Ditulis oleh - Diperbaharui 29 September 2018

Donnie Yen adalah salah satu bintang action papan atas di perfilman Hong Kong. Kemampuan beladirinya diakui oleh dunia karena berhasil menunjukkan berbagai macam jenis beladiri ke dalam film-film yang pernah dibintanginya. Salah satunya yang terkenal ialah wing chun dalam Ip Man [2008] yang membuat aliran silat ini kembali populer.

Keahlian beladirinya didapat dari sang ibu yang merupakan grandmaster tai chi yang diakui di Cina. Dimulai dari tai chi, Yen pun mempelajari kung fu dan wushu. Setelah ikut serta dalam kompetisi wushu internasional, dia pun mulai mempelajari taekwondo. Saat pelatihan wushu di Beijing inilah, Yen pertama kali bertemu dengan Jet Li.

Kemampuan beladiri Yen bertambah dengan mendapat sabuk hitam di judo dan jiu-jitsu. Kemudian, dia pun mempelajari parkour, gulat, muay thai, kickboxing dan tinju. Hal inilah yang membuat adegan kelahi yang diperagakannya bervariasi dan tidak pernah membosankan untuk ditonton.

Berikut ini kami pilihkan 10 film terbaik dari aktor kelahiran 27 Juli 1963 yang membuatnya menjadi superstar di genre action.

10 Film Terbaik Donnie Yen

1. Mismatched Couples [1985]

* sumber: www.lovehkfilm.com

Film pertama yang melambungkan karir Yen ternyata bukanlah film action, melainkan film comedy yang mengangkat budaya breakdance yang populer di masa itu. Sutradara Yuen Woo-Ping juga menjadi pemeran utamanya.

Meski adegan battle of dance yang diperagakan Yen bisa dikatakan “garing”, tetapi di sini mulai terlihat kehandalannya dalam memamerkan kelincahan dan kecepatan tangan, kaki, dan badannya sebagai hasil dari kemampuan beladiri yang dipelajarinya.

2. In the Line of Duty 4 [1989]

* sumber: www.woolongtalks.com

Masih bersama sutradara Yuen Woo-Ping, Yen kembali hadir dalam sebuah film action modern yang merupakan bagian dari serial In the Line of Duty yang pernah menaikkan karir para pemerannya, seperti Michelle Yeoh, Cynthia Rothrock, Hiroyuki Sanada, dan Hiroshi Fujioka.

Di film ini, Yen berkolaborasi dengan aktor dan aktris terkenal pada saat itu, yaitu Michael Wong dan Cynthia Khan. Meski tidak menyambung dengan cerita film-film sebelumnya, film ini dianggap sebagai film terbaik dalam serial tentang dunia kepolisian ini.

3. Once Upon a Time in China II [1992]

* sumber: www.cinema.com.my

Dalam sequel film silat klasik karya Tsui Hark dengan bintang Jet Li ini, Yen berperan sebagai Nap-Lan Yun-Seut, seorang petugas militer dengan kemampuan kung fu yang tinggi dan sepadan untuk menjadi lawan Wong Fei-Hung.

Di adegan pertarungan akhir, Jet Li dan Donnie Yen memamerkan kemampuan silat mereka yang cepat dan tangkas dibantu dengan kerja kamera yang dinamis membuat adegan ini sangat berkesan bagi siapapun yang melihatnya. Meski berperan sebagai tokoh antagonis, Yen berhasil mencuri perhatian dan dinominasikan dalam kategori Best Supporting Actor di ajang Hong Kong Film Awards.

4. Iron Monkey [1993]

* sumber: www.moviefone.com

Di film action wuxia ini, Yen berperan sebagai Wong Kei-Ying, ayah dari Wong Fei-Hung. Berdua, mereka bahu-membahu dalam menumpas kejahatan dengan julukan Iron Monkey. Film ini diproduseri oleh Tsui Hark dan disutradarai oleh Yuen Woo-Ping.

Film silat klasik ini diakui oleh dunia internasional sebagai salah satu film terbaik di dunia, bahkan perilisan film ini di Amerika didanai oleh Quentin Tarantino lewat distribusi oleh Miramax Films. Kesuksesannya membuat moviegoers di Amerika mulai menggandrungi film-film silat wuxia lainnya.

5. Hero [2002]

* sumber: www.allmovie.com

Setelah karirnya sempat terpuruk di perfilman Hong Kong dengan beberapa film yang disutradarainya sendiri, Yen hijrah ke Amerika dan ikut terlibat sebagai action choreographer di film Highlander: Endgame [2000] dan Blade II [2002]. Yen kembali ke Hong Kong atas permintaan Jet Li yang siap membintangi film Hero karya Zhang Yimou ini.

Ternyata pilihan Jet Li untuk kembali berduel dengan Donnie Yen sangatlah tepat. Bisa dilihat dalam adegan perkelahian mereka yang sangat artistik di bawah guyuran hujan dan dentingan kecapi yang mengiringi detik demi detik pertarungan mereka. Film ini pun sukses dan kembali mengangkat karir perfilman Yen.

6. SPL: Kill Zone [2005]

SPL: Kill Zone [2005]

* sumber: www.allmovie.com

Film ini mempertemukan Yen dengan aktor silat kawakan, Sammo Hung dan Simon Yam, dalam sebuah action-thriller modern dengan adegan kelahi cepat dan banyak adegan action beradrenalin tinggi. Yen berperan sebagai seorang inspektur polisi yang segera pensiun, tetapi masih berambisi untuk menangkap gembong kriminal yang sudah lama dikejarnya.

Pertarungan seru antara Yen dan Sammo Hung di akhir film sangat dinantikan oleh moviegoers. Meski sudah berusia senja, ternyata keahlian silat Sammo Hung masih melekat kental dengan keluwesan setiap gerakannya menjadikan dirinya lawan yang seimbang bagi Yen yang lebih muda. Di film ini, Yen meraih penghargaan untuk kategori Best Action Choreography di Hong Kong Film Awards.

7. Flash Point [2007]

* sumber: www.allmovie.com

Seringkali dianggap sebagai prequel SPL: Kill Zone [2005], ternyata film yang diproduseri oleh Yen ini memiliki cerita yang orisinil. Untuk filmnya ini, Yen memamerkan banyak variasi beladiri, seperti muay thai, taekwondo, dan parkour. Yen banyak dibantu oleh ahli beladiri dari berbagai aliran tersebut khusus untuk choreography silat di film ini.

Ada sebuah adegan kelahi yang sangat dinamis dan cukup mendebarkan yang berseting di sebuah gubuk di tengah area persawahan. Lawannya adalah Louis Koo yang dengan sekuat tenaga mengimbangi kecepatan pukulan dan tendangan Yen yang bertubi-tubi.

Sekali lagi, atas arahannya untuk adegan kelahi, Yen berhasil meraih Best Action Choreography di Hong Kong Film Awards. Hal ini semakin menasbihkan posisi Yen sebagai salah satu penata kelahi terbaik di perfilman Hong Kong.

8. Ip Man [2008]

* sumber: www.allmovie.com

Mungkin inilah peran terbaik Yen sepanjang karirnya sejauh ini. Dia berhasil mendalami karakter sosok guru dari Bruce Lee yang memiliki seni beladiri bernama wing chun. Di film ini dia tampil sebagai sosok yang melawan penjajahan Jepang di Cina pada saat terjadinya Perang Cina-Jepang di tahun 1930an.

Kecepatan tangannya sangat ditonjolkan di film ini yang choreography kelahinya diarahkan oleh Sammo Hung. Bisa dilihat di adegan di mana Ip Man harus berhadapan dengan 10 orang karateka yang semuanya takluk bahkan beberapa di antaranya ada yang patah tulang dan babak-belur.

Kesuksesan film ini kemudian diikuti oleh sequel-nya, yaitu Ip Man 2 [2010] dan Ip Man 3 [2015]. Di film kedua, terdapat adegan pertarungan yang klasik antara Yen dan Sammo Hung di atas meja bundar yang mengharuskan mereka mampu menjaga keseimbangan sembari berkelahi. Sedangkan di film ketiga, Yen bertarung dengan mantan juara tinju dunia, Mike Tyson.

9. Dragon [2011]

* sumber: www.allmovie.com

Film dengan judul asli Wu Xia ini tidak hanya menampilkan adegan aksi yang cukup memukau, tetapi juga alur cerita yang baik dan peforma akting memikat dari Yen dan Takeshi Kaneshiro sebagai pemeran utamanya. Rilis perdananya di Cannes Film Festival mendapat sambutan yang hangat.

Nuansa noir yang kental khas awal 1900an membuat film ini terasa seperti sebuah film produksi Eropa. Bahkan banyak kritisi film membandingkannya dengan film A History of Violence [2005] versi Hong Kong. Kekuatan akting para pemerannya menghasilkan banyak penghargaan bagi mereka, dan Yen cukup puas hanya masuk nominasi di kategori Best Action Choreography di Hong Kong Film Awards.

10. Chasing the Dragon [2017]

Chasing the Dragon [2017]

* sumber: www.thereelbits.com

Kali ini Yen berperan sebagai tokoh antagonis, yaitu menjadi gembong narkoba yang sadis di mana awalnya dia hanyalah imigran gelap dari Cina yang masuk ke Hong Kong di tengah banyaknya polisi yang korup. Lawan mainnya ialah aktor kawakan, Andy Lau.

Kabarnya, karakter Crippled Ho yang diperankan Yen, ialah berdasarkan gangster asli bernama Ng Sek Ho yang sempat menguasai dunia kriminal Hong Kong saat masih menjadi koloni Inggris di era 1960an. Lewat film ini, Yen mencoba membuktikan diri akan peningkatan kualitas aktingnya dalam sebuah film drama.

Berawal dari kemampuan beladiri, ternyata Donnie Yen menjelma menjadi sineas serba bisa di perfilman Hong Kong. Selain sebagai aktor, dia juga pernah menjadi sutradara, produser, dan action choreographer. Tidak hanya di film action saja dia berperan, tetapi Yen juga merambah berakting di beberapa film comedy dan drama.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .