Bacaterus / Film Perang / 10 Film Terbaik tentang Palestina yang Harus Kamu Tonton

10 Film Terbaik tentang Palestina yang Harus Kamu Tonton

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 April 2020

Industri film di Palestina memang tidak hingar bingar seperti di negara-negara lainnya. Salah satu faktor yang menyebabkan itu adalah kurangnya sumber daya dan masalah politik yang terus mendera beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut mengguncang layar sinema di negara timur tengah ini menjadi lesu. Walaupun begitu, masih terdapat sineas kreatif asal Palestina yang berhasil membuat film berkualitas. Salah satunya buktinya, film Palestina yang berjudul Paradise Now berhasil mendapatkan penghargaan sebagai film berbahasa asing terbaik pada ajang Golden Globe Awards.

Bukan hanya itu saja, ada banyak sebenarnya film Palestina yang sangat berkelas dan menarik untuk di saksikan. Maka dari itu, Bacaterus akan merekomendasikan dan mengulas film-filmnya untukmu di bawah ini. Yuk, kita tengok sama-sama!

1. Paradise Now (2005)

Paradise Now (2005)

Seperti yang sudah dikatakan pada prolog di atas, film ini begitu spesial karena telah mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi di berbagai festival film internasional. Paradise Now menceritakan dua sahabat asal Palestina yakni, Said dan Khaled.

Keduanya bekerja sebagai montir dengan gaji yang kecil. Suatu hari, pria bernama Jamal datang menemui mereka untuk memberikan pekerjaan yang tak terduga. Jamal menugasi kedua sahabat tersebut agar pergi ke kota Tel Aviv, Israel, untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

Akan tetapi, rencana itu tidaklah mudah karena Said dan Khaled mengalami dilema yang menghinggapi perasaan dan pikiran masing-masing. Dengan pertimbangan kemanusiaan, Said pun membatalkan misinya itu. Kini keduanya harus menghadapi tekanan dari Jamal bersama kelompoknya.

2. Salt of This Sea (2008)

Salt of This Sea (2008)

Soraya adalah seorang wanita kelahiran Amerika Serikat yang mempunyai garis keturunan dari Palestina. Ia kemudian pergi ke Palestina untuk mencari rumah kakek neneknya yang telah diasingkan pada tahun 1948.

Begitu tiba, ia mendapat kabar jika tabungan kakeknya telah dibekukan dan disita oleh pihak bank yang ada di Kota Jaffa. Ia lalu bertekad mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi hak miliknya.

Ia lantas pergi ke cabang bank yang ada di Kota Ramallah untuk mengklaim dana tersebut. Namun, usahanya tidak dikabulkan, dan mimpinya untuk tinggal di tanah kelahiran leluhurnya sedikit terhambat.

Soraya kemudian bertemu dengan Pria Palestina bernama Emad yang berusaha membantunya. Keduanya lalu memutuskan untuk melakukan segala cara walaupun harus bertentangan dengan hukum.

3. Omar (2013)

Omar (2013)

Omar adalah seorang pemuda Palestina yang bekerja sebagai pembuat roti. Ia bersama kedua sahabatnya yang bernama Tarek dan Amjad bergabung sebagai kelompok pemberontak terhadap Israel.

Ia menjalin hubungan asmara dengan Nadia, adik perempuan dari Tarek. Saat menjalankan sebuah misi, ketiganya dicegat oleh pasukan tentara Israel. Omar berhasil ditangkap sedangkan yang lainnya bisa melarikan diri.

Seorang agen Israel bernama Rami lalu menawarkan kerja sama kepada Omar. Ia menginginkan Omar untuk membantunya dalam menjebak Tarek. Jika dia bersedia dan misinya berhasil, Omar bisa bebas.

Tapi jika ia menolak, dirinya harus menghabiskan sisa hidup sebagai tahanan Israel. Ia pun kini terjebak dalam situasi rumit antara menyelamatkan hidupnya sendiri atau membela negara dan para sahabatnya. 

4. Precious Life (2010)

Precious Life (2010)

Precious Life merupakan sebuah dokumenter karya dari jurnalis bernama Shlomi Eldar. Film ini bercerita tentang Mohammad Abu Mustafa, seorang bocah lelaki Palestina berusia empat tahun yang lahir tanpa sistem kekebalan tubuh.

Ibunya Mohammad yang bernama Raida lalu mencari dokter untuk dapat menyelamatkan anaknya itu. Ia kemudian dirawat di rumah sakit milik Israel untuk penanganan medis. Penanganan anak tersebut harus segera mungkin dilakukan dengan cara yang tepat.

Jika tidak mendapatkan transplantasi sumsum tulang secepatnya, maka nyawanya tidak akan terselamatkan. Kasusnya tersebut mampu menyatukan dokter-dokter Israel dan Palestina. Mereka melakukan upaya bersama untuk menyelamatkan hidup anak itu dengan mengesampingkan perbedaan ras dan agama. 

5. When I Saw You (2012)

When I Saw You (2012)

Setelah terpisah dengan ayahnya akibat kekacuan perang, Tarek bersama ibunya harus melarikan diri dari Palestina ke Yordania. Keduanya kemudian menuju kamp pengungsian yang berada di negara tersebut.

Di tempat barunya itu, ia mengalami kesulitan beradaptasi dan harus menyesuaikan diri dengan kehidupan diantara ribuan pengungsi lainnya. Sebagai seorang anak, ia sangat begitu merindukan sosok ayahnya. Dengan pertimbangan yang cukup matang, Tarek memutuskan meninggalkan kamp dan ibunya sendiri hanya untuk mencari keberadaan ayahnya.

Keputusannya tersebut kemudian membawanya bertemu dengan sekelompok orang yang ia temui di padang pasir. Lewat latar belakang penderitaan yang sama, mereka lalu bersama-sama memulai perjalanan jauh yang akan mengubah hidup mereka selamanya. 

6. Inch’ Allah (2012)

Inch’ Allah (2012)

Chloe adalah seorang dokter kandungan yang berasal dari Kanada. Ia ditugaskan dalam misi kemanusiaan PBB untuk menangani ibu-ibu hamil yang berada di kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat.

Dia tinggal di sebuah apartemen bersama seorang polwan yang tugasnya menjaga perbatasan Israel-Palestina. Chloe bisa beradaptasi di daerah barunya dengan baik karena ia menguasai bahasa Arab dan Yahudi.

Lewat penguasaan bahasa yang baik, dan memiliki sikap yang ramah, ia bisa mengenal banyak orang di daerah tempat tinggalnya. Salah satunya adalah Rand, ia merupakan seorang ibu hamil yang harus kehilangan suaminya akibat peperangan.

Pertemuannya dengan konflik antara Palestina dan Israel membawanya ke dalam perjalanan panjang yang secara langsung mengubah pandangan hidupnya. 

7. Five Broken Cameras (2012)

Five Broken Cameras (2012)

Five Broken Cameras adalah film dokumenter yang menceritakan pengalaman Emad Burnat saat hidup dalam tekanan Israel di Desa Bil’in. Alur ceritanya diambil dari sudut pandang kelima kamera yang dimilikinya saat memfilmkan setiap peristiwa tersebut.

Pihak Israel mulai mengikis kebun zaitun di desanya itu untuk membangun tembok pemisah antara Bil’in dari pemukiman Yahudi Modi’in Illit. Selama bertahun-tahun, Burnat memfilmkan peristiwa itu yang dibantu dengan dua sahabatnya dan saudaranya.

Ia pun berhasil mendokumentasikan saat para tentara menyerang desanya di tengah malam untuk menangkap anak-anak. Perjuangannya tidak sia-sia, akhirnya pada tahun 2009 ia berhasil membuat sebuah dokumenter dari pengalaman hidupnya lewat bantuan seorang film maker Israel, Guy Davidi.

8. Miral (2010)

Miral (2010)

Miral adalah seorang gadis remaja yang sangat pintar. Ia bersekolah disebuah yayasan pendidikan yang dimiliki oleh Hind Husseini. Suatu waktu, dirinya pernah ditugaskan untuk mengajar di sebuah kamp pengungsi Palestina.

Pada momen itulah, ia sering menyaksikan kesedihan yang dialami oleh para pengunsi. Ia pun merasa iba dan hatinya tergerak untuk melawan kekejaman Israel terhadap bangsanya. Niatnya itu semakin bulat ketika bertemu dengan pemuda bernama Hani.

Atas ajakannya, Miral kemudian bergabung dengan kelompok pemberontak untuk melawan Israel. Melihat perubahan sikapnya, Hind Husseini lalu datang untuk menasihatinya. Menurutnya, pendidikan adalah jalan menuju perdamaian. Kini, Miral berada dalam persimpangan untuk memilih pendidikannya atau pemberontakannya. 

9. Amreeka (2009)

Amreeka (2009)

Muna Farah adalah seorang single parent yang sedang membesarkan anak remajanya bernama Fadi. Ia bekerja di sebuah bank di Ramallah, bagian dari Tepi Barat, wilayah Palestina. Suatu hari, Muna memenangkan “Green Card Lottery” untuk mendapatkan visa warga Amerika tetap. Meskipun pada awalnya ragu untuk meninggalkan tanah kelahirannya, pada akhirnya ia menerima kesempatan tersebut.

Sesampainya di Amerika, keduanya disambut oleh saudara perempuannya beserta keluarganya, dan mereka pun tinggal di rumah yang sama. Selang beberapa hari, Muna kehilangan sebuah kotak kue yang berisi semua tabungannya.

Oleh karena itulah, ia sekarang harus mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan anaknya sendiri. Jauh dari tanah Palestina, kini ia harus beradaptasi dengan hidup barunya ini. 

10. The Idol (2015)

The Idol (2015)

Mohammed adalah seorang pemuda yang memiliki kemampuan bernyanyi cukup baik. Suatu hari, ia ingin mengikuti sebuah ajang pencarian bakat dalam menyanyi. Namun, niatnya itu terhalang karena ada pembatasan jalan di wilayah Gaza.

Ia harus pergi ke studio di Kota Ramallah untuk melakukan audisi lewat aplikasi Skype. Buruknya kondisi listrik membuatnya gagal untuk mengikuti kontes yang ia inginkan itu. Ia kemudian bertemu dengan temannya bernama Amal yang memotivasi dirinya agar jangan berhenti menyanyi.

Lewat dukungan dari Amal, Mohammed memutuskan mengikuti audisi Arab Idol. Ia lalu menyeberangi perbatasan Gaza menuju tempat audisi yang berlokasi di Mesir. Mimpinya kini berada dihadapannya. Dengan motivasi yang tinggi, ia harus membuktikan kemampuannya dalam bernyanyi.

Demikianlah 10 film Palestina dengan berbagai jalan cerita yang bisa kamu saksikan. Pastikan kamu sudah memilih filmnya untuk dijadikan daftar tontonanmu ya. Jangan lupa juga untuk rajin memantau Bacaterus agar tidak ketinggalan informasi seputar film terbaik lainnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *