Bacaterus / Film Action Indonesia / 10 Film Silat Indonesia dari Jaman Dulu Hingga Sekarang

10 Film Silat Indonesia dari Jaman Dulu Hingga Sekarang

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ada banyak jenis bela diri yang ada di dunia. Hampir setiap negara mempunyai jenis bela diri masing-masing. Sebut saja Kungfu dari Cina, Muay Thai dari Thailand, Tae Kwon Do dari Korea dan masih banyak lagi. Keberadaan mereka bukan hanya menjadi olahraga bela diri tapi juga menjadi sebuah budaya yang menunjukkan karakter dari tempatnya berasal.

Salah satu ilmu beladiri asli Indonesia adalah silat. Silat bahkan sudah berhasil melambungkan beberapa orang untuk tampil di film-film Hollywood. Sebelum masuk ke Hollywood, film-film tentang silat di Indonesia sudah banyak dirilis sejak dekade 1970-an. Mau tahu? Ini 10 film silat Indonesia dari jaman dulu hingga sekarang.

1. Tutur Tinular: Pedang Naga Puspa [1989]

Tutur Tinular

  • Tahun Rilis: 1989
  • Genre: Action
  • Sutradara: Nurhadi Irawan
  • Pemeran: Yoseph Hungan, Benny G. Rahardja, Baron Hermanto,
  • Perusahaan Produksi: PT. Kanta Indah Film

Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu adalah adik kakak yang mempunyai sifat berbeda. Dwipangga senang dengan sastra sementara adiknya menyenangi silat. Pacar Kamandanu direbut oleh Dwipangga. Dia pun lari dan diperangkap masuk gua ahli senjata bernama Empu Ranabaya yang menjadikannya murid.

Ranabaya adalah teman Empu Hanggareksa, ayah mereka. Hanggareksa mengabdi pada raja Singasari, sementara Ranubaya dibawa oleh kerjaan Mongolia yang gagal berdamai dengan Singasari. Sayangnya mereka merencanakan membunuh Ranubaya, tapi Ranubaya selamat berkat bantuan Lou dan Mei Shin. Kalau kamu suka cerita berlatar kerajaan, film ini cocok buat kamu.

2. Pendekar Tongkat Emas [2014]

Pendekar Tongkat Emas [2014]

  • Tahun Rilis: 2014
  • Genre: Action, Martial Art
  • Sutradara: Ifa Isfansyah
  • Pemeran: Eva Celia, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Tara Basro
  • Perusahaan Produksi: Miles Film

Kesehatan Cempaka yang mulai memburuk mengharuskannya untuk segera mewariskan tongkat emas miliknya. Ada empat orang murid yang harus dipilih yaitu Biru, Gerhana, Dara dan Angin. Dara sebagai salah satu murid paling senior dipilih untuk mewarisi tongkat emas padahal kemampuannya masih diragukan.

Untuk menguasai tongkat emas, Dara diharuskan menguasai jurus melingkar bumi. Cempaka mencoba melatih jurus tersebut pada Dara dan Angin. Namun Biru dan Gerhana menghadang mereka. Mereka berbalik menyerang untuk mendapatkan tongkat emas. Sang guru akhirnya tewas, lalu siapa yang akan mendapatkan tongkat emas?

3. Wiro Sableng 212 [2018]

Wiro Sableng 212 [2018]

  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Action, Comedy
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Pemeran: Vino G. Bastian, Sherina Munaf, Marsha Timothy, Lukman Sardi
  • Perusahaan Produksi: Lifelike Pictures, 20th Century Fox

Wiro Saksana sudah ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil. Dia kemudian dibesarkan oleh seorang guru silat yang dikenal gila bernama Sinto Gendeng. Perlahan-lahan seiring dengan bertambahnya usia, Wiro mulai menguasai ilmu silat berkat gurunya dan mengganti namanya menjadi Wiro Sableng.

Wiro Sableng mendapat perintah dari gurunya untuk mengalahkan Mahesa Birawa yang kerap membuat kekacauan. Dalam perjalanannya dia bertemu dengan dua teman baru bernama Anggini dan Bujang Gila Tapak Sakti. Dia pun menemukan rencana jahat Mahesa Birawa dan mencoba menghentikannya.

4. Panji Tengkorak [1971]

Panji Tengkorak [1971]

  • Tahun Rilis: 1971
  • Genre: Action
  • Sutradara: A. Harris, Yang Shih Ching
  • Pemeran: Deddy Sutomo, Shan Kuang Ling Fung, Maruli Sitompul,
  • Perusahaan Produksi: CV Sejahtera Film, Union Film

Sebuah topeng tengkorak digunakan Kebobeok sebagai alat untuk menyamar dan merampas pedang pusaka dan membunuh pemiliknya. Dewi Bunga, anak perempuan pemilik pedang pusaka menyimpan dendam pada Panji Tengkorak karena kesamaan topeng dengan pembunuh ayahnya. Dia kemudian berguru pada Muri agar mempunyai bekal yang cukup untuk membalas dendam.

Dewi Bunga pergi mencari Panji Tengkorak. Dalam perjalanannya dia diserang oleh anak buah Kebobeok. Panji Tengkorak yang nggak menggunakan topengnya datang membantu. Dewi Bunga kemudian berhasil menyelamatkan Mariani, yang sedang mencari adiknya yang diculik anak buah Kebobeok.

5. Mandala dari Sungai Ular [1987]

Mandala dari Sungai Ular [1987]

  • Tahun Rilis: 1987
  • Genre: Action, Fantasi
  • Sutradara: Ackyl Anwari
  • Pemeran: Barry Prima, Syaiful Nazar, Syamsuri Kaempuan
  • Perusahaan Produksi: Kanta Indah Film

Mandala adalah seorang pendekar yang senang mengembara. Di suatu desa dia menemukan kekacauan yang dilakukan oleh Tiga Serangkai Besi yang sedang mencari Laot. Laot adalah orang yang berupaya menyelamatkan buku dari gurunya, Ki Banta yang juga dicari orang yang sama.

Mandala kemudian menang dalam pertarungan dengan perampok desa dan bertemu dengan Kupra yang berhasil dia selamatkan dari hukuman gantung akibat dituduh merampok. Mandala membantu Mustikaningpanas, orang yang dianggap sesepuh di desa untuk balas dendam pada Tiga Serangkai Besi, tapi Mandala malah terluka.

Kudanya kemudian membawa Mandala pada gurunya, yang nggak lain adalah Laot. Laot membaca buku Ki Banta sampai tamat dan membakarnya sesuai perintah gurunya. Mandala kemudian menemukan Ki Banta meninggal dan berupaya untuk mengalahkan Tiga Serangkai Besi yang bertindak semena-mena.

6. Si Buta dari Gua Hantu [1985]

Si Buta dari Gua Hantu [1985]

  • Tahun Rilis: 1985
  • Genre: Action
  • Sutradara: Ratno Timoer
  • Pemeran: Ratno Timoer, Ayu Azhari, Advent Bangun
  • Perusahaan Produksi: Rapi Films

Seorang kembang desa bernama Sari dipaksa oleh Raden Karno yang merupakan pengusaha kaya di desa itu untuk menikah dengannya. Karena Sari nggak mau, Raden Karno mengerahkan pasukannya untuk memaksa Sari dengan jalan kekerasan. Barda Mandrawata yang dikenal sebagai Si Buta dari Gua Hantu datang menyelamatkan Sari.

Raden Karno marah karena Si Buta menggagalkan rencananya. Dia mengira Si Buta mencintai Sari sehingga dia menculik Sari. Untuk mengalahkan Si Buta, Raden Karno membuat sebuah jebakan berupa sumur yang dalam. Si Buta mendatangi Raden Karno untuk menyelamatkan Sari, sayangnya dia masuk dalam perangkap Raden Karno. Bisakah Si Buta menyelematkan Sari?

7. Jaka Sembung Sang Penakluk [1981]

Jaka Sembung Sang Penakluk [1981]

  • Tahun Rilis: 1981
  • Genre: Action
  • Sutradara: Sisworo Gautama Putra
  • Pemeran: Barry Prima, Eva Arnaz, Dana Christina
  • Perusahaan Produksi: Rapi Films

Parmin atau Jaka Sembung merupakan pendekar jawara Kandanghaur. Dia menentang pemerintah Hindia Belanda yang membuat para tawanan bekerja paksa. Karena nggak senang dengan kehadiran Jaka Sembung, pemerintah Belanda sempat mengutus seorang jawara bernama Kohar tapi dia justu dikalahkan.

Seorang dukun Jawa menyarankan untuk menghidupkan kembali SI Hitam, seorang jagoan yang mempunyai ilmu sihir yang pernah dibunuh guru Jaka Sembung. Jaka Sembung ditangkap setelah dikhianati seorang penduduk desa. Si Hitam berhasil mengalahkan Jaka Sembung dan pemerintah Belanda mencongkel matanya.

Dia kemudian dibiarkan kabur setelah disihir menjadi babi hutan oleh Si Hitam. Surti yang mencintai Jaka Sembung membawanya pada seorang guru bernama Jaka yang sakti. Untuk mengembalikan matanya, Surti rela berkoban sampai dan Jaka Sembung berhasil menjadi manusia lagi. Lalu dia berencana balas dendam pada Pemerintah Hindia Belanda dan Si Hitam.

8. Gending Sriwijaya [2013]

Gending Sriwijaya [2013]

  • Tahun Rilis: 2013
  • Genre: Action, Drama
  • Sutradara: Hanung Bramantyo
  • Pemeran: Agus Kuncoro, Sahrul Gunawan, Julia Perez, Mathias Muchus
  • Perusahaan Produksi: Putaar Production

Dapunta Mahawangsa merupakan pemimpin Kedatuan Bukit Jerai, kerajaan kecil yang terbentuk setelah Kerajaan Sriwijaya Runtuh. Dia mempunyai dua orang anak lelaki yaitu Awang Kencana dan Purnama Kelana. Di usianya yang sudah tua, dia menunjuk salah satu anaknya untuk menjadi raja, hanya saja pilihannya justu jatuh pada Purnama, bukan Awang.

Awang yang nggak senang dengan keputusan ayahnya langsung menjebak Purnama dengan fitnah dan berhasil membuatnya dipenjara. Purnama berhasil bebas dengan bantuan para tabib dan sahabatnya. Awang mengejar mereka ke hutan sampai Purnama dikira tewas.

Awang diangkat menjadi raja setelah ayahnya meninggal. Dia kemudian mencoba menumpas kelompok perampok Ki Goblek yang bermarkas di hutan. Ternyata di hutan itu Purnama masih hidup. Dia ingin menghentikan perilaku kakaknya dan membuktikan tuduhan padanya itu nggak benar.

9. Merantau [2009]

Merantau [2009]

  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Drama, Action
  • Sutradara: Gareth Evans
  • Pemeran: Uwais Qorny, Sisca Jessica, Christine Hakim, Donny Alamsyah
  • Perusahaan Produksi: Merantau Films, SinemArt

Yuda adalah seorang pemuda yang meninggalkan kampung halamannya di Minangkabau ke Jakarta. Dia bukan seorang pemuda biasa, melainkan mempunyai kemampuan bela diri yang mumpuni. Yuda kemudian bertemu dengan Astri dan Adit yang merupakan kakak-adik. Mereka hendak dijadikan komoditas human trafficking.

Organisasi yang melakukan human trafficking dipimpin oleh Ratger dan tangan kanannya Luc. Markas mereka dikacaukan oleh pertarungan antara Yuda dengan Johni beserta tukang pukulnya. Yuda pun berhasil menyelamatkan Astri dan Adit. Sayangnya, kelompok itu nggak membiarkan Yuda kabur bersama dua komoditasnya dan mengejar mereka di tengah ibu kota.

10. The Raid [2012]

The Raid [2012]

  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Action, Crime
  • Sutradara: Gareth Evans
  • PemeranIko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian
  • Perusahaan Produksi: PT. Merantau Films, XYZ Films

Sebuah apartemen terlantar digunakan oleh sebuah kelompok yang terdiri dari gangster, penjahat dan pembunuh untuk tinggal. Saking banyaknya pelaku kejahatan berkumpul di sana, polisi pun enggan menyentuh bangunan itu. Di sana juga tinggal seorang gembong narkoba bernama Tama Riyadi.

Tim polisi dan senjata khusus sebanyak 20 orang dibentuk untuk menggerebek apartemen paling mengerikan di Jakarta. Perjuangan mereka menangkap para penjahat di bangunan itu nggak mudah karena mereka harus melalui lantai demi lantai dengan pertarungan sengit. Adegan pertarungan itulah yang bikin film ini disukai banyak orang.

Selain untuk hiburan, film juga bisa menjadi salah satu cara untuk merawat budaya. Melalui film-film silat inilah kita diperlihatkan betapa kayanya budaya Indonesia. Bukan nggak mungkin kalau penonton jadi tertarik untuk belajar silat setelah nonton film Indonesia. Punya film silat Indonesia yang belum diulas di atas? Ceritakan di kolom komentar, yuk!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *