bacaterus web banner retina

Yuk, Tonton 9 Film Islami Indonesia Paling Menginspirasi Ini

Film Islami kerap menjadi pilihan hiburan untuk menghangatkan jiwa spiritual orang-orang yang beragama islam. Semacam memenuhi kebutuhan batin karena selain terhibur, seringkali kita juga tersentuh karena cerita-cerita yang disampaikan film itu.

Nggak heran kalau film Islami punya pasar yang besar, terutama karena umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. Malah, Indonesia dipercaya sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia.

Apa kamu suka menonton film Islami? Ada cukup banyak film Islami yang dibuat oleh anak bangsa. Kualitasnya nggak perlu diragukan, terbukti dengan selalu penuhnya bioskop ketika film islami Indonesia rilis. Kali ini, Bacaterus akan mengulas beberapa saja yang paling menginspirasi.

Kamu bisa menambahkan nanti kalau seandainya ada film Islami Indonesia yang kamu suka tetapi belum dibahas. Memang nggak semuanya bisa dibahas di sini, karena nggak mungkin cukup juga. Itulah gunanya kolaborasi, kamu juga bisa ikut berkontribusi di kolom komentar yang sudah disediakan.

1. Ayat Ayat Cinta

ayat ayat cinta_

Film satu ini menjadi salah satu film yang berhasil membuat banyak orang berbondong-bondong pergi ke bioskop. Ayat Ayat Cinta (2008), film yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, berhasil menggabungkan sisi komersial dan sisi dakwah. Film yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright dan Carissa Putri ini menapilkan kisah cinta dalam pandangan Islam.

Ketika Fahri (Fedi Nuril) difitnah dengan tuduhan pemerkosaan, sang istri yaitu Aisha (Rianti Cartwright) berada dalam dilema. Karena satu-satunya orang yang bisa menolong suaminya hanya Maria (Carissa Putri), yang kini terbaring di ranjang Rumah Sakit. Demi membangunkan Maria, Aisha merelakan sang suami untuk menikahi Maria.

2. Perempuan Berkalung Sorban

perempuan berkalung sorban_

Tidak terlena dengan kesuksesan Ayat Ayat Cinta (2008), satu tahun kemudian Hanung Bramantyo merilis film berjudul Perempuan Berkalung Sorban (2009); film yang mengangkat pandangan konservatif terhadap perempuan muslim di lingkungan pesantren.

Annisa (Revalina S. Temat) harus mengikuti keinginan kedua orang tuanya yang memilih menikahkannya dengan putra seorang Kyai.

Padahal Annisa sangat ingin meneruskan sekolah dan melihat dunia seperti kata pamannya Khudori (Oka Antara). Tapi lingkungan konservatif itu membelenggu jiwa dan raganya, bahkan Annisa dilarang bersuara mengenai perangai suaminya yang kasar. Annisa yang muak akhirnya meminta cerai dan berkeinginan untuk membela hak wanita muslim dari praktek patriarki dan konservatif ini.  

3. Emak Ingin Naik Haji

Emak Ingin Naik Haji

Film ini diadaptasi dari cerita pendek karya Asma Nadia. Umumnya, film diadaptasi dari novel tetapi yang ini lain. Mungkin karena ceritanya memang sudah sangat kuat sehingga cukup layak untuk diadaptasi menjadi sebuah film. Judulnya juga sederhana dan mudah diingat seperti ucapan yang sering kita dengar sehari-hari.

Reza Rahadian menjadi karakter utama di film ini. Dia memerankan seorang anak bernama Zein yang ibunya punya keinginan kuat untuk naik haji. Sebagai anak yang berbakti Zein tentu mengusahakan segala cara untuk mewujudkan keinginan ibunya itu.

Masalahnya dia cuma seorang penjual lukisan keliling. Emak tahu kalau dengan kondisi ekonomi yang seperti itu, keinginannya untuk naik haji nggak akan mudah. Namun, Emak nggak berputus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah ke dalam tabungan hajinya di bank. Film ini nggak cuma soal perjuangan seseorang untuk naik haji. Tetapi juga mengangkat soal ketulusan.

Zein yang seorang duda dengan masalah hidup yang dialaminya, menyebabkan dia hampir putus asa. Emak terlihat sangat tulus meski dihadang berbagai kesulitan. Sementara itu, tetangga Emak yang kaya raya dan sudah berkali-kali pergi haji atau umroh. Di tempat lain, ada juga orang yang berniat pergi haji untuk kepentingan politik semata.

Emak Ingin Naik Haji adalah salah satu film yang menguras air mata. Jika kamu ingin melihat film sejenis, silakan cek artikel film paling sedih dari Indonesia ini.

4. Sang Kiai

sang kiai_

Sang Kiai (2013) menjadi salah satu film yang tidak hanya berbicara soal kemerdekaan, tapi soal keagungan agama Islam. Film ini mengambil latar pada masa penjajahan Jepang, saat masyarakat dipaksa melakukan Seikerei (penghormatan kepada Matahari). Hal ini langsung ditolak KH Hasyim Asyari (Ikranagara), karena berseberangan dengan ajaran dan aqidah Islam.

Mengungkapkan keberatannya, pihak Jepang akhirnya menangkap KH Hasyim Asyari. Hal ini membuat anak-anak dan muridnya cemas, mereka mencari cara untuk menyelamatkan sang Kiai. Hingga keputusan salah satu muridnya untuk memakai kekerasan malah menimbulkan korban jiwa. Apakah KH Hasyim Asyari bisa dibebaskan dari tangan tentara Jepang?

5. Di Bawah Lindungan Ka'bah

di bawah lindungan kabah_

Saat menonton film Di Bawah Lindungan Ka’Bah (2011), sepertinya kamu harus menyiapkan tisu yang banyak. Karena film ini tidak akan membuat para penonton menangis dengan perjuangan cinta Hamid (Herjunot Ali) pada Zainab (Laudya Cynthia Bella). Berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, cinta keduanya dipenuhi dengan ujian yang menyakitkan.


Kisah cinta Hamid dan Zainab terhalang restu karena perbedaan latar belakang. Hal ini membuat Hamid terusir dari desa karena sebuah fitnah dan Zainab juga dijodohkan dengan pria lain.

Tapi keduanya sudah berjanji untuk setia, sehingga Hamid pun makin bertekad melakukan perjalanan ke Mekkah. Hingga Hamid wafat di hadapan Ka’Bah setelah mengetahui bahwa Zainab juga wafat di tanah air.

6. Haji Backpacker

Haji Backpacker

Film ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang sedang dalam masa pencarian. Karena itulah poin utama dari film ini; pencarian. Demi memperkuat cerita, lokasi pengambilan gambar pun dilakukan di beberapa negara.

Karakter utamanya diperankan oleh Abimana Aryasatya dengan nama Mada. Dia memberontak kepada Tuhan atas takdir yang dilaluinya. Ibunya direnggut, cintanya hilang, dan dia marah karena itu. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Backpacker dan hidup bebas. Di dunia luar yang bebas, Mada menemukan kebahagian ragawi tetapi dia merasa kosong di dalam.

Ini adalah masa paling rapuh dalam hidupnya dan justru pada masa kerapuhan inilah tangan Tuhan mengajaknya kembali dengan serangkaian peristiwa. Mada berkelana dari satu negara ke negara lain, menyingkap kesadaran demi kesadaran.

Mada melalui perjalanan melintasi sembilan negara melalui darat sampai akhirnya sampai di Mekah. Mada sadar ternyata Tuhan selalu mencintai dan menjaganya dengan ketetapan yang sempurna.

Film ini sangat inspiratif buat kamu yang mungkin lagi merasa kosong, rapuh, atau bimbang. Perjalanan yang dilalui Mada bisa jadi akan membawa kamu pada kesadaran-kesadaran yang didapatkan seorang Mada dengan cara yang berbeda.

7. Hafalan Shalat Delisa

Hafalan Shalat Delisa

Kalau kamu suka baca novel, pasti kamu kenal Tere Liye. Hafalan Shalat Delisa diadaptasi dari novel Tere Liye yang berjudul sama. Seluruh pengambilan gambar film Islami Indonesia yang satu ini dilakukan di Aceh. Dua nama besar yang terlibat dalam film ini adalah Nirina Zubir dan Reza Rahadian.

Delisa seperti kebanyakan gadis kecil yang periang. Dia tinggal di sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai Aceh. Dia anak bungsu dari seorang Ayah yang bekerja di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional.

Pada 26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktik shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa itu membuat mereka ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam dan menggulung desa mereka, sekolah mereka, tubuh kecil Delisa dan ratusan ribu lainnya di Aceh.

Setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit, Delisa berhasil diselamatkan Smith, seorang prajurit Angkatan Darat AS. Sayangnya, luka parah harus membuat kakinya diamputasi. Smith sempat ingin mengadopsi Delisa apabila dia sebatang kara. Namun, Ayahnya berhasil menemukan Delisa.

Delisa bahagia berkumpul kembali dengan Ayahnya, meskipun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi dan Ummi belum ditemukan. Delisa bangkit di tengah rasa kehilangan itu. Di tengah rasa putus asa yang mendera mereka dan warga Aceh lainnya.

8. Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara

Film Islami Indonesia yang satu ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Anwar Fuadi. Mengangkat kisah tentang kehidupan pesantren dan mimpi para santri. Mereka semua memulai mimpi besar mereka di pesantren itu, dengan segala rintangan yang harus mereka hadapi.

Alif sebenarnya ingin melanjutkan SMA di kota Bandung kemudian masuk ke kampus idamannya, ITB. Namun, Amaknya berkata lain. Beliau ingin Alif masuk Pondok Madani, sebuah pesantren di Ponorogo Jawa Timur. Hati Alif remuk, sehingga dia menjalaninya setengah hati saja.

Awal-awal, Alif lebih sering menyendiri. Namun, seiring waktu dia bisa berbaur dan bersahabat dengan teman-teman satu kamarnya. Mereka selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan mereka sebagai sahibul menara yang berarti pemilik menara.

Bersama mereka, hari-hari Alif menjadi lebih semangat. Ustad Salman berhasil meyakinkan mereka bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Ini membuat mereka berpikir panjang dan berani untuk bermimpi besar.

Mereka berambisi untuk menaklukkan dunia. Di bawah menara Madani, mereka berjanji dan bertekad untuk bisa mewujudkan mimpi mereka dan menjadi orang besar yang membawa manfaat untuk banyak orang.

Film ini sangat menginspirasi. Cocok buat kamu yang sedang butuh motivasi untuk mengejar sesuatu. Menyimak cerita para pemilik menara bisa membangkitkan semangatmu dalam mewujudkan mimpi besar yang ingin kamu wujudkan.

Kalau kamu punya sahabat, ajaklah mereka untuk menonton bersama-sama. Dengan begitu, kamu bisa bermimpi dan berusaha bersama-sama. Semuanya akan lebih indah dan mudah ketika kamu berada di tengah orang-orang yang mendukung langkahmu.

Itulah beberapa film Islami Indonesia yang paling menginspirasi. Ada yang belum kamu tonton? Kalau ada, mungkin itu bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan. Ada yang sudah pernah kamu tonton? Mungkin kamu ingin mengulas sedikit di kolom komentar?

Kamu juga pasti punya film Islami Indonesia lain yang menjadi favorit kamu. Film Islami Indonesia favorit kamu sudah dibahas belum? Kalau belum, ayo tambahkan di kolom komentar yang sudah di sediakan. Kontribusi kamu bisa jadi informasi yang berguna untuk para pembaca.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram