Ditulis oleh - Diperbaharui 2 September 2018

Fenomena hantu pocong sudah santer terdengar di Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu. Hantu pocong digambarkan dengan sosok berbalut kain kafan putih yang melompat-lompat. Konon, pocong ada karena saat dimakamkan ada yang lupa melepas tali pocongnya. Di Indonesia, hantu ini cukup terkenal di kalangan masyarakat.

Sebagai hantu asli dari Indonesia, sosok ini sering dijadikan sebagai “pemeran utama” dalam film-film bergenre horror nasional. Para sutradara berlomba-lomba untuk membuat film pocong terbaik dan berusaha menggaet banyak penonton. Jangan heran jika ada judul film pocong yang sangat konyol dan melibatkan beberapa adegan panas dari aktris-aktrisnya.

Bacaterus akan mengulas film pocong terbaik. Kami akan memberi ulasan mengenai beberapa film horror Indonesia bertema pocong dengan alur cerita terseram sampai dengan yang terkonyol.

5 Film Pocong Terbaik Sepanjang Masa

1. Pocong 2

film horor Indonesia pocong 2

Predikat film pocong terbaik masih dipegang oleh film garapan Rudy Soejarwo, yakni Pocong 2. Di tengah maraknya film-film horror yang menampilkan adegan panas dan aktris berpakaian seksi, Rudy membuat film pocong yang cukup “serius.”

Film ini menceritakan kisah Maya (Revalina S. Temat) yang pindah ke apartment baru bersama adiknya, Andin (Risty Tagor). Terror demi terror terus menghantui Andin, sampai akhirnya Maya yang tidak percaya kini menjadi percaya dan berusaha menyelamatkan Andin dari terror pocong yang menghantuinya.

Suasana semakin mencekam karena Pak Slamet, pengurus apartment, selalu bersikap misterius. Setelah melakukan penyelidikan dengan bantuan paranormal, Maya mengetahui bahwa apartment yang ia tinggali sebenarnya tak ada.

Bangunan apartment adalah ilusi yang dibuat oleh arwah Wisnu, hantu gentayangan yang menuntut balas atas kematian adiknya, Rahma. Cerita ditutup dengan adegan Maya yang membawa Andin keluar dari hutan. Lokasi hutan tersebut adalah apartment-nya sekaligus tempat kematian Wisnu dan Rahma.

2. Pocong 3

Pocong 3

Pocong 3 hadir pada tahun 2007, tapi tak lagi disutradarai oleh Rudy Soejarwo. Seorang sutradara muda berbakat, Monty Tiwa, menggarap film yang dibintangi oleh Francine Roosenda, Darius Sinathrya, dan Gary Iskak.

Film ini menceritakan tentang Putri (Francine Roosenda) yang berprofesi sebagai seorang DJ di sebuah klub bernama Vendetta. Setelah kematian ayahnya, Putri jadi sering dihantui oleh sosok pocong.

Saat ia menceritakan pengalaman mistisnya ke sang bibi, ia pun mengetahui bahwa dirinya adalah keturunan sosok pocong pertama, Mandar Kemulo, yang dihukum mati karena ajaran sesatnya. Ilmu dari buyutnya ini diturunkan ke sang ayah yang telah meninggal.

Terror hantu terus berlangsung sampai akhirnya Putri memutuskan untuk datang ke paranormal. Di situ lah Putri mengetahui bahwa yang menghantuinya selama ini adalah Si Merah, sosok kuntilanak berbaju merah yang berusaha menguasai jiwa Putri. Kehadiran arwah sang ayah yang sudah berwujud pocong justru menghalangi Si Merah untuk mendekati Putri.

Suatu hari, Putri memperoleh penglihatan mengenai ayahnya yang minta jasadnya dibakar agar ia terbebas dari ilmu buyutnya. Setelah membakar jasad ayahnya, Putri menemui sosok ayahnya dan memeluknya.

Sejenak ia menyadari bahwa yang ia peluk bukan ayahnya, melainkan Si Merah. Sosok Si Merah ini berhasil menjelma menjadi ayah Putri dan meminta agar jasad ayah Putri dibakar. Akhir cerita, Si Merah berhasil menguasai jiwa Putri dan masuk ke dalam kehidupannya.

3. Tali Pocong Perawan

Tali Pocong Perawan Film Pocong Terbaik

Meskipun judulnya sedikit membuat dahi berkerut, tetapi Tali Pocong Perawan merupakan salah satu film pocong terbaik sekaligus menjadi debut pertama pedangdut cantik Dewi Perssik di dunia perfilman. Film ini memang menonjolkan pesona dari Dewi Perssik sebagai bintang utamanya. Namun, jalan cerita dari film yang digarap oleh sutradara Arie Azis ini cukup menarik.

Kisah cinta Aldo (Ibnu Jamil) dan Virnie (Dewi Perssik) memang indah. Keduanya nampak serasi dan saling dimabuk cinta. Namun, Nino (Ramon Y. Tungka) yang merupakan adik Aldo, diam-diam juga mencintai Virnie dan menginginkannya. Tak jarang Nino mengintip kakaknya saat sedang bermesraan dengan kekasihnya yang cantik itu.

Suatu hari, Nino gelap mata dan berusaha mencari jalan pintas untuk memiliki Virnie. Ia menemukan jimat tali pocong perawan, yakni jimat dari tali pocong gadis perawan yang baru meninggal. Setelah memperoleh jimat tersebut, Nino merendam tali pocong itu di dalam air dan bermaksud memberikan air itu agar diminum oleh Virnie.

Namun naas, gelas berisi air rendaman tali pocong itu jatuh dan Nino justru dikejar-kejar oleh sosok pocong yang menginginkan tali pocongnya dikembalikan. Nino tewas setelah terjatuh dari atap rumah sakit karena diterror oleh sosok pocong seram itu.

Setelah kematian Nino, Virnie dan Aldo tetap diterror oleh sosok pocong. Barulah terbuka tabir bahwa sosok pocong yang menerror mereka adalah Dinda, kekasih Aldo yang memergoki Aldo berciuman dengan Virnie. Merasa patah hati, Dinda gantung diri dan tewas. Tali pocong Dinda lah yang dicuri oleh Nino.

4. Susuk Pocong

Susuk Pocong

Judul-judul film pocong terbaik di Indonesia mungkin terdengar sedikit nyeleneh, seperti film Susuk Pocong ini. Film ini membubuhkan sedikit unsur komedi di dalamnya.

Dikisahkan bahwa Asti (Andi Soraya) memiliki suami bernama Rako (Restu Sinaga). Tanpa sepengetahuan Asti, Rako telah menjalin hubungan dengan wanita lain bernama Donna (Angel Lelga). Namun, Donna dinyatakan meninggal setelah terjun dari gedung apartment-nya dan dinyatakan bunuh diri.

Sementara itu, Asti merasa bahwa hubungannya dengan Rako kian hambar. Sampai ia mendapatkan saran untuk menggunakan susuk pocong, susuk yang dipakai oleh orang yang sudah mati. Asti memerintah supirnya untuk mendapatkan susuk pocong. Akan tetapi, supir itu gagal mengambil susuk yang dipakai oleh Donna dan menipu Asti dengan memberikan susuk emas yang palsu.

Di tempat lain, Rako terlena dalam pelukan Julie, wanita simpanannya yang lain. Namun, Rako bermaksud melepaskan Julie dan kembali setia pada Asti. Julie mengancam akan membongkar hubungannya dengan Rako di depan Asti. Sampai akhirnya Rako mengetahui bahwa yang membunuh Donna adalah Julie dan kini Julie mengincar nyawa istri sahnya, Asti.

5. The Real Pocong

The Real Pocong

Jauh dari unsur horror-komedi, The Real Pocong adalah film pocong yang serius dan menghadirkan cerita pocong dari sisi yang berbeda. Kisah ini bermula setelah kepindahan Ivan (Ashraf Sinclair) dan Rini (Nabila Syakieb) ke sebuah rumah baru di daerah terpencil yang dijual dengan harga murah.

Anak mereka, Laura, bertingkah aneh sejak pindah di rumah tersebut. Sampai suatu saat Laura hilang, Ivan dan Rini kebingungan mencarinya. Ivan melapor ke polisi, sedangkan Rini percaya bahwa hilangnya Laura disebabkan oleh kekuatan gaib. Rini memanggil paranormal, tetapi paranormal tersebut justru diusir oleh Ivan yang mengetahuinya.

Akhirnya, mereka berdua menemukan fakta bahwa anak mereka diculik oleh sosok pocong jahat yang selama ini menjelma sebagai manusia dan berada dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Itulah 5 film pocong terbaik di Indonesia yang paling banyak ditonton oleh masyarakat. Sejatinya, ada puluhan judul film yang memasukkan hantu pocong sebagai tokoh utamanya. Namun, hanya 5 film inilah yang cukup layak ditonton dan memiliki sinopsis yang cukup baik.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .