Bacaterus / Film Romantis Indonesia / 10 Film Indonesia Paling Sedih yang Bakal Menguras Air Mata

10 Film Indonesia Paling Sedih yang Bakal Menguras Air Mata

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 April 2019

Sebuah film bisa memainkan perasaan seseorang, bahkan menyentuh bagian hatinya yang terdalam. Tidak jarang kalau sebuah film bisa mengubah sudut pandang seseorang akan sesuatu. Karena memang sebuah film bisa dirasakan sedalam itu.

Ada film yang dapat membuat kamu tertawa terbahak-bahak, tetapi ada juga film yang dapat membuat kamu menangis tersedu-sedu. Kamu suka yang mana? Kalau kamu suka film-film sedih, di bawah ini ada beberapa rekomendasi dari Bacaterus.

10 Film Indonesia Paling Sedih

1. Sabtu Bersama Bapak (2016)

Sabtu Bersama Bapak

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Adhitya Mulya dengan judul sama. Sabtu Bersama Bapak menceritakan tentang seorang Bapak yang tetap hadir di hari Sabtu meskipun sebenarnya beliau telah tiada. Bukan, ini bukan film horor. Ini tentang kasih sayang seorang Bapak yang ingin selalu hadir untuk anak-anaknya.

Sang Bapak diperankan oleh Abimana Aryasatya mengidap penyakit yang parah dikala anak-anaknya masih sangat kecil. Diperkirakan dia cuma akan bertahan satu tahun lagi. Supaya dia bisa tetap hadir untuk anak-anaknya setelah berpulang, dia membuat rekaman video yang akan ditonton anak-anaknya Satya dan Cakra setiap hari Sabtu.

Menonton film ini seperti menyimak nasihat-nasihat Bapak dalam bentuk yang lebih menarik dan menghangatkan. Menyaksikan bagaimana Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) tumbuh setelah Bapak berpulang mengingatkan kita akan betapa dalamnya kasih sayang seorang Bapak. Sedia tisu sebelum menonton film ini, ya!

Tak hanya “Sabtu Bersama Bapak” saja, kamu pun bisa menyaksikan film-film Abimana lainnya dengan mencari judul-judulnya di artikel film yang dibintangi Abimana Aryasatya.

2. Surat Kecil untuk Tuhan (2011)

SKUT

Waktu tayang di bioskop film ini berhasil menarik ratusan ribu penonton yang sebagian besar keluar bioskop dengan mata sembab. Angka yang sangat besar pada waktu itu. Film ini diangkat dari kisah nyata, dari novel yang berjudul sama.

Menceritakan gadis 13 tahun bernama Keke yang diperankan oleh Dinda Hauw yang lahir dari keluarga sangat berada. Dia punya dua kakak laki-laki yang sangat menyayanginya, orang tua yang juga sangat menyayanginya meskipun sudah bercerai, juga enam orang sahabat karib yang setia menemaninya.

Semuanya tampak sempurna sampai kemudian kanker jaringan lunak menghampirinya. Penyakit langka dan dia adalah yang pertama di Indonesia. Melihat bagaimana Keke berjuang untuk sembuh dan ketulusan orang-orang di sekitarnya cukup meremas-remas hati para penonton sampai tidak kuasa membendung airmata.

3. Heart (2006)

Heart

Film ini menceritakan perjalanan perasaan sepasang manusia dari kecil sampai dewasa. Rachel diperankan oleh Nirina Zubir dan Farel diperankan oleh Irwansyah. Pada waktu rilis, film ini diminati banyak orang. Terlebih bukan cuma filmnya, soundtrack film ini juga disukai banyak orang.

Rachel dan Farel punya kisah masa kecil yang bahagia. Kebersamaan itu yang membuat perasaan mereka tumbuh perlahan, jauh hari sebelum keduanya mengenal apa itu cinta. Sampai satu hari Farel bertemu dengan Luna yang diperankan oleh Acha Septriasa.

Kehadiran Luna yang kemudian diketahui sedang sakit, ketulusan Farel, dan pengorbanan Rachel mampu mengoyak hati penonton. Kisah cinta Farel dan Luna, juga perasaan Rachel yang tidak pernah diketahui Farel sangat menyentuh hati penonton sampai-sampai sebagian besar yang menonton di bioskop keluar dengan mata sembab.

4. Emak Ingin Naik Haji (2009)

Emak Ingin Naik Haji

Reza Rahadian sudah gemilang sejak dulu. Film ini dirilis tahun 2019 ketika industri perfilman Indonesia belum seperti sekarang. Emak Ingin Naik Haji diangkat dari cerita pendek karya penulis Asma Nadia.

Ceritanya tentang Emak yang sabar, baik, dan bersahaja yang ingin naik haji tetapi tidak memiliki biaya. Emak hanya seorang penjual kue, hidup bersama Zein yang diperankan oleh Reza Rahardian. Dia bekerja sebagai penjual lukisan keliling. Keduanya rajin bekerja dan menabung demi mewujudkan keinginan Emak.

Melihat ketegaran mereka, semangat mereka, dan kesungguhan mereka sangat menyentuh siapapun yang menonton film ini. Apalagi film ini banyak menceritakan tentang hubungan Ibu yang telah lanjut usia dan anaknya yang sudah dewasa, adegan yang jarang kita saksikan di film lainnya.

5. Rumah Tanpa Jendela (2011)

Rumah Tanpa Jendela

Mau lihat Raffi Ahmad jadi orang susah? Ada di film ini. Dia berperan sebagai Raga yang berprofesi sebagai penjual ikan hias dan tukang sol sepatu. Dia punya anak perempuan berusia 8 tahun bernama Rara yang sangat ingin rumahnya punya jendela. Mereka tinggal di kampung kumuh tempat para pemulung yang rumahnya terbuat dari tripleks bekas.

Film ini menceritakan tentang mimpi yang lugu dari seorang anak keluarga miskin yang ingin punya jendela di rumahnya. Keluguan dan kepolosannya itulah yang menggetarkan hati banyak orang, ditambah suka duka kehidupan yang mereka lewati setiap hari. Film yang sangat sayang kalau dilewatkan.

6. Critical Eleven (2017)

Diadaptasi dari sebuah novel laris karya Ika Natassa yang berjudul sama. Critical Eleven adalah tentang kehidupan sepasang suami istri yang saling mencintai. Kemudian masalah hidup membuat mereka tanpa sengaja saling melukai.

Ale diperankan oleh Reza Rahadian dan Anya diperankan oleh Adinia Wirasti. Mereka sepasang suami istri yang sangat romantis lagi harmonis. Namun, pernikahan tidak selalu tentang keindahan seperti itu. Terutama ketika mereka akhirnya merasakan kehilangan terbesar dan saling tenggelam dalam kesakitan.

7. Malaikat Tanpa Sayap (2012)

Malaikat Tanpa Sayap

Maudy Ayunda dan Adipati Dolken berpasangan sebagai Vino dan Mura di dalam film ini dan mereka menghayati peran masing-masing dengan sangat baik. Vino tidak terlalu dekat dengan papanya apalagi setelah bangkrut dan harus pindah dari rumah mewah ke gang kecil. Mamanya malah tega kabur meninggalkan keluarga.

Suatu hari adiknya Vino yang masih kecil kecelakaan dan butuh transfusi darah. Golongan darahnya langka; A rhesus negatif. Vino yang mempunyai golongan darah sama mengajukan diri. Saat itulah dia bertemu dengan Calo yang mencari pendonor jantung dengan golongan darah yang dimiliki Vino.

Peristiwa itu menghubungkan Vino dengan Mura. Seorang gadis yang mewarnai hidup Vino padahal dia sendiri sedang berusaha sembuh dari penyakitnya. Kisah Vino dan Mura digambarkan dengan sangat baik sehingga berhasil menyentuh hati para penonton.

8. Ayah Menyayangi Tanpa Akhir (2015)

Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Ini tentang Ayah yang harus kehilangan istrinya ketika kelahiran anaknya. Sang Ayah merawat buah hatinya sendirian dengan penuh kasih sayang. Namun kemudian, dia dihadapkan pada cobaan berat sekali lagi ketika sang anak dinyatakan mengidap penyakit yang mematikan.

Melihat seorang Ayah melewati cobaan seberat itu sendirian pastilah menyentuh semua hati yang menontonnya. Setelah kehilangan istri tercinta, dia juga terancam kehilangan buah hatinya. Siapa yang tidak akan luruh menyaksikan kisah sekelabu itu. Oh ya, Fedy Nuril memerankan sosok Ayah dengan sangat baik di film ini.\

9. Brokenhearts (2012)

Brokenhearts

Reza Rahadian memerankan Jamie yang bersahabat dengan Aryo yang diperankan oleh Darius Sinathrya. Di antaranya keduanya ada seorang Olivia yang diperankan oleh Julie Estelle. Olivia seorang wanita karir yang mencuri hati Jamie.

Keduanya menjadi sepasang kekasih sampai kemudian Jamie tiba-tiba menghilang. Saat itulah Aryo muncul di kehidupan Olivia. Dia tidak tahu kalau Aryo adalah sahabat Jamie. Namun kemudian, Aryo berhasil mencuri hati Olivia tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi. Permainan perasaan dari tiga orang itu sungguh rumit. Seperti judulnya, setelah menonton ini kamu akan merasa brokenhearts.

10. Badai Pasti Berlalu (2007)

Badai Pasti Berlalu

Film rilisan tahun 2007 ini merupakan film daur ulang dari film tahun 1977 yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Marga T. Ada Vino Bastian dan Raihaanun di film ini yang menjadi Leo dan Siska.

Siska berkenalan dengan Leo yang merupakan teman kuliah kakaknya. Namun ternyata Leo memanfaatkan Siska sebagai bahan taruhan saja. Disela kehancuran itu, Siska jatuh ke pelukan Helmi, seorang manajer cafe yang berkarakter licik. Kisah ini tidak cuma melukai Siska, tetapi juga para penontonnya.

Dari beberapa film yang sudah disebutkan, ada yang sudah pernah kamu tonton? Apa kamu menyukainya? Silakan bagikan kesanmu di kolom komentar ya. Kamu juga boleh menambahkan kalau ada film lain yang belum tertulis.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar