Bacaterus / Film Psikologi / 10 Film Tentang Bipolar Disorder Terbaik Sepanjang Masa

10 Film Tentang Bipolar Disorder Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 April 2020

Bipolar Disorder adalah salah satu penyakit kejiwaan pada manusia yang terjadi apabila dia menderita depresi atau penyakit mental. Gejala penyakit ini antara lain adalah perubahan suasana hati (mood) yang berganti secara ekstrim dalam waktu singkat. Penderitanya mengalami depresi yang cukup tinggi hingga merasa pesimis dan putus asa hingga terkadang memilih untuk bunuh diri karenanya.

Dalam penjabarannya, bipolar disorder ini terbagi menjadi empat episode atau tingkatan, yaitu mania, hipomania, depresi bipolar dan episode campuran. Keempat episode ini bisa terjadi kapan saja pada penderitanya yang terkadang berpengaruh juga terhadap lingkungan sekitar.

Sudah banyak ahli psikologis mengembangkan cara untuk menyembuhkan atau mengurangi penyakit mental jenis ini. Untungnya, saat ini sudah banyak treatment atau perawatan bagi penderita bipolar disorder, bahkan akan lebih baik jika mulai dirawat ketika gejala awal sudah mulai terlihat.

Kehidupan modern yang berjalan serba cepat adalah salah satu faktor pemicu munculnya bipolar disorder. Bahkan banyak artis yang juga terkena penyakit mental jenis ini.

Sineas perfilman tidak luput untuk mengangkat kisah dengan karakter yang memiliki penyakit kejiwaan yang tergolong masih ringan jika dibandingkan dengan schizophrenia ini. Berikut ini kami pilihkan sepuluh film yang mengangkat cerita tentang bipolar disorder dalam berbagai genre.

1. Splendor in the Grass [1961]

Splendor in the Grass

Dalam catatan perfilman, mungkin film yang disutradarai oleh Elia Kazan inilah yang pertama kali menampilkan karakter dengan bipolar disorder. Penyebab Deanie mengalami gangguan mental ini adalah karena ditolak oleh orang yang sangat dicintainya dan hampir saja diperkosa oleh temannya sendiri saat pesta sekolah berlangsung.

Karena mental yang tidak stabil, dirinya dimasukkan ke institusi mental untuk mengobati penyakit tersebut yang membuatnya terkadang menangis mendadak dan berkali-kali hampir bunuh diri.

Natalie Wood tampil cukup meyakinkan sebagai Deanie yang tergila-gila kepada sosok Bud yang diperankan Warren Beatty dan berhasil membawanya masuk nominasi Oscar di kategori Best Actress. Meski Natalie Wood tidak berhasil memenangi Oscar, justru William Inge sebagai penulis naskah yang berhasil membawa pulang Oscar dari kategori Best Writing, Story and Screenplay.

2. Mr. Jones [1993]

Mr. Jones film tentang bipolar disorder terbaik

Di film tentang bipolar disorder ini, penderita bipolar disorder tidak hanya memiliki keinginan untuk bunuh diri saja, tetapi juga melakukan tindakan yang cukup aneh. Jones yang diperankan oleh Richard Gere bermaksud melakukan bunuh diri dengan lompat dari balkon ke panggung saat konser musik klasik dalam sebuah gedung opera.

Tetapi karena tidak cukup mengalami cedera, dia malah merebut posisi konduktor dan mulai berlagak sebagai pemimpin symphony orchestra yang berujung pada penangkapan dirinya oleh pihak berwajib yang langsung memasukkannya ke institusi mental. Di sana dirinya bertemu dengan dokter wanita yang jatuh cinta kepadanya dan rela melepas pekerjaannya sebagai dokter jiwa.

3. Prozac Nation [2001]

Prozac Nation

Diangkat dari novel autobiografi best-seller karya Elizabeth Wurtzel, film yang dibintangi oleh Christian Ricci ini menceritakan depresi seorang wanita di tahun pertamanya kuliah di Harvard.

Karakter Lizzie di sini menderita depresi karena perceraian orang tuanya empat tahun lalu dan tekanan belajar di kampus barunya yang membuat dia memilih untuk melepaskan penat dengan mengikuti berbagai macam pesta yang membuatnya berkali-kali melakukan perilaku seksual secara bebas.

Ternyata hal ini malah semakin membuatnya depresi yang membuat teman sekamarnya melaporkan kepada pihak kampus karena dirinya telah mencoba bunuh diri. Akhirnya dia dikirim ke terapi kejiwaan yang mahal oleh ibunya yang mengantarkan pada kesembuhan penyakitnya ini. Prozac sendiri adalah resep obat yang diberikan kepada Lizzie dalam menanggulangi penyakitnya.

4. Michael Clayton [2007]

Michael Clayton

Di film tentang bipolar disorder ini, bukan Michael Clayton yang menderita bipolar disorder, tetapi seorang pengacara yang merupakan rekan kerja di firmanya.

Ketika sedang melakukan deposition yang membuatnya harus ditangkap oleh pihak berwajib karena membuat kekacauan pada acara tersebut. Hal ini terjadi karena tekanan yang didapatnya disaat dia harus menghadapi perusahaan agrikultur yang dituntutnya yang disinyalir menggunakan bahan berbahaya dalam tanamannya.

Meskipun berada pada posisi yang benar, tetapi karena mental yang tidak stabil membuatnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan juga menerima ancaman terhadap jiwanya dari perusahaan yang dituntutnya. Tom Wilkinson yang berperan sebagai karakter ini berhasil masuk nominasi Oscar di kategori Best Supporting Actor.

5. The Informant! [2009]

The Informant!

Ternyata penderita bipolar disorder bisa memanipulasi jabatannya di dalam perusahaan untuk keuntungan dirinya sendiri. Matt Damon yang berperan sebagai Mark Whitacre di film tentang bipolar disorder ini mampu menampilkan performa akting yang berbeda dari film-film lain yang pernah diperankan olehnya.

Tekanan yang didapat Mark karena bertahun-tahun menjadi informan bagi FBI dalam menangkap oknum koruptor di perusahaannya, membuatnya mengalami depresi berat yang menimbulkan bipolar disorder.

Terkadang dia memihak perusahaannya dan berhasil terus-menerus naik jabatan, di lain waktu dia memihak FBI kembali. Karena gangguan jiwa dan keserakahan akan jabatan, akhirnya dia diadili dan dimasukkan penjara untuk direhabilitasi.

6. Silver Linings Playbook [2012]

Silver Linings Playbook

Di genre romantic-comedy, karakter penderita bipolar disorder bisa dikembangkan menjadi kisah cinta yang unik dan menarik seperti yang bisa Anda saksikan di film Silver Lining Playbook ini.

Bradley Cooper yang berperan sebagai Pat, penderita bipolar disorder yang bisa seketika marah-marah disebabkan karena perceraiannya, bertemu dengan Tiffany, yang diperankan dengan baik oleh Jennifer Lawrence, yang memiliki kondisi mental yang hampir sepadan. Ternyata keduanya bisa saling mengisi dan jatuh cinta.

7. Surviving Family [2012]

Surviving Family

Dalam film drama keluarga ini, salah satu karakternya menderita bipolar disorder karena banyaknya permasalahan di dalam keluarganya sejak ditinggal wafat ibu mereka. Sang ayah adalah seorang alcoholic, sehingga tidak mampu mengatur rumah tangga secara baik. Bersama mereka harus mencari solusi terbaik sebelum acara pernikahan yang akan diadakan dalam waktu lima hari kedepan.

8. Infinitely Polar Bear [2014]

Infinitely Polar Bear

Bagaimana perjuangan sang ayah yang menderita bipolar disorder untuk kembali merajut rumah tangga yang baik bersama istri dan kedua anaknya? Karakter Cameron yang diperankan Mark Ruffalo ini menjadi depresi karena dipecat dari pekerjaannya hingga akhirnya harus direhabilitasi di institusi mental.

Karena sang istri harus menyelesaikan kuliahnya di kota lain, Cam harus mengurus kedua anaknya ketika dia sudah melewati masa sulit. Awalnya anak-anak ini bingung melihat tingkah ayahnya yang suka tiba-tiba pergi meninggalkan mereka di tengah malam dan banyak hal aneh lainnya. Tetapi karena rasa cinta mereka kepada ayahnya, mereka membantu sang ayah untuk bisa mengurus diri sendiri sekaligus diri mereka juga.

9. Touched with Fire [2015]

Touched with Fire

Romantic-drama yang diperankan oleh Katie Holmes ini menceritakan tentang dua pasien bipolar disorder yang sedang menjalani rehabilitasi di sebuah institusi mental. Kedua pasien ini ternyata memiliki kesamaan dalam menyukai puisi yang membuat mereka saling jatuh cinta. Dalam menjalani hubungan ini, mereka harus siap dengan kondisi terburuk pasangannya jika penyakit mentalnya mulai kambuh.

10. The Visit [2015]

The Visit

Film found-footage karya M. Night Shyamalan ini bergenre horror-thriller, dimana misteri yang menyelimuti pasangan kakek-nenek di film ini yang memiliki tingkah laku aneh ketika sudah melewati jam 10 malam.

Apakah mereka werewolves? Pengikut setan? Alien? Atau yang lainnya? Ternyata mereka adalah penderita bipolar disorder yang melarikan diri dari institusi mental dan membunuh orang-orang yang berusaha mengusik identitas mereka.

Bipolar disorder dapat disembuhkan dengan melakukan terapi kejiwaan untuk menenangkan mental yang sedang depresi. Penggunaan obat penenang sangat berguna untuk fase-fase awal, tetapi yang paling utama adalah perhatian dan kasih sayang dari keluarga, teman dan orang-orang terdekat.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

2 Responses

  1. Joaquim M. dos Santos berkata:

    e muito estranho ………….ohhhhh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *