Bacaterus / Entertainment / Film Indonesia / 10 Film Suzanna Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Ditonton

10 Film Suzanna Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Ditonton

“Ratu film horor Indonesia” Itulah gelar yang melekat erat dalam sosok Suzzanna Martha Frederika van Osch atau yang dikenal dengan nama Suzanna. Wanita cantik ini aktif bermain film sejak tahun 1950 sampai dengan 1990-an.

Terhitung sudah ada puluhan film yang dibintangi oleh Suzanna. Meskipun tak selamanya bermain dalam film bergenre horror, tapi image sebagai ratu film horor Indonesia membuat film-film horor Suzanna lebih laris dibanding genre film lain yang pernah diperankannya.

Aktris berbakat yang menutup usia pada tahun 2008 ini tetap menjadi legend hingga saat ini. Bahkan, beberapa film almarhumah masih sering ditayangkan di stasiun TV nasional. Apakah Anda salah satu fans Suzanna? Yuk, nostalgia dengan mengenang 10 film Suzanna terbaik sepanjang masa ini.

10 Film Suzanna Terbaik Sepanjang Masa

1. Beranak Dalam Kubur – 1972

film horor Indonesia

Film Suzanna terbaik yang pertama adalah Beranak Dalam Kubur yang rilis pada tahun 1972. Sebelumnya, Bacaterus juga sudah pernah mengulas film ini dalam daftar film horor Indonesia terbaik.

Suzanna memerankan tokoh Lila, seorang adik yang selalu dicemburui oleh kakaknya sendiri. Lila hidup di kota bersama bibinya, sementara itu Dhora, kakak Lila, tinggal di desa bersama ayah-ibunya. Kedengkian Dhora semakin menjadi ketika mereka tumbuh dewasa dan Lila memiliki paras yang lebih cantik. Bahkan, Lila dinikahi oleh pria yang tampan dan gagah.

Suatu hari Dhora merencanakan pembunuhuh ketika Lila pulang ke desa. Saat itu, Lila sedang hamil tua dan mendapatkan kontraksi. Dhora dengan teganya menyiramkan air keras ke wajah Lila dan meminta pesuruhnya untuk mengubur Lila hidup-hidup. Anehnya, di dalam kubur bayi Lila justru lahir. Sejak saat itu kehidupan Dhora dan warga desa selalu diteror dengan keberadaan hantu beranak dalam kubur.

2. Sundelbolong – 1981

Sundelbolong – 1981

Masih ingat adegan di mana Suzanna yang berperan sebagai sundelbolong menghampiri tukang sate dan soto? Kemudian, sundelbolong tersebut memesan sate sampai 100 tusuk dan meminum soto langsung dari pancinya? Nah, adegan terkenal itu bisa Anda temukan dalam film Sundelbolong.

Dikisahkan bahwa Alisa (Suzanna) adalah mantan pekerja seks yang akhirnya dinikahi oleh Hendarto (Barry Prima). Kehidupan mereka bahagia dan sempurna, sampai Rudi, seorang pemilik butik, tertarik dan ingin memiliki Alisa. Rudi tersinggung ketika Alisa menolak secara halus. Ia menyuruh anak buahnya untuk menculik dan memperkosa Alisa.

Meskipun berhasil selamat, kondisi Alisa benar-benar hancur, apalagi ia dinyatakan hamil akibat perbuatan bejat anak buah Rudi. Dalam kehancuran, Alisa yang sedang hamil akhirnya bunuh diri. Arwah Alisa menjelma menjadi hantu sundelbolong yang membalas dendam pada satu persatu orang yang menghancurkan hidupnya.

3. Ratu Ilmu Hitam – 1981

Ratu Ilmu Hitam – 1981

Murni (Suzanna) dituduh oleh mantan kekasihnya, Kohar, dan warga setempat sebagai biang kerok yang merusak pernikahan Kohar dan Baedah. Murni dituduh mengiram guna-guna sehingga pernikahan mereka menjadi kacau. Warga membakar tempat tinggal Murni dan melemparkan Murni ke dalam jurang.

Di situ, Murni ditolong oleh Gendon, dukun teluh yang sebenarnya menjadi biang kerok kacaunya pernikahan Kohar dan Baedah. Gendon membujuk Murni untuk melakukan balas dendam, lebih-lebih karena Murni sudah pernah dinodai oleh Kohar. Baik kehidupan Kohar dan warga setempat yang pernah mengadili Murni menjadi kacau semenjak Murni menjadi ratu ilmu hitam bimbingan Gendon.

4. Sangkuriang – 1982

Sangkuriang – 1982

Sangkuriang adalah film yang disadur dari cerita rakyat Jawa Barat, yakni Asal Usul Tangkuban Perahu. Ini merupakan film Suzanna terbaik yang tidak bergenre horor. Di sini Suzana berperan sebagai Sumbi, wanita cantik yang memiliki anak bernama Jaka.

Pada suatu hari, Sumbi meminta Jaka untuk mencarikan hati menjangan. Karena tidak berhasil mendapat hati menjangan, Jaka membunuh Tumang, anjing peliharaannya, dan mengambil hatinya. Betapa marah ketika Sumbi tahu bahwa Jaka sudah membunuh Tumang, yang merupakan ayah kandung Jaka yang dulu dikutuk menjadi anjing oleh Raja Prabangkara, ayahanda Sumbi. Sumbi mengusir Jaka dan akhirnya Jaka tinggal di dalam gua.

Ketika dewasa, Jaka keluar dari gua dan bermaksud menolong warga desa yang ditindas oleh Raja Prabangkara. Saat itu ia bertemu Larasati, wanita yang mirip dengan Sumbi. Larasati sebenarnya adalah Sumbi yang sengaja mengganti nama untuk menghindari pencarian Raja Prabangkara. Sumbi tetap mengenali Jaka yang sudah berganti nama menjadi Sangkuriang (Clift Sangra).

Pada saat Sangkuriang ingin menikahi Sumbi, wanita itu memberi syarat untuk membendung Citarum, membuat danau, dan membuat perahu. Ketika Sangkuriang hampir menyelesaikan syaratnya, Sumbi berubah menjadi Bunga. Sangkuriang amat marah dan menendang perahu itu hingga terbalik dan berubah menjadi sebuah gunung.

5. Perkawinan Nyi Blorong – 1983

Perkawinan Nyi Blorong – 1983

Dalam film ini, Suzanna kembali dipasangkan oleh pria yang pernah menjadi suaminya, yakni Clift Sangra. Suzanna berperan sebagai Nyi Blorong yang merupakan anak dari Nyi Roro Kidul (Ade Irawan). Kecantikan Nyi Blorong membuat banyak lelaki hebat memperebutkannya.

Prabu Dewacengkar dan Pangeran Tedjo Arum (Clift Sangra) bertanding untuk mendapatkan Nyi Blorong. Namun, dari awal Nyi Blorong memang mencintai Tedjo Arum sehingga mereka sepakat untuk mengelabuhi Dewacengkar. Pernikahan antara Nyi Blorong dan Tedjo Arum pun terjadi. Dewacengkar yang mendengar hal ini marah dan bermaksud membalas dendam dengan bantuan Banyugeni, ratu buaya.

Saat Tedjo Arum hampir kalah dengan Dewacengkar, Blorong melempar telur ke arah Tedjo Arum yang dapat mengubahnya menjadi raksasa untuk mengalahkan Dewacengkar. Sayangnya, meskipun berhasil mengalahkan Dewacengkar, wujud Tedjo Arum tidak bisa kembali seperti semula. Ia harus menjalani waktu 350 tahun untuk bertapa agar dapat kembali ke wujud asalnya.

6. Telaga Angker – 1984

Telaga Angker – 1984

Salah satu film Suzanna terbaik lainnya adalah Telaga Angker, di mana Suzanna memerankan sosok kuntilanak. Anita (Suzanna) sedang hamil dan dibunuh bersama dengan adik iparnya, Lenny. Mobil mereka kemudian ditenggelamkan ke sebuah telaga oleh penjahat yang sadis.

Kemudian, Robby (George Rudy) yang merupakan suami Anita menerima telpon dari orang yang mengaku telah membunuh Anita dan adiknya. Suatu malam, sosok Anita kembali ke rumahnya dan menghilang pada pagi harinya. Robby sangat bingung dan berusaha mencari kebenaran mengenai terbunuhnya Anita.

Paman Wijaya, kakak Anita, datang untuk menghibur Robby dan Sandy, putra sulung Anita-Robby. Di saat yang sama, teror hantu Anita menghantui kehidupan penjahat-penjaha yang membunuhnya. Naluri keibuan Anita menginginkan Sandy untuk turut ikut ke alamnya. Namun, Paman Wijaya yang saleh berhasil menghalangi niat Anita dan membuat arwah Anita yang masih gentayangan itu jadi lebih tentram.

7. Malam Jumat Kliwon – 1986

Malam Jumat Kliwon – 1986

Malam Jumat Kliwon dibuka dengan kisah wanita yang sedang hamil tua dan mengalami kontraksi. Wanita itu bertingkah seperti orang kesurupan dan kehamilannya pindah ke punggungnya. Kemudian, bagian perut yang pindah ke punggung itu meletus dan mengeluarkan bayi.

Cerita berjalan cepat pada kisah Ayu (Suzanna), seorang penulis yang sedang mencari inspirasi. Ayu pergi ke sebuah desa dan tinggal di sebuah rumah. Namun, di sana Ayu sering mendapat gangguan mahluk astral. Belum lagi ia harus menghadapi teror Ardan dan Kasiman yang berusaha membunuhnya.

Namun, pembunuhan itu selalu digagalkan oleh hantu sundelbolong yang menolong Ayu. Belakangan diketahui bahwa Ayu adalah anak kandung dari sundelbolong tersebut, wanita hamil tua yang melahirkan dengan cara tidak wajar.

8. Santet – 1988

Santet – 1988

Bisman merupakan pria jahat yang menginginkan Katemi (Suzanna). Mengingat istri Bisman sudah sakit-sakitan, ia berencana membunuh istrinya sendiri dan menghasut masyarakat bahwa pembunuhnya adalah Sarma, suami Katemi.

Akhirnya, Sarma dibunuh oleh masyarakat dan Katemi melarikan diri hingga ke gua yang dihuni oleh Nyi Angker. Bisman berhasil merebut kedudukan sebagai kepala desa. Sementara itu, Katemi yang mendalami ilmu hitamnya membalas dendam dengan mengirim santet dari jarak jauh. Kehadiran Achmad (Jeffry Waworuntu) mampu menyadarkan Katemi. Meskipun demikian masih ada Nyi Angker yang tidak rela jika Katemi bertobat.

9. Malam Satu Suro – 1988

Malam Satu Suro

Di antara sekian banyak film Suzanna terbaik, Malam Satu Suro merupakan film yang menurut Bacaterus paling terkenal. Suketi (Suzanna) adalah sundelbolong yang telah menjad manusia dan menikah dengan Bardo (Fendy Pradana).

Kehidupannya sangat bahagia terlebih Suketi memiliki 2 orang anak dari pernikahan tersebut. Sayangnya, saingan bisnis Bardo yang bernama Joni ingin menghancurkan keluarga Bardo. Paku di kepala Suketi dicabut sehingga ia berubah menjadi sundelbolong lagi.

Puncaknya, anak buah Joni menculik Preti, anak bungsu Suketi, dan tidak sengaja membunuh Preti. Di sini, hantu sundelbolong Suketi mulai membalas dendam dengan membunuh satu persatu orang yang menghancurkan keluarganya.

10. Perjanjian Di Malam Keramat – 1991

Perjanjian Di Malam Keramat – 1991

Film ini disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, sutradara yang juga membuat film-film Suzanna lainnya, seperti Nyi Blorong, Telaga Angker, Malam Jumat Kliwon, sampai Malam Satu Suro. Sinopsis film ini menceritakan tentang Kartika (Suzanna) yang menjadi hantu karena dirinya, suaminya Hendro (Clift Sangra), dan kedua anaknya dibunuh oleh pesaing bisnis Hendro.

Satu persatu komplotan yang membunuh Kartika dan keluarganya mulai dihabisi oleh arwah Kartika. Arwah Kartika sendiri mendapat kekuatan karena ia dapatkan dari arwah narapidana kejam yang gemar membunuh.

10 film Suzanna terbaik rekomendasi Bacaterus ini bisa menjadi hiburan Anda jika ingin bernostalgia dengan karya-karya dari ratu film horor Indonesia. Namun, beberapa film di atas hanya khusus dewasa saja. Jadi, sebaiknya cermati dulu sebelum mengajak anak di bawah umur menonton film ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

About the Author:

Linda
Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment