukses.

Selain memiliki bujet yang besar, film ini juga melakukan syuting di beberapa negara, antara lain Korea Selatan, Amerika Serikat, Italia, Irlandia dan Jepang. Kegagalan film ini sudah terlihat sejak masa produksi dengan banyaknya masalah yang terjadi, seperti lokasi syuting terkena badai topan dan mengakibatkan banyak personil film yang tewas.

Setelah dirilis pun, dengan cepat film ini ditarik dari peredaran karena dianggap gagal oleh MGM selaku distributor film yang menceritakan pertempuran di Incheon pada saat Perang Korea ini.

2. The Lonely Lady [1983]

* sumber: www.cineplex.com

Harold Robbins adalah seorang penulis novel terkenal di mana banyak novelnya diadaptasi dengan sukses ke layar lebar, tapi tidak untuk film ini. Robbins sendiri berkata jika film ini akan membuat rugi banyak orang dalam hal keuangan, kecuali dirinya yang sudah mendapat nilai kontrak sebelum film diproduksi.

Benar dugaan sang penulis, film karya Peter Sasdy dan dibintangi oleh Pia Zadora ini hancur lebur saat dirilis. Selain dihujat karena akting para pemerannya yang tidak berkualitas dengan biaya produksi yang cukup besar pada saat itu, film ini pun menjadi salah satu film dari Universal Studios dengan jumlah kerugian terbesar.

3. Bolero [1984]

* sumber: www.allmovie.com

Film romantic drama berbau “nepotisme” ini dibintangi oleh aktris cantik Bo Derek dan disutradarai oleh suaminya, John Derek. Film ini menceritakan petualangan seorang wanita untuk mencari sosok ideal yang akan menjadi cinta pertamanya. Selain cerita yang terlalu biasa, pengarahan film ini sangat buruk.

Wajar saja jika Rotten Tomatoes memberikan rating 0% untuk film ini, meskipun film ini meraih keuntungan yang tipis dalam peredarannya di bioskop di Amerika. Bahkan MGM yang tadinya selaku distributor film ini langsung memutuskan kontrak karena CEO mereka, Frank Yablans, sangat benci dengan film ini ketika pertama kali menyaksikan screening di studionya.

4. Leonard Part 6 [1987]

* sumber: www.allmovie.com

Bill Cosby adalah comedian terkenal di era 1980an dengan berbagai acara televisi yang dipandunya. Tetapi untuk film layar lebar, dia tidak memiliki kemampuan untuk menyukseskan film yang dibintangi, diproduseri, dan juga dirinya bertindak selaku penulis naskah serta ide ceritanya.

Menampilkan parody dari film-film bertema spionase yang sedang hangat di masa itu, film yang mengambil syuting di San Francisco ini malah termasuk sebagai salah satu film terburuk yang pernah dibuat. Bahkan saat perilisannya, Cosby sendiri menyatakan kekecewaannya dan menyarankan kepada masyarakat agar tidak membuang uang untuk menonton film ini.

5. Ghosts Can’t Do It [1989]

Ghosts Can’t Do It [1989]

* sumber: www.imdb.com

Seperti tidak belajar dari film sebelumnya, pasangan John dan Bo Derek kembali membuat film dengan kualitas buruk, meski telah menggandeng aktor sekaliber Anthony Quinn. Film dengan genre campur aduk ini, romantic comedy dengan bumbu fantasy dan crime, akan membuat moviegoers ingin segera pergi secepatnya dari dalam bioskop.

Film ini memang layak dihujat karena tidak ada satu pun hal positif yang ditampilkan. Semua elemen film digarap secara amatir bahkan membuat karir Anthony Quinn hampir terjun bebas setelah ikut membintangi film yang juga menampilkan Donald Trump sebagai cameo-nya ini.

6. Battlefield Earth [2000]

Battlefield Earth [2000]

* sumber: www.allmovie.com

Proyek idaman John Travolta ini merupakan salah satu film terburuk sepanjang masa. Semua aspek, seperti akting, cinematography, editing, special effect, dan naskahnya, berada jauh di bawah standar. Saat perilisannya, banyak penonton yang keluar dari bioskop sebelum film berakhir.

Awalnya, film ini akan menjadi franchise baru di genre sci-fi. Tetapi dengan kerugian yang menimpa studio yang memproduksinya, bahkan membuat mereka bangkrut dan dituntut oleh pihak investor, sequel film ini kemudian dibatalkan. Jika jadi dibuat pun, mungkin tidak akan ada yang menontonnya.

7. Gigli [2003]

Gigli [2003]

* sumber: www.allmovie.com

Film ini sebenarnya bertabur bintang. Ada Al Pacino dan Christopher Walken di dalamnya, tetapi akting mereka terpaksa ikut hancur karena performa Jennifer Lopez dan Ben Affleck yang buruk. Sekadar informasi, pada saat syuting film ini, J-Lo dan Affleck adalah sepasang kekasih.

Salah satu film terburuk ini pun membuat kerugian yang besar bagi Columbia Pictures yang sudah mengeluarkan bujet sebesar $76 juta, tetapi hanya berhasil meraup $7 juta saja dari peredaran bioskopnya. Tentu saja karir film J-Lo dan Affleck ikut memburuk setelah kegagalan film ini, yang juga pada akhirnya menyudahi kisah cinta mereka.

8. Jack and Jill [2011]

* sumber: www.allmovie.com

Film yang sukses secara komersil di tangga box-office ini ternyata menjadi salah satu pengumpul Razzie Awards terbanyak. Total 10 penghargaan dibawa pulang oleh tim produksi. Hal ini membuktikan jika sukses komersil tidak selalu berbanding lurus dengan kualitasnya.

Adam Sandler yang berperan ganda, berhasil meraih predikat sebagai Worst Actor dan Worst Actress sekaligus karena performanya yang sangat tidak nikmat untuk disimak. Ada catatan kecil, Al Pacino sepertinya sudah mulai tidak bisa memilih film dengan kualitas yang baik, karena di sini untuk kali kedua dia ikut berpartisipasi dalam salah satu film terburuk sepanjang masa.

9. Saving Christmas [2014]

* sumber: www.allmovie.com

Inilah film yang paling buruk dari yang terburuk. Meski mengusung tema religius, yaitu untuk mengembalikan makna Natal sebagai hari kelahiran Yesus yang semakin terlupakan karena banyaknya unsur-unsur modern yang mendominasi hari raya ini. Semua dibalut dalam nuansa comedy.

Kritikan pedas pun harus diterima oleh semua yang ikut dalam produksi film ini, karena mereka dianggap mencoreng agungnya hari raya dengan merilis film comedy yang tidak jelas maksudnya ini, meski dikatakan mengusung elemen yang mendidik. Kirk Cameron sebagai aktor utamanya, menyalahkan kaum Atheis sebagai kambing hitam kegagalan film ini.

10. The Emoji Movie [2017]

The Emoji Movie [2017]

Biasanya filn animasi itu mencerahkan hati dan mengusir kebosanan. Tapi entah kenapa dengan film yang dirilis oleh Columbia Pictures ini yang justru membuat sakit kepala dan membosankan. Mungkin bagi yang menyukai gadget dan segala isinya, akan tersenyum sedikit untuk kemudian menyesal karena telah tersenyum.

Film ini menjadi film animasi pertama yang berhasil meraih Razzie Awards untuk kategori Worst Picture. Sebuah penghargaan yang cukup menyesakkan bagi tim produksi film yang menampilkan banyak referensi modern yang mungkin hanya dimengerti oleh mereka yang hidupnya tidak bisa lepas dari gadget-nya ini.

Seburuk itukah film-film di atas hingga mereka menyandang predikat sebagai Worst Picture? Ya, memang tidak bisa dipungkiri, film-film dalam daftar ini memiliki kualitas jauh di bawah standar yang biasa ditampilkan oleh film-film produksi Hollywood lainnya. Bahkan bisa dibilang tidak memiliki kualitas sama sekali.

Uniknya, ada beberapa film yang sebenarnya memiliki kualitas yang cukup dan raihan box-office yang baik pernah meraih Worst Picture juga, antara lain Rambo: First Blood Part II [1985], Wild Wild West [1999], Transformers: Revenge of the Fallen [2009], dan The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 [2012].

Pada akhirnya, di mana ada yang terbaik selalu juga ada yang terburuk, dan penilaian adalah milik kritikus dan moviegoers, bukan tim produksi film. Setiap tahunnya, pasti ada film yang hadir dengan kualitas buruk, tetapi akan lebih baik lagi jika para sineas berusaha untuk memaksimalkan kemampuan mereka supaya tidak terlalu banyak film-film seperti ini.

Namun, selain film terburuk pasti selalu ada film terbaik, seperti 10 Film Perang Terbaik ini yang pasti membuat Anda betah dan ingin menontonnya berulang kali.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Film telah lama menjadi hiburan utama sedari kecil, menjadikan saya sebagai moviegoers yang tidak pernah melewatkan film-film berkualitas, terutama dari perfilman Hollywood. Sudah senang menulis sejak remaja dengan membuat banyak karya tulis, seperti cerpen dan artikel, saat ini saya sedang terjun dalam bisnis buku. Motto saya, “Be better for tomorrow.”

Leave A Comment