Bacaterus / Film Horror / 10 Film Tentang Urban Legend Terbaik Sepanjang Masa

10 Film Tentang Urban Legend Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Maret 2019

Seringkali kita mendengar kata “urban legend” tanpa kita tahu apa maksudnya. Sebenarnya, apa sih arti urban legend itu? Menurut para ahli sosial, urban legend adalah hal-hal yang menjadi populer yang biasanya berupa kabar fiktif namun dipercaya oleh sebagian pihak dan sedikit banyak berpengaruh kepada pihak lainnya.

Sedangkan menurut para ahli cerita rakyat (folklorist), urban legend adalah mitos, cerita fiksi, kabar burung dan sejenisnya yang menjadi perbincangan orang dan akhirnya dipercaya oleh sebagian orang. Tetapi karena kehadirannya di era modern, oleh karena itu seringkali disebut dengan istilah contemporary legend.

Banyak orang mengira jika urban legend itu berkaitan erat dengan horor, hantu dan sejenisnya. Memang benar, tetapi hal-hal lain yang awalnya fiktif kemudian dipercaya juga bisa termasuk ke dalam urban legend. Contohnya adalah meminum soda sambil memakan Pop Rocks (permen berkarbonasi) akan menyebabkan pencernaan akan meledak dan mendatangkan kematian.

Pada saat kabar itu muncul, tidak pernah ada yang mencoba bahkan menghindari melakukan hal tersebut. Ditambah lagi dengan berbagai percobaan, seperti memasukkan permen jenis itu ke dalam minuman soda yang menghasilkan efek ledakan dan semburan soda.

Meski pada akhirnya kebanyakan urban legend ini adalah fiktif, tetapi cukup menakutkan bagi sebagian orang dan mengundang kepenasaran bagi sebagian orang lainnya. Untuk menambah kepenasaran, kami pilihkan sepuluh film yang mengambil ceritanya berdasarkan berbagai macam urban legend yang berkembang di masyarakat modern.

Close Encounters of the Third Kind [1977]

Close Encounters of the Third Kind film tentang urban legend

Film karya Steven Spielberg ini mengangkat urban legend tentang UFO (Unidentified Flying Object) dalam tingkatan yang ketiga menurut ahli UFO, J. Allen Hynek. Tingkatan ketiga ini adalah dimana alien dan makhluk bumi, seperti manusia dan hewan, berinteraksi antar sesama meski hal ini masih diperdebatkan faktanya hingga saat ini. Filmnya sendiri dipuji para kritikus dan menghasilkan pendapatan yang banyak. Berhasil meraih Oscar di kategori Best Cinematography, sejak 2007 silam telah ditetapkan menjadi film klasik.

The Burning [1981]

The Burning

Film perdana yang dirilis oleh Miramax ini mengambil kisah yang terinspirasi dari Cropsey, sosok urban legend asal New York yang sempat ramai dibicarakan orang di era 1960an-1970an. Cropsey ini adalah penjaga summer camp yang di bully oleh anak-anak yang camping disana hingga mengalami luka yang parah pada tubuhnya karena kejahilan anak-anak itu yang berakibat pada kecelakaan. Setelah keluar dari rumah sakit, Cropsey membalas dendam kepada anak-anak itu.

Film tentang urban legend ini memang terkesan murahan jika dibandingkan dengan Halloween (1978) dan Friday the 13th (1980) yang sukses besar pada saat itu, tetapi kemudian lama-kelamaan film ini menyandang status cult classic dan berhasil mendapat rating 100% dari Rotten Tomatoes.

Candyman [1992]

Candyman

Film yang menampilkan Candyman sebagai urban legend ini dibintangi oleh Virginia Madsen dan Tony Todd sebagai sang manusia permen. Kemunculannya hampir sama dengan legenda Bloody Mary, yaitu menyebutkan namanya di depan cermin.

Candyman memiliki latar belakang seorang budak pada era Civil War yang tangannya dipotong, badannya diolesi dengan madu kemudian digantung hingga tewas dengan banyak lebah di sekujur tubuhnya. Hal ini terjadi karena dia jatuh cinta dengan gadis berkulit putih dan ayah dari sang gadis yang rasis tidak menyukainya. Jadilah arwah candyman gentayangan di cermin-cermin pada siapa saja yang menyebut namanya.

I Know What You Did Last Summer [1997]

Setelah sukses dengan Scream (1996), nama Kevin Williamson sebagai screenwriter mulai terangkat dan film ini adalah salah satu karya terbaiknya yang menampilkan kisah urban legend yang meneror sekumpulan anak muda dalam masa liburan mereka. Sosok misterius dengan pengait ditangannya ini adalah korban tabrak lari yang menuntut balas atas perbuatan mereka yang telah menabraknya. Hingga akhir film, tidak diketahui apakah sosok ini hantu atau psikopat.

Dengan bintang muda seperti Jennifer Love Hewitt dan Sarah Michelle Gellar, Ryan Phillippe dan Freddie Prinze, Jr. film tentang urban legend ini menjadi populer di kalangan remaja yang beramai-ramai merasakan ketakutan dan penasaran di bioskop.

Urban Legend [1998]

Dari judulnya saja kita sudah tahu jika film ini mengangkat kisah urban legend. Bertipe sama dengan film-film sejenis yang sedang ramai pada masanya, film ini menampilkan banyak sekali mitos yang menjadi urban legend dalam sebuah film, selain tentu saja sosok misterius yang memburu sekelompok anak muda.

Mitos yang ditampilkan tidak hanya tentang hantu, tetapi juga yang ada di film, musik, makanan, lokasi dan hal-hal lainnya yang mengundang ketakutan serta kepenasaran. Jared Leto tampil sebagai tokoh utama di film ini.

The Mothman Prophecies [2002]

The Mothman Prophecies

Mothman adalah sosok makhluk seperti manusia bersayap burung dan hitam yang muncul dan menjadi perbincangan masyarakat di West Virginia sekitar tahun 1965-1966. Pada tahun 1975, sosok ini kembali populer kembali berkat suksesnya novel The Mothman Prophecies yang menjadi inspirasi film ini yang menampilkan kejadian supranatural antara kehadirannya dan runtuhnya jembatan Silver Bridge.

Filmnya yang dibintangi oleh Richard Gere sebagai seorang reporter yang menyidik kasus ini cukup sukses secara kualitas. Sampai saat ini, festival tahunan untuk legenda Mothman masih diadakan di Point Pleasant, daerah kemunculan sang urban legend ini.

Boogeyman [2005]

Boogeyman

Ketika masih kecil, tentunya sebagian besar anak-anak takut dengan kegelapan, terutama di dalam lemarinya. Film ini mengangkat kisah urban legend itu yang menjadi monster menakutkan meski bentuknya tidak jelas dan masih memburu sang anak ketika sudah dewasa.

Untuk menuntaskan ketakutannya, sang anak harus berani melawan sang monster agar bisa terlepas dari bayangan masa kecilnya yang ternyata berpengaruh kepada mentalnya saat sudah dewasa. Meski tidak bisa dibilang sukses, tetapi film tentang urban legend ini berlanjut dengan dua sequel-nya yang langsung dirilis melalui video.

Black Christmas [2006]

Black Christmas

Di tahun 1960an, ada urban legend yang biasa disebut “The Sitter”, yaitu tentang seorang gadis remaja yang menjadi babysitter dan di teror melalui telephone oleh orang yang tidak dikenal tetapi mengetahui dengan pasti keberadaan dan gerak-gerik gadis tersebut.

Film ini merupakan remake dari film produksi Kanada berjudul sama di tahun 1974 lalu yang mengisahkan sekelompok gadis remaja yang diteror di asramanya oleh sosok tidak dikenal pada malam Natal yang berujung pada kematian bagi mereka. Kisah urban legend itu tidak hanya menginspirasi film ini saja, tetapi juga film lainnya seperti The Sitter (1977), When a Stranger Calls (1979 dan 2006) dan Amusement (2008).

Shutter [2008]

Shutter

Banyak sekali fenomena dimana sosok hantu dapat terlihat melalui hasil foto kamera Polaroid. Kisah urban legend ini diangkat lewat film yang merupakan remake dari film produksi Thailand di tahun 2004 yang sempat menghebohkan perfilman Asia dengan konsep horror-nya.

Ceritanya sendiri tentang seseorang yang merasakan berat dipunggungnya dan dihantui oleh banyak masalah hidup dan juga masalah lainnya. Ternyata ada sesosok hantu yang digendongnya kemana-mana dan hantu tersebut hanya dapat dilihat melalui hasil foto kamera itu. Meski mendapat respon negatif, film versi Hollywood-nya meraih pendapatan yang besar.

The Forest [2016]

The Forest

Hutan Aokigahara adalah sebuah hutan yang ada di kaki Gunung Fuji, Jepang. Jika dilihat dari puncak gunung, hutan ini seperti samudera hijau karena rimbun dan rapatnya pepohonan yang tumbuh disana. Hutan ini memiliki urban legend tersendiri yaitu lokasi terbaik untuk bunuh diri, karena siapa pun yang kesana sendirian akan hilang dan ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurut cerita rakyat setempat, hal ini terjadi karena adanya “yurei”, hantu penunggu hutan.

Pada masa lampau, hutan ini dijadikan tempat bagi para orang tua yang sudah sangat renta untuk menjemput kematian. Mereka diantarkan oleh anaknya dan dibiarkan tinggal disana hingga meninggal dunia. Tradisi ini sudah lama ditinggalkan masyarakat Jepang.

Meski tidak begitu bagus, film ini berusaha mengangkat urban legend itu dalam skala horror yang ringan dan cenderung tidak menakutkan. Sayangnya lagi, syutingnya dilakukan di sebuah hutan di Serbia sebagai ganti hutan Aokigahara yang pada saat itu tidak mendapat izin dari pemerintah Jepang untuk melakukan syuting disana.

Itulah sepuluh film yang mengangkat kisah beberapa urban legend yang berasal dari beberapa daerah di AS bahkan ada yang beberapa dari Asia. Indonesia juga banyak menyimpan urban legend, mungkin salah satunya bisa memancing perhatian produser Hollywood daripada terus-menerus membanjiri bioskop nasional dengan kualitas yang dibawah kadar biasa.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar