Bacaterus / Film Disney / 10 Film Tentang Olahraga Terbaik yang Dibuat oleh Disney

10 Film Tentang Olahraga Terbaik yang Dibuat oleh Disney

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Oktober 2019

Walt Disney Pictures adalah perusahaan film yang sangat dekat dengan keluarga, karena film-film yang diproduksi kebanyakan bertema, bernuansa dan diperuntukkan bagi seluruh anggota keluarga. Tidak hanya bagi anak-anaknya saja, tetapi juga bagi ayah dan ibu yang bisa sekaligus memberikan arahan yang baik berkaitan dengan film yang ditonton.

Meski awalnya dan hingga sekarang, film animasi masih menjadi prioritas dan mendominasi filmography Walt Disney Pictures, film bertema lainnya juga kerap kali diproduksi, salah satunya adalah film-film bertema olahraga yang berdasarkan kisah nyata sebuah tim, atlit ataupun manajernya.

Di tangan Walt Disney Pictures, kisah-kisah nyata ini ditampilkan dengan menarik dan sarat akan motivasi karena kisahya yang inspiratif. Dan tentu saja untuk mengajarkan nilai sportivitas kepada anak kecil sejak dini. Nah, di bawah ini adalah 10 film tentang olahraga terbaik yang dihasilkan oleh Walt Disney Pictures, yang semua kisahnya pernah terjadi dan bukan cerita fiktif.

1. Cool Runnings [1993]

film tentang olahraga terbaik Cool Runnings

Sudah pernah melihat cabang olahraga bobsled di Indonesia? Olahraga yang satu ini memang tidak populer dan tidak diperlombakan di negara kita karena Indonesia tidak memiliki musim salju. Benar sekali, salah satu syarat diperlombakannya bobsled adalah adanya lintasan es.

Kisah inspiratif ini juga berasal dari negara yang iklimnya nyaris serupa dengan Indnesia, yaitu Jamaica,  yang tidak memiliki musim salju, tetapi mereka membentuk tim untuk ikut berpartisipasi di cabang olahraga bobsled pada Olimpiade Musim Dingin tahun 1988 di Kanada.

Di film ini ditampilkan usaha dan perjuangan para mantan atlit lari ini untuk menjadi wakil olahraga bobsled yang pertama bagi negaranya. Salah satu soundtrack filmnya, “I Can See Clearly Now”, sangat populer di masa itu.

2. Remember the Titans [2000]

Remember the Titans

Kisah ini diangkat dari biografi pelatih American Football, Herman Boone, yang melatih di Williams High School di sebuah kota kecil Alexandria di Washington, D.C., pada tahun 1971. Selain tentang sportivitas, kisah ini juga menampilkan bagaimana proses menyatukan tim yang tidak hanya terdiri dari siswa kulit putih, tetapi juga yang berkulit hitam. Apalagi Herman Boone adalah pelatih berkulit hitam.

Apapun yang berhubungan dengan kisah rasialis seperti ini cenderung menarik, bukan karena pertikaiannya, tetapi lebih bagaimana solusi terbaik sehingga mereka bisa saling menerima dan menghargai, terutama berjuang di dalam satu tim untuk meaih kemenangan.

3. The Rookie [2002]

The Rookie

Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup dan karirnya, apalagi jika dia mampu memaksimalkan kesempatan itu. Hal ini terjadi pada diri Jim Morris. Dia adalah mantan atlit baseball di usia mudanya dan mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali sebagai atlit setelah beberapa tahun dia tinggalkan.

Sebagai suami dan ayah, dia tidak sama sekali memikirkan untuk kembali sebagai atlit, apalagi di level atas. Tetapi siapa yang tahu dengan datangnya sebuah kesempatan? Dia ditawarkan oleh seorang staff club baseball besar yang tertarik dengan penampilannya bersama tim baseball di daerahnya.

Di atas segala keraguan dan ketakutan akan kegagalan, dia berhasil memaksimalkan potensi yang dimilikinya dan berhasil mengantarkan timnya untuk menjadi juara tingkat daerah yang mengantarkannya bermain di Major League Baseball meski hanya 2 musim di usianya yang sudah 40 tahun.

4. Miracle [2004]

Miracle

Pada Olimpiade Musim Dingin tahun 1980, tim hockey USA adalah tim underdog jika dibandingkan dengan superioritas tim Uni Soviet kala itu. Di masa menjelang akhir perang dingin tersebut, tim yang dilatih oleh Herb Brooks ini menanggung beban sebagai tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga akbar tersebut.

Dengan kurangnya perhatian dari pemerintah di cabang olahraga ini, sang pelatih sekuat tenaga memacu fisik dan skill serta memompa motivasi para atlitnya untuk tampil baik. Dengan pondasi itu, mereka akhirnya sampai di final dan menjamu “The Dream Team” Uni Soviet.

Medali emas akhirnya berhasil diraih oleh tim USA. Moment ini sering dianggap sebagai “Miracle on Ice” oleh media. Kurt Russell yang berperan sebagai Herb Brooks tampil sangat baik dan believable sebagai pelatih jempolan.

5. The Greatest Game Ever Played [2005]

The Greatest Game Ever Played

Di tahun 1913, kejuaraan golf U.S. Open adalah ajang tertinggi yang menghadirkan para pegolf ternama dunia saat itu. Siapa yang menyangka jika U.S. Open di tahun tersebut berhasil dimenangkan oleh pegolf amatir berusia 20 tahun?

Francis Ouimet adalah nama pemuda itu. Hingga saat ini, dia sering dianggap sebagai “Father of the Amateur Golf”. Film tentang olahraga terbaik yang disutradarai oleh aktor Bill Paxton dan dibintangi oleh Shia LaBeouf ini berjalan secara sederhana dan diakui keakuratan kisah dan sejarahnya.

Ending yang dikemas dengan baik berkat emosi yang dibangun dari awal film mampu menggugah motivasi kita untuk bisa seperti Ouimet yang mampu mengalahkan juara dunia dan pegolf profesional lainnya dengan status seorang amatir yang tidak minder karena yakin akan potensi yang dimilikinya.

6. Glory Road [2006]

Glory Road

Sebelum olahraga basket Amerika dibintangi oleh atlit-atlit berkulit hitam seperti saat ini, mereka tidak mendapat tempat yang semestinya meski memiliki skill dan teknik yang baik di masa lalu. Kisah ini terjadi di NCAA National Championship tahun 1966, dimana pelatih Texas Western College, Don Haskins, memasang starting line-up yang berisi atlit berkulit hitam semua yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tentu saja kejadian ini mengundang nada negatif dari kaum rasialis, apalagi sang pelatih adalah seorang kulit putih. Kejuaraan tersebut dimenangkan oleh mereka dengan melawan tim dari Kentucky yang semuanya berisi atlit berkulit putih. Film ini menunjukkan jika semua manusia adalah sama, meski berbeda rasnya.

7. Invincible [2006]

Invincible

Bagaimana jika sebuah klub olahraga besar membuka pelatihan dan rekrutmen gratis bagi siapa saja? Apakah kalian akan mengambil kesempatan itu? Hal ini dimanfaatkan oleh Vince Papale, seorang guru di siang hari dan bartender di malam hari.

Klub American Football Philadelphia Eagles dengan pelatih barunya membuka perekrutan terbuka bagi seluruh warga. Hal ini dikarenakan penurunan prestasi klub yang berimbas pada penurunan keuangan sehingga harus menghemat biaya untuk perekrutan pemain.

Papale yang seorang Eagles sejati mengambil kesempatan ini setelah didukung oleh rekan-rekannya dan demi mencari pelarian pikiran dari masalah hidupnya. Karir singkatnya, hanya 2 tahun, diwarnai dengan sukses klubnya sebagai juara. Sosok Vince Papale di film ini diperankan oleh Mark Wahlberg dengan sangat baik dan berkesan.

8. Secretariat [2010]

Secretariat

Jangan terkecoh dengan judulnya. Ini bukanlah film tentang kesekretariatan atau dunia perkantoran. Secretariat adalah nama kuda balap yang memecahkan rekor menjadi juara di 3 lomba tingkat nasional di tahun 1973, yang merupakan sebuah rekor setelah 25 tahun tidak terpecahkan.

Pemiliknya adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak tahu-menahu tentang teknik merawat dan melatih kuda balap. Dia pun menyewa seorang pelatih veteran untuk membawa sang kuda menjadi juara.

Lewat kisah multi-dimensi, karena tidak hanya bercerita tentang kuda melulu tetapi juga tentang penawaran harga dari pesaing dan krisis rumah tangga, akhirnya Secretariat berhasil menjadi juara dan dengan itu semua masalah tadi menjadi terselesaikan dengan sendirinya.

9. Million Dollar Arm [2014]

Million Dollar Arm

Secara sekilas, baseball dan criket memiliki konsep dasar teknik yang sama meski sedikit berbeda. Itulah yang terlintas di dalam benak agen atlit J.B. Bernstein ketika diminta klubnya untuk mencari kandidat pemain untuk mengisi kekosongan posisi dengan bujet yang minim. Dia memilih melintasi lautan dan benua menuju India untuk mencari pemain cricket yang nantinya akan diajarkan bermain baseball.

Ceritanya yang ringan dan hangat sangat cocok untuk ditonton oleh semua anggota keluarga. Karena di dalamnya tertitip pesan moral untuk saling menghargai orang lain diatas segala kesibukan pribadi dan kemampuan untuk menggali potensi yang belum terasah.

Banyak adegan yang bisa membuat senyum kita akan tetap terjaga dan beberapa adegan yang mampu menelusup ke hati kecil kita akan pentingnya berbagi dengan orang lain.

10. McFarland, USA [2015]

McFarland, USA

Sebuah tim bisa menjadi sukses karena adanya peran pelatih. Hal ini dibuktikan lewat film yang mengambil setting di kota kecil McFarland, California, pada tahun 1987. Mantan pelatih basket yang dipecat memilih pindah ke daerah terpencil yang sesuai dengan keuangannya sekarang.

Tanpa sengaja, dia melihat potensi beberapa anak muda yang memiliki kecepatan lari dan ketahanan fisik yang prima, sehingga terpikirkan olehnya untuk membentuk tim lari cross-country. Karena baru pertama kali diadakan di daerah itu, dia pun bekerja keras melatih dan meyakinkan para atlitnya bahwa mereka bisa menjadi juara.

Meskipun hasilnya kita pasti sudah tahu, fakta yang dihadirkan di akhir film cukup mencengangkan, dimana sekolah tersebut meski telah berganti angkatan tetapi tetap bisa menjadi juara selama Jim White masih sebagai sang pelatih.

Hebatnya lagi, semua atlit yang dilatihnya, setelah lulus sekolah menjadi sukses dibidangnya masing-masing, dan beberapa diantaranya tetap mendedikasikan hidupnya di cabang olahraga lari cross-country ini, baik sebagai pelatih ataupun berada di organisasinya.

Itulah 10 film tentang olahraga terbaik produksi Walt Disney Pictures pilihan kami. Sudah bisa dipastikan, jika perusahaan film ini akan terus dan selalu menghadirkan kisah-kisah nyata yang penuh akan nilai sportivitas, motivasi dan inspirasi. Meski ada beberapa kisah yang berbeda sedikit dengan fakta aslinya, hal tersebut dimaksudkan untuk dramatisasi cerita tanpa mengubah maksud semula.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *