Bacaterus / Film Olahraga / 10 Film Tentang  Pendakian Gunung Terbaik Di Dunia

10 Film Tentang  Pendakian Gunung Terbaik Di Dunia

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Desember 2018

Mendaki gunung adalah salah satu aktifitas luar yang sangat mengasyikkan, terutama bagi para pencinta alam. Selain membuat tubuh sehat, kita pun bisa mengagumi keindahan alam karya Yang Maha Kuasa.

Ada berbagai macam tingkatan gunung yang bisa didaki. Mulai dari yang biasa hingga yang ekstrim. Bahaya alam juga bisa mengancam kapan saja selama pendakian. Hal ini perlu mendapat perhatian lebih dan persiapan ketika akan memulai pendakian.

Tema mendaki gunung ini adalah salah satu tema favorit bagi para sineas. Tantangan dalam mewujudkan film dengan syuting di alam dan ketinggian merupakan perjuangan tersendiri bagi para kru film, termasuk aktor-aktrisnya. Tetapi hasilnya terkadang tidak mengecewakan bagi penonton yang adrenalinnya terpicu.

Berikut ini kami pilihkan 10 film terbaik dengan tema pendakian gunung yang wajib untuk Anda tonton. Berbagai film tentang pendakian gunung ini pastinya akan memacu adrenalin dan pesan moral tentang arti kebersamaan.

The White Tower [1950]

The White Tower

Pegunungan Alpine adalah salah satu pegunungan terbesar di dunia. Berhasil mendakinya adalah sebuah kebanggaan tersendiri. James Ramsey Ullman adalah seorang penulis yang pernah membuat tiga novel tentang kisah pendakian di pegunungan ini. Salah satunya adalah film ini yang mengambil judulnya dari sebuah nama sisi gunung yang belum pernah berhasil dilalui oleh para pendaki.

Bisa dibilang, film karya Ted Tetzlaff ini merupakan pionir berbagai film tentang pendakian gunung di Hollywood, yang pada saat itu tema seperti ini sudah marak di perfilman Eropa.

The Mountain [1956]

The Mountain

Dari judulnya sudah bisa ditebak jika film ini bercerita tentang gunung dan hanya berlokasi di gunung saja. Dua orang pendaki gunung berusaha mendaki Pegunungan Alpine demi menyelamatkan korban pesawat yang terjatuh di puncak gunung.

Kisah ini terinspirasi dari peristiwa jatuhnya pesawat Air India Flight 245 di tahun 1950 yang dituangkan ke dalam novel berbahasa Prancis oleh Henri Troyat. Film yang dibintangi oleh Spencer Tracy dan Robert Wagner ini disambut banyak pujian karena unsur drama dan ketegangan pendakiannya untuk ukuran film era 1950an.

Third Man on the Mountain [1959]

Third Man on the Mountain

Film produksi Walt Disney ini berdasarkan novel Banner in the Sky karya James Ramsey Ullman tentang seorang pemuda yang mendaki Pegunungan Alpine di Swiss demi menuntaskan keinginan ayahnya yang tewas di gunung tersebut.

Cerita film ini mengambil setting era “golden age of alpinism” di akhir 1800an. Era ini dikenal dengan banyaknya pendakian ke Pegunungan Alpine oleh para bangsawan kerajaan-kerajaan di Eropa. Film yang disutradarai oleh Ken Annakin ini hanyalah salah satu dari sekian banyak cerita yang ada.

The Eiger Sanction [1975]

Film action dengan bintang Clint Eastwood ini mengambil setting di Puncak Eiger yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpine di Swiss. Eastwood berperan sebagai profesor bidang sejarah dan seni sekaligus juga seorang ahli dalam mendaki gunung. Dengan skill ini, dia memburu seorang pembunuh yang telah menewaskan sahabat karibnya.

Meski film ini bukanlah termasuk film terbaik Eastwood, tetapi pemandangan Puncak Eiger yang jarang dijamah oleh pendaki saat itu karena banyak peristiwa tragis yang terjadi, membuat daya tarik tersendiri pada film tentang pendakian gunung ini.

Five Days One Summer [1982]

Pegunungan Alpine di Swiss merupakan lokasi yang indah dan menantang untuk dijadikan setting cerita sebuah film. Karya terakhir sutradara Fred Zinneman ini adalah salah satunya.

Kisah drama romantis dengan bintang Sean Connery ini menceritakan kisah cinta terselubung antara paman dan keponakannya yang mencintainya sejak dia masih kecil. Pendakian gunung di film ini tidak setegang film-film lainnya, tetapi sang sutradara mampu menangkap panorama pegunungan dengan sangat indah.

Shoot to Kill [1988]

Shoot to Kill

Demi mengejar pelaku pembunuhan, seorang agen FBI rela menerobos hutan belantara dan mendaki gunung di sekitar pegunungan Pacific Northwest. Bersama seorang tracker, dia melintas hutan dan mendaki terjalnya gunung.

Film drama thriller ini dibintangi oleh Sidney Poitier dalam comeback-nya setelah 10 tahun tidak berakting, dipadukan dengan Tom Berenger yang sedang dalam puncak karirnya. Roger Spottiswoode, sutradara handal asal Inggris yang spesialisasinya di genre action, menyutradarai film yang menjadi salah satu film terbaiknya ini.

K2 [1991]

K2 film tentang pendakian gunung

Puncak tertinggi kedua di dunia ini terletak di Pegunungan Karakoram yang membentang antara Pakistan, India, China dan Afghanistan. Pegunungan ini merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya sampai Hindu Kush.

Film ini bercerita tentang dua pendaki AS yang berhasil mencapai puncak K2 di tahun 1978, yaitu Jim Wickwire dan Louis Reichardt. Kedua tokoh ini diperankan oleh Michael Biehn dan Matt Craven. Film tentang pendakian gunung ini mengadaptasi naskah pentas karya Patrick Meyers yang menjadi thesis-nya di Stanford University.

Cliffhanger [1993]

Cliffhanger

Pegunungan Rocky adalah salah satu pegunungan terkenal di AS. Film yang dibintangi oleh Sylvester Stallone ini mengambil setting di pegunungan tersebut dengan banyak menampilkan adegan menegangkan di atas ketinggian jurang-jurang pegunungan tersebut.

Renny Harlin sebagai sutradara patut diacungi jempol atas kemampuannya dalam menerjemahkan konsep pendakian yang dibuat oleh John Long, seorang ahli pendaki gunung.

127 Hours [2010]

127 Hours

Film yang diproduseri, ditulis dan disutradarai oleh Danny Boyle ini diangkat dari kisah nyata canyoneer Aron Rolston saat dia terperangkap di Blue John Canyon, Utah, pada tahun 2003. Ralston terperangkap di himpitan batu dalam celah canyon yang membuatnya terperangkap selama 127 jam dan harus bertahan hidup dengan akhirnya harus mengorbankan satu tangannya untuk dipotong.

James Franco tampil meyakinkan sebagai Ralston yang membawanya masuk nominasi Best Actor pada Academy Awards. Sealin itu masih ada lima kategori lagi dimana film ini dinominasikan.

Everest [2015]

Everest

Gunung Everest adalah puncak tertinggi dari Pegunungan Himalaya yang membentang dari Nepal, India, Bhutan, Tibet dan Pakistan. Mencapai puncak Everest adalah pencapaian tersendiri bagi pelakunya. Film yang disutradarai oleh Baltasar Kormakur ini menceritakan peristiwa musibah yang terjadi pada tim pendaki asal Australia di tahun 1996.

Sepanjang film, kita akan menyaksikan keindahan sekaligus keganasan alam pegunungan terbesar di dunia ini. Terjadinya musibah karena datangnya badai salju sebelum tim pendaki sempat turun dari puncak dan mengakibatkan beberapa personilnya tewas terjatuh atau mati membeku. Tetapi sebagian besar pendaki berhasil selamat dan menceritakan kembali peristiwa tragis ini.

Itulah 10 film tentang pendakian gunung terbaik yang pernah diproduksi oleh Hollywood. Sebagian besar mengundang ketegangan dan hanya beberapa yang hanya menjadikan pendakian gunung sebagai background cerita saja.

Pegunungan Alpine dan Himalaya memang adalah tujuan utama bagi para pendaki professional demi pencapaian prestasi dan kepuasan pribadi, jadi tidak heran jika kedua pegunungan ini selalu menjadi lokasi utama film jenis ini. Kapan ya Hollywood membuat film dengan setting lokasi di Pegunungan Jayawijaya di Papua?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar