Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Januari 2019

Dunia layar lebar Indonesia memiliki variasi yang beragam. Kita bisa menemukan tema-tema yang sangat menarik untuk ditonton, mulai dari drama keluarga, horor, petualangan, action, hingga olahraga.

Berbicara tema yang terakhir, sepak bola menjadi salah satu yang sering diangkat para sineas Tanah Air sebagai tema film. Bukan tanpa alasan, sepak bola sendiri merupakan olahraga paling digemari masyarakat Indonesia. Tak berlebihan rasanya jika kita menyebut olahraga ini sebagai budaya tersendiri. Apalagi dilihat dari sejarah dan antusias para supporter di berbagai daerah.

Sebagai penggemar sepak bola atau menonton, di bawah ini ada 10 film tentang sepak bola rekomendasi dari Bacaterus yang sangat sayang jika terlewatkan.

10 Film Sepak Bola Indonesia

1. Buaye Gile (1974)

Buaye Gile

* sumber: mahapuja.blogspot.com

Benyamin S. ialah sosok legendaris dalam perfilman Indonesia. Salah satu film yang dibintanginya adalah Buaye Gile. Sebenarnya film ini tidak benar-benar mengangkat tema sepak bola. Hanya saja, turnamen antar kampung (tarkam) menjelang perayaan kemerdekaan memberi nyawa lebih pada film tersebut.

Buaye Gile bercerita tentang kehidupan sebuah kampung di Jakarta. Ada dua klub tarkam paling hebat yang selalu bersaing, yakni PS Apes dan PS Dongkrak. Di kampung tersebut, sepak bola digambarkan sebagai sebuah gengsi, terutama bagi pemain yang ingin memikat hati perempuan yang diperankan oleh Ida Royani.

Pertandingan tetap serius. Namun ketika menonton, kamu bakal dibikin ketawa dengan celotehan khas Benyamin S.

2. The Conductors (2008)

The Conductors

* sumber: www.indosport.com

Andi Bachtiar Yusuf merupakan seorang sutradara yang lekat dengan sepak bola. Di tahun 2008, ia membuat film dokumenter yang mengangkat kisah dirigen Aremania, Yuli Sugiarto atau akrab disapa Yuli Sumpil. sebagai pemimpin puluhan ribu Aremania saat mendukung Arema di stadion.

Dibalik tema utama tentang sepak bola, film ini menggambarkan tiga orang dengan sebutan profesi sama, yakni conductor. Dalam The Conductors, kamu bakal menyadari kalau tidak semua orang dilahirkan sebagai pemimpin. Semuanya terlihat pada tiga karakter tadi.

Addie MS memiliki kharismatik dan sangat klasik, sementara AG Sudibyo adalah sosok yang punya keinginan kuat. Sementara Yuli Sumpil, memberikan gairah seorang dirigen yang tak kenal lelah mengatur ritme para suporter di lapangan.

3. Gara-Gara Bola (2008)

Gara-Gara Bola

Gara-Gara Bola merupakan film komedi yang mengangkat cerita judi bola pada perhelatan Piala Dunia 2006. Herjunot Ali dan Winky Wiryawan memerankan sepasang sahabat yang terjebak dalam perjudian tersebut. Mereka harus berurusan dengan kaki tangan Bandar judi besar di Jakarta yang diperankan Indra Herlambang.

Sisi humor yang ditampilkan para aktor membuat Gara-Gara Bola sangat ringan dinikmati tanpa harus berpikir. Selain ketiga aktor tadi, ada juga Laura Basuki sebagai pemanis dalam hubungan persahabatan mereka.

4. Romeo Juliet (2009)

Romeo Juliet

Romeo Juliet memiliki cerita yang memilukan di akhir cerita. Begitu pun film garapan Andi Bachtiar Yusuf ini. Romeo Juliet versi sepak bola bercerita tentang hubungan cinta terlarang antara supporter Persib Bandung bernama Desi (Sissy Pricillia) dengan Anggota The Jakmania bernama Rangga (Edo Borne).

Kedua supporter memang terkenal saling bermusuhan. Tak tanggung, bentrokan yang terjadi menelan nyawa. Namun karena cinta, Desi dan Rangga tetap melanjutkan hubungan mereka. Malahan sempat kawin lari dan tinggal di Malang.

Namun di akhir cerita, hal memilukan terjadi kepada Rangga. Ia meninggal di Bandung saat akan menemui istrinya yang sedang menonton pertandingan Persib. Film ini sempat menimbulkan beragam kontroversi dan penolakan.

5. Garuda di Dadaku (2009)

Garuda di Dadaku

Film arahan sutradara Ifa Isfansyah ini merupakan yang pertama mengangkat tema Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Bercerita tentang sosok Bayu, bocah berusia 12 tahun, yang bercita-cita menjadi pemain Timnas Usia di bawah 13 tahun.

Sejak kecil ia sangat menggemari sepak bola. Bahkan layaknya Tsubasa, ia selalu menggiring bola ke mana pun pergi. Sayangnya, rintangan yang harus dihadapi ketika ingin menembus Timnas U13 sangatlah terjal.

Selain alur cerita yang menarik, film ini menelurkan satu fenomenal yang luar biasa, yaitu original soundtrack berjudul Garuda di Dadaku. Lagu yang diciptakan band Netral itu sampai saat ini menjadi salah satu lagu wajib di lapangan ketika Timnas bertanding.

6. Tendangan dari Langit (2011)

Tendangan dari Langit

* sumber: www.sinemart.com

Tendangan dari Langit mengisahkan seorang remaja bernama Wahyu yang tinggal di lereng Gunung Bromo. Ia memiliki kemampuan sepak bola di atas rata-rata. Mimpinya pun ingin menjadi pesepakbola professional. Sayangnya, mimpinya itu tak mendapat restu dari sang ayah sendiri.

Film yang disutradarai Hanung Bramantyo itu dibintangi juga oleh sejumlah pegiat sepak bola professional Tanah Air. Ada Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan sebagai pemain. Adapun dua pelatih yang telah lama malang melintang di dunia sepak bola Indonesia, yakni Timo Scheunemann dan Matias Ibo.

7. Hari Ini Pasti Menang (2013)

Hari Ini Pasti Menang

* sumber: www.imdb.com

Andi Bachtiar kembali membuat film yang mengangkat sepak bola. Kali ini, film berjudul Hari Ini Pasti Menang diangkat dari novel Menerjang Batas Karta Estu Ernesto. Film tersebut memperlihatkan bagaimana perjuangan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2014.

Tokoh utama bernama Gabriel Omar Baskoro diperankan Zendhy Zain merupakan bintang Timnas Indonesia yang lolos ke perempat final Piala Dunia. Omar memperkuat klub Jakarta Metropolitan yang bermain di Liga Utama Indonesia.

Andi Bachtiar mengangkat menyoroti isu mafia sepak bola yang terlibat dalam Timnas Indonesia dan popularitas yang kerap kali diterima pemain di Indonesia.

8. Cahaya dari Timur (2014)

Cahaya dari Timur

Cahaya dari Timur (Beta Maluku) merupakan film pertama bertema sepak bola yang mengangkat salah satu pusat sepak bola di Indonesia, yaitu Maluku. Selain sepak bola, film ini memadukan isu-isu sosial yang ada di Maluku, seperti konflik antar agama.

Cahaya dari Timur dibintangi Chicco Jerikho yang berperan sebagai Sani Tawainella. Ia adalah mantan pesepak bola Timnas U-15 yang mengadu nasib sebagai tukang ojek. Ia berusaha menyelamatkan anak-anak di kampungnya dari konflik agama.

Selain Cahaya dari Timur, ketahui juga sejumlah film-film suami Putri Marino ini dalam artikel film yang dibintangi oleh Chicco Jerikho.

9. Tabula Rasa (2014)

Tabula Rasa

Setelah dari Maluku, sineas Indonesia mulai menjelajahi Papua. Tentu saja untuk mengangkat sepak bola dalam layar lebar. Sutradara Adrianto Dewo akhirnya memilih Kepulauan Yapen, Serui, sebagai latar belakang tempat film tersebut.

Tabula Rasa bercerita tentang Hans (Jimmy Kobogau), pemuda asal Serui dengan mimpi menjadi pesepak bola profesional. Hans menghadapi masalah hingga mempertemukannya dengan pemilik warung nasi Padang bernama Mak Umo.

Film ini benar-benar tak boleh kamu lewatkan. Sebab selain sepak bola, Tabula Rasa juga memperlihatkan keberagaman suku dan kuliner di Indonesia.

10. Garuda U-19 (2014)

Garuda U-19

Sesuai dengan namanya, film ini mengangkat perjuangan Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 pada 2013 dan menuju Piala AFC U-19 pada 2014. Kembali, sosok di belakang film ini adalah Andi Bachtiar Yusuf.

Dalam Garuda U-19, Andi menceritakan perjuangan Indra Sjafri, pelatih Timnas, dalam mencari pemain ke pelosok Indonesia, dengan banyak banyak keterbatasan. Film tersebut dibintangi Mathias Muchus dan Ibnu Jamil.

Nah, itulah kesepuluh film bertema sepak bola yang tak boleh kamu lewatkan. Di dalamnya banyak terdapat pesan moral baik yang terjadi di lapangan dan luarnya.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .